Sabtu, 02 April 2022

Cooking: Bakso Tahu

Bakso Tahu Kuah

Siapa di sini yang suka makan bakso tahu? Pasti banyak kan? Kami juga loh, apalagi bakso tahu kuah. Kalau lagi dingin-dingin, makan bakso tahu kuah pasti enak. Apalagi kalau ditambah sayur dan bawang goreng. T O P deh pokoknya.

Nah, kali ini kami dan teman-teman dalam komunitas kami bersama-sama membuat bakso tahu. Seperti biasa, Auntie M yang memimpin kami untuk membuat bakso tahu.

Bahan-bahan yang diperlukan adalah sebagai berikut.

Bahan untuk bakso tahu:

- 500 gram daging ayam cincang.

- 250 gram udang kupas kulit, cincang.

- 4 buah tahu putih besar atau 20 buah tahu coklat

- 5 siung bawang merah ukuran sedang.

- 4 siung bawang putih ukuran sedang.

- 1/2 sdt lada putih (bisa tidak digunakan)

- Garam secukupnya

- 4 sdm tepung sagu

- Kaldu untuk kuah (bisa kaldu ayam, kaldu seafood, atau kaldu sayur)

Ini tahu coklat ya moms
Tahu putih besar atau yang suka disebut tahu cina

Untuk bahan pelengkap, dapat disertakan:

- Sayuran seperti fumak, sawi hijau, toge besar

- Mie telur/miesoa/bihun/kwetiau

- Daun bawang, iris tipis-tipis

- Bawang goreng

- Cabe

 

Bagaimana cara membuatnya?

1. Haluskan bawang merah dan bawang putih.

2. Masukkan daging ayam cincang dan udang cincang, bumbu yang telah dihaluskan, tepung sagu ke dalam satu wadah. Aduk hingga semua tercampur rata.

3. Jika tahu yang digunakan tahu besar, bagi tahu besar tersebut menjadi 8 segitiga.

4. Beri sayatan kecil di sisi segitiga yang paling panjang. Sayatan jangan terlalu dalam supaya tahu tidak sobek.

5. Masukkan daging yang sudah dicampur ke dalam sisi yang ada sayatan, lalu tutupi bagian atasnya dengan dagingnya sampai bentuknya cantik (seperti yang dijual-jual gitu loh).

6. Lakukan sampai adonan habis.

7. Setelah itu, panaskan kaldu dalam panci. Rebus sayur dengan kuah kaldu yang ada.

8. Untuk membuat supaya bakso tahu tidak lengket ataupun hancur saat dikukus, rebus air di panci lain. Setelah air mendidih, masukkan bakso tahu yang sudah dibuat. Tidak usah terlalu lama, asal bakso tahu tidak lengket saja (istilah kami ngeset).

9. Susun bakso tahu dalam kukusan, lalu kukus kurang lebih 20 menit.

 

Bagaimana dengan rasanya? Enak sekali loh. Walau kami sering beberapa kali membuat bakso tahu ataupun siomay, dengan resep kami, tetapi Duo Lynns tetap semangat untuk membuatnya. Apalagi Auntie M dengan murah hati memberikan tips yang baru kami semua tahu.

Katanya sih Auntie M mau membagi resep membuat siomay ikan. Hmm…. Can’t wait for that meeting.




 

Sabtu, 08 Januari 2022

Welcome 2022.....


Happy New Year everyone…

Tidak terasa tahun sudah berganti. Tak terasa juga corona sudah hampir dua tahun. Yang berarti banyak perubahan dan penyesuaian yang harus dilakukan, baik secara individu, keluarga, atau masyarakat. Saya jadi gatal ingin mendokumentasikannya, sebagai bukti kebaikan Tuhan bagi kami.

Seperti yang pernah saya bagikan, di awal 2020, bagi keluarga kami ini adalah season yang baru. Dengan adanya bayi kesayangan semua orang, banyak hal yang harus disesuaikan. Ternyata season yang baru ini benar-benar baru bukan hanya bagi keluarga kami, tetapi bagi setiap orang.

Corona memang membuat semua orang di dunia, bukan lebay loh, mengalami banyak perubahan-perubahan. Dari yang awalnya nyaman, menjadi tidak nyaman. Dari yang awalnya bisa kumpul-kumpul, jadi harus di rumah saja. Semua berubah dalam sekejap. Norma-norma baru pun mulai bermunculan, dari 3M, 4M, 5M, dan terakhir 6M (semoga tidak sampai 7M).

Di keluarga kami pun, imbas corona sangat berasa. Dari segi usaha, ada banyak goncangan bagi kami. Tidak mudah, tetapi ada beberapa hal yang kami bagikan dengan anak-anak, Kami mengajak anak-anak berdoa bersama supaya mereka tahu bahwa banyak hal yang dapat terjadi, tetapi Tuhan pegang kendali.

Pekerjaan saya pun berubah, dari bantu paksu menjadi fulltime mengajar online selama 1 tahun akademik di salah satu learning center senior kami. Awalnya, saat saya memutuskan untuk kembali mengajar 1 tahun ajaran, saya yakin semua dapat dijalani dengan baik. Anak-anak sudah terbiasa belajar mandiri, dan pasti bisa menyesuaikan dengan baik. Toh rutin dan ritmenya sudah ada. Kalau agak lama majunya, tinggal disesuaikan saja.

Tetapi di tengah perjalanan, ternyata tidak semudah yang saya bayangkan. Si bayi selama dua bulan pertama rewel dan tidak mau lepas dari saya saat saya tidak mengajar. Si adik pun mulai merasa tidak diperhatikan karena merasa mamanya sibuk dengan murid les (ya, mereka sering mengirim soal melalui whatsapp dan bertanya cara mengerjakannya). Kakak pun terkadang miss dalam mengerjakan tugas-tugasnya.

Kepala saya pun terkadang rasanya mau pecah menghadapi ulah mereka yang memasuki masa pre-teen. Hal yang kecil pun menjadi besar dan bisa diributkan oleh mereka. Kalau saya bilang, yang satu kayak mercon, yang satu kayak petasan banting. Terkadang saya meledak juga karena ulah mereka, apalagi kalau sudah masa PMS.

Tetapi saat memasuki tahun 2022 ini, ternyata ada banyak hal yang dapat saya syukuri di tengah segala permasalahan saya. Kami sekeluarga tetap sehat dan tidak sakit selama pandemic ini. Beberapa keluarga yang terkena covid pun dapat pulih kembali tanpa kekurangan suatu apapun. Pergumulan berat yang kami hadapi diawal tahun 2021 pun Tuhan selesaikan tepat pada waktuNya dan dengan caraNya.

Di tahun 2021 kemarin, Duo Lynns mengikuti Ballet Virtual Competition. Ikutnya pun last minute. Saat kompetisi diadakan, kami memutuskan tidak ikut. Biaya pendaftaran sih affordable, tapi kalau disuruh buat kostum, tidak terima kasih deh. Simple reason sih. Tapi memang kami betul-betul dalam pengetatan ikat pinggang. Walau hati kecil ingin agar anak-anak ikut. Supaya mereka dapat pengalaman, khususnya adik yang selalu merasa dinomorduakan dari kakaknya (walaupun memang dia anak nomor dua =D).

Tiba-tiba karena PPKM, batas pengumpulan video diperpanjang dan pendaftaran dibuka kembali. Guru tari mereka mengajak untuk ikut. Ternyata bisa menggunakan kostum yang sudah ada. Yang terpenting membuat tarian sendiri, which is jagonya mereka deh (dari yang jijay hingga yang anggun). Tetapi melihat effort mereka, rasanya kami sebagai orang tua agak sebel. They took the second chance for granted. Kami tidak menargetkan menang, tetapi kami mau melihat effort mereka. 

Virtual Ballet Competition adik

Saat diumumkan, ternyata mereka mendapat bronze. Dengan kostum yang sangat simple (menggunakan kostum yang ada saja), sudah puji Syukur bisa dapat medali. Tapi, buat saya, kok enak sekali. Mereka dapat juara padahal sakarepnya (maaf, mamak kadang kejam). Tapi bukankah kita juga seperti itu? Banyak hal dalam hidup kita yang kita ini sebetulnya take it for granted? Itulah yang namanya grace, unmerited favor. Kita tidak layak, tapi mendapatkannya, bukan karena usaha kita, tapi kemurahan Tuhan. 

Virtual Ballet Competition kakak

Itu baru dari segi keluarga. Berkat dari teman-teman pun luar biasa. Kami dikelilingi oleh teman-teman yang menjadi support system kami, baik dalam komunitas homeschool maupun komunitas lainnya. Teman baik kami, yang sudah saya kenal dari SD, berhasil menjalani operasi pengangkatan tumor di otaknya. Teman-teman kami yang lain yang mengalami pergumulan sama seperti kami pun akhir tahun kemarin mendapatkan jawaban dari doa mereka. Isn’t God soooo good?

Our family picture in 2021. Minus keluarga tante di US dan sepupu yang lagi di pondokan

Dari yang di awal pandemic betul-betul di rumah saja, sejak kasus menurun, sekarang kami sudah lebih bisa mengajak oma opa dan anak-anak untuk jalan-jalan. Di tahun 2021 itu pun kami bisa ketemu dengan sepupu-sepupu dan keluarga yang lainnya. Kami pun sudah mulai berani makan di luar lagi (dengan segala clean freak prokes yang ada).

Setelah sekian purnama tidak bertemu....

Tidak ada yang akan tahu apa yang akan terjadi di tahun 2022 ini. Apakah betul pandemic ini akan berubah menjadi endemic seperti yang diprediksi ataukah akan ada hal yang lain? Doanya sih semua semakin membaik.

Harapan kami pada anak-anak pun tidak muluk-muluk. Seperti yang selalu kami dengungkan di telinga mereka. Kami tidak meminta mereka menjadi si nomor satu. Kami tidak meminta mereka jadi paling hebat. Kami hanya ingin mereka menjadi anak-anak yang kuat di dalam Tuhan. Kami hanya ingin mereka menemukan panggilan Tuhan dalam hidup mereka. Tentunya hal ini dimulai dari setia terhadap perkara kecil di rumah dan di pelajaran mereka. Nilai bagus itu bonus, tetapi pembentukan karakter itu yang didapat.

Kadang kami berbusa mengingatkan mereka. Kadang kami pun bisa konslet (apalagi banyak hal yang harus di-handle dan dipikirkan oleh kami). Bahkan kami jauuuh dari kata sempurna. Namanya juga manusia, apalagi tipe yang sistematis, pasti ingin semua berjalan dengan baik dan terkendali. Menekankan hal tersebut hanya akan membuat kita hidup dalam kecemasan dan ketakutan. Kita manusia, yang tentunya dapat membuat kesalahan.

Mama de bao bei yang kadang buat mama mau 'nyanyi'

Tetapi kita semua tahu hanya Tuhan yang sempurna. Dia Maha Benar, Maha Hebat. Yang perlu kita lakukan adalah berani mengakui semua kelemahan kita dan berkata I’m nothing without You Lord. I’m not perfect, but You are. I need you more and more. Selamat menyongsong 2022 dengan penuh pengharapan di dalam Tuhan. 

PS: 

Artikel ini dibuat bukan sebagai tempat curhat kami atau membanggakan diri kami. Artikel ini dibuat sebagai sharing kami akan kebaikan Tuhan bagi keluarga kami. Seperti orang lain, kami pun masih bergumul untuk banyak hal. Anak-anak kami pun seperti anak-anak yang lain, yang bisa error juga. Tetapi dapat kami katakan bahwa apapun yang terjadi, Tuhan itu baik. Tetap percaya semua akan indah pada waktuNya. Kita hanya perlu setia. Semangat...

Rabu, 29 Desember 2021

Cooking: Nasi Kuning Kampung Kodo

Nasi kuning Kampung Kodo dengan tema garden ala Lynns

Yeay... Cooking lagi... Acara masak memasak selalu menjadi kesukaan anak-anak. Kali ini temanya adalah nasi kuning. Nasi kuning merupakan salah satu favorit anak-anak. Bahkan sering banget di acara ulang tahun di rumah, birthday cake-nya adalah nasi kuning (kami memang suka membuat kue ulang tahun sendiri, apapun bentuknya itu).

Nasi kuning sendiri di Indonesia terkenal sebagai salah satu makanan yang selalu ada di perayaan-perayaan di Indonesia. Warna kuning ini melambangkan warna emas, yang melambangkan kekayaan. Katanya sih, nasi kuning pertama kali ada di Pulau Jawa, di masa-masa kerajaan dahulu.

Nah, biasanya dalam memasak nasi kuning, kita menggunakan santan. Namun kali ini, kami membuat nasi kuning tanpa menggunakan santan. Salah satu resep yang diberikan oleh teman homeschool kami adalah Nasi Kuning Kampung Kodo. Kampung Kodo adalah nama salah satu tempat di Manado yang terkenal dengan nasi kuningnya. Nasi kuning di sana dibungkus dengan janur. Tetapi kali ini, kami tidak menggunakan janur.

Nasi kuning woka aka janur. Sumber foto: goodnewsfromindonesia

Bahan-bahan yang diperlukan:

1. Nasi (matang) 2 piring penuh.

2. Terasi udang, saya pakai yang siap pakai.

3. Bawang merah 10 siung dan bawang putih 4 siung.

4. Kunyit kurang lebih 2 - 3cm.

5. Jahe kurang lebih 2 - 3 cm. 

6. Kencur 2 ruas.

7. Teri medan 1/2 ons, digoreng terlebih dahulu.

Bahan pelengkap:

1. Daun jeruk segar 4 lembar (dirajang halus dan digoreng untuk taburan).

2. Telur dadar iris halus. 

3. Ketimun, kemangi, dan tomat untuk lalapan

Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

1. Blender bahan-bahan untuk bumbu halus (dari bawang sampai kencur).

2. Tumis bumbu tersebut hingga wangi.

3. Setelah itu masukkan nasi putih yang sudah disiapkan. Aduk hingga rata. 

4. Masukkan teri medan dan aduk kembali hingga rata.

5. Pindahkan ke wadah yang diinginkan.

6. berikan bahan pelengkap yang diinginkan.

Saat meeting kemarin, ada beberapa tips yang diberikan oleh Auntie M. yang pertama, minyak goreng bekas menggoreng teri bisa dipakai untuk menumis bumbu. Wah, ternyata sama juga. Saya biasanya suka menyimpan minyak bekas menggoreng teri (jika ada sisa minyak, karena biasanya minyaknya cuma sedikit sekali saat menggoreng) untuk dipakai menggoreng nasi (saya penggemar nasi goreng tanpa kecap).

Yang kedua, biasanya kan menghaluskan bumbu dengan menggunakan blender (mamak males ngulek). Kalau pakai blender, harus dibantu sedikit air agar mesin tidak capek kerjanya. Hasilnya ya bumbu agak basah. Nah, saya biasanya menumis bumbu tanpa minyak dulu, supaya air yang ada di bumbu tersebut asat atau habis. Setelah itu baru ditumis dengan minyak. Auntie M juga menyarankan hal yang sama. Ternyata mamak tidak sendirian buibu. 

Saat membuat, anak-anak berkata bahwa ini sebetulnya seperti nasi goreng kuning. Hmm…. Mirip juga sih. Namun dengan digoreng, tentunya nasi kuning ini tidak cepat basi. Opsi yang bagus kan. Lalu, bagaimana dengan rasanya? Tentu mantap :)

Kalau pelengkapnya sambel, pasti makan banyak. Sumber foto: gojek.



Jumat, 01 Oktober 2021

Cooking: Tiramisu


Masih lanjutan topik yang kemarin, resep berikutnya yang kami coba bersama-sama dengan moms and daughters lainnya adalah Tiramisu. Tiramisu merupakan kue keju khas Italia dengan taburan bubuk coklat diatasnya. Ciri khas tiramisu adalah cake ini tidak dipanggang dan tidak dibentuk dari adonan. Tiramisu terdiri dari biskuit yang sering disebut lady finger (karena panjang-panjang seperti jari seorang lady) yang dicelup ke dalam larutan kopi dan dilapisi dengan keju mascarpone yang dicampur dengan bahan-bahan lain. 

Pertama kali kami memakan tiramisu, tentu saja tiramisu buatan papa yang sangat top markotop melebihi buatan hotel (kalau kata Duo Lynns: “it’s Papa Lynns secret recipe”). Kali ini kami menggunakan resep yang lain, yang dibagikan oleh Auntie D.

Bahan-bahan yang diperlukan:

- 2 butir telur, pisahkan antara putih dan kuningnya.

- 250 gram mascarpone cheese

- 250 gram Whipping cream

-2 x @ 40 gram gula

- Lady finger secukupnya

- Kopi hitam

- Cocoa powder

- Rhum

Mixing dimulai

Cara pembuatan:

1. Larutkan kopi dalam air panas, biarkan hingga suhunya menjadi suhu ruangan.

2. Dalam satu wadah, campur kuning telur, mascarpone cheese, dan gula. Mix hingga tercampur sempurna.

3. Di wadah berbeda, kocok putih telur (bisa ditambah sedikit garam) hingga kaku (pastikan wadah dan mixer kering sempurna agar putih telur dapat kaku dengan sempurna). Jika sudah kaku, wadah ini dapat ditaruh di kulkas untuk sementara (biar tetap kaku).

4. Di wadah yang berbeda lagi, campur whipping cream dengan gula (bisa ditambah sedikit rhum), lalu mix hingga kaku.

5. Masukkan adonan kuning telur sedikit demi sedikit ke dalam wadah whipping cream. Aduk dengan spatula (seperti melipat, bukan mengocok telur).

6. Setelah rata, masukkan putih telur yang telah kaku sedikit demi sedikit. Lalu aduk lagi dengan spatula (seperti melipat, jangan terlalu diaduk nanti bisa cair)

Aduk dengan teknik melipat ya, moms

Setelah cream tercampur dengan rata, maka kita akan membuat lapisan tiramisu diatas wadah tiramisu. Susunannya adalah lady finger, cream, lady finger, cream. Caranya adalah sebagai berikut:

1. Tuangkan kopi yang sudah dituang ke dalam wadah lebar. Beri 1 sendok makan rhum (atau sesuai selera).

2. Lalu celupkan lady finger ke kopi tersebut. Jangan terlalu lama supaya biscuit tidak hancur.

3. Kita letakkan lady finger tersebut ke atas tempat untuk tiramisu.

4. Lakukan Langkah 2 dan 3 terus menerus hingga lady finger tersusun sempurna diatas wadah tersebut di bagian lapisan pertama.

5. Untuk lapisan kedua, letakkan adonan cream yang sudah tercampur diatas lady finger hingga rata.

6. Setelah itu ulangi kembali Langkah 2 hingga 5.

7. Setelah itu taburi cocoa powder diatas saringan lalu ayak diatas cream yang ada hingga rata.

Menyusun layers dalam tiramisu

Tiramisu yang sudah ada dapat dimasukkan ke kulkas. Dan bisa disantap jika sudah dingin. Pertanyaan yang biasa timbul adalah telurnya kan mentah. Aman tidak? Katanya sih saat dikocok dengan tekanan tinggi, bakterinya mati. Katanya loh ya. Tapi melihat dari dulu sudah ada dan tidak ada masalah, maka harusnya sih tidak apa jika makan tiramisu. Tapi, untuk ibu hamil dan ibu menyusui, lebih aman jika tidak makan yang menggunakan telur mentah. Hehehe.