Kamis, 08 Oktober 2026

Family Conference 2026: Revive Us Again

Salah satu kegiatan rutin kami sebagai homeschooler adalah Family Conference. Tahun ini adalah ketiga kalinya kami mengadakan Family Conference di Ipoh, Malaysia. Tema besar yang diberikan tahun ini adalah Revive Us Again yang diambil dari Mazmur 85: 6. 

Indonesia - Singapore - Malaysia.

Tahun ini kami mengundang dr. Herbert Tan. Dr. Herbert Tan merupakan founding director dari D6 Family Ministry. D6 merupakan sebuah gerakan pelayanan yang berfokus pada pemuridan di lingkungan keluarga secara berkesinambungan lintas generasi, yang didasarkan pada prinsip Alkitab di kitab Ulangan 6 (Deuteronomy 6). 

Honor your father and mother.

Seperti biasa, dalam setiap FC akan ada sesi onsite, sesi online dengan Gabriel, sesi video, sesi untuk father dan sesi untuk moms. Dari Sembilan sesi yang ada, Dr. Herbert membawakan 3 sesi mengenai revival begins from home, parenting through grace, dan reviving generation through discipleship.


Us with dr. Herbert Tan

Kemudian ada 2 sesi yang dibawakan oleh keluarga-keluarga homeschool dari Malaysia dan Singapore. Dengan masa homeschool mereka yang sudah cukup lama, dari anak pertama sampai anak keenam, mereka membagikan up and down dalam menjalankan homeschool. Mereka membagikan bagaimana menjalankan grace based homeschooling dan juga joy in all circumstances. 

Sharing by Chia family

Grace-formed hearts by Lim

Moms Session: menguatkan kami para mama.

Ladies Session

Yang menjadi berbeda di FC kali ini adalah saat diskusi. Biasanya kami memiliki satu kelompok yang sama selama diskusi. Kali ini kami berganti teman dalam setiap diskusi. Ditengah pergumulan yang kami hadapi, kami bisa saling menguatkan juga. Ini adalah cara Tuhan untuk memulihkan kami semua :)

Soaked by God, Splash Out Joy
Young adult discussion group

Bagaimana dengan kegiatan Alert Cadet dan Commit? Seperti biasa, selama tiga hari mereka juga melakukan kegiatan. The boys melakukan kegiatan outdoor. Namun kali ini ada beberapa kali kegiatan yang dilakukan di dalam sport hall karena hujan. 



Untuk pertama kalinya sejak kami mengikuti FC, Commit tidak melakukan kegiatan gabungan dengan Alert Cadet. Kali ini, Duo Lynns juga sudah membantu sebagai leader group dari Commit, bersama teman-teman dari Malaysia dan Singapore. Kami sungguh bersyukur melihat antusias dari teman-teman di Singapore dan Malaysia.

Seperti di setiap FC, selain melayani, disegarkan kembali dari setiap sesi dan diskusi, yang tidak kalah pentingnya adalah fellowship yang dilakukan bersama dengan keluarga-keluarga yang ada. Ini yang menjadi api dari setiap FC, karena kami semua jadi kangen untuk bertemu.

Dalam menjalani homeschool, mendidik anak-anak di rumah, tentunya bukan hal yang mudah. Tekanan terkadang membuat kita merasa sesak. Bahkan walau kita sudah tahu ini adalah panggilan, kita tetap saja merasakan Lelah. Seperti Mazmur 85: 6 yang berisi doa untuk pemulihan, dengan adanya FC ini kita kembali dipulihkan, disegarkan, mengingat kembali tujuan kenapa kita memilih untuk mendidik anak-anak di rumah. 

Performance dari Commit.
Apresiasi dari Commit leaders untuk setiap orang yang terlibat. Terharu...
Performance dari Cadet.
Home Discipleship Community SEA

FC akan diadakan kembali di tahun depan. Tahun depan akan diadakan di Indonesia. Teman-teman dari Singapore dan Malaysia yang kali ini akan menyambangi kami. Can’t wait for next year.

Rabu, 07 Oktober 2026

Amazing Race Nusantara

Siapa yang pernah lihat Amazing Race? Rasanya semua orang suka menonton Amazing Race. Menjadi anggota dari suatu team yang bekerja bersama memecahkan clue yang diberikan dan berpindah dari sana ke sini pasti seru sekali.

Di semester ini, komunitas homeschool kami memiliki kegiatan fieldtrip. Kami para PIC pun berpikir ingin mengunjungi musium sambil melakukan Amazing Race. Maka terciptalah Amazing Race Nusantara. 

Museum Alkitab, sebelum memulai misi hari ini.

Sebelum hari H, kami mengunjungi tempat-tempat tersebut, untuk melihat apakah ada hal-hal yang dapat kami jadikan clue. Semakin dilihat, semakin banyak hal yang dapat dijadikan clue. Sayangnya traffic di Jakarta tidak memungkinkan anak-anak untuk menggunakan transportasi umum di setiap kegiatannya.

Penjelasan mengenai Mary Jones.

Kegiatan kami saat Amazing Race dimulai dari Museum Alkitab. Kami bersama-sama mendengarkan penjelasan Sejarah Lembaga Alkitab Indonesia. Setelah itu kami pun melihat benda-benda yang ada di Alkitab. 

Group anak-anak.
Mengenal tanaman-tanaman yang ada di Alkitab.

Penjelasan dari staff di sana

Setelah penjelasan selesai, anak-anak yang berusia 9 tahun ke atas dibagi menjadi 4 kelompok dan anak-anak yang berusia di bawah 9 tahun dikelompokkan menjadi satu. Group anak kecil diajak pergi terlebih dahulu ke tujuan selanjutnya, yaitu McDonalds Kramat Raya untuk makan siang terlebih dahulu. Sementara 4 kelompok yang lain harus menyelesaikan clue yang diberikan. 

Kelompok 1

Kelompok 2

Kelompok 3

Kelompok 4

Clue yang diberikan akan mengarahkan mereka untuk pergi ke Museum Sumpah Pemuda menggunakan Trans Jakarta dan makan terlebih dahulu di McDonalds sebelah museum. Tetapi tentunya tidak langsung terlihat secara eksplisit. Bagi sebagian anak, ini adalah pengalaman mereka naik TJ tanpa orang tua mereka. Tetapi ada kakak-kakak yang sudah besar yang bisa membantu untuk mengawasi. Selain itu di setiap kelompok ada salah satu orang tua yang menjadi bayangan.

Ada apa saja di Museum Sumpah Pemuda? Sebelum pandemi, kami sering sekali mengunjungi Sumpah Pemuda, saat ada pameran mengenai Dokter Moewardi, maupun saat pameran Emma Poeradiredja. Nampaknya pandemi membuat Sumpah Pemuda menjadi sedikit berbeda. Dan seperti saat kunjungan kami ke museum di Seoul, pandemi membuat tayangan digital lebih banyak terlihat.

Meja abu di entrance museum, menandakan pemilik rumah ini adalah seorang keturunan Tionghoa.
Tayangan video yang membuat anak-anak dapat merasakan suasana saat itu.
Keturunan Tionghoa pun turut serta dalam perjuangan kemerdekaan.
Halaman belakang Museum Sumpah Pemuda.

Di Museum Sumpah Pemuda, selain mereka melihat Sejarah perjuangan pemuda, anak-anak diminta mencari para bapak yang menjelma menjadi Jong Ambon, Batak, Celebes, dan Jawa. Para bapak ini membawa clue mengenai tempat tujuan berikutnya. Tetapi sebelum mereka mendapatkan clue, mereka harus bernyanyi Indonesia Raya terlebih dahulu.

Biola W.R.Soepratman
Teks Indonesia Raya
Aturan dalam menyanyikan Indonesia Raya
Our ex-house =D

Tujuan kami berikutnya adalah Monas. Kalau tadi anak-anak naik TJ, sekarang mereka bergabung dengan mobil-mobil yang ada. berhubung pintu masuk terdekat untuk berjalan menuju area cawan Monas terletak Seberang Pertamina, dan tidak ada parkiran, maka kami para PIC jalan terlebih dahulu dan berdiri di pinggir jalan supaya anak-anak bisa didrop sementara para bapak parkir di Museum Nasional. 

Pintu terdekat menuju Monas

Monas merupakan tugu peringatan yang menjadi icon utama symbol perjuangan kemerdekaan Indonesia. Monas sendiri dirancang oleh Frederich Silaban dan R.M. Soedarsono. 

Ada beberapa keunikan dari tugu yang dibangun mulai 17 Agustus 1962. Yang pertama, tubuh dan cawan tugu terinspirasi dari konsep tradisional Lingga (alu/pestle) dan Yoni (lesung/mortar) yang melambangkan kesuburan serta kehidupan abadi. Yang kedua, lidah api emas yang berada di atas terbuat dari perunggu seberat 14,5 ton yang dilapisi emas seberat 50 kg. Yang ketiga, unsur 17, 8, dan 45 dimasukkan dalam Pembangunan Monas.

Apa saja yang dilakukan anak-anak selama di Monas ini? Mereka bersama-sama melihat diorama penjelasan kemerdekaan Indonesia. Setelah ini mereka ke arah luar dan mengerjakan clue yang diberikan. Dari clue ini, mereka mendapatkan tugas untuk berfoto di Monas. Setelah itu mereka berpindah ke tujuan berikutnya, yaitu Museum Nasional.

Rombongan anak kecil.
Kelompok 3 yang sedang menyelesaikan clue.

Di setiap Rabu minggu kedua, Museum Nasional membuat program ARAMSA. ARAMSA, Akses Rabu Malam untuk Semua, merupakan program gratis tiket masuk bagi semua pengunjung museum. ARAMSA dimulai dari jam 16.00 hingga jam 20.00. Kami pun memanfaatkan program ini sebagai penutup dari kegiatan Amazing Race kami.

Ganesha
Tampilan yang berbeda dibanding saat kami ke sini dulu.

Di Museum ini, mereka akan menemukan 3 artefak. Sementara anak-anak dibawah usia 9 tahun bermain di area main anak-anak.

Hm...

Sejak pandemi usai, Museum Nasional mempunyai tampilan yang berbeda dibandingkan saat kami mengunjungi Museum ini dulu. Penataannya bagaikan museum-museum di luar negeri. Layar interaktif pun ada di hampir semua bagian. Salah satu yang baru adalah ruang imersif. 

Spot main bagi anak-anak kecil.

Ruang ini merupakan instalasi permanen dengan proyeksi video mapping ke setiap sisi dinding 360°, termasuk lantai, dengan tata suara yang dolby sound. Anak-anak akan diajak berpetualang dan berkelana berada di dalam ruangan ini selama 30 menit. Mereka akan melintas dari masa ke masa untuk mengenal alam, seni, budaya, dan nilai-nilai keindonesiaan. 

Jadwal Imersif
Mamak2 yang tidak masuk ke ruang imersif berpose bersama.

Apakah yang ingin kami para PIC capai dari kegiatan fieldtrip kali ini? Kami ingin agar anak-anak belajar menyelesaikan masalah bersama dalam satu team. Anak-anak yang lebih besar bertanggung jawab terhadap anak-anak yang lebih kecil. selain itu kunjungan-kunjungan ke setiap museum membuat mereka belajar untuk lebih mencintai Indonesia, siapapun yang memimpin bangsa ini.

Amazing Race Nusantara kami diakhiri dengan makan malam. Ruang kafetaria dapat kami pinjam untuk duduk dan makan. Anak-anak yang ditanya berkata ingin lagi mengikutI Amazing Race. Mereka merasa kegiatan ini seru walau lelah. Namun ada juga anak-anak yang merasa tidak ingin lagi berkeliling-keliling =D