Banyak yang bertanya kepada
saya, kalau mau homeschooling saat TK baiknya pakai kurikulum apa ya. Saya
selalu jawab tergantung budget dan preference masing-masing
keluarga. Tetapi saya memilih Christ Center Curriculum atau CCC. Saya sudah
jatuh cinta dengan CCC saat saya masih kuliah, saat melihat teman yang
menggunakan bahan tersebut. Sehingga saat ditawari untuk membeli bahan CCC oleh
teman yang saat itu baru mau homeschooling, ada yang mau bawain dari Singapore,
maka saya pun mengiyakannya. Dengan pertimbangan, andaikan anak-anak tidak
homeschooling, bahan tersebut dapat dipakai sebagai tambahan bahan yang
mempunya pola pandang biblikal.
Apakah CCC itu?
CCC merupakan kurikulum dari
Amerika, yang lebih mengedepankan pembelajaran materi berdasarkan Alkitab. Jadi
semua pembahasan dilandasi dengan firman Tuhan. CCC awalnya dikenal sebagai
program untuk early childhood dan digunakan pada tahun 1970-an di
Rocky Bayou Christian School (RBCS).
Pada akhir tahun
1980-an Doreen Claggett, sebagai pendiri CCC, tergerak dengan kerinduan
untuk membantu keluarga homeschool memberikan pendidikan kepada anak-anaknya di
dalam kebenaran Tuhan, secara spiritual, moral, dan akademis.
Hal-hal mendasar yang saya sukai
dari CCC adalah:
1. Never too Early (tidak
pernah terlalu cepat) untuk mengestafetkan iman kepada anak-anak. Bagaimana
caranya? Ya melalui hidup orang tuanya. Anak-anak adalah pembaca ulung bahkan
sebelum mereka dapat membaca. Nah, tentu saja mereka membaca kehidupan orang
tuanya, karena setiap kita adalah suratan berjalan. Itulah sebabnya parenting merupakan
hal yang berharga tetapi juga hak istimewa yang sangat serius.
2.Pendidikan kristen seharusnya
merupakan proses pekerjaan Tuhan melalui guru-guru yang berkomitmen untuk
menggunakan metode biblikal dan materi kurikulum yang benar untuk membawa
setiap murid yang mempunyai biblical world view dan memiliki
karakter ilahi dan kemampuan akademis yang cukup untuk memenuhi panggilan
Tuhan dan hidup untuk kemuliaanNya.
3. Bukan pengetahuan yang harus dikuasai dahulu,
tetapi urutannya adalah iman, kebajikan, pengetahuan. Untuk anak-anak
sajakah? Tentu tidak, pertama untuk mamanya, lalu untuk anak. Sehingga saat
mengajar anak-anak, bukan saja anak-anak yang diperlengkapi, tetapi mamanya
juga diingatkan dan dikuatkan kembali. Indah bukan?
![]() |
Iman, kebajikan, pengetahuan |
Umur berapa sajakah yang dapat menggunakan CCC?
Di bahan yang diberikan ditulis
dapat digunakan dari umur 3 tahun. Tetapi bukan berarti saat 3 tahun anaknya
suruh belajar yang berat. Saya menggunakan kisah karakter dari CCC saat
anak-anak 3 tahun. Saat kakak berumur 4 tahun, dan adik yang sebentar lagi 4
tahun, saya baru mulai menggunakan semua materi CCC yang ada sesuai dengan
umurnya ditambah kreativitas yang saya cari sendiri.
Kalau menggunakan CCC-nya tidak dari awal, andaikan anak saya mulai
homeschool saat dia umur 5 tahun, bisa atau tidak ya?
Bisa saja. Enaknya pakai CCC,
worksheet disesuaikan dengan umur si anak. Phonics 1 misalnya. Bagi anak yang
umur 4 tahun, worksheet yang dikerjakan dimulai dari worksheet A1. Sedangkan
bagi anak yang mulai di usia 5 tahun, dengan pelajaran yang sama, si anak
mengerjakan worksheet B1. Materi sama, tetapi waktu tatap muka untuk
menyelesaikan materi bagi si anak umur 5 tahun lebih pendek daripada si anak
umur 4 tahun.
Terdiri dari apakah CCC itu?
Buku-buku CCC terdiri dari Math
dan Phonics, tetapi di dalam Math dimasukkan pelajaran mengenai karakter.
Character
Mau tidak mau, kita harus
mengakui keadaan sekarang makin edan. Banyak kejadian mengerikan terjadi di
lingkungan pendidikan, dan dilakukan oleh orang-orang yang pernah mengenyam
pendidikan. Dan saat ini anak-anak seakan dididik tetapi bukan dididik untuk mengenal
Tuhan. Oleh sebab itu, tantangan yang akan dihadapi oleh anak-anak baik
sekarang maupun di masa yang akan datang adalah sesuatu yang nyata. Mereka
memerlukan biblical world view,
karakter ilahi, dan pengetahuan untuk memenuhi panggilan Tuhan dalam hidup
mereka.
CCC memasukkan pelajaran karakter dalam pelajaran
Math. Ada 10
cerita karakter (yang diadaptasi dari cerita Character Sketches karya Bill Gothard) dalam pelajaran Math
dan juga tips untuk orang yang membantu orang tua mendorong anak-anak untuk
mengaplikasikannya. Jadi mendarat untuk anak-anak. Jika dijelaskan secara
panjang, wah rasanya tidak cukup. Tetapi mungkin dapat saya ringkas sebagai
berikut. Dalam menggunakan CCC, dan dengan anugerahNya, keluarga
homeschool haruslah menunjukkan orderliness dengan melakukan
segala sesuatu dengan sopan dan teratur. Akan sangat baik jika anak-anak
belajar dalam suatu keadaan yang teratur (in order) yang dipenuhi dengan
sukacita (joyfulness). Kemudian anak-anak belajar untuk taat, dan
menunjukkan loyalty dengan mengikuti setiap instruksi seperti yang
disampaikan oleh orang-orang yang mempunyai otoritas atasnya. Tujuannya adalah
jika mereka tidak dapat taat kepada orang yang dapat dilihat, bagaimana mereka
dapat taat kepada Tuhan yang tidak dapat mereka lihat secara langsung. Dan
masih banyak karakter-karakter lain yang dipelajari oleh saya sebagai orang
tuanya (dengan tips untuk orang tua) dan anak-anak, seperti generosity (berbagi
dan berkorban), flexibility (mampu membedakan
dan beradaptasi), courage (berani), decisiveness (Melakukan
sesuai dengan caranya Tuhan), responsibility (setia terhadap
perkara kecil), endurance (dapat bertahan),
dan determination (menuju pada tujuan).
Ada tiga level dalam CCC Phonics dan
penggunaannya dapat disesuaikan dengan umur anak yang menggunakannya. Level
A biasa digunakan oleh anak berusia 4 tahun dan lima tahun awal. Biasanya jika si anak
pertama kali menggunakan CCC saat ia berusia 5 tahun (dan belum punya dasar
phonics apapun), ia dapat menggunakan level B1 tanpa menggunakan level A sama
sekali. Sedangkan jika si anak telah menyelesaikan level A, anak tersebut dapat
langsung menggunakan level B2. Bagi anak yang telah menyelesaikan level B2
dapat lanjut menggunakan level C. Materi pada level C ini setara materi
untuk kelas 1 SD. Secara keseluruhan, dalam CCC Phonics anak-anak akan belajar
aturan pengucapan dalam bahasa Inggris, grammar sederhana, pengembangan
vocabulary, kemampuan mengenai kamus, dan latihan menulis. Cukup seru, karena
bukan hanya anak yang belajar, tetapi juga kita mamanya yang belajar.
Ada beberapa yang membuat proses belajar
menjadi lebih susah (menurut Doreen Clagget pendiri CCC), antara lain:
![]() |
Cerita Karakter yang ada |
Dan jujur saya merasa bahwa
homeschooling lebih seperti pelatihan untuk orang tua daripada pelatihan untuk
anak-anak. Sebagai orang tua, kita akan mempelajari dan anak-anak akan
mempelajari melalui aktivitas kita sehari-hari.
Math
Math dalam CCC berbeda dengan pelajaran matematika
biasa. Dalam CCC, setiap hal dilandasi dengan dasar firman yang kuat. Sehingga
anak-anak mengerti bahwa firman Tuhan juga merupakan dasar dari ilmu
pengetahuan (itu yang saya tangkap ya). Math dalam CCC dibagi dalam 2 bagian, yaitu
Math Workbook A (konsep mengenai angka dan penjumlahan pengurangan sederhana)
dan Math Workbook B (penjumlahan-pengurangan sampai 20, place value (nilai angka satuan,
puluhan, ratusan), uang, waktu, dan pecahan sederhana). Yang saya suka adalah
dengan CCC saya bisa mengajarkan matematika dalam bentuk cerita. Misal tentang
angka 2. Anak-anak belajar bahwa di rumah Mrs.Deer (angka 2) ada 2 kamar untuk
anaknya 2 + 0, dan 1 + 1. Jadi belajar matematika pun menjadi
menyenangkan, apalagi ada Flashcard yang colorful.![]() |
Anak-anak dari Mrs. Two Deer |
Dimulai dengan hand-on-activity lalu diikuti
dengan mengerjakan soal dari workbook. Sehingga bagi anak-anak kecil,
materi tidak terlalu berbau akademis tetapi lebih berorientasikan kepada
aktivitas. Kemudian untuk mengajarkan suatu konsep, lebih sering menggunakan snap cube (base ten blocks), value
stick, value pocket chart, number line, dan number line neighboorhood. Jadi
bervariasi dan anak tidak terpacu untuk menghitung dengan jarinya. Belum lagi
sistem pengulangan tentang suatu konsep (yang disajikan dalam cara
bermacam-macam). Materi yang diberikan juga mencakup materi grade 1.
![]() | ||
Atas: addition family house, Bawah: Number line neighboorhood
|
Phonics
Phonics merupakan sesuatu yang
baru bagi saya. Selama ini saya belajar bahasa Inggris langsung ke katanya.
Misal satu itu one, dua two, apel apple, dan sebagainya. Ternyata saat mendapatkan buku Phonics CCC
saya terkaget-kaget. Sama seperti kucing bunyinya meong, anjing bunyinya
guk-guk, huruf dalam bahasa Inggris pun punya bunyinya. Satu huruf bisa punya
satu, dua, atau tiga bunyi (tidak kalah kan
dengan nyanyi ada empat suara).
Dengan CCC, pengenalan phonics
dikolaborasikan dengan Firman Tuhan, cerita Alkitab, dan pengembangan karakter
Kristen. CCC Phonics dapat mulai digunakan saat anak berumur 4 tahun. Bagi kita
sebagai orang tua, disediakan juga lesson
guide. Oya, ada Phonics Lesson
Flashcard dan A to Z wall
card juga loh. Wall card
ini, yang saya lihat saat kuliah, yang membuat saya jatuh cinta pada CCC. Yang
ini membantu kita sebagai orang tua saat mengajarkan phonics.
![]() |
Phonics Wall Card
|
![]() |
Bahan Phonics CCC, workbook A1 untuk anak 4th, workbook B1 untuk anak 5th |
Apakah materi CCC ada juga untuk SD?
Seperti dijelaskan di atas, CCC
merupakan pendidikan untuk early
childhood. Yang berarti materi CCC hanya untuk anak TK dan kelas 1 SD. Jadi
untuk SD nanti, kita berburu kurikulum lagi. Hehehe
Kalau di Indonesia, bagaimanakah mendapatkan CCC?
Menurut teman-teman homeschooling
yang membeli bahan CCC di Indonesia, mereka membeli dari Vickery Christian
Academy . VCA merupakan
lembaga resmi yang ditunjuk oleh CCC untuk menggandakan bahan-bahan CCC di
Indonesia dan kadang mereka mengadakan pelatihan bagi keluarga-keluarga yang
menggunakan CCC. Keterangan lebih lanjut dapat dibuka di sini.
Kalau saya tidak jago bahasa Inggris, apakah saya dapat menggunakan
CCC?
Menurut saya: bisa banget, asal
kita mau belajar juga. Anggap saja kita sama-sama baru belajar dengan
anak-anak. Hanya saja kita belajar sehari lebih awal dari mereka. Seringkali kan salah kaprahnya adalah kita merasa bahasa Inggris
kita pas-pasan, sehingga kita menyampaikan dengan bahasa Indonesia . Dengan
pertimbangan nanti mereka bisa sendiri, yang penting nilai moralnya didapatkan.
Tetapi yang saya amati proses pembelajaran menjadi lebih sulit bagi pengajar
dan anak. Dan jangan meng-underestimate anak-anak
loh. Mereka ternyata lebih cepat memahami bahasa Inggris dibanding kita (bahkan
kadang si kakak yang membetulkan pronounciation saya).
Sedikit pengalaman dari saya,
saat anak-anak berumur 3 tahun, saya menceritakan kisah-kisah karakter dalam
bahasa Inggris yang sederhana. Tetapi saat mereka berumur 4 tahun, saya
membacakan sesuai dengan apa yang ditulis di situ. Karena mereka sudah pernah
mendengar kisah tersebut sebelumnya, mereka jadi mengerti saat saya sampaikan
kisah dalam bahasa yang lebih resmi.
1. ketidakkonsistenan selama
proses mengajar,
2. pelajaran tidak diajarkan
seperti seharusnya,
3. menganggap suatu bagian tidak
penting sehingga mencoba memilih sendiri bagian yang lain, yang akibatnya malah
membuat kita melewatkan bagian yang penting,
4. memilih level yang terlalu
tinggi, atau bahkan terlalu rendah, dari yang seharusnya,
5. si pengajar sedang mengalami
tekanan dalam keluarga, yang mungkin dirasa oleh anak,
6.mungkin memang si anak
memerlukan waktu lebih untuk memahaminya (kalau kata dosen saya dulu nanti ada
waktunya kamu mengerti materi ini, sekarang pakai saja dulu rumusnya, dan
ternyata betul di semester berikutnya saya jadi lebih mengerti)
Kalau ditanya susah atau tidak
saat menggunakan CCC pasti jawabannya relatif. Tetapi satu hal yang harus
diingat sebelum mengajar, berdoalah agar anak-anak diberikan kemampuan untuk
memahami setiap hal yang disampaikan dan koreksilah hal yang harus dikoreksi.
Jangan berpikir kan
masih kecil, nanti juga mengerti sendiri. Hal-hal yang dasar tetap harus
diperjelas dari awal. Dan kita sebagai pengajar, jadilah pengajar yang meng-encourage anak-anak dengan
mengestafetkan perasaan sukacita kita saat proses pembelajaran. Memang praktek
lebih susah daripada ngomong, saya pun terkadang mau gigit Duo Lynns kalau lagi
berulah saat belajar, tetapi tetap harus semangat. Saya berusaha memandang
kepada goal yang ingin saya capai saat saya dan suami memilih
homeschool dan CCC: iman dan karakter yang melandasi pengetahuan.
Sehingga saat rintangan menghadang, saya dikuatkan kembali untuk melalui setiap
rintangan (bahasanya kok jadi puitis begini ya)
infonya super banget..
BalasHapusboleh minta info, maksudnya beli kurikulum itu bgmn ya?
si kecil masih tk b dan sekolah di slh satu sekolah kristen di semarang yg menggunakan CCC sbg kurikulumnya.
kebetulan ada bbrapa catatan dari miss pengajar di sekolah, dan sarannya agar ikut les..
kalo seandainya bisa diajarkan sendiri di rumah dg mengetahui bahan yg diajarkan di sekolah bisa kan
mgkin bunda bisa share pengalaman,info kurikulum CCC yg dibeli tsb.
trimakasih
GBU
Hi :)
BalasHapusBeli kurikulum maksudnya adalah kita membeli bahan pelajaran sesuai jenjang pendidikan anak kita. Kalau homeschooling, biasanya bilangnya beli kurikulum. Kayak CCC, berarti kami pakai kurikulum yang Christian based.
Wah, saya baru tahu ada sekolah di Semarang yang menggunakan kurikulum CCC.
Berdasarkan pengalaman saya dengan CCC, memang saat TK B materi CCC jauh lebih dalam. Sejujurnya kalau ikut les, si pengajar harus tahu cara ngajarnya CCC. Karena pendekatan CCC berbeda dengan cara yang lazim digunakan di Indo. Tetapi itu menurut saya ya.
Nah, kalau orang tua bisa mengajarkan sendiri, akan jauh lebih baik,karena dapat menjalin hubungan dengan anak dan dapat menyampaikan sisi yang rohaninya ke si anak.
Soal beli bahan, CCC dapat dibeli di VCA.
Semoga balasan ini tidak membuat bingung. Monggo kalau masih ada yang mengganjal di hati. God bless :)
Boleh kah saya memasukkan tulisan Ibu di web kami?
BalasHapusSalam kenal. Kalau boleh tahu, nama webnya apa ya?
Hapus