Sebagai orang Indonesia, rasanya
tahu dan tempe sudah menjadi makanan sehari-hari. Dua olahan kedelai ini memang
terkenal enak dan bergizi. Tingkat protein tahu dan tempe pun sangat tinggi.
Tetapi tidak semua orang tahu bagaimana cara membuat tahu dan tempe.
Apa sih bedanya tahu dan tempe?
Yang paling mudah dilihat adalah dalam tekstur tempe, terdapat kedelai-kedelai
yang sudah difermentasi. Sedangkan tahu memiliki tekstur yang lebih lembut,
tanpa bentuk kedelai.
Tentu perbedaan tekstur ini
dihasilkan dari cara pembuatan yang berbeda. Yang saya tahu, tahu pada dasarnya
terbuat dari bahan endapan perasan biji kedelai yang telah mengalami koagulasi,
kemudian diambil sari-sarinya. Tetapi bagaimana jadi tahu, itu yang anak-anak
belum pernah tahu. Penuh kata tahu kan. =D
 |
| Tahu kan ini tahu =D |
Oleh sebab itu, saat salah satu
teman kami yang memiliki PKBM menawarkan untuk mengikuti field trip ke
Pabrik Tahu, kami pun berpikir menarik juga jika bisa ikut ke sana. Setelah
melihat slot waktu yang ada, kami pun memutuskan untuk ikut.
 |
| Peserta Field Trip |
Pabrik tahu yang akan dikunjungi
adalah Pabrik Tahu Na Po Tet. Saat kami tiba di pabrik tahu ini, sekilas dari
penampakannya tampak seperti kumpulan rumah-rumah dalam satu area yang besar.
Tidak terlihat seperti pabrik tahu yang dulu ada dekat rumah si oma di Bekasi.
Tetapi memang lingkungan ini nampak asri.
 |
| Pohon jati dan tempat bermain untuk anak menambah asri tempat ini. |
Pabrik tahu yang didirikan oleh
Na Po Tet sejak tahun 1965 ini termasuk tahu legendaris di daerah Tangsel.
Walaupun demikian, jujurnya sih kami belum pernah mendengar nama pabrik tahu
ini. Maklum, mainnya kurang jauh =D
 |
| Foto Na Po Tet dan keluarga |
 |
| Beberapa orang terkenal yang pernah mampir ke sini. |
Setelah berkumpul, pihak panitia
mengumpulkan setiap peserta. Karena pabriknya yang kecil, maka peserta yang ada
dibagi menjadi 4 kelompok. Jadi saat kelompok yang pertama masuk, maka tiga
kelompok yang lain membuat aktivitas.
 |
| Group pertama yang masuk. |
 |
| Group yang lain membuat aktivitas. |
Apa saja sih langkah-langkah
membuat tahu? Pihak Pabrik Tahu membagikan caranya.
Yang pertama adalah perendaman. Kedelai
yang akan dipakai direndam semalaman. Tujuannya tentu saja untuk melunakkan si
kedelai sehingga mudah untuk diolah.
 |
| Kedelai yang sudah direndam semalaman sudah membesar. |
Yang kedua adalah penggilingan.
Kedelai yang sudah menjadi besar tersebut digiling dengan menggunakan alat
khusus. Hasil dari gilingan tersebut menjadi bubur kedelai.
 |
| Bubur kedelai hasil penggilingan ditampung di bak plastik. |
Yang ketiga adalah pemasakan.
Bubur kedelai tersebut dimasak diatas wajan atau kuali yang besar. Saat
dimasak, bubur kedelai tersebut ditambahkan air supaya lebih encer. Katanya
pemasakan ini gampang-gampang susah. Jika suhunya terlalu tinggi, maka endapan
bubur akan mengerak. Akibatnya akan ada bau sangit.
 |
| Bubur kedelai ini dimasak dengan menggunakan kayu bakar, bukan plastik ya. |
Yang keempat adalah penyaringan.
Sudah mengerti kan kenapa saat dimasak tadi ditambah air. Supaya mudah disaring
dong. Bubur kedelai diletakkan diatas kain yang berada di atas bak penampungan.
Hasil penyaringan ini adalah sari kedelai. Sisa-sisa bubur yang tidak tersaring
ini yang biasanya dibuat oncom, gembus, atau dijadikan pakan ternak.
 |
| Bubur kedelai yang sedang disaring. |
 |
| Ampas yang ada sedang diangkat. |
Yang kelima adalah penggumpalan
atau koagulasi. Sari kedelai yang didapatkan dari proses sebelumnya digumpalkan
dengan cara menambahkan bahan asam. Bahan asam ini didapatkan dari bahan asam
sisa proses penggumpalan sehari sebelumnya.
 |
| Sari kedelai yang sudah menggumpal. |
Langkah keenam adalah pembungkusan
dan pencetakan. Bubur kedelai yang telah menggumpal diletakkan di atas selembar
kain segiempat kecil dan dibungkus. Setelah dibungkus, agar tahu menjadi padat,
tahu tersebut dipress atau dicetak sehingga menjadi lebih padat.
 |
| Pembungkusan dan pencetakan. |
Langkah terakhir adalah memasak
kembali tahu-tahu tersebut. Di Na Po Tet ini ada dua jenis tahu yang diproduksi,
yaitu tahu putih dan tahu kuning. Untuk membuat tahu kuning, tahu yang tadi
sudah dipress dimasak bersama kunyit dan garam. Sedangkan untuk tahu putih,
tahu-tahu tadi hanya dimasak bersama garam. Jadi bahan pengawet yang digunakan
alami, yaitu garam.
 |
| Tahu yang sudah dimasak dan siap dijual. |
 |
| Waktunya anak-anak membuat tahu. |
Setelah selesai masuk ke pabrik
tahu, anak-anak mengerjakan aktivitas membuat tahu dalam keranjang. Setiap anak
diberikan piring kertas untuk dianyam menjadi keranjang. Selain itu ada origami
yang dapat dibentuk menjadi tahu.
 |
| Setelah membuat aktivitas, anak-anak mengerjakan worksheet. |
Selain pabrik tahu, di sini ternyata
juga merupakan pujasera. Banyak warga sekitar yang makan di tempat ini. Biasanya
di akhir pekan tempat ini ramai dengan orang-orang yang bersantai setelah
berolahraga. Dengan pilihan makanan yang berupa olahan tahu dan juga menu-menu
lainnya, memang tidak heran banyak yang mampir makan di sini.
 |
| Keisengan si papa. |
Field Trip kami selesai sudah. Sebagian
dari kami ada yang melanjutkan makan siang. Kami sendiri memutuskan kembali
pulang karena ada hal-hal lain yang harus dikerjakan.
 |
| Brand Ambassador Tahu Na Po Tet |
Sekilas Info
Pabrik Tahu Na Po Tet
Alamat: Jl. Tekukur 10 No.2,
RT.02/RW.8, Bakti Jaya, Kec. Setu, Kota Tangerang Selatan, Banten 15315
Jam Operasional: 08.00 – 16.00
(hari Senin tutup)
 |
| Muka bahagia setelah berhasil membungkus. |