Tampilkan postingan dengan label craft for preschool. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label craft for preschool. Tampilkan semua postingan

Selasa, 18 September 2018

Outdoor Fun with Bottle Spray Art


Apa sih kekurangan anak-anak yang tinggal di ibukota ini? Kalau menurut saya, anak-anak zaman now ini kurang dengan yang namanya outdoor atau ruang terbuka. Selain karena permainan mereka kebanyakan permainan yang di dalam ruangan, mungkin karean lahan terbuka yang bersih susah dicari. Apalagi ditambah dengan cuaca yang tak menentu (baca: hujan mendadak).

Beberapa bulan lalu, karena masih summer musim kemarau, kami pun mengadakan aktivitas outdoor di playground salah satu condominium. Kegiatan ini diisi dengan bermain bersama di playground dan dilanjutkan dengan membuat aktivitas yang bernama bottle spray art. Kegiatan ini mirip dengan aktivitas yang kami lakukan saat membuat aktivitas tentang discretion.

Bahan-bahan yang diperlukan
1. Botol semprotan air yang berisi air berwarna
2. Kertas putih
3. Gambar yang kita inginkan menjadi siluet. 
4. Isolasi atau lem
Persiapan supaya tidak gambar tidak terbang. 
Setelah berdoa bersama, anak-anak diizinkan memilih gambar yang mereka inginkan. Setelah mereka memilih, maka mereka pun bergantian membuat bottle spray art. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
1. Beri lem secara asal pada pinggiran atau isolasi di tengah gambar yang diinginkan dan tempelkan pada kertas putih. 
2. Semprotkan air berwarna secara acak diatas kertas putih tersebut.
3. Copotkan gambar yang ada dan tunggu semprotan di kertas putih mengering.
Cute Dino :)
Yang membuat proses ini lebih seru karena angin yang kencang membuat kertas yang ada terbang-terbang. Sambil menunggu kertas-kertas ini mengering, anak-anak kembali bermain di playground. Dan tidak perlu waktu lama untuk membuat kertas-kertas ini mengering. Angin dan cuaca yang panas membuat proses pengeringan berjalan dengan cepat. Dan mama-mamanya pun tidak mau ketinggalan untuk membuat siluet dengan bottle spray art yang seru ini.
Ariel pertama.
Ariel kedua.
Balerina :)
Karena cuaca yang semakin panas, dan membuat pusing kepala, maka kegiatan outdoor kami pun berakhir sudah. Kami pun beramai-ramai naik ke unit auntie T untuk makan bersama.
Snoopy.
Kumpul bocah...

Sabtu, 17 Maret 2018

Craft: Tempelan Kulkas Loyalty


Bulan lalu bahasan karakter kami adalah mengenai loyalty. Loyalty atau loyal adalah menggunakan saat-saat sulit untuk menunjukkan komitmen kepada orang-orang yang dilayani. Bagi kita orang dewasa, tentunya tidak susah untuk memahami arti kata loyal. Loyal terkadang diartikan dengan setia, walaupun lebih dari setia. 

Tetapi bagi anak-anak, kata loyal agak berat. Namun salah satu bahasan dalam pelajaran Math CCC mereka telah membahas materi ini dalam bahasa yang mudah dimengerti oleh mereka. Loyal dapat diartikan juga sebagai tahu dan mengikuti keinginan mereka yang bertanggung jawab atas saya. Atau dalam bahasa anak-anak: melakukan apapun yang harus saya lakukan dan kapanpun saya diminta. 

Salah satu aktivitas yang dapat digunakan untuk mengingatkan kita agar stick to dan loyal kepada keluarga dan guru-guru kita adalah dengan aktivitas membuat tempelan kulkas. Untuk membuat tempelan kulkas, dibutuhkan magnet yang dapat membantu tempelan tersebut menempel pada kulkas. Seperti tempelan kulkas yang menempel pada magnet, maka demikian juga kita harus melekat dan loyal pada orang-orang yang mempunyai otoritas diatas kita. 

Bahan-bahan yang diperlukan adalah sebagai berikut.
1. Kertas atau karton warna-warni.
2. Alat tulis atau spidol. 
3. Magnet. 
4. Hiasan, seperti glitter, pom-pom, manik-manik. 

Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut. 
1. Diatas kertas yang ada, buatlah gambar yang diinginkan. Boleh berbentuk lingkaran, hati, persegi, dan sebagainya. 
2. Guntinglah gambar yang sudah dibuat pada langkah diatas. 
3. Mintalah anak untuk menuliskan sesuatu diatas kertas tersebut untuk orang yang ingin dia berikan, bisa orang yang mempunyai otoritas diatasnya, bisa juga orang yang dia kasihi, atau orang yang dia rasa perlu mendapatkan tempelan kulkas ini. Jika anak belum dapat menulis, anak dapat menggambar sesuatu yang dapat merepresentasikan apa yang mau dia tulis.
4. Tempelkan kertas tersebut ke atas karton, lalu gunting mengikuti bentuk yang ada.
5. Hias kertas tersebut dengan hiasan yang diinginkan si anak.
6. Tempelkan kulkas di belakang kertas tersebut, maka jadilah tempelan kulkas.
Karya adik :)
Kakak membuat satu untuk mama, sedangkan adik membuat untuk papa. Yang cukup membuat saya terkejut adalah adik membuatkan satu lagi untuk orang lain yang tidak mempunyai otoritas atasnya. Adik bilang biar ia tahu kalau adik sayang orang ini. 

Karena anak-anak sudah sering membuat tempelan kulkas, akhirnya karya yang satu ini tidak jadi diberikan magnet. But it sticks to our heart :)
Karya adik untuk papa =)





Selasa, 17 Oktober 2017

Craft: DIY Thoroughness Puzzle


Bulan lalu, kami membahas karakter thoroughnessThoroughness, atau cermat, didefinisikan sebagai mengetahui faktor yang jika diabaikan akan mengurangi efektifitas dari pekerjaan atau perkataan saya. Dengan kata lain, jika kita cermat maka kita akan memperhatikan setiap hal detil yang diperlukan. Topik ini pas dengan anak-anak karena mereka, dan bukan hanya mereka tetapi kita juga, terkadang suka tidak cermat dalam mengerjakan sesuatu. Bahkan kakak pun yang suka mengurusi hal-hal detil pun mengalami penurunan dalam hal yang namanya cermat.

Mengerjakan sesuatu dengan cermat berarti juga kita mengerjakan secara menyeluruh dan menyelesaikan pekerjaan kita dengan baik. Untuk memelajari karakter ini, kami melakukan beberapa aktifitas yang berhubungan dengan kecermatan dan menyelesaikan sesuatu dengan menyeluruh.

Salah satunya adalah bermain puzzle. Puzzle merupakan mainan yang menarik bagi semua orang. Namun memang puzzle belum tentu digemari semua orang, apalagi kalau kepingannya banyak. Kami mengeluarkan kembali puzzle 50 dan 100 keping dan meminta mereka untuk menyusun. Hal ini merupakan suatu perjuangan bagi adik, namun saya cukup terkejut bahwa sekarang adik sudah bisa lebih melihat setiap detil dengan baik.
Kecermatan diperlukan dalam menyusun puzzle yang warnanya mirip semua
Selanjutnya kami bermain puzzle kembali tetapi dengan cara yang berbeda. Kali ini yang kami lakukan adalah puzzle DIY atau Do It Yourself. Tema pembuatan puzzle kali ini adalah Setiap Bagian Berharga. Apa saja yang dibutuhkan?

Bahan-bahannya adalah sebagai berikut:
1. Gambar pemandangan, bisa print sendiri, bisa juga dari kalender.
2. Gunting.
3. Kertas sebagai alas.
4. Lem.
Gambar pemandangan dari kalender
Langkah-langkahnya:
1. Berikan gambar pemandangan kepada anak. Berikanlah instruksi untuk menggunting gambar tersebut menjadi beberapa bagian, sebaiknya paling sedikit 8.
2. Setelah digunting, mintalah anak-anak untuk menyusun kembali gambar yang mereka gunting. Tanpa diketahui mereka, ambillah satu bagian dari masing-masing puzzle dan sembunyikan.
3. Saat anak-anak hampir selesai, mereka akan menyadari satu bagian terhilang. Saat itu barulah kita menjelaskan bahwa satu bagian puzzle yang terhilang membuat gambar ini tidak menjadi utuh atau gambar ini tidak lengkap dan tugas kita membuat puzzle menjadi tidak selesai. Tidak lengkap atau tidak utuh atau tidak selesai merupakan lawan dari cermat.
Biasanya anak-anak akan merasa aneh dan mulai protes karena gambarnya tidak sempurna. Apalagi bagi anak-anak yang perfeksionis. Hal ini dapat kita gunakan untuk menjelaskan perasaan kecewa atau frustasi karena gambar yang tidak lengkap memang tidak menyenangkan. Oleh sebab itu cermat dibutuhkan di dalam setiap hal dan kecermatan akan memimpin kita kepada perasaan puas dan merasa lengkap, dan tentunya kita akan senang dengan hal tersebut.
4. Setelah itu berikan bagian yang hilang, dan biarkan mereka letakkan di puzzle mereka.
5. Berikan kertas dan lem, lalu minta mereka untuk memindahkan puzzle mereka ke atas kertas dan minta mereka untuk membuat puzzle tersebut menempel pada kertas. Jangan lupa memuji kerapian mereka saat menempelkannya menjadi satu gambar yang utuh.
Atas: DIY puzzle kakak. Bawah: DIY puzzle adik.
Pada saat kami melakukan aktifitas tersebut, saya membuat juga gambar yang dipotong menjadi beberapa bagian, jaga-jaga saja. Namun akhirnya gambar saya terpakai oleh adik karena adik kebingungan dengan potongan gambarnya sendiri (ada yang melengkung, ada yang kecil sekali). 

Sepanjang menyusun puzzle, kami sibuk bernyanyi tentang buaya, hewan yang hidupnya penuh dengan detil. Dan bukan hanya buaya, hidup kita pun penuh dengan hal-hal yang detil, dan setiap hal tersebut pastilah penting. Karakter cermat memastikan setiap detil, bahkan yang terkecil sekalipun, tidak boleh dilupakan. Walau terkadang mudah untuk stress dengan setiap detil, atau bahkan kita jadi ingin mengambil jalan pintas untuk melupakan setiap hal detil, namun kecermatan membuat kita memastikan tugas kita itu bukan hanya selesai tetapi selesai dengan baik.

Selesaikan semua detil-detil =)
Puzzle adik (dengan 23 potongan berbagai bentuk) yang akhirnya dikerjakan oleh mamanya.

Jumat, 21 April 2017

Craft Paskah Kami :)

Kamis yang lalu, kami membuat aktivitas yang berhubungan dengan Paskah. Awalnya saya berencana membuat aktivitas berbau Paskah di hari Sabtu untuk menyambut Paskah. Belum terbayang aktivitasnya, karena baru mau mencari ilham di hari Jumat, tetapi karena kakak gundah gulana dengan tangannya yang digips, akhirnya aktivitas ini dikerjakan di hari Kamis demi menghibur kakak yang kepingin membuat sesuatu dengan satu tangan.

Kotak craft pun dibuka dan Duo Lynns sibuk memilih bahan-bahan yang ingin mereka gunakan. Mereka memilih kertas warna-warni yang sudah digunting kecil-kecil dan pom-pom. Mama pun terpaksa memutar otak dan akhirnya memutuskan untuk membuat 2 aktivitas ini.
Kolase Salib
1. Kolase Salib
Aktivitas pertama yang kami lakukan adalah membuat kolase salib dengan menggunakan kertas. Idealnya sih kertasnya diremas-remas lalu ditempel, tetapi karena Duo Lynns tertarik dengan potongan kertas warna-warni, maka kami pun menggunakan kertas warna-warni yang sudah digunting kecil-kecil.

Bahan yang diperlukan:
1. Kertas warna-warni, kebetulan punya kami dominan emas. 
2. Kertas atau karton putih. 
3. Lem. 
4. Isolasi.

Langkah-langkahnya: 
1. Gambar bentuk salib diatas kertas atau karton putih.
2. Beri lem pada kertas tersebut. Biasanya saya meminta anak-anak memberikan lem sedikit demi sedikit pada salah satu bagian supaya mereka tidak terburu-buru mengerjakannya. 
3. Taburi kertas warna-warni tersebut ke atasnya. 
4. Beri kembali lem pada bagian yang lain dan taburi kembali kertas warna-warni. Lakukan sampai seluruh bagian gambar salib tersebut tertutup kertas warna-warni. 
5. Rapikan kertas warna-warni yang ada pada salib. 
6. Untuk membuat kertas tersebut tidak mudah copot, berikan isolasi diatas salib tersebut. 
7. Guntinglah gambar salib tersebut dan tempelkan diatas bidang apapun yang diinginkan.
Biasanya saya memanfaatkan kertas undangan yang tebal sebagai alasnya.

Kubur Kosong versi kakak
2. Kubur Kosong

Bahan yang diperlukan:
1. Piring Kertas
2. Stick es krim 5
3. Benang
4. Pom pom
5. Pensil 
6. Lem fox atau glue gun
Piring kertas dan stick es krim
Langkah-langkahnya:
1. Lipat piring kertas menjadi 2 dan gunting. 
2. Di salah satu piring kertas yang digunting, gambarlah setengah lingkaran kecil dan gunting gambar tersebut. 
3. Warnai bagian setengah lingkaran kecil tersebut dengan pensil. 
4. Lekatkan kedua bagian piring kertas tersebut seperti membentuk gua, kemudian lekatkan setengah lingkaran kecil tersebut di sisi sampingnya. 
Kubur Kosong dan 2 salib biasa plus 1 salib dengan hiasan pom-pom.
5. Untuk salibnya, gunting dua stick es krim menjadi dua bagian.
6. Gabungkan bagian yang sudah dipotong dengan stick es krim yang masih utuh untuk membentuk salib. 
7. Ikat dengan benang. Ulangi kembali hingga terbentuk 3 salib. 
8. Hiasi salah satu salib dengan pom-pom. 
9. Setelah lem pada salib yang ada pom-pom kering, tempelkan ketiga salib tersebut di bagian belakang gua.

Kubur kosong dengan donat
3. Kubur Kosong (makanan) 
Sebetulnya aktivitas ini dilakukan saat anak-anak di gereja tahun lalu, tetapi kami membuat ulang karena anak-anak suka. Maklum, ada makanan yang jarang mereka bisa makan. Hehehe

Bahan-bahan yang diperlukan:
1. Donat, bagi menjadi dua.
2. Roti tawar, kami memakai roti tawar gandum.
3. Oreo
4. Tusuk gigi

Langkah-langkahnya:
1. Letakkan roti tawar sebagai alas. 
2. Letakkan donat diatas roti tawar tersebut. Agar donat dapat berdiri, tusukkan tusuk gigi pada donat dan roti. 
3. Letakkan oreo dibagian depan donat.

Jadi deh kubur kosong dan snack anak-anak. Lebih dari sekedar membuat aktivitas, kiranya momen Paskah ini membuat anak-anak mengingat akan arti dibalik aktivitas ini.

S'bab Dia hidup ada hari esok
S'bab Dia hidup, ku tak gentar
Kar'na ku tahu Dia pegang hari esok
Kubur kosong membuktikan Dia hidup

Kubur kosong versi adik

Sabtu, 11 Februari 2017

Bermain dengan Kertas Krep


Siapa sih yang tidak tahu kertas krep? Rasanya kita semua tahu kertas krep. Apa lagi saat kita SD, kertas ini jadi alat utama untuk menghias kelas saat acara 17an, lomba menghias kelas, acara ulang tahun teman, dan sebagainya. Warnanya yang beraneka ragam membuat kita semangat untuk menggunakannya. Tetapi saat saya masih SD, saya paling tidak suka kalau secara tidak sengaja tangan saya terkena air dan memegang kertas krep. Warnanya akan menempel di tangan saya dan saya geli melihat tangan yang ada warnanya. Memang sih bisa hilang setelah cuci tangan berkali-kali. 

Siapa sangka warna pada kertas krep ini dapat digunakan untuk menghias kertas? Ide ini datang dari Duo Lynns setelah menonton Mr. Maker. Waktu itu saya bilang, nanti ya buatnya. Lalu mereka bilang kita sudah ada perjanjian ya ma. Namanya juga anak kecil, semua harus ada perjanjian =D.  Hampir setiap saat mereka menagih kapan kita buat mama. Masalahnya mamanya belum sempat beli kertas krep. Setelah sempat membeli kertas krep, mereka menagih, kan mama sudah berjanji (dengan logat bule). Sekarang waktunya yang tidak ada. Tetapi janji adalah janji, harus ditepati. Dan kami pun mencoba membuatnya.

Bahan-bahan yang diperlukan:
1. Karton manila, sebaiknya berwarna putih.
2. Kertas krep aneka warna
3. Spons cuci piring
4. Wadah berisi air
Bahan yang diperlukan: kertas krep, karton, spons, air.

Saya pikir saya punya karton putih, ternyata yang ada karton merah muda dan kuning muda. Terpaksa kami menggunakan karton kuning. 

Langkah-langkahnya:
1. Gunting kertas krep yang ada sesuai maunya kita, lalu remas-remas kertasnya. 
2. Basahi spons dengan air, peras sedikit supaya tidak terlalu 'banjir' airnya. 
3. Basahi semua bagian kertas karton dengan spons tadi, seperti sedang mencuci piring. 
4. Letakkan kertas krep yang sudah diremas tadi secara sembarangan. 
5. Celupkan spons ke wadah air lalu peras airnya sedikit. Kemudian peras spon tadi diatas kertas krep yang sudah disusun diatas karton. Pastikan semua kertas krep basah dan menempel pada karton. 
6. Biarkan hingga kering. Kami membiarkan karton tersebut semalaman.


Saat melakukan aktivitas kemarin, saya alasi karton tersebut dengan koran, karena namanya anak-anak, bisa terjadi kebasahan sana sini. Jadinya mengurangi 'kecelakaan' saat beraktivitas. Bagaimana hasilnya setelah kering?
Motif abstrak dengan kertas krep.
Mungkin karena kartonnya kuning dan warna kertas krep pilihan anak-anak kurang gelap, hasilnya tidak sebagus ekspektasi kami. Tetapi cukup untuk membuat warna campur-campur pada karton tersebut. Nah, karton yang sudah warna-warni itu dapat digunakan atau tidak? Tentu saja dapat digunakan untuk membuat kartu, membuat bentuk-bentuk yang lucu dengan warna campur-campur, atau dibingkai karena motifnya yang abstrak, dan sebagainya.

Akhirnya janji saya sebagai orang tua dapat saya tepati. Intinya adalah jangan membuat janji yang tidak mungkin ditepati dan setelah berjanji jangan lupa menepatinya. Untung aktivitas dengan kertas krep ini mudah dilakukan dan tidak mengawang :)

Aktivitas yang simple ini dapat juga dilakukan bersama dengan anak balita ataupun preschool. Saat malam hari, kakak berkata kepada saya bahwa ia ingin menggunakan sisa kertas krep yang ada untuk membuat fish tank. Adik pun bersemangat membuat kura-kura. Hmmm.....Boleh, kok nak, tapi nanti dulu ya :)

Kamis, 04 Agustus 2016

Activity: Stamping dengan Core Tissue Roll

Beberapa minggu yang lalu, si adik mendadak perutnya lucu. Padahal hari itu kami semua berencana makan siang ke Bakmi kesukaan semua orang dalam rangka merayakan ulang tahun opa. Karena saya tidak mau mengambil resiko ada anak yang minta ke toilet saat di jalan, apalagi jamnya macet, saya memutuskan diam di rumah sementara yang lainnya pergi. Adik berkata: "Ok, mama." Selesai satu permasalahan, pikir saya. Tetapi saat semuanya mau pergi, dia tidak mengijinkan kakaknya pergi. Akhirnya setelah dibujuk-bujuk, dia merelakan kakaknya pergi bersama dengan yang lain. 

Apa sih bujukan yang membuat dia merelakan diri di rumah? Saya mengatakan kalau kita di rumah, setelah belajar, nanti kita akan ada aktivitas, stamping pakai cat. Senanglah hati si kecil ini, yang berarti mamanya harus segera menyiapkan perlengkapan untuk stamping. Stamping ini hanya menggunakan bekas core tisyu roll, yang selalu ada di rumah, supaya tidak repot. Sebetulnya craft ini lebih cocok untuk anak preschool, tetapi berhubung ingin menghibur anak, jadinya saya memilih craft ini.

Bahan-bahan yang diperlukan:
1. Core tisyu roll, boleh dua atau tiga.
2. Cat dan wadah, bisa 2 atau 3 macam warna, sesuai jumlah core yang ada.
3. Kertas yang tidak terlalu tipis, bisa buku gambar atau kertas HVS.

Langkah-langkahnya:
1. Pada salah satu bagian core guntinglah bagian tersebut menjadi beberapa bagian kecil, dan buatlah bentuk sesuai keinginan. Karena adik maunya supaya jadi bunga, maka ujungnya agak saya buat lengkung.
2. Tuanglah cat pada wadah yang ada.
3. Letakkan core pada wadah yang ada cat, angkat.
4. Capkan core yang sudah terkena cat pada kertas, tekan (adik disuruh mengitung per sepuluh sampai 100) dan angkat.
Atas: Core tisyu yang digunting dan dipotong berbentuk bunga.
Bawah: Core tisyu yang sudah dicap dan sudah kering. Bagus juga untuk dijadikan craft.
Cap core tisyu ke cat yang ada di wadah.
Si kecil pun belajar dengan cepat dan setelah itu mengerjakan aktivitas hari ini dengan bahagia. Lalu dia berkata dengan senangnya: "Besok-besok adik mau di rumah aja, gak usah ikut jalan-jalan makan bakmi. Adik mau belajar-belajar aja, lebih enak." Mamanya pun ngebatin, jangan dong nak, mama mau jalan-jalan juga =))

Hasil stamping adik, sekalian menghitung dari 1 - 100 :D

Senin, 16 Mei 2016

Finger Print Apple Tree

Berurusan dengan cat merupakan sesuatu yang membuat pusing kepala. Di satu sisi anak-anaknya senang, tapi di sisi lain, mamanya kudu extra pengawasan dan bersih-bersih setelahnya. Waktu si kakak masih umur 3 tahun, dua minggu sekali akan ada jadwal bermain dengan cat, entah menggunakan jari mereka, atau kuas, atau media seperti spons, kapas, dan sebagainya. Ceritanya mumpung masih senggang, toh belum betul-betul belajar. 

Salah satu aktivitas yang pernah kami buat adalah finger print apple tree yang diadaptasi dari DLTK. Apa saja yang dibutuhkan untuk membuat fingerprint ini? Yang dibutuhkan hanyalah:
1. Kertas putih, biasanya saya menggunakan kertas gambar, jadi agak tebal
2. Cat warna merah dan warna hijau
3. Spidol warna coklat

Langkah-langkah aslinya adalah sebagai berikut.
1. Cap sisi tangan ke dalam cat coklat dan cap kembali sisi tangan tersebut ke atas kertas sebagai batang pohon. 
2. Cap jari telunjuk ke dalam cat hijau dan cap kembali ke atas kertas sebagai daun. 
3. Cap jari kelingking  ke dalam cat merah dan cap kembali ke atas kertas sebagai buah apel. 

Tetapi, karena mamanya malas berurusan dengan cat coklat, butuh alas yang besar untuk sisi tangan, maka untuk bagian pohonnya saya ganti dengan spidol coklat, jadi mix antara cat dan spidol (ternyata Mr.Maker juga suka begitu). Maka urutan langkahnya berubah menjadi sebagai berikut. 

1. Cap jari telunjuk ke dalam cat hijau dan cap kembali ke atas kertas sebagai daun. 
2. Cap jari kelingking ke dalam cat merah dan cap kembali ke atas kertas sebagai buah apel. 
3. Diamkan hingga kering
4. Setelah kering, gunakan spidol warna coklat untuk menggambar pohonnya. 

Berikut adalah hasilnya. Punya Lynn A diimajinasikan olehnya seperti pohon yang terkena angin dan daunnya copot, makanya banyak daun di kiri kanan pohon (okelah, yang penting jadi n bisa menceritakan sebuah kisah dari gambar tersebut). Sedang punya Lynn B penuh dengan cat hijau yang bertumpuk-tumpuk. Tapi masih seperti pohon kok. 

Setelah itu saya melaminatingnya, dan menjadikannya hiasan kulkas. Manis juga ternyata:)

Apple tree by Lynn A
Apple Tree by Lynn B

Senin, 25 April 2016

Yuk, Membuat Mobil dari Barang Bekas

Diawali dari beberapa minggu yang lalu (tepatnya bulan lalu), saat mamanya sedang makan, anak-anak menuju meja makan dan mencari mamanya. 
Kakak: " Mama, I want to make car for our activity."
Adik: "Yes, Mama. Dede mau juga buat mobil."

Mamanya lagi malas mikir, akibat kekenyangan. Mau pake apa ya buatnya. Lalu si kakak bilang, kayak waktu buat puppet dari box bekas aja. Jadi pakai kardus bekas, lalu pakai tutup botol untuk rodanya. Hm...boleh juga idenya. Lalu kami mulai mengumpulkan tutup botol (tepatnya tutup susu Ultra yang 1L). Sang opa pun yang mendengar semangat si cucu pun semangat mengumpulkan tutup botol (dan dilakukan sampai sekarang).

Untuk mengumpulkan sih dapat terlaksana dengan cepat. Tetapi.....pelaksanaan untuk membuatnya itu yang tertunda. Karena tertunda, maka anak-anak dapat ide untuk membuat aktivitas lain dari barang-barang bekas. Ya...mungkin bagi beberapa orang sih ide anak-anak ini tidak dapat dikatakan cemerlang dan super sekali. Tetapi buat saya, ide mereka membuat saya bahagia. Mereka bisa kreatif menggunakan bahan apapun di sekitar mereka dan mengolahnya. Sampai dengan tulisan ini dibuat, saya masih hutang janji untuk menyelesaikan aktifitas-aktifitas lainnya yang mereka inginkan.

Akhirnya minggu lalu, kami berhasil mengeksekusi, ups maksudnya berhasil membuat mobil yang diinginkan oleh mereka. Apa sih perlengkapan yang diperlukan? Yang kami gunakan adalah:
- karton bekas (yang tidak terlalu besar). Saya menggunakan karton bekas keju.
- Tutup botol bekas minuman. Saya menggunakan tutup bekas susu Ultra ukuran 1L
- Kertas untuk melapisi karton. 
- Lem untuk menempel

Awalnya, saya mau mereka mengecat kartonnya. Berhubung mamanya lagi malas dengan urusan cat, jadi saya hanya melapisi dengan kertas polos warna pink.
Perlengkapan yang diperlukan
Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut.
1. Lapisi kardus dengan kertas.
2. Biarkan anak menggambar jendela dan pintu pada mobil. Warnai jika mau.
3. Tempelkan 4 tutup botol sebagai roda, dan 1 tutup botol dibagian depan. Jadi lampu gitu deh.
4. Jadilah mobil dari barang bekas, simple untuk anak balita.

Sebisa mungkin, semua aktifitas di atas dilakukan oleh anak. Lynn A membuat jendela dan gambar hati. dan dia mau membuat a lovely caravan. Lynn B membuat jendela dengan teralis. Saat ditanya kok kayak jendela rumah, jawabnya biar nggak jatuh. Tapi adik tidak mau kasi lampu di depan mobil. Okelah.... Nah berikut hasil jadinya. Mudah untuk dibuat, bukan? (Kalau sampai ribet, pasti ide mamanya. Hehehe) 
Atas: Tampak depan. Bawah: Tampak samping.
Inti dari aktifitas ini adalah, biarkan anak berkreasi dengan barang yang ada. Kreatifitas tidak selalu mahal. Manfaatkan barang-barang di rumah. Selain mengembangkan imajinasi mereka, mereka pun menjadi percaya diri karena ide mereka ternyata dapat direalisasikan.