Tampilkan postingan dengan label monthly meeting. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label monthly meeting. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 12 September 2020

Virtual Trip to China

Sumber foto: Chinahighlights.com
Jalan-jalan di masa covid ini sepertinya hal yang sangat tidak memungkinkan. Bagaimana tidak, untuk pergi ke suatu tempat kita harus diperiksa dulu (baik rapid test ataupun PCR). Setelah itupun, jika kita pergi keluar negeri, kita harus dikarantina selama 2 minggu (dengan biaya pribadi pula). Setelah itu baru bisa kelayapan.

Namun, bulan Juli kemarin, kami jalan-jalan ke China. Kok bisa? Secara virtual dong. Hehehe. Bersama dengan teman-teman dalam komunitas kami, kami ramai-ramai ke negeri yang sering disebut Negeri Tirai Bambu.

Diawali dengan menginfokan kepada anak-anak bahwa di monthly meeting kita akan ada virtual trip ke China. Jadi mereka boleh menyiapkan apapun, seakan-akan mereka memang sedang akan bepergian. Duo Lynns, yang memang setiap saat selalu halu mau jalan-jalan, dengan semangat menyiapkan ’koper’ dan perlengkapan untuk jalan-jalan.
Salah satu bentuk kehaluan anak-anak. 
Di hari H, auntie-auntie kreatif yang menjadi PIC ini sudah menyiapkan beberapa keterangan mengenai China. Setelah menunjukkan passport dan boarding pass, anak-anak siap untuk berpetualang. Petualangan anak-anak dimulai dengan mengunjungi Forbidden City secara virtual.
Are you ready, kids? 
Forbidden City atau Kota Terlarang merupakan kompleks istana kekaisaran dan kediaman kaisar dari mulai zaman dinasti Ming hingga dinasti Qing. Forbidden City ini terletak di pusat kota Beijing. Kompleks ini disebut Forbidden City karena memang pada zaman dahulu tidak mudah untuk masuk ke kawasan ini, kecuali memang diundang oleh kaisar sendiri. Ingat kan betapa susahnya Xiao Yan Zi untuk mengantar Xia Zi Wei menemui kaisar (huang a ma) di film Putri Huan Zhu? =D
Welcome to The Forbidden City 
Tian an men, gerbang kedamaian surgawi, di malam hari. Sumber foto: wikipedia.
Melihat bangunannya yang kokoh dan tahan gempa, tidak heran bangunan ini dinobatkan sebagai salah satu cagar budaya oleh UNESCO. Saat melihat gambarnya, anak-anak pun mengira bahwa istana ini adalah Gyeongbokgung di Seoul. Ya, agak mirip. Hanya saja yang ini jauh lebiiiiih luas.
Taman yang cantik. Sumber foto: mywowo.net.
Destinasi berikutnya adalah Xi’an, yang terletak di propinsi Shaanxi. Sebelum Beijing menjadi ibukota China, Xi’an merupakan ibukota pertama dari negara China. Tercatat ada 13 dinasti kekaisaran yang pernah memerintah dari Xi’an, salah satunya dinasti Qin.

Di Xi’an sendiri sekarang terkenal dengan situs bersejarah, yang diresmikan oleh UNESCO di tahun 1987, yang sering disebut Tentara Terracotta atau Terracotta Army. Apa sih Tentara Terracotta? Seperti arti dari kata terracota itu sendiri, yaitu tanah liat atau tembikar, Tentara Terracota merupakan adalah kumpulan koleksi dari 8.099 tanah liat berbentuk prajurit dan kuda dalam ukuran asli. Tentara Terracotta ini dibuat pada zaman pemerintahan Kaisar Qin Shi di tahun 210 – 209 SM di kompleks pemakaman kaisar dan keluarganya. Tujuannya adalah agar untuk melindungi Kaisar Qin Shi setelah ia meninggal.
Terracotta Army. Sumber foto: wikipedia. 
Berbicara tentang China, pastilah tidak lepas dari yang namanya The Great Wall atau Wanli ChangCheng yang menjadi salah satu tujuh keajaiban dunia. Tembok besar yang panjangnya 21.196 km ini memiliki penampakan seperti naga awalnya dibangun oleh dinasti sebelum dinasti Qin dengan tujuan untuk menahan serangan musuh dan suku-suku dari utara negara Tiong Kok (kalau kata anak-anak: jadi terbayang film Mulan). Hal ini terus berlanjut ke dinasti Qin, yang diprakarsai oleh Kaisar Qin Shi hingga ke dinasti Ming.
The Great Wall. Sumber foto: wikipedia. 
Kami pernah melihat film dokumenter di Discovery Channel tentang pembuatan tembok di salah satu daerah orang Hakka. Untuk membuat tembok tersebut kokoh, setiap lapisan tanah digemburkan dan dipadatkan. Untuk beberapa bagian pun terkadang menggunakan batu. Saat itu naratornya pun berkata pembuatan The Great Wall pun seperti pembuatan tembok ini. Wow, luar biasa sekali. Hanya dengan memadatkan, temboknya tetap kokoh hingga sekarang.
Salah satu gerbang Great Wall di malam hari. Sumber foto: detik.com 
Setelah puas ’berkeliling’, anak-anak diberikan beberapa fakta tentang China. China merupakan negara terbesar di Asia. Berbicara tentang China, maka tidak akan jauh-jauh dari Panda, hewan khas yang suka makan bambu. Selain itu, China juga terkenal dengan bunga teratai. Oya, jangan lupakan juga kegemaran orang China dengan yang namanya teh (dengan temannya dimsum tentunya).
Kungfu Panda =D
Nah, apa saja karakter yang dapat dipelajari selama mereka berkeliling? Mereka belajar tentang kerajinan dan kreativitas selama mereka virtual trip. Seperti saat mereka melihat The Great Wall, Terracotta Army, dan juga Forbidden City.
Lotus atau Teratai. Sumber foto: wikipedia. 
Sekarang waktunya anak-anak berkreasi dengan membuat aktivitas bersama, yaitu kipas dari kertas. Walaupun pembuatannya seperti lagu jadoel ”kau di sana, aku di sini’, namun acara pembuatan kipas ini cukup seru sehingga papa pun ikutan melihat pembuatan kipas ini.
Kipas buatan anak-anak.
Setelah selesai, saya pun bertanya kepada anak-anak apakah mereka senang dengan virtual trip ke China? Dengan muka agak sedih mereka menjawab pengennya pergi betulan, melihat apakah Disneyland Shanghai lebih bagus dari Disneyland HK, dan melihat setiap tempat wisata secara langsung. Well, bersabar ya nak. Berdoa dan menabung dulu. Tunggu sampai covid selesai, baru kita bisa tamasya kembali.
Panda yang imut dan lucu =). Sumber foto: Chinahighlights.com 

Sabtu, 20 April 2019

Snowflake of Forgiveness

Setelah sebelumnya kami membahas karakter decisiveness di pertemuan perdana kami di tahun ini, bulan Februari kemarin kami membahas karakter forgiveness. Forgiveness atau pengampunan didefiniskan sebagai menghapus semua catatan orang-orang yang bersalah kepada saya dan kembali mengasihi mereka. Dengan kata lain, memaafkan berarti mengampuni dan melupakan kesalahan orang lain serta tidak menaruh dendam.
Forgiveness
Setelah berdoa, auntie I menjelaskan kepada anak-anak mengenai forgiveness. Saat kita mengampuni maka kita tidak akan melakukan pembalasan. Bagaimana caranya? Yang pertama adalah dengan melepaskan segala rasa pahit terhadap orang tersebut, sehingga kita dapat mengasihi mereka sepenuhnya. Yang kedua adalah percayalah bahwa Tuhan akan bertindak, sehingga kita tidak perlu bertindak sendiri. Untuk anak kecil, daripada membalas, lebih baik melaporkan kepada orang yang lebih dewasa, tetapi jangan melebih-lebihkan. Yang ketiga adalah mencoba untuk memahami dia dan mengerti apa kebutuhan dia. Ini juga berlaku untuk kita sebagai orang dewasa loh.
How?
Selanjutnya auntie T menjelaskan kisah di Alkitab tentang salah satu tokoh yang mengampuni. Tokoh yang diambil adalah tokoh Yusuf. Yusuf mengasihi saudara-saudaranya walaupun ia dibuang sampai ke Mesir. Bahkan setelah Yakub meninggal, Yusuf pun tetap mengasihi saudara-saudaranya. Mengapa? Karena ia mengampuni dan menghapus semua catatan kesalahan kakak-kakaknya.
Story about Joseph.
Untuk membuat karakter ini lebih dimengerti, anak-anak bersama-sama membuat snowflake. Di tengah-tengah pembuatan, auntie T berkata bahwa kita seperti kertas ini. Guntingan-guntingan kecil terhadap kertas ini menggambarkan kita yang seringkali disakiti. Tetapi saat kita bersedia memaafkan, maka Tuhan mampu membuat hal yang menyakiti kita menjadi sesuatu yang indah, sama seperti kertas pola snowflake yang dibuka. Andaikan kita mengeluh dan tidak mau mengampuni, maka kita hanya akan menjadi kertas yang penuh guntingan saja. 

Sebelum mengakhiri pertemuan kami, anak-anak bersama-sama menghapalkan ayat hapalan yang ada dengan menggunakan gerakan. Setelah itu dilanjutkan dengan acara fellowship.
Memory Verse kami.
Selain pembahasan di monthly meeting, pembahasan ini juga kami lakukan di rumah. Saya mengilustrasikan mengampuni dengan kegiatan yang sederhana, yaitu dengan menuliskan semua kesalahan yang mungkin dilakukan oleh orang kepada kita di papan tulis. Saat kita bilang kita mengampuninya, maka kita menghapus semua hal tersebut. Ilustrasi ini membuat anak-anak mengerti bahwa saat kita mengampuni, tidak ada rasa sakit di hati kita.
Snowflake yang dibuat Duo Lynns
Mengampuni memang terlihat gampang, tetapi agak berat untuk melakukannya. Saat menjelaskannya kepada adik, adik bilang dia takut untuk memaafkan orang lain. Memang saat orang bersalah kepada dia, jika dia merasa sangat sakit, dia akan menangis dan tidak mau menerima permintaan maaf. Hal ini karena dia sering merasa disakiti orang lain, dan takut disakiti kembali. Hal yang wajar, karena kita sebagai orang dewasa pun terkadang merasakan hal itu. Tetapi trauma seperti ini memang tidak boleh dibiarkan berlanjut.

Bersyukurnya kami pembahasan ini dilakukan secara penuh selama sebulan, dan masih berlangsung tentunya, sehingga adik belajar untuk menerima permintaan maaf orang lain tanpa harus menangis. Mengampuni memang berat, namun saat kita mengampuni, kita pun akan menjadi lebih enteng dan tidak pahit.

Senin, 01 April 2019

Character Learning: Decisiveness


Pembelajaran karakter merupakan hal yang penting bagi kami dalam mendidik anak-anak. Itulah sebabnya komunitas kami selalu mengedepankan pembelajaran karakter dalam setiap pertemuan bulanan yang diadakan. Di awal tahun ini, karakter perdana yang kami bahas adalah decisiveness

Diawali dengan doa, auntie Luc menerangkan sedikit tentang decisiveness. Decisiveness atau berketetapan adalah kemampuan untuk mengambil keputusan yang sukar berdasarkan kehendak dan caranya Tuhan. Dalam bahasa yang sederhana, decisiveness berarti doing things God's way atau melakukan segala hal dengan caranya Tuhan. Lawan dari decisiveness adalah double-mindedness, yang didefinisikan sebagai berpindah-pindah saat dihadapkan pada dua pilihan.

Melakukan sesuai maunya Tuhan bukanlah hal yang mudah, bukan hanya untuk anak-anak, tetapi juga untuk orang tua. Seringkali kita jadi dilema karena pilihan yang dihadapkan pada kita. Bagaimana cara kita supaya tidak bingung? Namanya juga melakukan sesuai dengan maunya Tuhan, berarti kita harus melekat pada Tuhan. Untuk melekat dengan Tuhan, tidak ada cara lain selain membaca firmanNya dan mengenali pribadiNya.

Untuk membuat anak lebih mengerti, kepada setiap anak diberikan beberapa gambar dari setiap situasi. Mereka diminta untuk memilih manakah tindakan yang mencerminkan decisiveness dan manakah tindakan yang tidak mencerminkan decisiveness. Setiap anak diberikan sticker dan diminta untuk menempelkan sticker ke tindakan yang seharusnya mereka lakukan. Tentunya mereka semangat untuk melakukannya. 

Pertemuan perdana kami di bulan Januari tidaklah berlangsung dengan lama, namun anak-anak lebih banyak playdate, setelah sebulan lebih tidak bertemu.

Kamis, 17 Januari 2019

Monthly Meeting: Dependability

Setelah bulan Oktober kemarin monthly meeting ditiadakan, maka bulan November ini kami kembali mengadakan monthly meeting. Tema karakter bulan November ini adalah dapat diandalkan atau dependability. Karakter yang satu ini termasuk karakter yang menarik untuk dibahas bersama, karena dapat diandalkan merupakan sesuatu yang dapat dirasakan orang lain.
Uncle C siap dengan gitarnya.
Games dulu ah....
Dapat diandalkan didefinisikan sebagai melakukan yang disepakati walaupun harus berkorban. Kami menjabarkannya sebagai melakukan apa yang saya janjikan meskipun itu susah. Seringkali kita mudah membuat janji tetapi sulit untuk menepatinya. Dapat diandalkan berarti kita akan tepati janji kita. Orang yang dapat diandalkan berarti orang itu memegang perkataannya dan berani mengakui kesalahan. Dan tidak hanya mengakui kesalahan, orang yang dapat diandalkan akan memperbaiki kesalahan yang dibuatnya. Dengan kata lain, orang yang dapat diandalkan adalah orang yang konsisten.

Lawan kata dari dapat diandalkan adalah tidak konsisten. Orang yang tidak konsisten berarti orang tersebut tidak dapat dipegang perkataannya karena perkataannya berubah terus dan perbuatannya tidak sesuai dengan kata-katanya. Orang seperti ini biasanya sulit untuk mengakui kesalahan dan cenderung berjanji tanpa berpikir terlebih dahulu.

Agar karakter ini lebih mudah dimengerti, maka kali ini anak-anak dilakukan untuk melakukan suatu percobaan dengan jeruk. Bahan-bahan yang diperlukan adalah:
- Toples atau teko transparan yang cukup tinggi.
- Air
- Jeruk
- Spidol permanen
- Pisau

Uncle C pun mengajak anak-anak untuk menyebutkan tugas yang mereka lalukan dan orang-orang merasa mereka dapat diandalkan untuk mengerjakan hal tersebut. Ada yang menyebutkan mencuci piring, menjaga adik, membersihkan tempat tidur, dan sebagainya. Lalu setiap hal tersebut ditulis di kulit jeruk. Anak-anak diajak untuk berpikir apakah jeruk ini akan mengambang atau tenggelam. Semua menjawab mengambang.
Eksperimen dengan jeruk
Jeruk yang mengambang ini menggambarkan perasaan orang lain saat anak-anak dapat diandalkan saat mereka melakukan tugas dan tanggung jawab mereka. Lalu uncle C mulai menusuk jeruk tersebut dengan pisau sebagai lambang bahwa mereka melakukannya dengan setengah hati. Lalu jeruk tersebut dimasukkan ke air. Jeruk tersebut tetap mengambang tetapi bentuknya tidak lagi indah.

Demikian juga saat anak-anak tidak dapat diandalkan dan hanya mengerjakan setengah hati, maka hasilnya tidaklah sebaik yang seharusnya. Akibatnya orang akan kecewa dan tidak dapat mempercayai kita lagi. Hal ini bahkan dapat membuat orang lain dalam bahaya.

Selesai melakukan percobaan, anak-anak diajak untuk bermain bersama kembali. Kali ini mereka diminta untuk berpasangan berdua-berdua. Setiap pasangan ini akan diminta untuk mengambil boneka yang sudah diletakkan di depannya. Namun, salah seorang dari setiap pasangan akan ditutup matanya. Pasangannya inilah yang nantinya akan mengarahkan teman yang matanya ditutup. Ini juga menunjukkan pada anak-anak bahwa jika kita dapat diandalkan, maka kita akan mengarahkan teman kita ke tujuan yang tepat.

Setelah cukup bermain, auntie N mengajak anak-anak untuk menghapalkan ayat hapalan bersama-sama dan melakukan permainan menyusun ayat. Permainan yang satu ini adalah favorit anak-anak.
Puzzle ayat hapalan
Dari pembahasan karakter bulan ini, anak-anak pun menyadari walaupun mereka masih kecil, namun bukan berarti mereka tidak dapat diandalkan. Saat mereka menepati janji mereka, berarti mereka dapat diandalkan. Saat mereka tidak asal membuat janji, itu berarti mereka dapat diandalkan. Saat mereka berani mengakui kesalahan dan memperbaikinya, itu berarti mereka dapat diandalkan.

Pertanyaannya, apakah kita juga dapat diandalkan? Jawabannya ada pada setiap kita :)








Jumat, 30 November 2018

Monthly Meeting Compassion


Bulan September kemarin pembahasan karakter di keluarga kami adalah mengenai compassion. Compassion ataupeduli didefinisikan sebagai melakukan yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan yang mendalam. Atau dalam bahasa sederhananya, compassion berarti menolong orang yang terluka. Orang yang terluka ini bukan saja terluka secara fisik, tetapi juga yang tidak terlihat. 

Compassion dimulai dari simpati (mampu melihat seseorang yang terluka) dan berkembang menjadi empati (mampu merasakan perasaan yang terluka). Berbicara tentang hal ini, Duo Lynns sering melihat contoh nyata dari popo (oma dari pihak mama) yang memang mempunyai karakter ini.

Saat monthly meeting kemarin, uncle A mengajak anak-anak untuk memelajari karakter compassion melalui zebra. Ciri khas zebra adalah selalu pergi berkelompok dan tidak meninggalkan anggotanya apapun yang terjadi. Demikian juga kita, saat kita berjalan bersama, memang seharusnya tidak ada yang ditinggalkan bukan. Dan dalam keluarga pun, setiap anggota keluarga berharga dan tidak ada satupun yang ditinggalkan.

Kegiatan selanjutnya adalah menghapalkan ayat. Uncle A menulis ayat tersebut di papan tulis. Setelah membacanya bersama, kata-kata yang ada di situ satu persatu dihapus. Dan setelah semua kata tersebut hilang, anak-anak diminta bergantian mengambil kertas potongan kata-kata tersebut dan orang tua menyusunnya.
Memory verse time :)
Tampang bahagia karena selesai duluan menyusun ayat hapalan.
Setelah itu, anak-anak diberikan beberapa pertanyaan mengenai suatu kejadian dan apakah yang harus mereka lakukan untuk menunjukkan bahwa mereka perduli. Setiap anak yang menjawab akan mendapatkan jelly. Pertanyaan cukup bervariatif dan menjadi lebih seru karena jawaban mereka yang polos.
Studi kasus bersama auntie V.
Setelah selesai menyusun, auntie V mengajak anak-anak untuk mengerjakan aktivitas menghias zebra yang tadi sudah diceritakan. Setiap keluarga mendapatkan satu gambar zebra dan background. Aktivitas ini cukup seru karena anak-anak boleh berkreasi sesuka mereka, termasuk membuat rainbow zebra =D
Zebra kreasi anak-anak.
Seperti zebra yang selalu memedulikan sesamanya, hendaklah kita juga memedulikan sesama kita dan tidak meninggalkan siapapun yang berjalan bersama.
Compassion Cube yang kami buat dirumah.

Rabu, 08 Agustus 2018

Gentleness Craft: Soft or Rough Heart?


Bulan lalu kami membahas karakter gentleness atau lemah lembut. Banyak orang berpikir bahwa lemah lembut berarti berbicara dengan pelan, bergerak dengan halus, dan sejenisnya. Namun gentleness bukan hanya tentang berbicara pelan dan terkesan lemah lembut.

Berdasarkan definisi yang kami pelajari, gentleness atau lemah lembut adalah menunjukkan perhatian dan kepedulian kepada orang lain dengan sikap santun. Jadi lebih dari sekedar berkata dan bertindak halus, lemah lembut lebih mengarah kepada kepedulian kepada orang lain, bukan hanya basa-basi. Lemah lembut berarti tindakan kita pun harus santun.

Untuk membuat karakter ini mudah dimengerti, saat monthly meeting, kami pun bersama-sama membuat aktivitas mengenai gentleness. Aktivitas ini bernama soft or rough heart.

Bahan-bahan yang diperlukan:
- bola kapas, kurang lebih 7 – 10.
- kertas amplas.
- pita atau benang wool.
- lem.

Langkah-langkah pembuatan:
1. Bentuklah hati dengan menggunakan kertas amplas yang ada.
2. Di bagian atas, dengan menggunakan pembolong kertas, lubangi kertas tersebut.
3. Masukkan pita atau benang wool ke dalam lubang tersebut. Hasilnya akan seperti gantungan.
4. Tempelkan bola-bola kapas yang ada pada sisi yang tidak kasar.
rough heart 
Hasil yang didapatkan adalah gantungan berbentuk hati dengan dua sisi, yaitu sisi yang kasar dan halus. Selanjutnya anak diminta untuk meraba dan berpikir bagian manakah yang lebih enak dipegang. Tentunya anak-anak akan memilih yang ada kapasnya. Demikian juga dengan perkataan dan tindakan kita. Jika tindakan dan perkataan kita kasar, orang yang mendapatkan perlakuan kita yang kasar tersebut pasti tidak enak.

Nah, seringkali orang mengelompokkan kata menjadi kata yang lembut dan kata yang kasar. Namun menurut kami, kata itu netral. Kenetralan tersebut akan berubah menjadi kasar atau lembut saat ada intonasi. Misalkan kata tolong. Saat kita mengutarakan dengan santun, maka arti dan rasa yang didapatkan saat kata tolong diucapkan menjadi enak didengar. Namun jika kita mengucapkan dengan kasar, walaupun menggunakan kata tolong, artinya akan terdengar seperti keangkuhan dan kasar.

Begitu juga dengan kata tidak. Banyak orang tua berat mengatakan tidak, karena menganggap kata tidak akan membuat anak merasa diperlakukan kasar. Namun kami tidak sependapat dengan pemikiran tersebut. Kata tidak yang diucapkan dengan tepat akan membantu anak memahami hal-hal yang bersifat mutlak untuk tidak dilakukan. Di Alkitab pun juga seperti itu, bukan?

Bagaimana dengan pengaplikasian dalam kehidupan sehari-hari? Tentu lebih seru, karena kelemahlembutan bukan hanya penggunaan kata dan intonasi yang halus tetapi lebih berdasar kepada perhatian dan kepedulian terhadap orang lain. Dan saat kami hampir lupa, kami akan saling mengingatkan: Be gentle, everyone ;)

Selasa, 17 Juli 2018

Enthusiasm Activities: Popping Up Your Spirit

Beberapa bulan lalu komunitas homeschool yang kami ikuti membahas karakter Enthusiasm atau antusias . Antusias didefinisikan sebagai mengekspresikan jiwa saya dengan sukacita atau dengan riang melakukan usaha yang terbaik dalam setiap tugas. Kata antusias berasal dari kata En yang artinya dalam dan Theos yang artinya Tuhan. Yang artinya Tuhan di dalam kita. Dengan kata lain, kita akan merasa antusias saat Tuhan ada di dalam kita.

Untuk memelajari karakter ini, kami melakukan beberapa aktivitas. Dan setelah itu, PIC kegiatan kali ini juga memberikan kegiatan yang dapat dilakukan di rumah sebelum nantinya kami membahas karakter ini di monthly meeting. Apa saja kegiatannya?
The Big Picture
1. The Big Picture
Salah satu aktivitas yang kami lakukan adalah dengan bermain The Big Picture. Di permainan ini, kami membuat puzzle sendiri, setelah itu meminta anak-anak untuk menyusunnya. Tentu saja acara menyusun puzzle ini berjalan dengan cepat. Setelah selesai, kami menjelaskan dua poin berikut.
- Jika salah satu bagian puzzle hilang, maka puzzle ini menjadi tidak lengkap. Ini menunjukkan bahwa setiap orang itu penting dan setiap orang dapat membuat perbedaan.
- Saat menghadapi permasalahan, terkadang kita tidak tahu apa yang akan terjadi di ujung dari permasalahan tersebut. Oleh karena itu, sangat penting untuk mempunyai sikap yang baik dan melakukan yang terbaik, bahkan saat kita tidak dapat melihat 'the big picture' . 

Antusias akan seperti hal yang kedua. Saat kita menghadapi suatu permasalahan, penting bagi kita untuk tetap memiliki karakter antusias dan melakukan yang terbaik. Bahasa sederhananya adalah: tidak patah semangat.
Popping up the popcorn
2. Membuat popcorn
Aktivitas ini bertujuan untuk membuat anak melihat proses pembuatan popcorn dan menarik korelasinya dengan karakter antusias. Di aktivitas ini, mama dan anak-anak akan membuat popcorn bersama. Saat membuat, anak-anak diminta mengamati proses dari jagung menjadi popcorn. Saat proses pembuatan, pastinya akan terjadi bunyi-bunyian. Antusias itu seperti biji jagung yang dipanaskan. Saat ‘dipanaskan’, antusias itu akan melonjak. Saat sukacita sedang ada dalam roh kita, sukacita tersebut begitu besar sehingga rasanya tidak dapat terbendung. Dan output dari rasa itu adalah kita menjadi orang yang antusias. Orang yang antusias pasti akan memberkati orang-orang di sekelilingnya.
Surat rahasia dari papa
3. Surat dari ayah 
Aktivitas berikutnya adalah surat dari ayah. Setiap ayah diminta untuk membuat surat yang berisi kata-kata yang mengingatkan anak-anak bahwa Tuhan mau kita jadi anak-anak yg antusias, karena Tuhan ada dalam kita. Surat ini menjadi seru karena papa membuat surat yang panjang, ditulis tangan pula. Saat anak-anak mendapatkan surat ini, mereka tersenyum senang. 
Enthusiasm Hi5
4. Enthusiasm Hi5
Aktivitas ini kami lakukan saat kami bertemu di monthly meeting.  Setiap anak membuat cetakan tangan mereka diatas sebuah kertas dan mengguntingnya. Kemudian diatas cetakan tangan mereka, mereka menuliskan kata-kata yang membuat mereka menjadi bersemangat, seperti brave girl, joy, atau smile

Dari aktivitas-aktivitas diatas, anak-anak diingatkan bahwa antusias juga berarti memberikan hati saya seutuhnya kepada pekerjaan yang saya lakukan. Mereka diingatkan bahwa dengan melakukan suatu pekerjaan dengan sepenuh hati, mereka tidak akan menggerutu ataupun rewel. Bagaimana dengan kita? Sudahkah kita menunjukkan karakter antusias ini?
Enthusiasm Hi5 is in progress.

Rabu, 22 November 2017

Monthly meeting: What Will You See at the Zoo?

Bulan yang lalu pertemuan komunitas homeschool kami bertemakan binatang. Berbicara tentang binatang, rasanya tempat yang paling sering dikunjungi oleh anak-anak adalah kebun binatang. Walau rasanya yang dilihat hanya ya itu itu saja, namun anak-anak tetap semangat melihat binatang-binatang di kebun binatang. Bahkan di beberapa negara empat musim, salah satu atraksi saat musim dingin adalah Zoo Light

Acara bertemu binatang pun sudah beberapa kali kami lakukan bersama dengan komunitas ini, seperti jalan-jalan ke Taman Safari, memberi makan binatang di kuntum nursery dan melihat hewan laut di Seaworld.  Kunjungan kami yang terakhir adalah ke Batu Secret Zoo. Namun saat mendengar tentang tema binatang, anak-anak dengan semangat bertanya apakah kita akan ke kebun binatang kembali. Memang awalnya PIC bulan lalu, auntie T, sempat memberikan ide untuk jalan-jalan ke kebun binatang. Namun mengingat bulan Desember CCHC mau pentas drama, maka kami memutuskan tidak kelayapan dan menggunakan waktu pertemuan untuk berlatih. 

Di hari pertemuan, kami datang telat. Entah mengapa, tiba-tiba jalan yang biasanya kami lewati semuanya macet dan jalan yang kami lalui pun sempat ditutup karena ada pejabat lewat. Untuk mengalihkan perhatian anka-anak dari macet, kami sempat membahas hewan apa saja yang menunjukkan karakter patience atau sabar, sesuai dengan karakter yang kami pelajari bulan lalu. Kami membahas kupu-kupu, kura-kura, dan juga menyanyikan lagu tentang siput yang sabar. Akhirnya kami berhasil tiba di tempat tujuan kami. Saat kami tiba di sana, pertemuan sudah dimulai. Anak-anak diajak untuk menebak hewan-hewan apa saja yang ada di kebun binatang. 
Auntie T sedang menjelaskan tentang apa saja yang ada di kebun binatang.
Setelah itu, anak-anak diajak untuk membuat buku tentang apa yang mereka lihat di kebun binatang. Setiap anak mendapatkan kertas bergambar binatang-binatang yang ada di kebun binatang. Mereka diminta untuk mewarnai semua gambar tersebut. Setelah itu mereka akan menggunting dan menempelkannya di buku yang sudah disediakan. 
Keseruan anak-anak mewarnai, menggunting, dan menempel.
Acara mewarnai cukup seru karena imajinasi anak-anak yang bervariasi. Ada monyet warna pink, ada gajah warna hijau, dan sebagainya. Setelah selesai membuat buku, kami pun mempersiapkan diri untuk latihan. Tentunya latihan ini bukan hal yang mudah karena banyaknya anak yang bervariasi umur dan sifatnya. Tetapi seperti karakter yang kami pelajari, ini adalah salah satu cara kami melatih kesabaran :)
Buku tentang binatang :)



Kamis, 31 Agustus 2017

Monthly Meeting Dirgahayu RI ke 72


Bulan Agustus adalah bulan kemerdekaan bangsa Indonesia. Tidak hanya bangsa Indonesia sih, ada beberapa bangsa yang merayakan hari kemerdekaannya di bulan ini, antara lain negara tetangga kita Singapore yang tanggal 9 Agustus merayakan ulang tahun ke 62 dan negeri ginseng Korea Selatan yang tanggal 15 Agustus merayakan ulang tahun ke 69. Dibandingkan mereka, negara tercinta kita ini lebih dulu merdeka. Tahun ini Indonesia merayakan hari ulang tahun yang ke 72.

Tidak mau ketinggalan untuk memeriahkan ulang tahun Indonesia, tema monthly meeting komunitas homeschool kami bulan ini juga mengenai hari kemerdekaan. Dengan bernuansakan merah putih, termasuk mama-mamanya juga, anak-anak ini diajak untuk mengenal beberapa hal yang menjadi ciri bangsa Indonesia. Kali ini yang datang lumayan banyak, kurang lebih ada 18 anak. Terbayang kan ramainya :)

Diawali dengan bernyanyi bersama dan bermain bersama yang dipimpin oleh om C. Selesai bernyanyi dan bermain bersama, pengenalan mengenai Indonesia pun dimulai. PIC hari ini, auntie L, mengenalkan Pancasila beserta dengan lambang-lambang setiap sila. Setelah itu, anak-anak diminta menempelkan lambang setiap sila ke kotak yang disediakan. 
Bermain dan bernyanyi bersama
Kegiatan kedua adalah memperkenalkan rumah adat di Indonesia. Negara Indonesia terkenal keanekaragamannya, salah satunya adalah rumah adat. Agar lebih menarik, acara mengenal rumah adat dilakukan dengan bermain puzzle. Setiap gambar rumah adat digunting menjadi 6 bagian, dan setelah itu anak-anak dibagi menjadi beberapa kelompok dan diminta untuk merangkai puzzle tersebut menjadi satu gambar yang sama. Ada rumah tongkonan dari Toraja, rumah panggung dari Kalimantan, dan rumah adat lainnya. Adik dan kakak mendapatkan rumah panggung. Kalau kata adik, berarti di rumah itu tempatnya menari dan menyanyi =))
Atas: mengenal lambang setiap sila.
Bawah: Menyusun puzzle rumah adat
Kegiatan ketiga adalah mengenalkan makanan-makanan tradisional atau jajanan pasar kepada anak-anak ini. Setiap orang tua diminta untuk membawa satu jenis jajanan pasar. Berhubung pasar dekat rumah kami tidak menjual jajanan pasar, maka kami pun membuat sendiri bubur sumsum. Bubur sumsum adalah makanan khas dari pulau Jawa. Bubur dari tepung beras ini enak sekali jika dimakan dengan saos gula aren. Mama-mama yang lain ada yang membawa nagasari, putu mayang, klepon, wajik, ketan, kue lapis, centik manis, kue mangkok, dan sebagainya. Siapa yang paling senang saat kegiatan ini? Tentu saja mama-mamanya, karena setelah anak-anak memilih satu jenis jajanan pasar yang mereka ingin makan, mama-mamanya yang menikmati sisanya =D
Jajanan Pasar yang dinanti-nanti oleh mama-mama anak-anak
Acara kali ini diakhiri dengan mendoakan bangsa Indonesia. Saat ditanya siapa yang mau mendoakan bangsa ini, mereka bersemangat untuk mendoakan bangsa ini. Mereka mendoakan agar bangsa ini menjadi semakin lebih baik dan setiap anak di Indonesia dapat bertumbuh dengan baik. Apa yang dapat dipelajari anak-anak melalui monthly meeting kali ini? Melalui pertemuan kali ini, anak-anak menyadari bahwa Indonesia kaya akan segala hal baik budaya, makanan, dan adat. Dengan melihat ini semua, mereka memahami bahwa perbedaan yang ada merupakan suatu nilai tambah bagi bangsa ini. Keanekaragaman tersebut akan menjadi indah jika semua bisa saling menerima. Seperti karakter yang dipelajari oleh mereka bulan ini, perbedaan yang ada harus disikapi dengan toleransi

Selasa, 15 Agustus 2017

Monthly Meeting: Senam Bersama Ayah di Monas


Jika mendengar kata Jakarta, pasti di benak kita terbayang tugu Monas yang menjulang tinggi. Monas atau Monumen Nasional berada di pusat kota Jakarta. Posisi Monas berada di arah selatan dari Istana Negara. Tugu Peringatan Nasional ini merupakan salah satu dari monumen peringatan yang didirikan untuk mengenang perlawanan dan perjuangan rakyat melawan penjajah. Monumen yang dibangun dari tahun 1959 hingga 1960 ini dirancang oleh Friederich Silaban (arsitek Masjid Istiqlal) dan R.M. Soedarsono.

Kali ini Monthly Meeting kami diadakan di sini. Tema monthly meeting bulan lalu ada senam bersama ayah. Setelah sebelumnya selalu mama-mama yang bergantian untuk memimpin, kali ini giliran ayah yang memimpin. Mengapa? Rehat bagi mama-mama, dan dalam homeschool, peran mendidik anak bukan hanya tanggung jawab si ibu, tetapi juga si ayah. Sayangnya karena diadakan di hari kerja tidak semua ayah dapat ikut hadir, termasuk papa. Untungnya Duo Lynns tidak menjadi kecil hati walaupun papa tidak dapat ikut, karena papa termasuk ayah yang senang untuk terlibat dalam setiap kegiatan anak-anak. Lagipula mereka sering menggerakkan badan senam di rumah dengan papa.

Yang menjadi PR buat saya adalah bagaimana caranya masuk Monas. Jujur waktu saya kecil, Monas belum ditutup seperti sekarang ini. Setelah bertanya pada mbah Google, didapatkanlah info yang baru saya ketahui. Biasanya jika orang mau ke Monas, ada dua tempat yang dapat digunakan untuk parkir kendaraan. Yang pertama adalah stasiun Gambir. Yang kedua adalah IRTI, tempat parkir khusus untuk pengunjung Monas yang berada di depan balaikota. Sedangkan untuk masuk ke area Monas hanya ada dua pintu yang dapat digunakan. Yang pertama pintu Barat, yang berada di dekat istana. Yang kedua adalah pintu Selatan, yang dekat dengan patung kuda di depan gedung Indosat.

Manakah yang lebih enak? Banyak yang bilang, lebih adem masuk lewat pintu selatan. Tetapi kalau saya berpikir apa tujuan ke Monas. Kalau tujuannya mau naik ke tugu Monas, mungkin lewat pintu Barat lebih enak. Karena lebih dekat dengan Monas. Tetapi jika untuk berjalan-jalan dan senam seperti kami, lewat pintu Selatan akan lebih enak. Berdasarkan bekal informasi tersebut, kami pun pergi ke Monas dengan Grab.

Kami turun di IRTI dan iseng bertanya kepada petugas di pintu masuk IRTI apakah ada cara mudah untuk masuk ke area Monas. Petugas yang ada memberi tahu kami untuk masuk melalui Lenggang, food court di Monas, dan berjalan sampai ujung. Saat bertemu masjid, kami tinggal belok ke kanan dan mengikuti jalan yang ada untuk masuk ke area Monas. Kami pun mengikuti petunjuk petugas tersebut. Dan akhirnya masuk juga ke area Monas. Di dalam area Monas disediakan kendaraan yang dapat membawa kita menuju tugu Monas. Karena sudah tahu bahwa kendaraan ini hanya dapat berhenti di depan pintu tugu Monas dan untuk naik kembali dari depan pintu tugu Monas harus menunjukkan tiket masuk tugu Monas, dengan kata lain fasilitas ini hanya untuk yang naik ke tugu Monas, maka kami pun berjalan menuju meeting point kami.

Acara kami diawali dengan menghapal ayat hapalan mengenai karakter contentment. Kali ini dengan cara yang cukup unik. Anak-anak diminta mengikuti kata demi kota sambil mengoper bola. Ada yang dioper bola malah tutup muka, ada juga yang semangat melempar bola sejauh mungkin. Cukup seru untuk melemparkan bola sambil panas-panasan. Karena sinar matahari yang semakin panas, maka kami mencari tempat yang sedikit teduh untuk melakukan senam bersama.
Auntie M memimpin anak-anak saat ayat hapalan
Berpindah ke tempat yang lebih adem
Senam kali ini dipimpin oleh Uncle G. Apakah uncle G adalah instruktur senam? Tentu bukan, tetapi itu tidak menjadi hambatan. When there is a will, there is a way. Dengan dibantu bluetooth speaker dan handphone yang ada video tentang senam, maka uncle G menyontohkan setiap gerakan kepada anak-anak.
Saat ayah-ayah mencoba mengikuti gerakan senam
Saat ayah-ayah sudah menyerah  =))
Di akhir kegiatan, kami berdoa dan berfoto bersama. Kegiatan kali ini tidak lama, tetapi bagi anak-anak acara outing dan beraktivitas di bawah matahari cukup mengasyikan. Apalagi melihat ayah-ayah bergerak mengikuti anak-anaknya, dari yang awalnya bergerak dan diakhiri dengan sibuk mendokumentasikan anak-anaknya. Setidaknya mereka sudah berusaha ;)
Sudah pasti acara foto tidak boleh ketinggalan
Lenggang Jakarta, food court di area Monas