 |
Sumberfoto:wideopeneats
|
Karakter pengendalian diri selalu menjadi topic
yang menarik saat dibahas. Mengapa? Karena walau pembahasan karakter ini sudah
dilakukan berulang-ulang, tetapi karakter ini masih susah untuk dilakukan.
Jangankan oleh si anak, oleh kita sebagai orang yang lebih dewasa saja masih
susah.
Karena itu, saat kami diminta untuk memimpin monthly meeting dengan tema karakter
pengendalian diri, kami pun menyadari bahwa hal ini harus diajarkan
berulang-ulang untuk anak, dan juga orang tua. Untuk
membuat pembahasan karakter ini menjadi lebih mengena, maka kami mengadakan
percobaan science.
 |
Telur yang direndam cuka
|
1. Transparent Egg
Di Alkitab tertulis
bahwa orang yang tidak dapat mengendalikan dirinya seperti kota tanpa tembok.
Apa yang terjadi jika kota tidak mempunyai tembok? Maka musuh dapat dengan
mudah memasuki kota tersebut. Itulah sebabnya China membuat The Great Wall,
untuk melindungi negara mereka dari serangan musuh.
Untuk membuat arti
dari kota tanpa tembok ini jelas, anak-anak diminta mengerjakan percobaan
dengan telur. Sebetulnya kami pribadi sudah dua kali membuat percobaan ini saat
anak-anak masih lebih kecil dari umurnya sekarang, yaitu transparent
egg dan colorful
transparent egg. Walaupun demikian, mereka sudah lupa. Jadi tidak
mengapa jika diulang lagi =D
 |
Telur yang sudah tidak berkulit
|
Apa arti dari
percobaan ini? Telur adalah kita. Cuka adalah masalah-masalah yang membuat kita
tidak dapat mengendalikan diri. Jika kita reaktif dengan masalah-masalah yang
ada, maka lama kelamaan 'tembok' kita (kulit telur) runtuh. Telur tanpa kulit
pasti gampang sekali dipotong, spt kota tanpa tembok yang gampang diserang
musuh.
 |
Lava Lamp
|
2. Lava Lamp
Percobaan ini pernah
kami lakukan bersama dengan percobaan lainnya. Walaupun demikian, bagi anak-anak, percobaan ini selalu
menarik.
Bahan-bahan yang
diperlukan:
- Wadah transparan.
- Minyak sayur.
- Air yang sudah
diberi pewarna.
- Tablet effervescent.
Langkah-langkah yang dilakukan:
1. Tuangkan minyak ke
dalam wadah.
2. Tuangkan air ke
dalam wadah yang sudah ada minyaknya.
3. Ajak anak-anak mengamati apa yang terjadi. Minyak
secara perlahan akan naik ke atas.
4.
Ambil tablet effervescent, bagi menjadi beberapa bagian. Lalu masukkan ke dalam
wadah tersebut.
5. Amati bersama dan
minta anak untuk menggambarkan dengan kata-kata mereka apa saja yang mereka
lihat.
Minyak mengambang diatas air karena minyak lebih rendah masa jenisnya daripada
air. Saat tablet dimasukkan, tablet akan tenggelam dan mulai larut di air.
Karena tablet yang larut dalam air tersebut mengandung gas karbon dioksida,
maka saat tablet tersebut larut, terciptalah gelembung-gelembung udara.
Gelembung-gelembung tersebut membawa air yang sudah berwarna tersebut ke
permukaan. Saat udara keluar dari gelembung tersebut, yang muncul ke permukaan.
Dan saat gelembung udara tersebut pop out, maka air berwarna tersebut
menjadi berat lagi dan tenggelam.
Penjelasan
spiritual
Aktivitas ini
mengilustrasikan kepada kita bahwa kita tidak dapat mengendalikan diri kita
sendiri jika tidak ada Tuhan dalam hidup kita. Air melambangkan kita dan minyak
melambangkan Tuhan. Tablet effervescent melambangkan batu-batu kehidupan, hal-hal
yang dapat membuat kita iritasi dan terkadang membuat kita tidak bisa
mengendalikan diri. Saat Tuhan menjadi pelindung kita (karena posisi minyak
diatas air), maka hal-hal yang membuat kita susah mengendalikan diri dpt
diredam. Saat Tuhan ada dalam hidup kita, kita dapat mengendalikan diri dan
tidak mudah meledak. Semakin sering kita membangun hubungan dengan Tuhan,
semakin kita dapat mengendalikan diri kita.
 |
Marshmallow yang kami gunakan
|
3.
Marshmallow
Jika dulu saat membahas karakter pengendalian diri
ini anak-anak sudah membuat aktivitas marshmallow
mouth, maka kali ini kami mengadakan percobaan dengan marshmallow.
Bahan-bahan yang diperlukan:
- 3 buah toples atau gelas atau botol selai transparan
(atau sejenisnya)
- Marshmallow ukuran kecil
- air biasa
- air panas
- minyak sayur
Langkah-langkah:
1. Isi ketiga botol transparan tersebut
masing-masing dengan air biasa, air panas, dan minyak sayur.
2. Masukkan marshmallow ke dalam masing-masing
botol. Amati apa yang akan terjadi.
Marshmallow yang dimasukkan ke dalam air panas
akan larut dengan cepat dibandingkan yang dimasukkan ke dalam air biasa dan
minyak sayur. Mengapa bisa begitu? Karena marshmallow mengandung gula sebagai
bahan utamanya. Dan gula gampang larut di air panas.
Pengendalian diri berhubungan dengan kemauan kita
untuk membangun kebiasaan yang sehat. Untuk anak-anak, makanan yang manis
merupakan makanan yang menarik perhatian mereka. Salah satunya adalah
marshmallow. Dari kegiatan ini, karena sekarang mereka tahu bahwa marshmallow
dibuat dari gula, maka mereka pun dapat mengendalikan diri untuk tidak setiap
saat makan marshmallow.
Dari
percobaan-percobaan ini, bukan hanya anak-anak yang mendapatkan pencerahan,
tetapi juga kami para mama-mama yang mengikuti pertemuan bulanan. Memang tidak
mudah bagi kami para orang tua yang mendidik anak-anak di rumah dalam urusan
pengendalian diri. Kami selalu bersama anak-anak alias 24/7. Mengajar anak-anak
terkadang menjadi salah satu tes pengendalian diri, apalagi kalau semua urusan
di rumah dikerjakan sendiri. Namun kami tahu, kami bersama-sama belajar untuk
mengendalikan diri kami.
 |
Peralatan yang digunakan salah satu teman kami.
|