Tampilkan postingan dengan label homeschool 3y old. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label homeschool 3y old. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 Mei 2016

Finger Print Apple Tree

Berurusan dengan cat merupakan sesuatu yang membuat pusing kepala. Di satu sisi anak-anaknya senang, tapi di sisi lain, mamanya kudu extra pengawasan dan bersih-bersih setelahnya. Waktu si kakak masih umur 3 tahun, dua minggu sekali akan ada jadwal bermain dengan cat, entah menggunakan jari mereka, atau kuas, atau media seperti spons, kapas, dan sebagainya. Ceritanya mumpung masih senggang, toh belum betul-betul belajar. 

Salah satu aktivitas yang pernah kami buat adalah finger print apple tree yang diadaptasi dari DLTK. Apa saja yang dibutuhkan untuk membuat fingerprint ini? Yang dibutuhkan hanyalah:
1. Kertas putih, biasanya saya menggunakan kertas gambar, jadi agak tebal
2. Cat warna merah dan warna hijau
3. Spidol warna coklat

Langkah-langkah aslinya adalah sebagai berikut.
1. Cap sisi tangan ke dalam cat coklat dan cap kembali sisi tangan tersebut ke atas kertas sebagai batang pohon. 
2. Cap jari telunjuk ke dalam cat hijau dan cap kembali ke atas kertas sebagai daun. 
3. Cap jari kelingking  ke dalam cat merah dan cap kembali ke atas kertas sebagai buah apel. 

Tetapi, karena mamanya malas berurusan dengan cat coklat, butuh alas yang besar untuk sisi tangan, maka untuk bagian pohonnya saya ganti dengan spidol coklat, jadi mix antara cat dan spidol (ternyata Mr.Maker juga suka begitu). Maka urutan langkahnya berubah menjadi sebagai berikut. 

1. Cap jari telunjuk ke dalam cat hijau dan cap kembali ke atas kertas sebagai daun. 
2. Cap jari kelingking ke dalam cat merah dan cap kembali ke atas kertas sebagai buah apel. 
3. Diamkan hingga kering
4. Setelah kering, gunakan spidol warna coklat untuk menggambar pohonnya. 

Berikut adalah hasilnya. Punya Lynn A diimajinasikan olehnya seperti pohon yang terkena angin dan daunnya copot, makanya banyak daun di kiri kanan pohon (okelah, yang penting jadi n bisa menceritakan sebuah kisah dari gambar tersebut). Sedang punya Lynn B penuh dengan cat hijau yang bertumpuk-tumpuk. Tapi masih seperti pohon kok. 

Setelah itu saya melaminatingnya, dan menjadikannya hiasan kulkas. Manis juga ternyata:)

Apple tree by Lynn A
Apple Tree by Lynn B

Rabu, 11 Mei 2016

8 Hal Yang Harus Dilakukan Saat Memulai Homeschooling


Menjadi newcomer dalam dunia homeschool memang terkadang membuat sakit kepala. Rasanya bingung mau mulai dari mana, lalu mau ngapain aja, dan 1001 macam kebingungan lainnya.  Jangan kuatir moms.... Saya dulu juga begitu kok. 

Pertama kali mulai homeschool, ada 1001 macam pertanyaan dan ketakutan yang menghampiri saya. Bagaimana kalau saya tidak dapat memberikan yang terbaik untuk si kakak? Apalagi saat itu ada si adik yang baru 16 bulan. Nah, saat waswas menyerang, saya hanya nyender sepenuhnya pada Tuhan. Saya hanya mencoba melakukan yang saya mampu dan dengan kekuatan dari Tuhan. Tetapi justru saat kita mengandalkan Tuhan, semua dapat berjalan dengan sukacita.  

Nah, apa saja sih yang dapat dilakukan oleh orang tua yang mau mulai homeschooling dengan anaknya yang masih kecil? Berikut ini adalah hal-hal yang dapat saya rekomendasikan bagi orang tua yang baru memulai homeschool dengan di kecil. 
1. Membaca
Ini adalah hal yang paling gampang untuk dilakukan. Pilihlah buku yang sederhana, dan bacakanlah cerita tersebut. Gemar membaca adalah kunci nomor satu bagi homeschooler. Kalau di luar negeri, enaknya bisa ke perpustakaan umum dan meminjam. Saya belum punya pengalaman meminjam buku dari perpustakaan umum di sini, tetapi sekarang beberapa perpustakaan lumayan lengkap buku-bukunya loh. 

2. Bermain bersama
Salah satu kebahagiaan seorang anak kecil adalah bermain. Si kakak paling senang jika papanya libur, yang berarti dia bisa main dengan si papa lebih lama. Oleh sebab itu, luangkanlah waktu untuk bermain bersama anak. Tentunya mainan yang mendidik dan bukan kekerasan. Bisa saja membuat 'kota' dari lego atau blocks, atau bermain peran seperti dokter-dokteran, builder, koki, kasir, dan sebagainya. Sebisa mungkin hindarilah gadget saat bermain bersama.

3. Membuat prakarya
Bagi sebagian orang, mendengar kata prakarya atau craft bisa menjadi sesuatu yang membuat pusing. Tetapi bagi anak-anak, membuat prakarya merupakan aktivitas yang menarik. Satu hal yang saya dapatkan selama mengajak anak membuat prakarya adalah craft tidak boleh membuat kita stres. Prakarya bersama anak adalah hal yang seharusnya fun dan sederhana. Yang mereka nikmati adalah melihat ada sesuatu yang nampak sebagai hasil karya mereka. Jadi, searchinglah dan pilihlah aktivitas yang cocok untuk umur mereka (dan adik mereka). 

4. Tanamkan value yang kita inginkan
Salah satu tujuan homeschooling adalah supaya kita dapat menanamkan nilai yang tepat bagi anak-anak kita. Oleh sebab itu, sampaikan nilai atau karakter yang kita inginkan. Terkadang saat kita menyampaikan cerita tentang karakter,anak-anak akan bertanya yang agak lucu. Jawablah setiap pertanyaan yang lucu-lucu tersebut walau sudah berulang kali ditanyakan oleh mereka. Nikmatilah masa-masa tersebut.

5. Melakukan aktivitas dalam rumah dan nikmatilah
Salah satu keuntungan terbesar dari homeschool adalah dapat menyatukan sekolah dan rumah. Aktivitas sehari-hari di rumah dapat menjadi pembelajaran sederhana yang menarik. Dari saat Duo Lynns kecil, salah satu kegiatan favoritnya adalah memasukkan baju ke dalam mesin cuci. Mereka dapat menyebutkan tahapan dalam menyalakan mesin cuci. Saat saya membersihkan rumah, mereka pun akan mengambil peralatan lain untuk membersihkan rumah. 
Apakah saya memang khusus mengajar anak-anak melakukannya? Tidak, tetapi dari bacaan yang dibacanya dan karena mereka melihat saya mengerjakannya, mereka merasa tertarik melakukannya. Hal seperti ini belum tentu didapatkan jika anak-anak bersekolah, yang pergi pagi dan pulang siang dan mendapatkan rumah sudah rapi. Oleh sebab  itu nikmatilah masa-masa awal homeschooling dengan segala aktivitas di rumah. 

6. Jalan-jalan
Siapa sih yang gak mumet kalau 24 jam sehari, 7 hari seminggu di rumah terus sama anak-anak (menghadapi tingkah mereka kalau lagi 'manis' dan moody)? Apalagi kalau tidak ada orang yang membantu urusan rumah tangga plus ngurusin hal-hal di rumah. Teman saya pernah bilang: "Gue sih gak mau homeschool, stres ketemu anak mulu. Kalau sekolah kan setidaknya ada 2 jam gue gak usah direpotin anak dan bisa pergi semau gue." Ya, ada benarnya juga sih. Sumpek juga di dalam rumah terus menerus. Lalu apa solusinya?
Kita bisa jalan bersama anak-anak. Pergilah ke taman (kalau ada taman dekat rumah), atau ke mall, ke musium (ehm...cari yang kids friendly ya), ke pantai, dan tempat lainnya. Kan belajar tidak hanya di rumah. Jadi kita juga cuci mata, anak-anak juga happy :)

7. Pilihlah kurikulum yang ok
Tentu saja memilih kurikulum bisa membuat sakit kepala. Oleh sebab itu, pilihlah kurikulum yang paling sesuai dengan keadaan keluarga kita. Kita juga bisa membuat kurikulum sendiri. Ingatlah bahwa kurikulum adalah alat kita untuk mengajar. Jadi jangan sampai kita menjadi stres dengan kurikulum. Tetapi bukan berarti setelah kita memilih suatu kurikulum, kita bisa semaunya (dalam artian tidak mengerjakan sesuai instruksi yang ada, cuplik sana sini). Penggunaan kurikulum yang semaunya malah akan membuat anak bingung dan hasilnya tidak maksimal.

8. Carilah komunitas
Sendirian tentunya tidak enak, temans.Oleh sebab itu, komunitas adalah hal yang penting dalam homeschooling. Carilah komunitas homeschool yang sesuai dengan kita. Sering-seringlah ngobrol dengan keluarga yang sudah menjalankan homeschooling dan anak-anaknya sudah besar. Keluarga homeschool tidak pelit ilmu kok, mereka akan membagi ilmu mereka. Dan adanya komunitas membuat kita merasa punya teman senasib seperjuangan :)

Salah satu hal yang dapat saya sampaikan adalah:
Nikmatilah tahun-tahun awal ini. Gunakanlah waktu-waktu yang ada untuk mengetahui mereka lebih lagi, mengetahui passion mereka, apa yang mereka suka, dan jangan lupa pertanyaannya juga. Dan saat bangun besok pagi, lakukan hal yang sama juga. Dan setiap orang tua mampu melakukan homeschooling karena mereka mengenal anak mereka lebih dari yang lain. Practice makes perfect. Waktu-waktu yang dihabiskan bersama anak-anak membuat kita mengenal anak lebih jauh dan ke depannya kita akan mengetahui cara yang dapat kita gunakan untuk menyampaikan materi pelajaran yang sesuai dengan si anak.

Jia you!!! 

Senin, 18 April 2016

Website Edukasi untuk Anak-Anak


Tidak dapat dipungkiri anak-anak yang lahir pada masa sekarang adalah anak-anak yang melek dengan internet, ipad, handphone, tab, televisi, dan sejuta aplikasi-aplikasi interaktif lainnya. Pastinya ini merupakan suatu keuntungan dan juga tantangan bagi orang tua-orang tua masa kini. Demikian juga dengan saya dan suami. Kami sering merasa tidak nyaman jika melihat anak-anak kecil berkumpul tetapi bukan bermain bersama, malah masing-masing sibuk dengan gadget yang mereka pegang. Bagi kami, itu bukan cara bersosialisasi yang baik. Oleh sebab itu, kami lumayan membatasi penggunaan gadget pada anak-anak. 

Anak-anak mendapat kesempatan bermain dengan gadget hanya pada hari tertentu dan tidak sepanjang hari (anak-anak cukup mengerti akan alasan yang diberikan agar mereka tidak bermain gadget sepanjang hari). Dan isi gadget pun sesuatu yang children friendly. Jika kami sedang pergi bersama dengan kerabat atau teman, dan saat anak-anak lain sibuk main gadget, kami lebih rela untuk membekali anak-anak dengan buku cerita (yang tipis), kertas, pensil, dan pensil warna yang dapat mereka gunakan setiap saat. Tentunya lebih repot karena mamanya harus rajin ganti buku di tas, papanya harus rajin mencari gambar-gambar yang dapat mereka warnai ataupun aktivitas-aktivitas yang menggunakan kertas dan pensil. Tetapi kami cukup puas dengan cara seperti ini. Lebih sehat untuk mata si anak dan juga baik untuk kejiwaan orang tua anak-anak tersebut.

Nah, darimanakah sumber-sumber tersebut didapatkan? Gretong (baca gratis) atau harus bayar nih? 
Kami mencoba mendata beberapa website yang sering kami gunakan untuk anak-anak kecil ataupun yang boleh ditonton secara online oleh anak-anak kami, tentunya dibawah pengawasan kami.

1. Aktivitas/ craft anak-anak.
Mr.Printable
Kami sering membuka dan menggunakan resource yang ada di http://www.mrprintables.com/
Mr. Printable mengijinkan kita untuk mencetak apapun yang berbau edukasi dan kreatifitas untuk keluarga dan anak-anak. 

Selain itu, saya juga sering menggunakan ide-ide dari www.dltk-kids.com. Ada banyak yang dapat dilihat di sini dan DLTK (akronim nama mereka sekeluarga) juga membagi aktifitas berdasarkan umur atau terkadang satu craft dapat dikerjakan oleh beberapa jenjang umur yang berbeda. Top markotop deh pokoknya

Ada juga Hands on we grow.Aktivitas di website ini beraneka ragam dan ada yang dibagi berdasarkan umur. Prinsip dari website ini, minimal 1 project 1 minggu. Saya sempat subscribe ke website ini. Tetapi karena sering sekali saya tidak membuka link dari mereka, akhirnya saya di-unsubscribe secara otomatis oleh website ini. hiks... Maunya mereka, kita aktif mengikuti setiap project yang mereka adakan. 

2. Game Edukasi
Game edukasi ini saya dapatkan saat si kakak baru berumur 3 tahun. Yang pertama adalah Starfall (http://www.starfall.com). Starfall dibuat oleh Stephen Schultz berdasarkan pengalaman masa kecilnya. Dia betul-betul berjuang untuk belajar membaca. Tetapi isi dari website ini bukan cuma membaca, tetapi juga matematika. Situs ini free dan tidak free. Maksudnya? Kalau untuk melihat lebih dalam untuk belajar, maka kita harus daftar dulu. Tetapi yang gratisnya pun sudah ok kok.

Ada juga IXL (http://www.ixl.com). Sama seperti Starfall, jika kita ingin menggunakan lebih banyak lagi, ya harus daftar dan bayar. Biasanya saya pakai IXL untuk mengecek sejauh mana kemampuan anak-anak dan terkadang memainkan game yang ada di IXL.


Selain itu ada game Sheppard Software untuk preschool. Permainannya simple dan membuat anak-anak menangkap konsep-konsep dengan bermain. 

Bagi yang suka George The Curious Monkey, bisa juga belajar bergerak bersama George di pbskids. Selain George, juga ada tokoh-tokoh lain yang cukup menarik. Oya, ada juga gambar yang dapat dicetak dan diwarnai oleh kita. Itu free loh. Untuk lebih jelasnya, bisa langsung buka http://pbskids.org/

Bagi anak-anak penggemar Elmo, dapat juga bermain dan belajar bersama tokoh-tokoh sesame street. Gamenya juga bervariasi. Silakan buka langsung http://www.sesamestreet.org/

3. Bible Resources
Berhubung akses internet paling banyak dimiliki oleh papanya anak-anak, maka si papa paling getol cari-cari tontonan yang membangun sisi spiritual anak-anak (beuh, bahasanya berat banget). Salah satunya adalah https://bibleappforkids.com/. Berisi parents guide, free church curriculum dan aktivitas-aktivitas. Situs ini juga dapat digunakan oleh teman-teman yang berkecimpung di Sunday School. 
Tampilan Bible App for Kids di Ipad
Cerita interaktif tentang penciptaan
Lanjutan dari website di atas, ternyata juga ada film dari aplikasi tesebut. Bible Adventure TV (on youtube) cocok untuk early childhood bahkan bisa juga sampai remaja. Duo Lynns suka banget nontonnya. Tengah-tengah film bisa ada lagu simple dan ayat hapalan yang menarik. Walau disampaikan dalam bahasa Inggris, tetapi mudah kok untuk diikuti. Link-nya: https://www.youtube.com/user/LCLifeKids 

Bagi penggemar Dongeng Sayuran (Veggie tales), bisa juga menikmati silly song Veggietales di Youtube. Bukan cuma anak-anak yang terhibur, orang dewasa juga bisa terhibur menonton Silly songs dari Veggietales. https://www.youtube.com/user/BigIdeaInc 

Nah, kalau diatas kan ada dltk-kids yang untuk umum. Ternyata DLTK juga ada kreatifitas yang berhubungan dengan Alkitab. Ada banyak ide-ide untuk aktivitas bagi sekolah minggu di http://www.dltk-bible.com/

Sebetulnya, masih banyak lagi website-website yang masih bisa digunakan untuk sumber anak-anak bermain dan belajar. Kita yang kudu rajin untuk buka dan search di google. Kalau kita bisa mengelolanya, internet bisa menjadi sumber yang luar biasa lengkap dalam proses pembelajaran :)

Kamis, 07 April 2016

Homeschooling untuk Anak 3 tahun

Banyak yang bertanya kepada saya apa sih yang dapat dilakukan saat memulai homeschooling untuk anak yang berumur 3 tahun. Bahkan ada beberapa orang tua yang mengajarkan anaknya membaca pada umur tersebut. Lalu, sebaiknya apa sih yang dilakukan untuk anak umur 3 tahun?

Menurut saya, masa-masa balita adalah masa anak-anak ini menikmati waktu untuk bermain. Lalu apa hanya bermain saja? Tentu tidak. Pasti ada banyak yang dapat diajarkan saat anak berumur 3 tahun. Tetapi proses pengajaran seperti apakah yang sesuai?
Saat si kakak berumur 3 tahun, saya mulai memperkenalkan materi tentang karakter. Mengapa? Bagi saya dan suami, sedini mungkin anak dikenalkan nilai-nilai yang harus dimiliki, bahkan sebelum 3 tahun pun sudah diperkenalkan. Bagi kami, urutan yang harus dimiliki adalah iman, kebajikan, dan pengetahuan. Dengan kata  lain, pengenalan akan Tuhan adalah yang utama. Setelah itu karakter mengikuti. Baru setelahnya pengetahuan. Tidak ada gunanya jika seorang anak berpengetahuan atau berkemampuan, tetapi tidak mempunyai dasar iman dan tidak mempunyai karakter dan manner yang baik. Logikanya, jika seseorang berkarakter yang baik, maka ia akan mempunyai manner yang baik. (Ada amin saudara-saudara?)

1. Character story
Berdasarkan prinsip diatas, saya mengenalkan character story dari Christ Centered Curriculum. Ada 10 cerita karakter yang disampaikan di sini, tetapi selama 4 bulan saya hanya menceritakan 4 cerita karakter yaitu generosity (murah hati), flexibility (fleksibel), loyalty (loyalitas), dan orderliness (teratur). Satu cerita diceritakan selama satu minggu full (toh anaknya gak bosan).
Setelah itu saya mix dengan cerita karakter lainnya. Salah satu sumbernya adalah buku 12 sikap dasar batita. Buku ini bilingual, sehingga bisa digunakan untuk si anak nantinya belajar membaca bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. 

Character Story CCC

12 Sikap Baik Batita

2. Bahasa
Berbeda dengan bahasa Indonesia, saat belajar bahasa Inggris, pembelajaran dimulai dari yang namanya phonics. Kalau hewan kan punya suara masing, seperti anjing suaranya guk guk, kucing meong, dan sebagainya. Nah, setiap huruf juga punya suara masing-masing dan huruf-huruf tertentu mempunyai lebih dari satu suara. Awalnya bingung juga, wong dulu pas belajar bahasa Inggris di sekolah langsung belajar baca one two three. Sekarang belajar suaranya dulu. Mungkin ada yang berpikir kok gaya-gayaan pakai kurikulum bule. Sejujurnya kalau ada kurikulum di Indonesia yang bisa memfasilitasi homeschooling sih kami mau, tetapi setelah melihat sana sini, kurikulum yang sesuai dengan maunya kami, kurikulum berbasis agama, maka kami memilih bahan ini. Jadinya bukan cuma anak yang belajar, tetapi mamanya juga belajar. Tetapi tetap anak-anak akan belajar bahasa Indonesia (maunya mamanya juga belajar bahasa Jawa), karena kami cinta bahasa Indonesia. Untuk permulaan memang belajar bahasa Inggris dulu, dengan pertimbangan aturan dalam belajar bahasa Inggris lebih banyak. Asal anak-anak mengerti yang Inggris, maka pembelajaran bahasa Indonesia akan lebih cepat (wong bahasa ibunya bahasa Indonesia). Dan memang terbukti, saat si kakak lancar membaca bahasa Inggris, tanpa diajari pun bisa membaca bahasa Indonesia (walau ada beberapa yang harus dibetulkan dan logatnya rada bule). Oya, pembelajaran phonics ini dilakukan dalam bentuk lagu, anaknya happy mamanya juga happy.

3. Math
Untuk angka, si kakak diminta untuk bernyanyi dari nol sampai seratus. Ini juga dilakukan dengan lagu, dan yang menciptakan lagu tersebut adalah si kakak sendiri. Saya membuat flash card angka 1- 20, tulisan angka tersebut, dan dot. Tugas si kakak adalah mencocokan antara ketiganya. Lalu si kakak belajar pola/pattern (dari pola 2, pola 3, dan pola 4) dan perbandingan (besar kecil). Semuanya dilakukan dengan bermain dan aktivitas menempel. Setelah si kakak menguasai materi ini, barulah masuk ke tracing angka 0 sampai 100 dan menulis angka tersebut sendiri.

4. Pengetahuan dasar
Dibanding memaksa anak untuk membaca diusia 3 tahun, saya lebih senang untuk membacakan cerita atau memperkenalkan berbagai hal pada anak-anak. Apalagi saat mulai belajar, si adik baru 15 bulan. Dan karena saya tidak mau memberikan gadget untuk membuat si adik diam saat kakak belajar, maka saya sebisa mungkin membuat aktivitas atau pembelajaran yang bisa diikuti oleh adik. Saya menggunakan Times Giant Books of 4000 words untuk pengenalan akan banyak hal. Dan bersyukurnya, teman saya, yang sudah seperti kakak saya dan juga homeschooler, tanpa angin tanpa hujan (apalagi geledek) meminjamkan satu set buku cerita Poldy yang dapat digunakan untuk bahan pembelajaran pre-school. Efek dari sering dibacakan cerita ataupun membuka buku bergambar adalah si kakak bisa membaca tanpa harus diajar. Dia jadi penasaran untuk membaca dan mengingat kata dalam bahasa Inggris. Selain itu membuka wawasan si anak.
Times giants book of 4000 words
Poldy set
 5. Motorik 
Motorik terbagi dua, yaitu kasar dan halus. Untuk melatih motorik kasar, seminggu sekali kami melakukan permainan yang bersifat fisik. Sekaligus olahraga gitu loh. Anak-anak akan berjalan di alur yang sudah disediakan, berjalan zig zag, berjalan melompati beberapa kotak, berjalan dengan satu kaki, meloncat, melompat, balancing, jalan jongkok, dan lain sebagainya. Sedangkan untuk bahasan motorik halus dan cara menstimulasinya akan dijelaskan secara terpisah.  

6. Tema bulanan
Saya senang membuat tema tiap bulan, sebagai selingan yang menarik untuk anak. Temanya pun sangat sederhana, dan dicari yang tidak menyusahkan mamanya, seperti keluarga, kehidupan bawah laut, panca indera, in the jungle, music instruments, dan lain-lain. Dengan adanya tema bulanan ini, saya pun lebih mudah mencari aktivitas yang sesuai.

7. Seni dan permainan
Ada dua hari yang kami khususkan untuk berkenalan dengan seni dan berhubungan dengan komputer. Saat hari seni, anak-anak belajar mengenal ketukan, bergerak mengikuti lagu, dan sebagainya. Sebetulnya ini adalah kegiatan yang setiap saat mereka lakukan (dari bayi, mereka terbiasa dengan musik dan langsung kayak cacing kena garam bergerak mengikuti irama. Tetapi saya sengaja memasukkan ke dalam bagian pelajaran, supaya lebih fun dan membuat mamanya bernapas di tengah rutinitas rumah dan homeschool. 
Hari permainan dengan komputer, tepatnya laptop, biasanya hari Sabtu. Saya akan membuka situs edukasi tertentu, yang free tentunya. Waktunya juga tidak lama, maksimal 1 jam (kalau kelamaan kuota internet bisa habis :-D) 

Lalu banyak yang bertanya, sekali belajar itu berapa lama? Saat anak-anak berusia 3 tahun, mereka hanya belajar sekitar 10 sampai 30 menit. Kan kerjaannya cuma cerita, nyanyi dan bermain tok. Plus satu hari cuma pengetahuan dasar dan satu materi pilihan. Misal Senin itu hari untuk prakarya, Selasa hari untuk bermain dengan matematika sederhana,  Rabu hari untuk Olahraga, Kamis hari untuk  prakarya, Jumat hari untuk seni dan bermain, Sabtu hari untuk komputer. Sebentar kan? Jadi siapa bilang homeschooling buat sakit kepala :-D

Kesimpulannya, goal saya untuk anak 3 tahun adalah membuat anak tersebut mempunyai dasar iman, karakter, manner, pengetahuan dasar (huruf, angka, posisi, pola, perbandingan, dan sebagainya) dan melatih motorik anak, baik kasar maupun halus. Anak tidak diajarkan membaca terlebih dahulu, tetapi anak belajar mengenal pola kata secara otodidak. Hal ini mengembangkan rasa keingintahuan dan mengembangkan pola pikir si anak. Dan tentunya setiap anak tidaklah sama. Kita sebagai orang tuanya tentu lebih tahu apa yang sesuai dengan anak kita. Seperti si kakak yang lebih menikmati melatih motorik halus dan si adik yang lebih cepat dalam hal yang berhubungan dengan motorik kasar. Bukan berarti yang satu kurang dari yang lain, tetapi masing-masing ada kelebihannya masing-masing. 




See also: