Sebagai homeschooler, akan lebih
enak kalau tidak sendirian. Apalagi untuk acara field trip. Maka beberapa waktu
lalu, komunitas kami mengadakan field trip ke TMII. Memang sebelum pandemi kami
sudah pernah melakukan field trip ke TMII. Namun ada beberapa yang belum pernah ke TMII. Maka para PIC yang
bertugas pun mengadakan acara ke TMII lagi.
Untuk kunjungan kali ini, jadwal
yang ada adalah naik cable car, mengunjungi Museum PP IPTEK, dan berakhir di
anjungan Maluku. Sedikit berbeda dengan kunjungan kami yang sebelumnya, yaitu
ke PP IPTEK dan Dunia
Air Tawar dan Dunia Serangga.
Di hari yang dinantikan, kami pun
berkumpul di parkiran dekat cable car. Sedikit berbeda dengan kunjungan kami
dahulu, TMII sekarang menerapkan area bebas polusi. Dengan demikian kami tidak
dapat lagi berkeliling menggunakan kendaraan pribadi seperti dulu. Pihak TMII
sih menyediakan mobil listrik yang berkeliling di TMII. Kendaraan ini free
alias tidak dipungut biaya. Namun ya sabar menunggu saja.
 |
Udara jauh lebih bersih di TMII sekarang
|
Setelah semua sudah berkumpul,
maka kami pun menuju cable car. Setiap cable car diisi oleh beberapa anak-anak
dan dua orang dewasa. Papa pun bertugas mendampingi anak-anak laki-laki. Sementara
kami bersama-sama dengan teman kami G.
 |
Pertanyaan anak-anak setiap ada gajlukan: aman kan ya?
|
 |
Kastil yang terlihat dari Cable Car
|
Karena di bulan itu kami sedang
belajar mengenai karakter attentiveness, maka anak-anak pun diberi tugas
untuk memperhatikan apa yang ada di bawah cable car. Dan mereka baru menyadari
bahwa dari atas mereka melihat peta Indonesia.
 |
Pulau apakah ini? Foto by si kecil
|
 |
Rumah adat yang terlihat dari atas.
|
Perlu diingat bahwa cable car bukan
dari satu titik ke titik yang lain. Cable car ini akan kembali ke stasiun awal
pemberangkatan. Dengan demikian, setelah selesai naik cable car, maka kami pun
berjalan bersama-sama menuju shuttle bus.
 |
Rusuh bersama di Shuttle Bus
|
Tujuan kami yang kedua adalah PP
IPTEK. Walau sudah pernah mengunjungi PP
IPTEK sebelumnya, tapi anak-anak tetap antusias. Tujuan utama di PP IPTEK
adalah melihat rocket show.
 |
Disambut bumblebee nih
|
Di benak saya, rocket show ini menggunakan
tekanan dari pompa. Tetapi yang menarik, yang diadakan di sini adalah water rocket
show. Roket air ini artinya air yang menjadi bahan bakar dari si roket. Dengan demikian, air dalam jumlah yang cukup akan mendorong si roket untuk meluncur ke atas. Di sini anak-anak diajak berkenalan dengan Hukum III Newton, yaitu aksi = reaksi.
 |
Serasa jadi Indiana Jones |
 |
Menunggu eksperimen
|
Yang menarik di kunjungan di PP
IPTEK kali ini adalah ada beberapa eksperimen yang dapat dilakukan. Dibanding saat
anak-anak masih kecil, mereka lebih bisa mengikuti eksperimen-eksperimen yang
dilakukan.
Setelah dari PP IPTEK, kami
bersama-sama akan menuju Anjungan Maluku. Karena shuttle bus yang lama, kami
memilih berjalan menuju anjungan Maluku. Kunjungan ke anjungan Maluku pun
terasa Istimewa karena ada sahabat satu kos di Jogja dulu yang menjadi
penanggung jawab anjungan Maluku.
 |
Wajah-wajah kepanasan menunggu shuttle bus, yang diakhiri dengan jalan kaki menuju anjungan.
|
 |
Foto bersama sohib dulu :)
|
Setelah makan siang di anjungan,
Ibu Stella menyambut kami dan menerangkan beberapa hal yang berhubungan dengan Provinsi
Maluku. Provinsi yang terkenal dengan rempah-rempahnya ini disebut juga sebagai
Provinsi Seribu Pulau. Hal ini tidaklah mengherankan karena ada kurang lebih
1,392 pulau yang berada di kepulauan Maluku. Pulau-pulau ini ada pulau besar,
seperti Pulau Seram, Buru, Yamdena, dan Wetar. Ada juga pulau kecil seperti
Ambon, Banda, Kei, Aru, Saparua, dan Tanimbar.
 |
MC Kondang kami beraksi
|
Namanya juga kepulauan, maka
dikelilingi laut-laut. Dan melihat gambar dari laut-laut yang ada, tidak heran
jika orang Maluku sangat bangga dengan laut mereka. Pasir yang putih dan air
yang biru menjadi daya tarik dari laut-laut yang ada.
 |
Si abang sedang beraksi.
|
Salah satu kegiatan yang menarik
di anjungan Maluku adalah kita dapat melihat bentuk rumah adat di Maluku. Dan karena
sangat luas, bisa digunakan untuk acara-acara umum. Selain itu di sini juga ada
galeri. Di galeri ini berisi bermacam-macam aneka barang khas Maluku. Perhiasan
dari Mutiara, hiasan-hiasan dari kulit kerang pun menjadi ciri khas Maluku.
 |
Foto bersama kami
|
Acara field trip kami diakhiri
dengan foto bersama di depan Anjungan. Setelah itu setiap keluarga bebas
berkeliling dan melanjutkan acara masing-masing. Tidak seperti kunjungan kami
sebelumnya yang sempat mampir ke museum
hakka, kali ini kami memutuskan langsung pulang.
 |
Tertangkap paparazi saat kami sedang berjalan kaki dari anjungan ke parkiran
|