Jumat, 09 Agustus 2019

Field Trip: Dunia Air Tawar dan Dunia Serangga


Setelah menjelajah PP IPTEK, kami melanjutkan field trip kami ke Dunia Air Tawar dan Dunia Serangga. Sebetulnya dua tempat ini terpisah, tetapi letaknya berdekatan. Kami memilih mengunjungi Dunia Air Tawar terlebih dahulu baru mengunjungi Dunia Serangga.

Dunia Air Tawar terletak di sebelah selatan kawasan TMII, yang juga berdekatan dengan Taman Legenda Keong Emas. Bangunan yang diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 20 April 1994 ini berada di tengah-tengah danau buatan yang juga menjadi tempat ikan-ikan air tawar. Di sini juga ditawarkan makanan ikan yang dapat dibeli dan ikan-ikan yang ada dapat diberi makan.
Kolam atau danau buatan dengan ikan koi yang dapat diberi makan.
Walaupun cuaca di luar sangatlah panas, tetapi begitu masuk ke dalam ruangan Dunia Air Tawar, kami langsung merasa adem. Memang ruangan ini dirancang supaya suhunya sesuai untuk ikan-ikan yang ada. Kami disambut oleh akuarium berbentuk lorong yang berisi ikan air tawar yang cukup besar.
Ikan araipama yang besar.
Selain akuarium, ada juga kolam-kolam yang berisi ikan-ikan besar yang juga ada di danau buatan di halaman depan Dunia Air Tawar.
Ikan lele bagarius yang besar. 
Ikan pari alias sting ray.
Ikan buntal yang mungil dan bisa jadi besar saat dalam bahaya.
Kura-kura aligator.
Melihat koleksinya yang lumayan banyak, tidak heran Dunia Air Tawar disebut sebagai taman biota air tawar terlengkap dan terbesar di Indonesia dengan koleksi ikan sebanyak 160 spesies dengan jumlah lebih dari 6.000 ekor ikan. Luar biasa bukan?
Ikan berkaki Meksiko
Ikan sirip tinggi Cina.
bulus emas atau labi-labi albino.

Selain melihat ikan, di dalam Dunia Air Tawar juga terdapat Theater 4D. Berhubung waktu yang terbatas, maka kami pun tidak masuk ke dalam Theater 4D.
Akuarium dengan hiasan ala Bali. 

Di bagian ujung Dunia Air Tawar terdapat cindera mata yang dapat dibeli. Cindera mata ini bukan hanya barang, tetapi juga ada ikan-ikan hias.
Yak...dipilih...dipilih... 
Kami pun keluar menuju Dunia Serangga. Dunia Serangga ini berisi koleksi serangga-serangga yang sudah tidak hidup lagi. Yah, untuk orang-orang seperti saya dan mama-mama yang lain yang tidak suka serangga, hal ini cukup membantu kami untuk melihat berbagai macam serangga tanpa kuatir mereka menghinggapi kami.
Peta serangga Indonesia. 
Serangga apa sajakah ini?
Dunia Serangga didirikan atas prakasa pengurus Perhimpunan Kebun Binatang Seluruh Indonesia dan Museum Zoologicum Bogoriense. Tujuan utama dari didirikannya museum yang diresmikan pada tanggal 20 April 1993 ini adalah untuk memperkenalkan keanekaragaman dunia serangga dan meningkatkan keinginan serta kepedulian masyarakat terhadap peran dan potensinya di alam.
Koleksi capung jarum.
Belalang sembah atau praying mantis.
Lalat dan jenisnya.
Serangga yang menggelikan: kecoak.
Kumbang gitar.
Kepik yang mungil.
Dunia Serangga memiliki sekitar 600 jenis serangga. Melihat dari koleksi yang ada, nampaknya kupu-kupu merupakan koleksi terbanyak di museum ini. Disusul dengan kumbang, dan serangga lainnya.
Peta kupu-kupu di Indonesia.
Kupu-kupu yang ada di Timor-Timur.
Cantik ya....
Kupu-kupu bantimurung.
Yuk, diet dengan menu serangga.
Di bagian belakang Dunia Serangga terdapat sebuah taman yang disebut Taman Kupu-Kupu. Taman ini baru ada pada tahun 1998, atas prakasa Bapak Soedjarwo dari yayasan Sarana Wana Jaya. Dengan adanya taman ini, kita dapat melihat kebun pakan, kandang penangkaran, dan pelestarian kupu-kupu yang dilindungi dan langka.
Jalan menuju Taman Kupu-Kupu.
Metamorfosis kupu-kupu.
Kupu-kupu dan bunga.
Field trip kami hari ini pun berakhir sudah. Tentunya banyak hal yang dipelajari anak-anak. Kami melihat banyak jenis ikan air tawar di Dunia Air Tawar, dari yang kecil hingga yang besar. Sedangkan di Dunia Serangga, kami pun belajar bahwa walau terkadang serangga menyebalkan, namun banyak juga serangga yang membantu manusia. Memang belajar sambil jalan-jalan selalu menyenangkan. Apalagi di TMII banyak museum yang dapat dikunjungi secara gratis, salah satunya Museum Tionghoa Indonesia.
Foto dulu ah sebelum pulang. 
Sekilas Info
Dunia Air Tawar dan Dunia Serangga
Alamat: Jl. Taman Mini Raya, RW.10, Jakarta Timur 13820
Jam Operasional: 08.30 – 17.30
HTM: Rp 30.000,00

Jam Operasional TMII: 07.00 – 22.00
HTM Taman Mini:
Mobil: Rp 15.000,00
Motor: Rp 10.000,00
Bus/Truk: Rp 35.000,00
Tiket Pintu Masuk: Rp 20.000,00 (3 tahun sudah dikenakan biaya).
Bianglala

Tidak ada komentar:

Posting Komentar