Jumat, 21 Oktober 2016

Mari Bermain Tie Dye dengan Tisyu

Tie Dye
Beberapa waktu lalu, saat kami mengikuti Habibie Festival, anak-anak senang sekali mendatangi corner Batik Keris dan membatik di sana. Karena senang sekali, anak-anak pun bertanya dimana mereka dapat mempelajari mengenai cara membatik. Memang membatik merupakan kegiatan menyenangkan. Mereka bisa berkreasi sesuka mereka dan memadukan warna yang ada.

Melihat minat mereka, akhirnya kami memutuskan untuk membuat batik sederhana dengan cara mencelup. Cara pembuatan ini sering digunakan dalam Tie Dye. Tie Dye sebenarnya adalah teknik pembuatan motif sekaligus pewarnaan dengan teknik ikat celup. Biasanya sering kita lihat pada baju-baju batik. Cara membuat batik seperti ini sering dikenal sebagai batik jumputan di daerah Jawa, sasirangan di daerah Banjarmasin, dan pelangi di daerah Palembang. Biasanya pembuatannya menggunakan kelereng ataupun koin logam yang diletakkan di salah satu bagian lalu diikat.
Batik jumputan. Sumber foto: kencanabatik.com
Untuk memudahkan anak-anak, saya hanya menggunakan tisyu saja dan hanya dengan mencelup saja. Tujuannya untuk mengenalkan pembuatan batik secara sederhana dan membuat mereka melihat penyerapan air di tisyu. Apa saja sih yang dibutuhkan?

Alat dan Bahan:
- Kertas tisyu warna putih, kalau bisa pilihlah kertas tisyu yang agak tebal (seperti tisyu untuk makan).
- Pewarna makanan, bisa tiga atau empat.
- Wadah-wadah sesuai kebutuhan.
- Koran untuk alas.
Bahan yang diperlukan.
Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut.
1. Siapkan wadah-wadah yang ada dan isilah dengan air secukupnya.
2. Teteskan pewarna makanan secukupnya, aduk hingga rata.
3. Lipat tisyu yang ada sampai membentuk segitiga yang kecil.
4. Celupkan salah satu sudut yang ada ke dalam wadah yang ada, kemudian celupkan sudut yang lain ke wadah dengan warna berbeda, dan seterusnya.
5. Jika sudah, bukalah tisyu tersebut, dan letakkan di atas koran.
6. Biarkan hingga mengering.
Motif yang ada sesudah kering.
Saat menunggu proses pengeringan, anak-anak dapat melihat warna yang berjalan pada tisyu dan merubah tisyu yang tadinya putih menjadi ada warnanya. Kami waktu itu meletakkan tisyu di bawah AC dengan harapan cepat kering, tetapi jadinya ada beberapa bagian yang masih putih. Anak-anak bahkan sempat membuat bentuk bujur sangkar juga. Hasilnya lucu juga sih. Dan karena sudah bagian terakhir, saya membebaskan mereka mencelupkan ke dua warna yang berbeda, hijau dan kuning yang menjadi hijau kekuning-kuningan dan merah dan kuning yang menjadi orange muda.
Dua motif di atas adalah bujur sangkar.
Cukup mudah bagi anak-anak dan motifnya pun bermacam-macam. Selamat mencoba ya moms....:)
Seperti bunga ya jadinya :)

2 komentar:

  1. bagus juga ya, banyak tisu nganggur nih di rumah, jadi pengen ikutan buat tie dye hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi.... Terima kasih sudah meluangkan waktu membaca dan menulis komentar :)
      Tie dye seru loh, apalagi kl warnanya banyak. Selamat mencoba;)

      Hapus