Rabu, 07 Februari 2018

Science Activity: Akar dan Daun Bawang

Masih membahas tentang tumbuh-tumbuhan, setelah membahas tentang daun, kami kembali membahas tentang akar dari suatu tanaman. Akar biasanya berada di bawah tanah. Semakin kuat akarnya, semakin susah tanaman tersebut dicabut dari atas. 

Di tengah pembahasan, saya iseng bertanya kepada anak-anak, kalau akar tidak ditanam di tanah tetapi dengan media air saja, apakah bisa tanaman itu bertumbuh. Jawaban berubah dari bisa menjadi tidak bisa, dan dari tidak bisa menjadi bisa. Akhirnya kami melakukan suatu percobaan dengan bawang. 

Bahan-bahan yang diperlukan adalah sebagai berikut:
1. Botol aqua pendek yang tidak terpakai.
2. Bawang merah yang sudah ada sedikit daun dan bawang merah yang belum ada daunnya. Saya sengaja memilih yang agak kering.
3. Air.

Langkah-langkah yang dilakukan:
1. Botol aqua yang ada dipotong menjadi dua bagian. Bagian yang bawah diberi air, sedangkan bagian atas dari botol tersebut diletakkan secara terbalik. Air yang ada sebaiknya hanya sampai batas mulut botol aqua.
2. Letakkan bawang-bawang tersebut di atas botol aqua yang diletakkan terbalik. 
3. Amati pertumbuhan daun dan akarnya setiap hari.
Eksperimen bawang Day 0.
Kami melakukan pengamatan selama 4 x 24 jam. Apakah yang terjadi?

Akar Bawang
Setelah 1 x 24 jam, air yang ada berubah warna menjadi merah. Akar yang tadinya belum keluar mulai keluar sedikit. Karena airnya berwarna merah, maka kami pun mengganti dengan air yang baru. Hari demi hari akar yang ada semakin panjang dan semakin lebat.
Akar bawang day 1.
Akar bawang day 2
Akar bawang day 3.
Akar bawang day 4. 
Daun Bawang
Bagaimana dengan daunnya? Di bawang yang sudah ada sedikit daun, daunnya bertambah panjang. Sedangkan yang tadinya tidak ada daun, daunnya mulai keluar sedikit. Di hari kedua, daunnya pun semakin panjang dan semakin banyak. Di hari keempat, panjang daun tersebut sudah cukup panjang, dapat digunakan untuk membuat masakan =D
Daun bawang day 1.
Daun bawang day 2.
Daun bawang day 3.
Daun bawang day 4.
Apakah kesimpulan yang didapatkan anak-anak?
1. Media untuk menanam bukan hanya tanah, tetapi dapat juga digunakan media lain asalkan ada airnya.
2. Akar semakin bertumbuh ke bawah untuk mencari makanan atau air. Jadi tidak heran jika akar yang kuat di dalam tanah akan membuat pohon tersebut susah dicabut.
3. Walaupun bawangnya kering dan tidak punya daun, namun jika diberikan air dan perawatan yang tepat maka akan terus bertumbuh dan bisa bertumbuh dengan lebat.

Sama seperti percobaan kami di tahun lalu, kesimpulan yang kami dapatkan adalah bahwa tanaman yang sudah seakan kering pun akan bertumbuh dengan baik saat bertemu dengan air. Demikian juga jiwa kita, perlu 'air kehidupan' untuk dapat bertumbuh dengan baik.

Di akhir percobaan, kami pun menggunakan daun bawang yang ada untuk membuat omelet. Daun bawangnya ternyata wangi juga, walau tidak sewangi daun bawang yang besar yang dijual di pasar. Hmm....boleh juga nih kalau kepepet.

4 komentar:

  1. wah simple dan bermanfaat ya mbak untuk ngasih pemahaman langsung ke anak2, apalagi trakhir dipake buat masak2, hmm.. TFS mbak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal Mbak, terima kasih sudah mampir ke sini.
      Iya, sederhana dan mudah dipahami oleh anak-anak. Mungkin karena emak-emak, endingnya jadi makanan ya =))

      Hapus
  2. Buat praktikum biasanya si bawang ditahan pakai sumpit/lidi/kind of that supaya dia ngegantung (?) dan gak jatuh ke bawah, tapi ditahan pakai tutup botol boleh juga...

    Cuma kayaknya musti diganti sering airnya, biasanya kalo udah semingguan, baunya bakal gak enak banget ya Mbak xD

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi, mbak. Salam kenal.
      ooo, saya malah tidak ingat saat dulu praktikum pakai apa. Berhubung yang ada hanyalah bagian atas botol aqua, jadi ya pakai itu. Hehehe.

      Iya, kami mengganti airnya setiap hari untuk menghindari bau yang tidak diinginkan ;)

      Hapus