Tampilkan postingan dengan label science is fun. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label science is fun. Tampilkan semua postingan

Jumat, 21 September 2018

Indonesia Berkarya di Festival Habibie 2018


Akhirnya datang juga….
Setelah merasakan keseruan di Habibie Festival 2016 dan Habibie Festival 2017, tahun ini pun kami menantikan info kapan akan diadakan festival teknologi ini lagi. Bahkan dari awal Agustus kemarin, kakak sibuk bertanya mengenai acara ini. Saya pun sering memantau instagram Habibie Festival dan rasanya mereka sedang seru mengadakan di kota-kota lainnya. Mungkin tahun ini memang tidak ada Habibie Festival di Jakarta. Namun di awal minggu ini, saya melihat postingan mengenai Habibie Festival.

Habibie Festival kali ini mengambil tema “Lihat, Sentuh, dan Rasakan Teknologi dan Inovasi Terbaru” yang bertujuan agar festival ini dapat mempererat hubungan teknologi dan inovasi dengan manusia. Memang perkembangan teknologi sangatlah cepat dan daripada menganggap teknologi sebagai bahaya, lebih baik teknologi digunakan sebaik mungkin, bukan.

Saat kami datang, antrian yang luar biasa panjangnya membuat kami berpikir pasti di dalam bakal ramai sekali. Namun puji Tuhan kami dapat masuk juga ke dalam. Di dalam hall D ini terbagi beberapa zona, diantaranya Bazaar Inovasi, Makerland, Fin Tech 2.0, A to B the Future of Transportation, Sport Land, Infusion dan Fund Fest. Hampir sebagian pameran, seperti kapal perang, senjata, sritex, flight simulator, VR dan AR terlihat sama seperti tahun sebelumnya. Tujuan kami adalah mengunjungi tempat-tempat yang tahun lalu belum ada dan lebih children friendly, berhubung di rombongan banyak anak kecil.
Antrian untuk masuk yang luar biasa banyaknya.
Alat pemadam api medium, hanya menggunakan tenaga yang dikeluarkan dari motor yang digas.
Bagian pertama yang menarik perhatian anak-anak adalah Sport Land. Mungkin karena euphoria Asian Games masih terasa, maka Sport Land dipenuhi oleh anak-anak yang sibuk mau main basket. Di Sport Land ini juga ada lapangan bulutangkis. Dan tentunya jika berbicara tentang bulutangkis, pastilah terbayang sosok Alan Budikusuma dan Susi Susanti dengan produk mereka Astec.
Kesukaan mama, Susi Susanti 
Alan Budikusuma
Lapangan basket yang ramai dengan anak-anak sekolah.
Di samping tempat tersebut terdapat booth fitscan. Di sini kita dapat mencoba untuk menganalisa bentuk dan tumpuan kaki kita dan sol apa yang dapat digunakan untuk membuat kaki kita lebih nyaman. Pada umumnya, tumpuan orang adalah tumit kaki. Namun banyak yang menjadikan bagian depan menjadi tumpuan. Akibatnya kakinya akan sering sakit. Penggunaan sol yang tepat akan dapat membantu orang yang tumpuan kakinya tidak tepat merasa nyaman.
Hasil scan kaki adik, tidak ada warna merah.
Tidak perlu sol tambahan dan tidak ada beban hidup sepertinya =D
Mencoba main olahraga bangsawan Inggris, cricket.
Zona berikutnya yang menarik perhatian anak-anak adalah zona Maker Land. Di zona ini ada beberapa hal yang dapat dilakukan anak-anak. Salah satunya adalah memilin tali. Jangan dikira memilin tali dengan tangan loh. Acara memilin tali ini dilakukan dengan cepat dan memanfaatkan teknologi yang ada. Dengan drill dan kaitan, proses memilin tali pun jadi cepat.
Laba-laba untuk main perang bintang dengan tembakan laser di zona Maker Land.
Memilin tali dengan alat.
Tali yang dipilin anak-anak. Mbaknya sampai minta mereka untuk difoto dulu.
Print 3D dari hasil USG 3D bayi dalam kandungan. Hasil karya wong Suroboyo loh....
From coffe waste to coffee self care.
Sabun dari ampas kopi.
Salah satu booth yang ramai dikunjungi adalah booth Society Women of Engineering. SWE merupakan lembaga nonprofit yang beranggotakan wanita-wanita lulusan teknik dan penggemar teknik. SWE bekerja sama dengan rumah main STREAM untuk mengadakan aktivitas science untuk anak-anak. Di booth ini anak-anak diajak bermain dengan science secara menarik. Dari mengamati perputaran kertas saat dijatuhkan, membuat roket, dan juga mainan lainnya dari bahan yang sederhana.
Mainan di SWE.
Roket karya adik.
Ini semua menggunakan tenaga surya loh.
Sepeda dengan kerangka kayu.
Di ujung deretan booth ini, terdapat booth Da Vinci Kids. Booth ini selalu menjadi favorit anak-anak. Sayang sekali kali ini Cool Science tidak ikut dalam festival. Namun anak-anak masih semangat untuk membuat aktivitas bersama dengan Da Vinci. Mereka membuat hewan dengan modeling clay dan meletakkan hewan tersebut di latar yang disediakan. Dengan teknik sederhana, mereka diajak membuat story telling dan clay animation.
Kura-kura buatan kakak masuk TV
Di sini juga disediakan ruang untuk kuis. Awalnya staf Da Vinci dari Singapore mengira kakak tidak dapat berbahasa Indonesia, namun begitu dibilang kakak bisa, mereka memberi izin. Kakak pun mengikuti kuis dan menjawab beberapa pertanyaan yang ada. Saat ditanya tentang kesukaan Da Vinci, kakak dengan yakin menjawab penerbangan. Saya pribadi tidak tahu, tetapi kakak bilang ada cerita ini di buku yang dia baca. Dan memang jawabannya benar. Kakak mendapatkan hadiah yang boleh dibagi ke semua orang yang ada di komunitas kami kemarin. Moral story-nya adalah jangan meremehkan ingatan anak-anak. =D
Kuiz di Da Vinci Kids
Di zona bazaar banyak sekali produk yang ditawarkan untuk dijual. Dari mulai teh hijau fermentasi, aroma terapi, batik, kertas, dan sebagainya.
Fermentasi teh hijau.
Di saat anak-anak sibuk melihat aroma terapi dan bilang baunya kayak pepsodent (alias mint)
Ikan kecil kaya kalsium.
Tas imut dengan icon kota Jakarta.
Acara kami di sini diakhiri dengan naik ke pesawat yang tiap tahun dinaiki oleh mereka. Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yang lebih ke robotic, virtual reality dan augmented reality, Habibie Festival kali ini lebih children friendly dengan memadukan teknologi dan aplikasi yang nyata. Dan sebagai anak bangsa, saya bangga dengan kreasi bangsa Indonesia. Seperti produk Berkarya! Akademi yang diluncurkan oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), mari kita berkarya untuk bangsa ini :)
Pilot-pilot cantik ini siap untuk terbang :)
Sekilas Informasi
Habibie Festival 2018
Jiexpo Kemayoran hall D
Tanggal 20 - 23 September 2018
Pukul 10.00 - 18.00
Photo booth di Habibie Festival.

Rabu, 30 Mei 2018

Percobaan Keberanian: Menghancurkan Ketakutan


Karakter boldness menjadi bahasan kami di bulan Maret kemarin. Namun aktivitas mengenai karakter ini baru sempat dituangkan dalam tulisan. Boldness atau keberanian didefinisikan sebagai suatu keyakinan bahwa apapun yang saya katakan atau lakukan itu benar, tepat, dan adil di mata Tuhan. Kita berani karena kita tahu apa yang kita lakukan memang benar. Jadi boldness bukan hanya berani saja, tetapi berani yang berdasarkan pada kebenaranNya.

Saat memelajari karakter ini, kami pun membahas juga lawan dari berani, yaitu takut. Dalam hidup ini banyak hal yang terkadang membuat kita takut. Kali ini, aktivitas yang dilakukan berhubungan dengan bagaimana membuang rasa takut. Percobaan kali ini harus didampingi orang dewasa karena menggunakan larutan aseton.

Bahan-bahan yang diperlukan:
1. Styrofoam 
2. Spidol
3. Wadah keramik atau kaca (jangan menggunakan wadah plastik, kertas, ataupun wadah styrofoam).
4. Aseton (dapat menggunakan penghilang kutex).
Perlengkapan yang diperlukan
Adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut. 
1. Gunting styrofoam tersebut menjadi beberapa bagian.
2. Diatas styrofoam yang sudah digunting tadi, tulislah hal-hal yang menjadi ketakutan kita. Bisa saja takut kalau gelap, atau takut kalau sendirian, atau ketakutan apapun. Styrofoam ini melambangkan setiap hal yang menjadi ketakutan kita.
Ketakutan anak-anak.
3. Isilah wadah dengan sedikit cairan aseton. Aseton ini melambangkan Firman Tuhan yang diisi ke dalam hati kita. 
4. Larutkan Styrofoam yang sudah ditulis tadi. Styrofoam tersebut akan langsung larut ke dalam aseton tersebut.
Aseton melarutkan styrofoam.
Secara science, styrofoam mengandung banyak molekul kecil yang disebut monostyrene yang bergabung menjadi satu. Sedangkan aseton mengandung unsur yang dapat mematahkan ikatan di dalam styrofoam. Tidak heran saat styrofoam dimasukkan ke dalam larutan aseton, styrofoam tersebut langsung larut.

Refleksi dari eksperimen kali ini adalah jika hati kita diisi firman Tuhan, maka saat ketakutan itu datang, kebenaran firman Tuhan yang mematahkan rasa takut tersebut. Nah permasalahannya, bagaimana kita dapat mematahkan rasa takut jika hati kita tidak diisi firman Tuhan? Itulah sebabnya penting sekali sejak dini untuk mengisi anak-anak ini dengan kebenaran firman Tuhan, karena kebenaranNya tidak akan membawa orang dalam kehancuran. Dan itu tentu saja membutuhkan peran orang tua.

Aktivitas ini pun mengingatkan saya untuk tidak memegang rasa takut. Namanya orang tua, banyak hal yang menjadi ketakutan. Dari urusan rumah, pekerjaan, pelajaran anak, masa depan anak, dan sebagainya. Apalagi melihat hal-hal yang belakangan terjadi. Kita hanya perlu tenang dan tahu ada Tuhan yang memegang kendali atas hidup kita.
Be still and know that I am God (Psalm 46 : 10)

Kamis, 24 Mei 2018

Experiment: How to make storm?

Atas: Tornado. Bawah: Hurricane. Foto dari berbagai sumber.
Salah satu materi yang dipelajari kakak dipelajaran Science adalah tentang badai atau storm. Badai bukan sekedar perputaran angin yang kencang, tetapi badai dapat dianggap sebagai suatu keadaan cuaca yang ekstrim. Jadi yang termasuk badai bukan hanya angin puting beliung atau tornado saja, tetapi bisa juga badai salju, hujan es, hingga badai pasir. Dampaknya pun bisa bermacam-macam, dari benda-benda beterbangan, pohon tumbang, bahkan hingga rumah yang hancur. 

Kenapa dapat terjadi badai? Badai terjadi karena udara yang panas bertemu dengan udara yang dingin. Jadi perbedaan antara dua suhu yang terlalu jauh. Lokasi terjadinya pertemuan mereka pun mengakibatkan badai yang berbeda. Seperti hurricane atau angin topan adalah badai angin yang terjadi diatas samudra. Sedangkan tornado atau angin puting beliung adalah badai angin yang terjadi di atas dataran yang panas. Bentuk tornado seperti udara yang berputar. 

Untuk memperjelas pelajaran ini bagi anak-anak, kami melakukan percobaan. Bahan-bahan yang diperlukan: 
- mangkok yang berisi air panas yang mendidih
- Freezer
Mangkok yang berisi air mendidih
Adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
- Masukkan mangkok yang berisi air panas tersebut ke dalam freezer.
- Amati perubahan yang terjadi. Udara diatas mangkok yang berisi air panas tersebut akan berputar dan membentuk badai.

Karena permukaannya yang tidak besar, udara berputar yang dihasilkan dari percobaan ini tidak berputar seperti tornado. Namun anak-anak dapat melihat adanya udara yang berputar. 
Storm dalam lingkup kecil.
Bagaimana jika ada badai? Sebisa mungkin menjauhi badai tersebut. Namun jika tidak dapat, carilah tempat perlindungan yang kokoh, sehingga kita tetap aman. Tetapi tetap doanya semoga kita terluputkan dari badai apapun :)

Rabu, 11 April 2018

Experiment: Bermain dengan Magnet


Salah satu materi yang ada dalam buku science yang digunakan oleh anak-anak adalah energi. Di buku dikatakan bahwa energi membuat benda dapat bergerak. Hukum tenaga atau hukum energi ini dapat diamati dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya adalah dengan magnet dan gravitasi.

Nah, jika anak-anak langsung disuruh menghitung berapa besar energi yang digunakan, seperti kita dahulu, maka anak-anak pasti akan merasa bosan. Maka pendekatan yang dilakukan adalah dengan menggunakan percobaan.  Kali ini kami mengadakan beberapa percobaan yang mudah dilakukan oleh anak-anak.

1. Gravitasi
Gravitasi adalah gaya tarik dari bumi. Jika ditanya, apakah gravitasi akan membuat dua benda jatuh yang jatuh bersamaan akan menyentuh lantai bersamaan, pasti anak akan menjawab tidak. Untuk mengetahuinya, maka kami mengadakan percobaan berikut.

Bahan-bahan yang diperlukan:
- Penggaris
- Penghapus
- Paper clip

Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut.
1. Mintalah anak meletakkan kedua benda di pinggir meja.
2. Dengan menggunakan penggaris, doronglah kedua benda tersebut bersama-sama.

Kedua benda tersebut akan menyentuh lantai secara bersamaan. Dengan kata lain gaya gravitasi menarik benda secara bersamaan. Untuk percobaan ini, pemilihan benda dan angin juga dapat mempengaruhi kecepatan. Oleh sebab itu, pemilihan bendanya pun harus hati-hati dan diusahakan di ruangan tertutup.
Memancing dengan Magnet 
2. Memancing dengan magnet.
Tujuan eksperimen ini adalah membuat anak melihat bahwa ada yang namanya daerah medan magnet yang dapat membuat benda disekitarnya tertarik kepada magnet tersebut.

Bahan-bahan yang diperlukan:
- Magnet.
- Wadah yang berisi tepung terigu.
- Beberapa benda yang mengandung besi seperti paper clip, peniti, dan sebagainya.

Caranya mudah sekali. Saya memasukkan paper clip tersebut ke dalam wadah yang berisi tepung. Kemudian anak-anak bergantian mencoba menarik clip tersebut. Pertama-tama dari jarak yang jauh, kemudian dari jarak yang dekat. Dari kegiatan ini anak-anak dapat menyimpulkan bahwa semakin dekat jarak antara magnet dengan tepung, semakin mudah paper clip tersebut terpancing. Semakin jauh jarak antara magnet dengan tepung, semakin kecil kemungkinan paper clip tersebut terpancing.
 
3. Merasakan tarikan magnet.
Tujuan dari percobaan ini adalah membuat anak merasakan tarikan magnet terhadap benda yang mereka pegang.

Bahan-bahan yang diperlukan:
- Magnet yang kuat dan magnet yang lemah.
- Beberapa benda yang mengandung besi seperti paper clip, peniti, dan sebagainya.

Mintalah anak untuk memegang benda di tangan kiri dan magnet di tangan kanan. Dengan perlahan mintalah si anak untuk mendekatkan magnet ke benda dan sampai benda tersebut ditarik oleh magnetnya. Lakukan hal yang sama dengan magnet yang satunya. Dari kegiatan ini anak-anak akan menyimpulkan bahwa daya tarik magnet yang satu dengan daya tarik magnet yang lain berbeda. Bahkan dalam percobaan kami, dari magnet yang kami miliki, magnet yang kecil ternyata lebih kuat daripada magnet yang ukurannya lebih besar.
Membuat magnet. 
4. Membuat magnet.
Aktivitas ini menjadi aktivitas yang paling Duo Lynns sukai. Tepatnya mereka norak melihat percobaan ini. Mereka tidak pernah menyangka dengan menggosokkan magnet ke jarum secara satu arah dapat membuat jarum mempunyai daya magnet sementara.

Bahan-bahan yang diperlukan:
- Magnet yang kuat.
- Jarum besar.
- Paper clip.

Mintalah anak untuk menggosokkan magnet ke jarum besar secara searah selama berkali-kali. Setelah itu mintalah anak mencoba untuk menggunakan jarum tersebut untuk menarik paper clip. Paper clip tersebut akan menempel pada jarum, seperti pada magnet.

Anak-anak terlihat antusias saat melakukan percobaan-percobaan diatas. Bahkan adik sampai menangis tidak mau berhenti membuat magnet. Walau belum tahu apakah ke depannya anak-anak ini juga akan antusias menghitung energi secara tertulis, namun percobaan-percobaan yang dilakukan ini membuka wawasan mereka terhadap energi. Harapan mamanya sih semoga nanti saat harus menghitung, mereka lebih bisa daripada mamanya :)

Senin, 02 April 2018

Pekan Science :)

Di awal tahun ini, kami yang berada di daerah Jakarta Pusat dan Bekasi berkumpul di hari biasa. Tujuannya sih sederhana, supaya anak-anak ini dapat berkumpul bersama dan mama-mamanya dapat ber-fellowship. Karena lokasi rumah kami yang jaraknya aduhai, maka acara kumpul bersama ini tidak bisa dilakukan setiap minggu tetapi sesempatnya para anggotanya (maklum, kami pengacara, pengangguran banyak acara). Dimulai dari kelayapan bersama ke Perpustakaan Nasional. Setelah itu kami janjian kembali untuk kumpul bersama untuk mengadakan Science Fair. Science Fair ini kami adakan dua kali, dalam bulan yang berbeda.

Apa saja sih yang dilakukan saat Science Fair? Di Science Fair ini kami mengadakan beberapa percobaan, baik yang berhubungan dengan Biologi, Kimia, dan Fisika. Beratkah bahasannya? Tentu tidak, ketiga hal ini dapat diperkenalkan kepada anak-anak dalam bentuk yang sederhana. Karena pesertanya bervariasi umurnya, maka eksperimen yang dilakukan pun juga tidak terlalu susah. 

1. Mix warna
Percobaan ini bertujuan untuk mengajarkan anak tentang mencampur dua warna dan melihat reaksi yang terjadi setelah dua warna dicampur. Selain itu, kegiatan ini dapat juga digunakan untuk mengenalkan tiga warna primer, yaitu merah, kuning, dan biru dan warna sekunder hasil dari mix warna primer tersebut. Percobaan ini juga termasuk cara sederhana memperkenalkan kimia kepada anak-anak. 

2. Musik dalam botol
Percobaan ini bertujuan untuk menemukan bagaimana cara membuat suara yang berbeda ketinggian. Semakin banyak air yang berada di dalam botol maka suara yang dihasilkan akan semakin rendah. Hal ini terjadi karena suara asli dari botol tersebut teredam oleh air.
Musik dalam botol
Bahan-bahan yang diperlukan:
- Minimal 5 botol yang identik.
- Air (lebih menarik jika warna-warni)
- Sendok atau garpu.

Langkah-langkah:
- Letakkan botol-botol tersebut dalam suatu barisan.
- Isilah botol-botol tersebut dengan air. Setiap botol diisi dengan level air yang berbeda.
- Ketuklah botol tersebut dengan menggunakan sendok atau garpu. Amatilah perbedaan suaranya.

3. Waterbeads
Tujuan dari percobaan ini adalah mengamati perubahan bentuk dari keras ke lunak. Untuk anak-anak, melihat perubahan seperti ini pasti sangat menyenangkan. Anak-anak jadi tahu bahwa ada saat air terserap oleh waterbeads yang keras ini, waterbeads akan membesar dan melunak. Sedangkan airnya akan semakin menyusut. Selanjutnya waterbeads ini dapat digunakan untuk berbagai aktivitas, seperti yang satu ini

4. Sidik jari
Percobaan yang satu ini sangat menyenangkan, bahkan bagi kami para orang dewasa. Dari percobaan ini anak-anak mengetahui bahwa setiap orang mempunyai sidik jari yang berbeda. Dengan kata lain, Tuhan menciptakan setiap orang secara istimewa. 
Basic Fingerprints Patterns
Bahan-bahan yang diperlukan:
- Kertas 
- Pensil 2B
- Isolasi transparan
- Kaca pembesar

Langkah-langkah:
- Coret-coretlah kertas putih dengan menggunakan pensil 2B. Lakukan hingga tebal.
- Mintalah anak menggosokkan jari mereka ke atas pensil tersebut. 
- Tempelkan isolasi transparan ke jari yang sudah terkena bekas pensil tersebut. Tekan isolasi tersebut hingga menempel dengan sempurna. 
- Copot isolasi yang sudah ada bekas pensil tersebut dengan hati-hati dan tempelkan ke atas kertas.
- Ajak anak mengamati sidik jari mereka dengan kaca pembesar, apakah bentuknya loop, arch, atau whorl
Mengamati sidik jari dengan kaca pembesar
5. Magnet 
Aktivitas ini bertujuan untuk memperkenalkan magnet dan sifat magnet. Bagi anak yang sudah besar, pasti hal ini biasa saja. Tetapi bagi anak yang masih berusia 3 tahun, melihat magnet dapat menarik benda dari jarak jauh merupakan penemuan besar. 

Bahan yang diperlukan:
- Magnet yang agak besar
- Benda-benda yang mengandung besi
- Benda-benda lain seperti kertas, kain, plastik, dan pompom.

Langkah-langkah:
- Perkenalkan magnet kepada anak-anak.
- Tempelkan dua magnet. Tunjukkan kepada anak-anak bahwa sisi yang sama akan tolak-menolak dan sisi yang tidak sama akan tarik-menarik. Untuk anak yang lebih besar dapat diperkenalkan bahwa magnet mempunyai dua kutub, yaitu utara dan selatan. 
- Tempelkan magnet ke benda-benda yang mengandung besi dan yang tidak mengandung besi. 
- Ajak anak-anak mengelompokkan benda mana yang dapat menempel pada magnet dan benda mana yang tidak dapat menempel pada magnet. Jelaskan kepada anak-anak bahwa magnet hanya dapat menempel dengan benda-benda yang mengandung besi.

Dari aktivitas ini kami sekaligus mengingatkan kepada anak-anak tentang karakter loyalty. Seperti magnet yang hanya menempel pada benda yang mengandung besi, demikian juga dengan loyalitas. Saat kita diminta loyal, kita harus loyal kepada orang yang mempunyai otoritas atas kita, bukan kepada semua orang.  

6. Perahu kertas
Aktivitas ini merupakan aktivitas terakhir di Science Fair kami. Tujuan aktivitas ini adalah menerangkan konsep mengapung dan tenggelam dan menerangkan bahwa air dan minyak tidak dapat bersatu.

Bahan-bahan yang diperlukan:
-Baskom yang berisi air.
- Kertas
- Crayon
- Benda-benda yang dapat dimasukkan ke dalam air.

Langkah-langkah:
- Ajaklah anak-anak memasukkan berbagai benda ke dalam air.
- Amati apa yang terjadi. Terangkan anak-anak tentang mengapung dan tenggelam.
- Ajaklah anak-anak untuk membuat origami perahu dari kertas yang ada.
- Setelah perahu tersebut jadi, mintalah anak-anak mewarnai bagian luar perahu tersebut dengan crayon.
- Letakkan perahu tersebut diatas air dan amati yang terjadi. Karena crayon mengandung minyak, maka crayon tersebut berfungsi melapisi perahu tersebut. Sehingga saat diletakkan diatas air, perahu ini akan mengambang. 
- Jelaskan kepada anak bahwa minyak dan air tidak dapat menyatu. Oleh sebab itu jika tangan kita berminyak, tangan kita tidak akan bersih jika kita hanya mencuci dengan air (harus dengan sabun). 
Perahu kertas yang mengambang, sebelum terkena badai =D
Dari percobaan yang kami lakukan sebanyak dua kali, secara tidak langsung anak-anak belajar science dengan cara sederhana dan menyenangkan. Mereka belajar tentang reaksi kimia saat mencampurkan dua atau lebih warna yang berbeda. Mereka belajar tentang gaya rambat dan suara saat bermain musik dalam botol. Mereka belajar tentang biologi dan diri mereka saat mempelajari sidik jari. Dan terlebih lagi, mereka semakin menyadari bahwa Tuhan menciptakan setiap orang unik.

Rabu, 07 Februari 2018

Science Activity: Akar dan Daun Bawang

Masih membahas tentang tumbuh-tumbuhan, setelah membahas tentang daun, kami kembali membahas tentang akar dari suatu tanaman. Akar biasanya berada di bawah tanah. Semakin kuat akarnya, semakin susah tanaman tersebut dicabut dari atas. 

Di tengah pembahasan, saya iseng bertanya kepada anak-anak, kalau akar tidak ditanam di tanah tetapi dengan media air saja, apakah bisa tanaman itu bertumbuh. Jawaban berubah dari bisa menjadi tidak bisa, dan dari tidak bisa menjadi bisa. Akhirnya kami melakukan suatu percobaan dengan bawang. 

Bahan-bahan yang diperlukan adalah sebagai berikut:
1. Botol aqua pendek yang tidak terpakai.
2. Bawang merah yang sudah ada sedikit daun dan bawang merah yang belum ada daunnya. Saya sengaja memilih yang agak kering.
3. Air.

Langkah-langkah yang dilakukan:
1. Botol aqua yang ada dipotong menjadi dua bagian. Bagian yang bawah diberi air, sedangkan bagian atas dari botol tersebut diletakkan secara terbalik. Air yang ada sebaiknya hanya sampai batas mulut botol aqua.
2. Letakkan bawang-bawang tersebut di atas botol aqua yang diletakkan terbalik. 
3. Amati pertumbuhan daun dan akarnya setiap hari.
Eksperimen bawang Day 0.
Kami melakukan pengamatan selama 4 x 24 jam. Apakah yang terjadi?

Akar Bawang
Setelah 1 x 24 jam, air yang ada berubah warna menjadi merah. Akar yang tadinya belum keluar mulai keluar sedikit. Karena airnya berwarna merah, maka kami pun mengganti dengan air yang baru. Hari demi hari akar yang ada semakin panjang dan semakin lebat.
Akar bawang day 1.
Akar bawang day 2
Akar bawang day 3.
Akar bawang day 4. 
Daun Bawang
Bagaimana dengan daunnya? Di bawang yang sudah ada sedikit daun, daunnya bertambah panjang. Sedangkan yang tadinya tidak ada daun, daunnya mulai keluar sedikit. Di hari kedua, daunnya pun semakin panjang dan semakin banyak. Di hari keempat, panjang daun tersebut sudah cukup panjang, dapat digunakan untuk membuat masakan =D
Daun bawang day 1.
Daun bawang day 2.
Daun bawang day 3.
Daun bawang day 4.
Apakah kesimpulan yang didapatkan anak-anak?
1. Media untuk menanam bukan hanya tanah, tetapi dapat juga digunakan media lain asalkan ada airnya.
2. Akar semakin bertumbuh ke bawah untuk mencari makanan atau air. Jadi tidak heran jika akar yang kuat di dalam tanah akan membuat pohon tersebut susah dicabut.
3. Walaupun bawangnya kering dan tidak punya daun, namun jika diberikan air dan perawatan yang tepat maka akan terus bertumbuh dan bisa bertumbuh dengan lebat.

Sama seperti percobaan kami di tahun lalu, kesimpulan yang kami dapatkan adalah bahwa tanaman yang sudah seakan kering pun akan bertumbuh dengan baik saat bertemu dengan air. Demikian juga jiwa kita, perlu 'air kehidupan' untuk dapat bertumbuh dengan baik.

Di akhir percobaan, kami pun menggunakan daun bawang yang ada untuk membuat omelet. Daun bawangnya ternyata wangi juga, walau tidak sewangi daun bawang yang besar yang dijual di pasar. Hmm....boleh juga nih kalau kepepet.