Selasa, 10 Juli 2018

Field Trip: Rainbow Warrior Ship Tour Greenpeace


Ada yang pernah mendengar Greenpeace? Greenpeace adalah salah satu organisasi yang bergerak di bidang pelestarian lingkungan hidup. Lembaga yang didirikan oleh pada tahun 1971 di Kanada ini awalnya bertujuan untuk menghentikan percobaan nuklir yang dilakukan pemerintah Amerika Serikat. Namun setelah itu, lembaga swadaya ini mempunyai lebih dari 40 cabang di seluruh dunia. Pusat dari organisasi ini ada di Amsterdam, Belanda. Fokus dari kegiatan mereka adalah mengkampanyekan tindakan yang dapat menyelamatkan bumi ini dari kerusakan alam. Untuk kegiatan ini, mereka menggunakan tiga kapal yang berkeliling, yaitu Arctic Sunrise, Ezperanza, dan Rainbow Warrior
Clean energy and clean air
Lonceng penghias Rainbow Warrior generasi ketiga. 
Nah, bulan April kemarin, salah satu kapal mereka yang bernama Rainbow Warrior 'mangkal' di Tanjung Priok selama 6 hari. Mereka mengizinkan orang-orang untuk tour di dalam kapal mereka. Dalam satu hari mereka membuka dua sesi tour. Kami pun berencana untuk bermain ke sana. 

Walaupun untuk masuk ke kapal ini tidak dikenakan biaya, namun kita harus mendaftar secara online dan kita akan mendapatkan email bukti pendaftaran. Untuk mendaftar, prosesnya harus dilakukan satu persatu. Nampaknya animo masyarakat akan ship tour ini luar biasa besar. Hampir semua sesi sudah penuh. Akhirnya kami pun mendapatkan sesi hari Kamis pagi. Kali ini kelompok kami secara tidak sengaja mendapatkan sesi yang sama dengan ATII Homeschool. 
Hari Kamis pun tiba. Saat kami tiba di terminal penumpang Nusantara, antrian di pintu masuk sudah lumayan. Kami pun menyiapkan email bukti pendaftaran. Setelah petugas yang ada melihat bukti tersebut, mereka akan memberikan cap di tangan kita dan juga sticker sebagai cendera mata. Setelah itu kami melewati screening area. Setiap botol kemasan sekali pakai harus ditinggalkan, sebagai salah satu komitmen mereka akan ramah lingkungan.
Sticker Greenpeace 
Setelah memasuki screening area, kami berpikir kami tinggal masuk ke dalam kapal. Ternyata untuk masuk ke dalam kapal ini tidak bisa langsung sekaligus. Maka kami kembali mengantri. Walau ruangan yang kami masuki adalah ruangan ber-AC, tetapi karena banyaknya orang yang ada, maka udara di situ terasa panas sekali. Untungnya disekitar tempat mengantri disediakan kids corner. Anak-anak bisa duduk, menggambar, ataupun bermain dance floor.
Foto dulu sambil menunggu antrian 
Akhirnya tiba juga giliran kami untuk masuk ke dalam kapal. Kapal Rainbow Warrior memang bukan kapal besar, namun cukup kuat untuk menjelajah di lautan. Kami diajak untuk menuju bagian anjungan kapal. Di bagian ini ada satu awak kapal yang bersiap-siap untuk menjelaskan tentang isi di anjungan ini. Awak kapal ini berasal dari Kanada.
Penjelasan dari uncle  
Dimulai dari sejarah mengenai si kapal. Ternyata kapal yang kami miliki adalah kapal Rainbow Warrior yang ketiga. Kapal Rainbow Warrior yang pertama berlayar dari Inggris pada tahun 1978. Sayangnya, kapal ini hancur pada 1985 karena dibom oleh seorang agen rahasia Perancis. Saat itu, para aktivitas Greenpeace mendapat teror besar-besaran karena menentang percobaan nuklir Perancis yang dilakukan di Pulau Murora. Kapal itu digantikan dengan generasi kedua. Pada tahun 2011, Rainbow Warrior generasi kedua pensiun dan diganti dengan yang sekarang bertugas. Kapal generasi ketiga ini mulai beroperasi pada 14 Oktober 2011. Kapal generasi ketiga ini dibuat di Eropa dari donasi jutaan pendukung Greenpeace di seluruh dunia. Kapal ini berlayar menggunakan tenaga angin dengan memanfaatkan sistem tiang A-frame. Teknologi ini mampu menangkap angin lebih banyak ketimbang kapal konvensional berukuran sama dan tentunya lebih ramah lingkungan.
Kompas yang sudah tidak digunakan lagi 
Di anjungan ini juga ada patung kayu berbentuk lumba-lumba. Patung yang terbuak dari kayu oak ini merupakan sumbangan salah satu pendukung lingkungan di Jerman. Menurut si om, didalam rongga patung ini terdapat botol yang berisi pesan masa depan alias time capsule.
Patung lumba-lumba yang terbuat dari kayu oak. 
Di sini juga ada jangkar tua berwarna hitam dan kemudi kayu yang merupakan bagian dari kapal Rainbow Warrior yang pertama.
Liferaft Launching.
Ruang kemudi 
Setelah selesai, tepatnya dipaksa untuk selesai oleh panitia lokal, maka kami pun berpindah masuk ke ruang kemudi. Di ruang kemudi ini seorang awak kapal yang memang biasa bertugas di ruangan ini kembali menjelaskan isi dari ruangan ini. Isi ruangan ini cukup canggih sehingga membuat kami mengingatkan anak-anak jangan sampai menyentuh supaya tidak membuat hal yang tidak diinginkan.
Sambil mendengar penjelasan sambil mengamati peralatan di ruang kemudi 
Selanjutnya kami diajak oleh panitia lokal untuk berpindah ke bagian kabin. Bagian kabinnya tidak begitu besar tetapi dapat memuat penumpang hingga 30 orang. Biasanya di ruangan ini para aktivis Greenpeace menggunakan ruang ini sebagai ruang workshop. Di tempat ini mereka dapat melakukan rapat. Para panitia lokal memutarkan video tentang kegiatan Greenpeace dan mulai melakukan presentasi yang menjelaskan apa tujuan dari kapal ini berkeliling dunia. Mereka menjelaskan bahwa setiap kita dapat berpartisipasi dalam menjaga lingkungan hidup dengan cara menjaga lingkungan di sekitar mereka ataupun mendukung kegiatan Greenpeace.
Presentasi dari tim Greenpeace Indonesia. 
Selesai dari presentasi, kami menuju bagian buritan kapal. Di bagian ini, para aktivis Greenpeace Indonesia membuka tempat untuk donasi. Bagi yang ingin mendukung Greenpeace, karena mereka adalah lembaga swadaya, bisa langsung datang ke stand ini.
Pembuatan pin gratis bagi yang datang. 
Nah, Rainbow warrior biasanya berkunjung tiap tahun ke Indonesia. Berbekal dari pengalaman kami, berikut Tips berkunjung ke Rainbow Warrior.
1. Pendaftaran untuk dapat masuk ke dalam kapal ini harus dilakukan secara online. Jika ingin pergi berempat, maka kita harus mendaftar sebanyak empat kali (boleh dengan alamat email yang sama). Dan setelah itu, kita harus menunjukkan email yang menjadi bukti tanda masuk kita. Oleh sebab itu, setelah mendaftar, jangan lupa men-download bukti pendaftaran tersebut. 
2. Botol kemasan tidak diizinkan untuk dibawa masuk. Jadi sebaiknya bawalah botol minum biasa. Di dalam sana disediakan air galon untuk refill
3. Karena antri untuk masuk ke dalam kapal lumayan lama, sebaiknya sediakan cemilan untuk jaga-jaga kalau anak-anak kelaparan. 
4. Melihat hari biasa saja sudah ramai, disarankan sih untuk pergi di hari biasa dan bukan akhir pekan, kecuali sudah siap mental untuk ramai-ramai.
Apa yang dapat dipelajari anak-anak dari kunjungan ke kapal ini? Selain mereka dapat melihat bagian-bagian kapal, yang tentunya menarik karena anak-anak dapat melihat isi ruang kemudi dan setiap bagian di kapal, anak-anak belajar bahwa menjaga lingkungan hidup merupakan hal yang penting. Banyak kekacauan yang terjadi saat kita semaunya terhadap lingkungan di sekeliling kita.
Stampel kami...

Sekilas Informasi 
Rainbow Warrior Ship Tour Greenpeace 
Tanggal acara: 24 - 29 April 2018
Waktu: sesi 1: 09.00 - 12.00, sesi 2: 13.00 - 16.00
Tempat: Terminal Penumpang Nusantara, Pelabuhan Tanjung Priok




Tidak ada komentar:

Posting Komentar