Sampah merupakan sesuatu yang tidak dapat
dihindari. Dari setiap kegiatan sederhana pun pasti akan muncul sampah. Tidak
heran TPS pun bisa menjadi gunung sampah. Di negara-negara maju, hampir setiap
sampah dipisah dan sebagian dapat didaur ulang. Bagaimana dengan negara kita?
Untuk mengetahui tentang sampah,
di bulan Juni kemarin, kami bersama komunitas ATII mengunjungi RKBN Pulo
Kambing. RKBN (Rumah Kreatif Bersatu Nusantara) Pulo Kambing merupakan salah
satu tempat bank sampah di daerah Pulo Kambing. Walaupun demikian, kegiatan
yang dapat dilakukan di sini bukan hanya tentang sampah saja, tetapi banyak hal
lain, seperti koperasi simpan pinjam, daur ulang dari sampah menjadi karya yang
cantik, sampai kepada tanaman hidroponik dan jamur.
Di hari yang sudah ditentukan,
kami disambut oleh Ibu Dian dan tim. Setelah berkenalan dan melakukan
pemanasan, Ibu Dian dan tim memperkenalkan kegiatan yang ada di RKBN Pulo
Kambing. Berhubung jumlah peserta yang banyak, maka kami pun dibagi menjadi dua
kelompok.
 |
Perkenalan oleh Ibu Dian dan tim. |
Yang pertama, anak-anak mendapatkan penjelasan tentang koperasi. Sejak 8
Januari 2014, di RKBN Pulo Kambing terdapat koperasi syariah yang awalnya untuk
masyarakat sekitar. Namun tidak menutup kemungkinan untuk masyarakat lainnya.
Salah satu program yang ditawarkan adalah NyiMas atau nyimpan emas.
 |
Penjelasan mengenai koperasi. |
NyiMas adalah program pembelian emas batangan dengan sistem cicilan
disertai fasilitas titipan dengan harga terjangkau. Cicilan emas ini dapat
dibayarkan dengan uang fisik atau dengan sampah tertentu yang dikonversikan ke
dalam rupiah. Manfaatnya tentu menarik. Selain rumah bersih dari sampah,
nasabah dapat memiliki emas.
Setelah melihat penjelasan tentang NyiMas, dan melihat bentuk emasnya, maka
kami pun berpindah tempat ke bagian Karya Kreasi. Karya Kreasi merupakan salah
satu unit usaha di RKBN yang berfokus untuk mengelola dan mengubah sampah
kering menjadi lebih bermanfaat. Sampah kering ini ada bermacam-macam, dari
kertas koran, bungkus kopi, bungkus minuman, slopan bekas minuman gelas, plastik
kresek, serbuk kayu bekas, dan lain-lain. Hasilnya cukup membuat kami terkejut.
 |
Keranjang dari kertas basah. |
 |
Rumah-rumahan dari koran. |
 |
Monas dari kardus. |
 |
Tas dari bungkus kopi. |
 |
Tempat gelas dari slopan. |
 |
Piring dari slopan. |
 |
Tas dari slopan. |
 |
Tas dari kresek. |
Setelah puas melihat benda-benda hasil kreasi dari sampah kering, kedua
kelompok yang ada dipertemukan kembali di halaman depan. Kali ini anak-anak
diajak untuk berlomba dalam memilah-milah sampah. Kali ini yang akan dipilah
adalah sampah botol dan gelas bekas. Kenapa harus dipilah? Karena dengan
memilah, maka setiap bagian dari botol menjadi bernilai tinggi. Kami pun baru
tahu bahwa tutup botol dan badan botol mempunyai harga yang berbeda per
kilogramnya.
 |
Penjelasan untuk anak-anak kecil tentang memilah sampah. |
 |
Memilah sampah dimulai. |
 |
Tampang-tampang kepanasan tetapi senang karena berhasil memilah sampah. |
Ternyata kegiatan memilah sampah membuat kami semua kepanasan dan
berkeringat. Maklum, cuaca di luar sangat panas. Kami pun kembali masuk ke
ruang tengah untuk beristirahat sebentar. Kegiatan selanjutnya adalah menanam
hidroponik. Apakah perbedaan tanaman hidroponik dengan organik? Tanaman organik
masih menggunakan tanah sebagai media penanaman. Sedangkan tanaman hidroponik
menggunakan air sebagai media penanaman. Untuk orang-orang yang tidak suka
tangannya kotor kena tangan, maka hidroponik menjadi pilihan yang menarik.
 |
Rak untuk sistem hidroponik. |
Apa saja yang dapat ditanam dengan hidroponik? Kebanyakan adalah sayuran
yang dapat dikonsumsi secara pribadi. Apa saja yang dibutuhkan? Ada rockwool,
nutrisi atau vitamin, benih, dan sistem hidroponik. Rockwool digunakan sebagai
pengganti tanah. Air yang sudah diberi nutrisi nantinya dapat disemprotkan ke
rockwool ini. Untuk percobaan, anak-anak diajak untuk menanam sawi dan juga
kangkung yang nantinya dapat dibawa pulang oleh mereka.
 |
Rockwool yang sudah diberi benih. |
 |
Pelarutan nutrisi. |
 |
Hasil percobaan mereka, untuk dibawa pulang. |
Kegiatan terakhir kami adalah membuat hiasan dari bubur kertas. Kegiatan
ini cukup menantang bagi kakak yang tidak suka tangannya kotor. Kami pun orang
tua membantu anak-anak membuat hiasan dengan cetakan yang ada. Ternyata tidak
semudah yang kami bayangkan. Dibutuhkan ketekunan dan kesabaran.
 |
Pembuatan gantungan kunci dari bubur kertas. |
 |
Gantungan kunci yang sudah jadi. |
Kegiatan kami di RKBN pun berakhir. Namun banyak hal yang dapat kami
pelajari di sini. Kami semua diingatkan bahwa sampah pun berharga jika dapat
diolah dengan tepat. Jika sampah saja dapat menjadi berharga jika dibentuk oleh
orang yang tepat, apalagi kita di tangan Tuhan. Kita akan menjadi bejana yang
indah jika kita rela dibentuk olehNya.
 |
Biji sawi yang kecil tetapi sawinya besar, seperti perumpamaan. |
 |
Budidaya jamur. |
RKBN Pulo Kambing
Jl. Swadaya PLN No.1 Jatinegaram Cakung, Jakarta
Jam operasional: 08.00
– 17.00
Tidak ada komentar:
Posting Komentar