Tampilkan postingan dengan label cinta Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cinta Indonesia. Tampilkan semua postingan

Rabu, 03 Oktober 2018

Merah Putih Indonesia


Jika berbicara tentang bulan Agustus, rasanya kami selalu menganggap bahwa bulan ini merupakan bulan yang istimewa bagi beberapa negara. Betapa tidak, banyak negara yang merdeka di bulan Agustus, seperti negara kita tercinta, Singapore, Korea, dan negara-negara lainnya. Dan jika berbicara tentang negara, tentunya akan ada banyak hal yang dapat dibahas.

Pada bulan Agustus kemarin, kami pun mengadakan pertemuan dengan tema mengenal bangsa Indonesia. Penjelasan ini diawali dengan memperkenalkan burung garuda. Burung garuda merupakan burung dari mitologi kuno yang menyerupai burung elang rajawali dan menjadi lambang negara kita. Burung garuda pun unik karena burung garuda yang menjadi lambang negara kita melambangkan hari kemerdekaan kita. Jumlah bulu di masing-masing sayap adalah 17. sedangkan jumlah bulu pada ekornya sebanyak 8 helai. Selain itu ada 19 helai bulu di bawah perisai atau pangkal ekor dan 45 helai bulu di leher. Jika dirangkai menjadi satu akan menjadi 17 Agustus 1945.
Peserta termuda :)
Di bagian bawah burung garuda pun terdapat pita dengan tulisan Bhinneka Tunggal Ika. Auntie T pun bertanya apakah anak-anak tahu artinya. Duo Lynns dengan semangat menjawab Bhin-Bhin, Atung, dan Kaka. Kepada anak-anak ini pun dijelaskan bahwa Bhinneka Tunggal Ika berarti berbeda-beda tetapi satu. Sama seperti kita semua beda-beda, tetapi hendaknya perbedaan itu membuat kita berwarna dan bukan terpecah.
Penjelasan dari auntie T 
Selanjutnya anak-anak diajak untuk melakukan aktivitas bersama-sama. Setiap anak mendapatkan kertas dengan peta Indonesia. Anak-anak diminta untuk menempelkan kertas merah dan putih, seperti warna bendera kita. Cukup seru karena ada anak yang senangnya ngruntelin  kertas, tapi tidak mau menempel dan ada juga yang sukanya menempel tapi tidak mau mengkruntel kertas.
Acara kruntelin kertas dimulai.
Peta Indonesia dalam Merah Putih.
Aktivitas selanjutnya adalah membuat bendera. Kenapa sih warnanya merah putih, bukan merah muda? Karena merah berarti berani dan putih berarti suci. Kalau merah muda, nanti beda artinya =D

Anak-anak dengan bendera Merah Putih dan Peta Indonesia
Diakhir kegiatan kami hari ini, kami diberi ’PR’ untuk membuat aktivitas di rumah, yaitu lapbook. Anak-anak pun semangat karena diberi ’PR’ oleh auntie T.
Lapbook Merah Putih.
Isi dari lapbook Merah Putih.

Kamis, 31 Agustus 2017

Monthly Meeting Dirgahayu RI ke 72


Bulan Agustus adalah bulan kemerdekaan bangsa Indonesia. Tidak hanya bangsa Indonesia sih, ada beberapa bangsa yang merayakan hari kemerdekaannya di bulan ini, antara lain negara tetangga kita Singapore yang tanggal 9 Agustus merayakan ulang tahun ke 62 dan negeri ginseng Korea Selatan yang tanggal 15 Agustus merayakan ulang tahun ke 69. Dibandingkan mereka, negara tercinta kita ini lebih dulu merdeka. Tahun ini Indonesia merayakan hari ulang tahun yang ke 72.

Tidak mau ketinggalan untuk memeriahkan ulang tahun Indonesia, tema monthly meeting komunitas homeschool kami bulan ini juga mengenai hari kemerdekaan. Dengan bernuansakan merah putih, termasuk mama-mamanya juga, anak-anak ini diajak untuk mengenal beberapa hal yang menjadi ciri bangsa Indonesia. Kali ini yang datang lumayan banyak, kurang lebih ada 18 anak. Terbayang kan ramainya :)

Diawali dengan bernyanyi bersama dan bermain bersama yang dipimpin oleh om C. Selesai bernyanyi dan bermain bersama, pengenalan mengenai Indonesia pun dimulai. PIC hari ini, auntie L, mengenalkan Pancasila beserta dengan lambang-lambang setiap sila. Setelah itu, anak-anak diminta menempelkan lambang setiap sila ke kotak yang disediakan. 
Bermain dan bernyanyi bersama
Kegiatan kedua adalah memperkenalkan rumah adat di Indonesia. Negara Indonesia terkenal keanekaragamannya, salah satunya adalah rumah adat. Agar lebih menarik, acara mengenal rumah adat dilakukan dengan bermain puzzle. Setiap gambar rumah adat digunting menjadi 6 bagian, dan setelah itu anak-anak dibagi menjadi beberapa kelompok dan diminta untuk merangkai puzzle tersebut menjadi satu gambar yang sama. Ada rumah tongkonan dari Toraja, rumah panggung dari Kalimantan, dan rumah adat lainnya. Adik dan kakak mendapatkan rumah panggung. Kalau kata adik, berarti di rumah itu tempatnya menari dan menyanyi =))
Atas: mengenal lambang setiap sila.
Bawah: Menyusun puzzle rumah adat
Kegiatan ketiga adalah mengenalkan makanan-makanan tradisional atau jajanan pasar kepada anak-anak ini. Setiap orang tua diminta untuk membawa satu jenis jajanan pasar. Berhubung pasar dekat rumah kami tidak menjual jajanan pasar, maka kami pun membuat sendiri bubur sumsum. Bubur sumsum adalah makanan khas dari pulau Jawa. Bubur dari tepung beras ini enak sekali jika dimakan dengan saos gula aren. Mama-mama yang lain ada yang membawa nagasari, putu mayang, klepon, wajik, ketan, kue lapis, centik manis, kue mangkok, dan sebagainya. Siapa yang paling senang saat kegiatan ini? Tentu saja mama-mamanya, karena setelah anak-anak memilih satu jenis jajanan pasar yang mereka ingin makan, mama-mamanya yang menikmati sisanya =D
Jajanan Pasar yang dinanti-nanti oleh mama-mama anak-anak
Acara kali ini diakhiri dengan mendoakan bangsa Indonesia. Saat ditanya siapa yang mau mendoakan bangsa ini, mereka bersemangat untuk mendoakan bangsa ini. Mereka mendoakan agar bangsa ini menjadi semakin lebih baik dan setiap anak di Indonesia dapat bertumbuh dengan baik. Apa yang dapat dipelajari anak-anak melalui monthly meeting kali ini? Melalui pertemuan kali ini, anak-anak menyadari bahwa Indonesia kaya akan segala hal baik budaya, makanan, dan adat. Dengan melihat ini semua, mereka memahami bahwa perbedaan yang ada merupakan suatu nilai tambah bagi bangsa ini. Keanekaragaman tersebut akan menjadi indah jika semua bisa saling menerima. Seperti karakter yang dipelajari oleh mereka bulan ini, perbedaan yang ada harus disikapi dengan toleransi.