Siapa yang pernah lihat Amazing
Race? Rasanya semua orang suka menonton Amazing Race. Menjadi anggota dari
suatu team yang bekerja bersama memecahkan clue yang diberikan dan berpindah
dari sana ke sini pasti seru sekali.
Di semester ini, komunitas
homeschool kami memiliki kegiatan fieldtrip. Kami para PIC pun berpikir
ingin mengunjungi musium sambil melakukan Amazing Race. Maka terciptalah
Amazing Race Nusantara.
 |
| Museum Alkitab, sebelum memulai misi hari ini. |
Sebelum hari H, kami mengunjungi
tempat-tempat tersebut, untuk melihat apakah ada hal-hal yang dapat kami
jadikan clue. Semakin dilihat, semakin banyak hal yang dapat dijadikan clue.
Sayangnya traffic di Jakarta tidak memungkinkan anak-anak untuk
menggunakan transportasi umum di setiap kegiatannya.
 |
| Penjelasan mengenai Mary Jones. |
Kegiatan kami saat Amazing Race
dimulai dari Museum Alkitab. Kami bersama-sama mendengarkan penjelasan Sejarah
Lembaga Alkitab Indonesia. Setelah itu kami pun melihat benda-benda yang
ada di Alkitab.
 |
| Group anak-anak. |
 |
| Mengenal tanaman-tanaman yang ada di Alkitab. |
 |
| Penjelasan dari staff di sana |
Setelah penjelasan selesai, anak-anak
yang berusia 9 tahun ke atas dibagi menjadi 4 kelompok dan anak-anak yang
berusia di bawah 9 tahun dikelompokkan menjadi satu. Group anak kecil diajak
pergi terlebih dahulu ke tujuan selanjutnya, yaitu McDonalds Kramat Raya untuk
makan siang terlebih dahulu. Sementara 4 kelompok yang lain harus menyelesaikan
clue yang diberikan.
 |
| Kelompok 1 |
 |
| Kelompok 2 |
 |
| Kelompok 3 |
 |
| Kelompok 4 |
Clue yang diberikan akan
mengarahkan mereka untuk pergi ke Museum Sumpah Pemuda menggunakan Trans
Jakarta dan makan terlebih dahulu di McDonalds sebelah museum. Tetapi tentunya
tidak langsung terlihat secara eksplisit. Bagi sebagian anak, ini adalah
pengalaman mereka naik TJ tanpa orang tua mereka. Tetapi ada kakak-kakak yang
sudah besar yang bisa membantu untuk mengawasi. Selain itu di setiap kelompok
ada salah satu orang tua yang menjadi bayangan.
Ada apa saja di Museum Sumpah
Pemuda? Sebelum pandemi, kami sering sekali mengunjungi Sumpah Pemuda, saat ada
pameran mengenai Dokter
Moewardi, maupun saat pameran Emma
Poeradiredja. Nampaknya pandemi membuat Sumpah Pemuda menjadi sedikit
berbeda. Dan seperti saat kunjungan kami ke museum di Seoul, pandemi membuat
tayangan digital lebih banyak terlihat.
 |
| Meja abu di entrance museum, menandakan pemilik rumah ini adalah seorang keturunan Tionghoa. |
 |
| Tayangan video yang membuat anak-anak dapat merasakan suasana saat itu. |
 |
| Keturunan Tionghoa pun turut serta dalam perjuangan kemerdekaan. |
 |
| Halaman belakang Museum Sumpah Pemuda. |
Di Museum Sumpah Pemuda, selain
mereka melihat Sejarah perjuangan pemuda, anak-anak diminta mencari para bapak
yang menjelma menjadi Jong Ambon, Batak, Celebes, dan Jawa. Para bapak ini
membawa clue mengenai tempat tujuan berikutnya. Tetapi sebelum mereka
mendapatkan clue, mereka harus bernyanyi Indonesia Raya terlebih dahulu.
 |
| Biola W.R.Soepratman |
 |
| Teks Indonesia Raya |
 |
| Aturan dalam menyanyikan Indonesia Raya |
 | | Our ex-house =D |
|
Tujuan kami berikutnya adalah
Monas. Kalau tadi anak-anak naik TJ, sekarang mereka bergabung dengan
mobil-mobil yang ada. berhubung pintu masuk terdekat untuk berjalan menuju area
cawan Monas terletak Seberang Pertamina, dan tidak ada parkiran, maka kami para
PIC jalan terlebih dahulu dan berdiri di pinggir jalan supaya anak-anak bisa
didrop sementara para bapak parkir di Museum Nasional.
 |
| Pintu terdekat menuju Monas |
Monas merupakan tugu peringatan
yang menjadi icon utama symbol perjuangan kemerdekaan Indonesia. Monas sendiri
dirancang oleh Frederich Silaban dan R.M. Soedarsono.
Ada beberapa keunikan dari tugu
yang dibangun mulai 17 Agustus 1962. Yang pertama, tubuh dan cawan tugu
terinspirasi dari konsep tradisional Lingga (alu/pestle) dan Yoni
(lesung/mortar) yang melambangkan kesuburan serta kehidupan abadi. Yang kedua,
lidah api emas yang berada di atas terbuat dari perunggu seberat 14,5 ton yang
dilapisi emas seberat 50 kg. Yang ketiga, unsur 17, 8, dan 45 dimasukkan dalam
Pembangunan Monas.
Apa saja yang dilakukan anak-anak
selama di Monas ini? Mereka bersama-sama melihat diorama penjelasan kemerdekaan
Indonesia. Setelah ini mereka ke arah luar dan mengerjakan clue yang diberikan.
Dari clue ini, mereka mendapatkan tugas untuk berfoto di Monas. Setelah itu
mereka berpindah ke tujuan berikutnya, yaitu Museum Nasional.
 |
| Rombongan anak kecil. |
 |
| Kelompok 3 yang sedang menyelesaikan clue. |
Di setiap Rabu minggu kedua,
Museum Nasional membuat program ARAMSA. ARAMSA, Akses Rabu Malam untuk Semua,
merupakan program gratis tiket masuk bagi semua pengunjung museum. ARAMSA
dimulai dari jam 16.00 hingga jam 20.00. Kami pun memanfaatkan program ini
sebagai penutup dari kegiatan Amazing Race kami.
 |
| Ganesha |
 |
| Tampilan yang berbeda dibanding saat kami ke sini dulu. |
Di Museum ini, mereka akan
menemukan 3 artefak. Sementara anak-anak dibawah usia 9 tahun bermain di area
main anak-anak.
 |
| Hm... |
Sejak pandemi usai, Museum Nasional mempunyai
tampilan yang berbeda dibandingkan saat kami mengunjungi Museum ini dulu.
Penataannya bagaikan museum-museum di luar negeri. Layar interaktif pun ada di
hampir semua bagian. Salah satu yang baru adalah ruang imersif.
 |
| Spot main bagi anak-anak kecil. |
Ruang ini merupakan instalasi
permanen dengan proyeksi video mapping ke setiap sisi dinding 360°, termasuk
lantai, dengan tata suara yang dolby sound. Anak-anak akan diajak
berpetualang dan berkelana berada di dalam ruangan ini selama 30 menit. Mereka
akan melintas dari masa ke masa untuk mengenal alam, seni, budaya, dan
nilai-nilai keindonesiaan.
 |
| Jadwal Imersif |
 |
| Mamak2 yang tidak masuk ke ruang imersif berpose bersama. |
Apakah yang ingin kami para PIC
capai dari kegiatan fieldtrip kali ini? Kami ingin agar anak-anak belajar
menyelesaikan masalah bersama dalam satu team. Anak-anak yang lebih besar
bertanggung jawab terhadap anak-anak yang lebih kecil. selain itu
kunjungan-kunjungan ke setiap museum membuat mereka belajar untuk lebih
mencintai Indonesia, siapapun yang memimpin bangsa ini.
Amazing Race Nusantara kami
diakhiri dengan makan malam. Ruang kafetaria dapat kami pinjam untuk duduk dan
makan. Anak-anak yang ditanya berkata ingin lagi mengikutI Amazing Race. Mereka
merasa kegiatan ini seru walau lelah. Namun ada juga anak-anak yang merasa
tidak ingin lagi berkeliling-keliling =D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar