Tampilkan postingan dengan label tempelan kulkas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tempelan kulkas. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Maret 2018

Craft: Tempelan Kulkas Loyalty


Bulan lalu bahasan karakter kami adalah mengenai loyalty. Loyalty atau loyal adalah menggunakan saat-saat sulit untuk menunjukkan komitmen kepada orang-orang yang dilayani. Bagi kita orang dewasa, tentunya tidak susah untuk memahami arti kata loyal. Loyal terkadang diartikan dengan setia, walaupun lebih dari setia. 

Tetapi bagi anak-anak, kata loyal agak berat. Namun salah satu bahasan dalam pelajaran Math CCC mereka telah membahas materi ini dalam bahasa yang mudah dimengerti oleh mereka. Loyal dapat diartikan juga sebagai tahu dan mengikuti keinginan mereka yang bertanggung jawab atas saya. Atau dalam bahasa anak-anak: melakukan apapun yang harus saya lakukan dan kapanpun saya diminta. 

Salah satu aktivitas yang dapat digunakan untuk mengingatkan kita agar stick to dan loyal kepada keluarga dan guru-guru kita adalah dengan aktivitas membuat tempelan kulkas. Untuk membuat tempelan kulkas, dibutuhkan magnet yang dapat membantu tempelan tersebut menempel pada kulkas. Seperti tempelan kulkas yang menempel pada magnet, maka demikian juga kita harus melekat dan loyal pada orang-orang yang mempunyai otoritas diatas kita. 

Bahan-bahan yang diperlukan adalah sebagai berikut.
1. Kertas atau karton warna-warni.
2. Alat tulis atau spidol. 
3. Magnet. 
4. Hiasan, seperti glitter, pom-pom, manik-manik. 

Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut. 
1. Diatas kertas yang ada, buatlah gambar yang diinginkan. Boleh berbentuk lingkaran, hati, persegi, dan sebagainya. 
2. Guntinglah gambar yang sudah dibuat pada langkah diatas. 
3. Mintalah anak untuk menuliskan sesuatu diatas kertas tersebut untuk orang yang ingin dia berikan, bisa orang yang mempunyai otoritas diatasnya, bisa juga orang yang dia kasihi, atau orang yang dia rasa perlu mendapatkan tempelan kulkas ini. Jika anak belum dapat menulis, anak dapat menggambar sesuatu yang dapat merepresentasikan apa yang mau dia tulis.
4. Tempelkan kertas tersebut ke atas karton, lalu gunting mengikuti bentuk yang ada.
5. Hias kertas tersebut dengan hiasan yang diinginkan si anak.
6. Tempelkan kulkas di belakang kertas tersebut, maka jadilah tempelan kulkas.
Karya adik :)
Kakak membuat satu untuk mama, sedangkan adik membuat untuk papa. Yang cukup membuat saya terkejut adalah adik membuatkan satu lagi untuk orang lain yang tidak mempunyai otoritas atasnya. Adik bilang biar ia tahu kalau adik sayang orang ini. 

Karena anak-anak sudah sering membuat tempelan kulkas, akhirnya karya yang satu ini tidak jadi diberikan magnet. But it sticks to our heart :)
Karya adik untuk papa =)





Kamis, 25 Agustus 2016

Tempelan Kulkas Bahtera Nuh

Tempelan kulkas Bahtera Nuh karya kakak.
Mulai Juli kemarin, kakak sudah mulai masuk pelajaran Science. Pendekatan Science di luar, menurut saya, cukup seru. Prinsip mereka untuk anak grade 1 adalah mengenalkan science secara menarik sehingga anak-anak tahu apa aplikasi science di sekitar mereka.

Di pelajaran unit 2 ini, anak-anak diminta untuk menemukan beberapa prinsip dasar mengenai fisika yang digunakan saat mereka bermain sehari-hari. Salah satunya dengan magnet yang ada pada tempelan kulkas. Walau kakak sudah tahu magnet, tetapi karena bacaannya begitu menarik, maka kakak pun mengikuti setiap percobaan dengan semangat. Setelah melakukan berbagai percobaan dengan magnet (belajar medan magnet secara sederhana, kutub yang sejenis dan tidak sejenis, jenis benda yang dapat ditarik oleh magnet dan yang tidak dapat ditarik oleh magnet), maka kami membuat aktivitas tempelan kulkas. Berhubung aktivitas harus dapat dilakukan oleh kedua anak yang umurnya berbeda, maka dipilihlah tempelan kulkas bahtera Nuh.

Bahan-bahan yang diperlukan
1. Piring kertas  yang sudah dibolongi di bagian pinggir-pinggirnya (1 utuh dan 1 lagi setengah). 
2. Kertas setengah lingkaran yang berbentuk seperti pelangi. 
3. Kertas berbentuk awan (bisa digambar oleh si anak). 
4. Benang kasur atau wool. 
5. Magnet. 
6. Lem. 
Bahan-bahan yang diperlukan.
Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut. 
1. Mintalah anak mewarnai gambar pelangi yang ada. 
2. Mintalah anak menghias bagian belakang dari piring kertas yang hanya setengah. Ceritanya adalah mereka memberikan gambar pintu di bagian depan dan jendela. Biarkan mereka berkreasi dengan imajinasi mereka.
3. Setelah acara mewarnai, maka tempelkanlah gambar pelangi pada piring kertas yang sisinya tidak bolong. 
4. Posisikan piring kertas yang hanya setengah di atas piring kertas yang utuh, di bagian piring kertas yang tidak ada tempelan pelanginya. 
5. Ikatkan benang kasur pada salah satu ujung, lalu biarkan si anak melakukan lacing sampai ujung. Jika sudah sampai ujung, minta si anak untuk melanjutkan kembali ke awal yang ada ikatannya. Lalu ikat kembali ujung benangnya. 
6. Tempelkan awan pada pelangi.
7. Tempelkan magnet di bagian belakang piring kertas yang tidak ada gambarnya. Usahakan di bagian yang menonjol supaya bisa menempel di kulkas. 

Dari kegiatan ini, anak-anak melatih kemampuan  lacing mereka dan juga mengingat cerita Nuh. Apalagi saat mereka diminta menghias bagian bahtera. Adik membuat dua pintu. Yang satu untuk orang, dan yang satu untuk binatang. Tetapi lucunya yang untuk binatang bisa membesar dan mengecil sesuai ukuran binatang. Sedang si kakak, pintunya hanya satu, seperti cerita Nuh, tetapi jendelanya berbentuk bunga. Namanya juga anak perempuan ya:)
Karya adik. Yang berwarna biru adalah pintu untuk binatang dan yang berwarna putih adalah pintu untuk orang.