Tampilkan postingan dengan label magnet. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label magnet. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 April 2018

Experiment: Bermain dengan Magnet


Salah satu materi yang ada dalam buku science yang digunakan oleh anak-anak adalah energi. Di buku dikatakan bahwa energi membuat benda dapat bergerak. Hukum tenaga atau hukum energi ini dapat diamati dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya adalah dengan magnet dan gravitasi.

Nah, jika anak-anak langsung disuruh menghitung berapa besar energi yang digunakan, seperti kita dahulu, maka anak-anak pasti akan merasa bosan. Maka pendekatan yang dilakukan adalah dengan menggunakan percobaan.  Kali ini kami mengadakan beberapa percobaan yang mudah dilakukan oleh anak-anak.

1. Gravitasi
Gravitasi adalah gaya tarik dari bumi. Jika ditanya, apakah gravitasi akan membuat dua benda jatuh yang jatuh bersamaan akan menyentuh lantai bersamaan, pasti anak akan menjawab tidak. Untuk mengetahuinya, maka kami mengadakan percobaan berikut.

Bahan-bahan yang diperlukan:
- Penggaris
- Penghapus
- Paper clip

Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut.
1. Mintalah anak meletakkan kedua benda di pinggir meja.
2. Dengan menggunakan penggaris, doronglah kedua benda tersebut bersama-sama.

Kedua benda tersebut akan menyentuh lantai secara bersamaan. Dengan kata lain gaya gravitasi menarik benda secara bersamaan. Untuk percobaan ini, pemilihan benda dan angin juga dapat mempengaruhi kecepatan. Oleh sebab itu, pemilihan bendanya pun harus hati-hati dan diusahakan di ruangan tertutup.
Memancing dengan Magnet 
2. Memancing dengan magnet.
Tujuan eksperimen ini adalah membuat anak melihat bahwa ada yang namanya daerah medan magnet yang dapat membuat benda disekitarnya tertarik kepada magnet tersebut.

Bahan-bahan yang diperlukan:
- Magnet.
- Wadah yang berisi tepung terigu.
- Beberapa benda yang mengandung besi seperti paper clip, peniti, dan sebagainya.

Caranya mudah sekali. Saya memasukkan paper clip tersebut ke dalam wadah yang berisi tepung. Kemudian anak-anak bergantian mencoba menarik clip tersebut. Pertama-tama dari jarak yang jauh, kemudian dari jarak yang dekat. Dari kegiatan ini anak-anak dapat menyimpulkan bahwa semakin dekat jarak antara magnet dengan tepung, semakin mudah paper clip tersebut terpancing. Semakin jauh jarak antara magnet dengan tepung, semakin kecil kemungkinan paper clip tersebut terpancing.
 
3. Merasakan tarikan magnet.
Tujuan dari percobaan ini adalah membuat anak merasakan tarikan magnet terhadap benda yang mereka pegang.

Bahan-bahan yang diperlukan:
- Magnet yang kuat dan magnet yang lemah.
- Beberapa benda yang mengandung besi seperti paper clip, peniti, dan sebagainya.

Mintalah anak untuk memegang benda di tangan kiri dan magnet di tangan kanan. Dengan perlahan mintalah si anak untuk mendekatkan magnet ke benda dan sampai benda tersebut ditarik oleh magnetnya. Lakukan hal yang sama dengan magnet yang satunya. Dari kegiatan ini anak-anak akan menyimpulkan bahwa daya tarik magnet yang satu dengan daya tarik magnet yang lain berbeda. Bahkan dalam percobaan kami, dari magnet yang kami miliki, magnet yang kecil ternyata lebih kuat daripada magnet yang ukurannya lebih besar.
Membuat magnet. 
4. Membuat magnet.
Aktivitas ini menjadi aktivitas yang paling Duo Lynns sukai. Tepatnya mereka norak melihat percobaan ini. Mereka tidak pernah menyangka dengan menggosokkan magnet ke jarum secara satu arah dapat membuat jarum mempunyai daya magnet sementara.

Bahan-bahan yang diperlukan:
- Magnet yang kuat.
- Jarum besar.
- Paper clip.

Mintalah anak untuk menggosokkan magnet ke jarum besar secara searah selama berkali-kali. Setelah itu mintalah anak mencoba untuk menggunakan jarum tersebut untuk menarik paper clip. Paper clip tersebut akan menempel pada jarum, seperti pada magnet.

Anak-anak terlihat antusias saat melakukan percobaan-percobaan diatas. Bahkan adik sampai menangis tidak mau berhenti membuat magnet. Walau belum tahu apakah ke depannya anak-anak ini juga akan antusias menghitung energi secara tertulis, namun percobaan-percobaan yang dilakukan ini membuka wawasan mereka terhadap energi. Harapan mamanya sih semoga nanti saat harus menghitung, mereka lebih bisa daripada mamanya :)

Sabtu, 17 Maret 2018

Craft: Tempelan Kulkas Loyalty


Bulan lalu bahasan karakter kami adalah mengenai loyalty. Loyalty atau loyal adalah menggunakan saat-saat sulit untuk menunjukkan komitmen kepada orang-orang yang dilayani. Bagi kita orang dewasa, tentunya tidak susah untuk memahami arti kata loyal. Loyal terkadang diartikan dengan setia, walaupun lebih dari setia. 

Tetapi bagi anak-anak, kata loyal agak berat. Namun salah satu bahasan dalam pelajaran Math CCC mereka telah membahas materi ini dalam bahasa yang mudah dimengerti oleh mereka. Loyal dapat diartikan juga sebagai tahu dan mengikuti keinginan mereka yang bertanggung jawab atas saya. Atau dalam bahasa anak-anak: melakukan apapun yang harus saya lakukan dan kapanpun saya diminta. 

Salah satu aktivitas yang dapat digunakan untuk mengingatkan kita agar stick to dan loyal kepada keluarga dan guru-guru kita adalah dengan aktivitas membuat tempelan kulkas. Untuk membuat tempelan kulkas, dibutuhkan magnet yang dapat membantu tempelan tersebut menempel pada kulkas. Seperti tempelan kulkas yang menempel pada magnet, maka demikian juga kita harus melekat dan loyal pada orang-orang yang mempunyai otoritas diatas kita. 

Bahan-bahan yang diperlukan adalah sebagai berikut.
1. Kertas atau karton warna-warni.
2. Alat tulis atau spidol. 
3. Magnet. 
4. Hiasan, seperti glitter, pom-pom, manik-manik. 

Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut. 
1. Diatas kertas yang ada, buatlah gambar yang diinginkan. Boleh berbentuk lingkaran, hati, persegi, dan sebagainya. 
2. Guntinglah gambar yang sudah dibuat pada langkah diatas. 
3. Mintalah anak untuk menuliskan sesuatu diatas kertas tersebut untuk orang yang ingin dia berikan, bisa orang yang mempunyai otoritas diatasnya, bisa juga orang yang dia kasihi, atau orang yang dia rasa perlu mendapatkan tempelan kulkas ini. Jika anak belum dapat menulis, anak dapat menggambar sesuatu yang dapat merepresentasikan apa yang mau dia tulis.
4. Tempelkan kertas tersebut ke atas karton, lalu gunting mengikuti bentuk yang ada.
5. Hias kertas tersebut dengan hiasan yang diinginkan si anak.
6. Tempelkan kulkas di belakang kertas tersebut, maka jadilah tempelan kulkas.
Karya adik :)
Kakak membuat satu untuk mama, sedangkan adik membuat untuk papa. Yang cukup membuat saya terkejut adalah adik membuatkan satu lagi untuk orang lain yang tidak mempunyai otoritas atasnya. Adik bilang biar ia tahu kalau adik sayang orang ini. 

Karena anak-anak sudah sering membuat tempelan kulkas, akhirnya karya yang satu ini tidak jadi diberikan magnet. But it sticks to our heart :)
Karya adik untuk papa =)





Kamis, 25 Agustus 2016

Tempelan Kulkas Bahtera Nuh

Tempelan kulkas Bahtera Nuh karya kakak.
Mulai Juli kemarin, kakak sudah mulai masuk pelajaran Science. Pendekatan Science di luar, menurut saya, cukup seru. Prinsip mereka untuk anak grade 1 adalah mengenalkan science secara menarik sehingga anak-anak tahu apa aplikasi science di sekitar mereka.

Di pelajaran unit 2 ini, anak-anak diminta untuk menemukan beberapa prinsip dasar mengenai fisika yang digunakan saat mereka bermain sehari-hari. Salah satunya dengan magnet yang ada pada tempelan kulkas. Walau kakak sudah tahu magnet, tetapi karena bacaannya begitu menarik, maka kakak pun mengikuti setiap percobaan dengan semangat. Setelah melakukan berbagai percobaan dengan magnet (belajar medan magnet secara sederhana, kutub yang sejenis dan tidak sejenis, jenis benda yang dapat ditarik oleh magnet dan yang tidak dapat ditarik oleh magnet), maka kami membuat aktivitas tempelan kulkas. Berhubung aktivitas harus dapat dilakukan oleh kedua anak yang umurnya berbeda, maka dipilihlah tempelan kulkas bahtera Nuh.

Bahan-bahan yang diperlukan
1. Piring kertas  yang sudah dibolongi di bagian pinggir-pinggirnya (1 utuh dan 1 lagi setengah). 
2. Kertas setengah lingkaran yang berbentuk seperti pelangi. 
3. Kertas berbentuk awan (bisa digambar oleh si anak). 
4. Benang kasur atau wool. 
5. Magnet. 
6. Lem. 
Bahan-bahan yang diperlukan.
Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut. 
1. Mintalah anak mewarnai gambar pelangi yang ada. 
2. Mintalah anak menghias bagian belakang dari piring kertas yang hanya setengah. Ceritanya adalah mereka memberikan gambar pintu di bagian depan dan jendela. Biarkan mereka berkreasi dengan imajinasi mereka.
3. Setelah acara mewarnai, maka tempelkanlah gambar pelangi pada piring kertas yang sisinya tidak bolong. 
4. Posisikan piring kertas yang hanya setengah di atas piring kertas yang utuh, di bagian piring kertas yang tidak ada tempelan pelanginya. 
5. Ikatkan benang kasur pada salah satu ujung, lalu biarkan si anak melakukan lacing sampai ujung. Jika sudah sampai ujung, minta si anak untuk melanjutkan kembali ke awal yang ada ikatannya. Lalu ikat kembali ujung benangnya. 
6. Tempelkan awan pada pelangi.
7. Tempelkan magnet di bagian belakang piring kertas yang tidak ada gambarnya. Usahakan di bagian yang menonjol supaya bisa menempel di kulkas. 

Dari kegiatan ini, anak-anak melatih kemampuan  lacing mereka dan juga mengingat cerita Nuh. Apalagi saat mereka diminta menghias bagian bahtera. Adik membuat dua pintu. Yang satu untuk orang, dan yang satu untuk binatang. Tetapi lucunya yang untuk binatang bisa membesar dan mengecil sesuai ukuran binatang. Sedang si kakak, pintunya hanya satu, seperti cerita Nuh, tetapi jendelanya berbentuk bunga. Namanya juga anak perempuan ya:)
Karya adik. Yang berwarna biru adalah pintu untuk binatang dan yang berwarna putih adalah pintu untuk orang.