Jumat, 28 April 2017

Tips Berburu Buku di Big Bad Wolf


"Who's affraid of the big bad wolf, big bad wolf, big bad wolf?"

Saya sih takut dengan yang namanya serigala. Tetapi ada satu serigala yang tidak saya takuti, yaitu serigala yang suka jual buku bagus dan murah. Big Bad Wolf merupakan acara pameran buku dengan diskon 60% - 80%. Pameran buku ini dimulai pertama kali pada tahun 2009 di Kuala Lumpur. Sedang di Indonesia baru diadakan pertama kali tahun lalu.
Activity books untuk anak-anak dengan harga yang murah.
Bagi kami, buku merupakan sesuatu yang berharga. Kalau disuruh shopping, mata saya tidak pernah hijau. Tetapi kalau melihat buku, saya mudah sekali tertarik. Oleh sebab itu, saat tahun lalu diadakan acara The Big Bad Wolf Book Sale, kami menyempatkan datang pagi-pagi di hari terakhir. Kami sempat memborong buku, walaupun mencarinya susah karena sudah berantakan, dan tidak mengalami antrian saat membayar. Saat itu kami bertekad untuk datang lagi tahun depan di hari pertama, supaya dapat memilih buku-buku dalam keadaan masih rapih dan lengkap.
Architecture and design corner
Tahun ini Big Bad Wolf kembali diadakan mulai dari tanggal 21 April - 2 Mei 2017 di ICE BSD nonstop alias tidak tutup. Hal ini membuat kami semangat ke sana. Apalagi ternyata pihak BBW mengadakan preview sale pada tanggal 20 April 2017 dan yang masuk harus membawa tiket VIP. Saya pun iseng-iseng berhadiah mengikuti kuiz dan memasukkan blog. Dan kami pun mendapatkan keduanya. Senang rasanya. Apalagi dapat voucher Rp 100.000,00. Walaupun kami berpikir pasti pemegang tiket VIP akan banyak karena ternyata mendaftar jadi member saja bisa mendapatkan tiket VIP. Perjalanan menuju ICE pun tidak mudah karena kami harus menghindari macet akibat pengalihan pintu tol Karang Tengah. 
Hore... dapat tiket VIP dan voucher.
Saat kami sampai di ICE BSD, antrian mobil sudah cukup banyak. Karena kami sampai di pintu hall 10, oleh pihak keamanan kami diminta masuk lewat pintu 8. Kami pun berjalan menuju pintu hall 8 tetapi pintu tersebut masih dikunci. Akhirnya kami dan para pemegang tiket VIP lainnya berjalan menuju hall 7. Pihak kemananan tidak memberikan kami berjalan menuju hall 6 karena hall 6 dipakai untuk Disney on Ice. Kami diminta untuk kembali ke hall 10 karena kami harus masuk dari sana. Tentu saja rombongan pemegang tiket VIP tidak mau. Mereka meminta pihak keamanan untuk mengontak dengan walkie talkie-nya daripada setelah kembali ke hall 10 kami disuruh balik lagi ke hall 8. Karena si adik kepingin ke toilet, maka kami meninggalkan papa di situ untuk menunggu hasil keputusan. Kami numpang masuk dari hall 6 dan mencari toilet terdekat. Setelah debat antara pihak keamanan dan yang berjaga di pintu dengan para pemegang tiket, akhirnya pintu hall 7 pun dibuka. 
Antrian masuk ICE dan antrian pengambilan tiket VIP untuk member BBW.
Antrian untuk mengambil tiket cukup panjang. Karena tiket VIP saya didapatkan dari jalur blogger dan pemenang kuiz trivia, saya tidak harus antri di jalur yang mendapatkan tiket VIP dari daftar menjadi member. Saat kami masuk, kami berpikir untungnya dapat tiket VIP karena di dalam sepi tidak ramai seperti dulu. Tetapi herannya banyak keranjang dan troli yang sudah penuh dan diletakkan di suatu sisi yang kosong. 
Food court dan pengunjung yang ada.
Tetapi setelah berbelanja, preview sale tidak seperti yang kami bayangkan. Banyak buku bagus yang diambil oleh pihak jasa titip. Terlebih lagi saat proses pembayaran. Setelah menghabiskan waktu 4 jam untuk mengantri membayar, dan berbincang dengan pengantri lainnya, kami menyimpulkan beberapa hal.
For Lego mania
Beberapa kemajuan positif dari BBW kali ini:
1. Dengan adanya lay out yang jelas, pencarian buku berdasarkan jenis-jenisnya menjadi lebih cepat. Hal ini tentu memudahkan book's lover seperti kami .
cookery books
Christmas books
2. Pilihan buku aktivitas dan buku anak-anak yang semakin banyak. Dari wipe clean books, board books, Christmas books, sticker books, dan buku aktivitas bertema lainnya. Plus semua masih rapi karena masih hari pertama. Berbeda dengan pengalaman kami tahun lalu yang harus mencari buku yang berantakan.
Picture books
3. Food court dan area bermain bagi anak-anak disediakan di dalam area BBW. 
4. Ada charging station bagi pengunjung yang batere handphonenya sudah mulai sekarat. 
Booth Mandiri dan charging station
5. Karena kali ini BBW bekerjasama dengan Grab, tentunya pengunjung yang tidak membawa mobil tidak susah mencari kendaraan untuk pulang.
Art and crafts books
6. Bagi yang sudah membeli, disediakan tempat penyimpanan belanjaan di depan pintu hall 10. Jadi pengunjung dapat mengambil kendaraan baru menuju ke hall 10 untuk mengambil barang. Hal ini memudahkan pengunjung dengan tidak usah menenteng belanjaan ke parkiran, apalagi kalau hujan.

Kekurangan saat preview sale BBW dan dapat menjadi masukan bagi pihak BBW:
1. Kurangnya koordinasi antara panita dengan pihak keamanan sehingga kami dioper sana-sini saat mau masuk.
2. Kurangnya informasi bahwa untuk pembelian makanan di food court dan area bermain harus menggunakan e-money. Sejauh mata memandang, kasir hanya ada satu kemarin, akibatnya antrian untuk membayar makanan pun panjang. Bahkan beberapa ibu mengeluh karena harus mengantri padahal sudah kelaparan.
3. Pihak panitia kurang tegas tentang antrian. Kami sudah mengantri sampai depan gerbang dan disuruh kebelakang tanpa ada kejelasan. Tetapi setelah itu banyak yang langsung nyelak dari samping tidak dilarang oleh mereka. 
4. Penjelasan dari pihak Mandiri pun kurang. Kami sempat bertanya tentang penggunaan Mandiri. Mereka hanya berkata bisa menggunakan point untuk fast track dan jika membayar dengan debit Mandiri untuk pembelanjaan diatas 1 juta akan mendapatkan voucher belanja yang hanya dapat digunakan di hari libur atau weekend. Ternyata setelah mengantri 4 jam, pihak kasir berkata bahwa pembayaran dengan debit bisa kapan saja, tetapi jika ingin mendapatkan voucher belanja, harus melakukan transaksi di weekend dan vouchernya juga untuk weekend. Padahal saat bertanya di booth Mandiri, mereka tidak menjelaskan hal ini.
5. Memang ada jalur fast track, tetapi untuk penggunaannya harus memotong fiesta point yang ada sebesar 100 point di booth Mandiri, bukan di kasir. Jadi kemarin kami tidak mendapat info ini saat bertanya ke booth Mandiri. 
6. Jalur fast track yang ada bukan berarti jika lewat jalur itu maka akan ada kasir khusus. Jalur fast track hanya berarti bahwa si pengantri tidak harus mengantri di maze, tapi akan bersama-sama dengan jalur antrian lain di saat mengantri kasir. Akibatnya sempat ada ibu-ibu yang dari jalur fast track juga harus mengantri 3,5 jam dan masuk jalur antrian sama seperti kami. Dia mengeluh apa gunanya potong point 100 tetapi tetap panjang.
7. Kasir yang ada sangat banyak, hampir 50, tetapi tidak dibedakan antara jalur yang belanja sedikit dan yang bertroli-troli. Belum lagi terkadang sistemnya error. Andaikan dipisah, mungkin antrian yang belanja  tidak akan begitu panjang. Jadi akan lebih baik jika antrian antara yang belanja bertroli-troli seperti para jasa titip dengan yang belanja untuk keperluan sendiri yang tidak sampai 1 troli dipisahkan. 
Area dekat toilet yang menjadi tempat para jastip mengumpulkan buku 
Karena kejadian di preview sale yang tidak mengenakkan bagi para pemegang tiket VIP, banyak yang kecewa dan saling bercerita saat antri membayar. Dapat dimengerti sih kekecewaan para pemegang tiket VIP yang memang pencinta buku dan harus berlomba dengan jasa titip yang mengambil buku sampai bertroli-troli walau belum tentu dibeli dan sesudah itu meletakkan buku-buku yang tidak jadi dibeli secara sembarangan. Walau para jasa titip membantu para pecinta buku yang tidak dapat pergi, tetapi ada baiknya teknis untuk pembayaran dan jumlah pengambilan buku dibatasi. Dan untungnya pihak BBW dengan rendah hati meminta maaf kepada para pemegang tiket VIP. Dan melihat live report mereka kemarin, sepertinya sudah ada perbaikan di jalur antrian ke kasir.
Permohonan maaf BBW
Nah, untuk yang baru mau mengunjungi BBW, ada beberapa tips yang mungkin dapat kami bagikan saat mengunjungi Big Bad Wolf.
1.Kenakan pakaian dan alas kaki yang nyaman. Tentunya acara hunting buku membuat kita harus gerak cepat. Kalau baju terlalu manis malah jadi susah untuk bergerak. 
2. Bawalah minuman dan makanan ringan. Di sana sih memang ada food court, tapi ternyata harus membayar dengan e-money Mandiri (harga kartu Rp 75.000,00 dengan isi Rp 25.000,00). Walaupun punya, ternyata untuk memesan makanan harus mengantri panjang, membayar di kasir khusus pun harus mengantri panjang. Jadi lebih baik membawa cemilan dan minuman dalam tas. 
3. Datanglah di jam-jam yang tidak begitu padat. Mungkin subuh dan bukan weekend dapat menjadi waktu yang tepat.
4. Buat list buku apa saja yang ingin dibeli. Banyaknya buku bagus di sana dapat membuat mata hijau. Daripada lupa apa yang mau dicari, lebih baik buat list-nya. Setelah buku-buku yang diinginkan sudah didapatkan, barulah hunting buku-buku lainnya jika budget masih cukup. 
5. Bawa koper jika belanjaan banyak. Di sana sih disediakan troli dan keranjang untuk meletakkan buku-buku yang akan dibeli. Tetapi just in case kehabisan troli dan keranjang, karena sudah dipakai oleh jasa titip buku, dan supaya tidak repot menenteng plastik, disarankan sih membawa koper.
6. Pelajari layout letak buku terlebih dahulu. Karena letaknya yang luas, lebih baik kita sudah mengetahui dimana letak buku-buku yang mau kita cari.
Lay out BBW 2017
7. Pergilah berdua atau bawa teman. Mengapa? Supaya ada teman ngobrol dan bisa saling menjaga saat sedang antri membayar atau saat kita mau ke toilet. Kalau sampai sendiri, sambil mengantri bisa sambil membaca buku yang mau dibeli.
Antrian saat membayar
8. Bagi yang membawa anak, seperti kami dan teman-teman kami, sebaiknya pergi berdua (baik dengan teman ataupun dengan pasangan). Kalau kami sih biasanya bergantian menjaga anak-anak. Jadi saya berkeliling mencari buku yang diinginkan, si papa yang menemani anak-anak membaca buku. Setelah itu giliran papa mencari buku, saya menemani anak-anak membaca buku. Dan yang terpenting, beritahu anak-anak agar tidak berpindah tempat dan tidak memberantak buku. Jadi mereka tahu bahwa mereka boleh membaca tetapi tidak mengembalikan buku pada tempatnya. Seperti kemarin, Duo Lynns malah sibuk merapikan buku yang diletakkan sembarangan di depannya. Kita juga harus melatih anak-anak untuk bertanggungjawab dari kecil bukan? 
8. Pastikan handphone kita sudah di-charged dan kalau perlu bawa power bank
9. Saat membayar, kami biasanya memilah buku berdasarkan harga. Tujuannya memudahkan kami untuk memeriksa nota dan memudahkan pihak kasir juga. Biasanya kami menghitung ada berapa item yang kami beli. Sehingga saat memeriksa nota, kami pun dapat memeriksa dengan cepat. 
9. Untuk pembayaran, mereka menerima uang tunai, kartu kredit berlogo visa. Sedang untuk debit, mereka hanya menerima debit Mandiri. Jadi tidak dapat menggunakan debit BCA. Banyak yang masih bertanya dan sampai sana kebingungan untuk membayar.
10. Bagi yang mempunyai kartu debit Mandiri dan kartu kredit Mandiri, pastikan dulu promonya. Kalau perlu, tanya sampai detil sekali (pembayaran dengan debit bisa kapan saja, tetapi jika ingin mendapatkan voucher belanja, harus melakukan transaksi di weekend dan vouchernya juga untuk weekend dan untuk penggunaan jalur fast track harus memotong fiesta point yang ada sebesar 100 point di booth Mandiri, bukan di kasir). 
11. Andai tidak membawa kendaraan, jangan kuatir karena di sana ada pool Grab di Hal 10. 



Bagaimana dengan kami? Kami sih tidak kapok untuk datang lagi, hanya mungkin mencari waktu yang pas saja, karena koleksi buku dan harga yang menarik yang ditawarkan oleh pihak BBW. Oya, jangan lupa mengakhiri kunjungan dengan mampir ke Aeon Mall untuk makan sushi di sana. Selamat berburu buku yang auuwsome;)
Buku tentang cara menggambar hanya Rp 100.000,00 saja.
Update: 
Voucher untuk artikel yang terpilih :)
Kamis kemarin kami kembali ke BBW karena artikel ini terpilih (hore...) dan mendapatkan voucher Rp 200.000,00. Mereka baru restock buku, banyak sekali, dan antrian di kasir jauh lebih ok dibanding saat preview sale kemarin. Salah satu pihak BBW menyatakan memang saat preview sale terjadi kekacauan yang membuat pihak mereka juga kaget. Tetapi pada hari kedua, semua sudah berjalan jauh lebih baik. 
Antrian kasir yang sangat manusiawi dan cepat.
Keep up the good work, BBW team :)

The Big Bad Wolf Book Sale
21 April- 2Mei 2017
ICE BSD


Jumat, 21 April 2017

Craft Paskah Kami :)

Kamis yang lalu, kami membuat aktivitas yang berhubungan dengan Paskah. Awalnya saya berencana membuat aktivitas berbau Paskah di hari Sabtu untuk menyambut Paskah. Belum terbayang aktivitasnya, karena baru mau mencari ilham di hari Jumat, tetapi karena kakak gundah gulana dengan tangannya yang digips, akhirnya aktivitas ini dikerjakan di hari Kamis demi menghibur kakak yang kepingin membuat sesuatu dengan satu tangan.

Kotak craft pun dibuka dan Duo Lynns sibuk memilih bahan-bahan yang ingin mereka gunakan. Mereka memilih kertas warna-warni yang sudah digunting kecil-kecil dan pom-pom. Mama pun terpaksa memutar otak dan akhirnya memutuskan untuk membuat 2 aktivitas ini.
Kolase Salib
1. Kolase Salib
Aktivitas pertama yang kami lakukan adalah membuat kolase salib dengan menggunakan kertas. Idealnya sih kertasnya diremas-remas lalu ditempel, tetapi karena Duo Lynns tertarik dengan potongan kertas warna-warni, maka kami pun menggunakan kertas warna-warni yang sudah digunting kecil-kecil.

Bahan yang diperlukan:
1. Kertas warna-warni, kebetulan punya kami dominan emas. 
2. Kertas atau karton putih. 
3. Lem. 
4. Isolasi.

Langkah-langkahnya: 
1. Gambar bentuk salib diatas kertas atau karton putih.
2. Beri lem pada kertas tersebut. Biasanya saya meminta anak-anak memberikan lem sedikit demi sedikit pada salah satu bagian supaya mereka tidak terburu-buru mengerjakannya. 
3. Taburi kertas warna-warni tersebut ke atasnya. 
4. Beri kembali lem pada bagian yang lain dan taburi kembali kertas warna-warni. Lakukan sampai seluruh bagian gambar salib tersebut tertutup kertas warna-warni. 
5. Rapikan kertas warna-warni yang ada pada salib. 
6. Untuk membuat kertas tersebut tidak mudah copot, berikan isolasi diatas salib tersebut. 
7. Guntinglah gambar salib tersebut dan tempelkan diatas bidang apapun yang diinginkan.
Biasanya saya memanfaatkan kertas undangan yang tebal sebagai alasnya.

Kubur Kosong versi kakak
2. Kubur Kosong

Bahan yang diperlukan:
1. Piring Kertas
2. Stick es krim 5
3. Benang
4. Pom pom
5. Pensil 
6. Lem fox atau glue gun
Piring kertas dan stick es krim
Langkah-langkahnya:
1. Lipat piring kertas menjadi 2 dan gunting. 
2. Di salah satu piring kertas yang digunting, gambarlah setengah lingkaran kecil dan gunting gambar tersebut. 
3. Warnai bagian setengah lingkaran kecil tersebut dengan pensil. 
4. Lekatkan kedua bagian piring kertas tersebut seperti membentuk gua, kemudian lekatkan setengah lingkaran kecil tersebut di sisi sampingnya. 
Kubur Kosong dan 2 salib biasa plus 1 salib dengan hiasan pom-pom.
5. Untuk salibnya, gunting dua stick es krim menjadi dua bagian.
6. Gabungkan bagian yang sudah dipotong dengan stick es krim yang masih utuh untuk membentuk salib. 
7. Ikat dengan benang. Ulangi kembali hingga terbentuk 3 salib. 
8. Hiasi salah satu salib dengan pom-pom. 
9. Setelah lem pada salib yang ada pom-pom kering, tempelkan ketiga salib tersebut di bagian belakang gua.

Kubur kosong dengan donat
3. Kubur Kosong (makanan) 
Sebetulnya aktivitas ini dilakukan saat anak-anak di gereja tahun lalu, tetapi kami membuat ulang karena anak-anak suka. Maklum, ada makanan yang jarang mereka bisa makan. Hehehe

Bahan-bahan yang diperlukan:
1. Donat, bagi menjadi dua.
2. Roti tawar, kami memakai roti tawar gandum.
3. Oreo
4. Tusuk gigi

Langkah-langkahnya:
1. Letakkan roti tawar sebagai alas. 
2. Letakkan donat diatas roti tawar tersebut. Agar donat dapat berdiri, tusukkan tusuk gigi pada donat dan roti. 
3. Letakkan oreo dibagian depan donat.

Jadi deh kubur kosong dan snack anak-anak. Lebih dari sekedar membuat aktivitas, kiranya momen Paskah ini membuat anak-anak mengingat akan arti dibalik aktivitas ini.

S'bab Dia hidup ada hari esok
S'bab Dia hidup, ku tak gentar
Kar'na ku tahu Dia pegang hari esok
Kubur kosong membuktikan Dia hidup

Kubur kosong versi adik

Selasa, 11 April 2017

Craft: Bunga dari Kayu Serutan Pensil

Bunga dari Kayu Serutan Pensil
Akhirnya ada kesempatan juga untuk membuat artikel tentang aktivitas yang satu ini. Aktivitas ini sudah dilakukan dari bulan lalu. Sayangnya karena kakak akhir bulan lalu ada sedikit 'accident', maka saya baru sempat menulis saat ini. Ok, mari kita kembali ke topik. Jangan bingung ya saat membaca judulnya. Memang betul aktivitas kali ini menggunakan kayu serutan pensil.

Begini, saya termasuk orang yang senang berkreasi dari bahan yang murah meriah, gampang dicari, dan kalau perlu tidak mengeluarkan biaya (namanya juga mama-mama=P) Tahun lalu, saya sempat melihat salah satu kreativitas yang menggunakan bekas serutan pensil. Menurut saya, bagus juga nih. Sayangnya, untuk mendapatkan bekas serutan yang bagus itu agak susah. Akhirnya kami mengumpulkan pelan-pelan, dan setelah terkumpul, aktivitas ini dapat dilaksanakan. Dan kebetulan, tema monthly meeting komunitas CCHC bulan lalu adalah bunga. 

Bahan yang diperlukan:
1. Karton manila putih.
2. Lem fox atau glue gun
3. Bekas serutan pensil warna, lebih bagus jika pensilnya berbentuk segitiga
4. Glitter atau cat air
5. Spidol coklat.

Langkah-langkah:
1. Tempelkan bekas serutan yang ada sehingga membentuk bunga.
2. Buat beberapa bentuk bunga yang berbeda warna dan tempelkan secara acak. 
3. Berikan glitter atau cat air yang sesuai dengan pensil warna yang ada.
4. Biarkan cat air atau glitter tersebut kering.
5. Setelah kering, tarik garis dari masing-masing bunga menuju satu titik dibagian bawah.
Langkah 1, 2, dan 3
Saat selesai, saya bertanya kepada anak-anak bagian mana yang mereka suka. Sudah pasti jawabannya adalah saat memberikan glitter dibagian tengah bunga. Bagi saya, bagian yang paling menegangkan dalam proses pembuatan bunga ini adalah bagian menempelkan kayu serutan tersebut. Mengapa? Karena anak-anak suka iseng meremas kayu tersebut. Untuk menambah kemanisan dari bunga ini, kami menambahkan bingkai dari sisa kertas kado yang ada di rumah. Untuk berkreasi memang tidak perlu barang mahal, bukan? 
Setelah ditarik garis ke bawah. Manis bukan?



Jumat, 31 Maret 2017

It's Love, Love, Love :)


Jika mendengar kata "bulan" dan "love", hampir kebanyakan orang akan berpikir tentang Februari. Kenapa sih? Karena di bulan Februari ada hari Valentine. Tapi kali ini tema kasih atau love dalam aktivitas kami ada di bulan Maret. 

Diawali dengan family project membuat bentuk Love yang terunik di sekolah minggu anak-anak. Tetapi apa daya karena bulan ini adalah bulan yang sibuk bagi kami, maka tertunda sudah urusan membuat bentuk Love yang unik. Alhasil, yang jadi adalah gantungan dinding kreasi Duo Lynns untuk sahabatnya. 

1. Hiasan dinding Love
Yang ini sederhana sekali buatnya. Hanya membutuhkan kertas kokoru, karton, dan pita. Kertas kokoru yang ada dibagi dua dan digulung tanpa harus dilem. Setelah digulung, gulungannya dilepas dan ditempelkan dengan gulungan kertas kokoru lainnya untuk membentuk hati. Kemudian tinggal ditempel ke kertas karton pink. 
Hiasan atau gantungan dinding bentuk love
2. Family Project Bentuk Love Terunik
Berhubung deadline pengumpulan project sudah dekat, maka pembuatan bentuk love pun hanya dengan menggunakan barang-barang yang ada. Karena namanya family project, tentunya aktivitas yang dipilih dapat dikerjakan oleh anak dan orang tua yang membantu. Masih dengan tema kokoru, kakak membuat gulungan-gulungan kokoru yang dilem dan merangkainya menjadi bentuk hati. Adik dengan gulungan yang dibuka lagi, dan ditempel menjadi hati. Mamanya? Bagian mamanya adalah membuat origami bentuk hati dan membantu menempelkan kokoru dengan glue gun. Yang menghias tentu saja anak-anak. 
Kiri atas: hasil gulungan adik. Kanan atas: love-nya adik.
Kiri bawah: love-nya kakak. Kanan bawah: Love project buatan kami
Apakah hati buatan kami menang? Tidak =D tetapi setidaknya keterlibatan anak-anak dalam pembuatan sangat banyak dan kami mengerjakannya bersama. Itu inti dari family project, bukan? 

3. Sensitivity Craft 
Tema karakter bulan Maret adalah sensitivity atau kepekaan. Dalam karakter ini anak-anak belajar untuk memahami perasaan orang lain dan bertindak sesuai dengan keadaan. Craft yang harus dibuat pun berhubungan dengan perasaan. 

Bahan yang diperlukan hanyalah 4 stick ice cream, amplop, dan pensil warna, spidol atau crayon. Diatas stick ice cream digambari 4 ekspresi yang biasa ditemui, yaitu senang, sedih, marah, dan kaget. Sedangkan di amplop bagian belakang digambar bentuk hati dan diwarnai dengan warna merah atau pink. Nantinya keempat stick itu dimasukkan ke amplop dengan posisi berdiri.
Sensitivity craft
Apakah tujuannya? Anak-anak diminta untuk mengamati mengapa dan kapan orang merasa sedih, senang, marah, dan kaget. Setelah kita tahu kapan orang merasakan perasaan seperti itu, maka kita harus mengasihi semua orang dan bersikap sesuai dengan keadaannya. 

Demikianlah aktivitas kami yang berhubungan dengan bentuk love. Dan memang di akhir bulan ini kakak harus mempraktekkan tentang kasih ini kepada siapapun :) 
Keisengan Duo Lynns dengan kertas krep setelah membuat family project
Atas: turtle head-snake. Bawah: ikan dalam akuarium.

Selasa, 21 Maret 2017

Menyelesaikan Perselisihan Anak-anak


"Anaknya manis-manis ya. Di rumah tidak pernah berantem?" 

"Mereka selalu akur ya....so sweet deh."

Dua kalimat tersebut sering keluar dari mulut orang-orang yang sering bertemu kami atau baru pertama kali bertemu kami. Memang Duo Lynns terlihat begitu manis jika sedang main bersama. Dan banyak orang tua bercerita mengenai kepusingan mereka menghadapi ulah anak-anaknya di rumah (ebentar nangis, sebentar rebutan barang, sebentar berantem). Tetapi apakah betul Duo Lynns selalu akur saat di rumah?

Tentu saja tidak =D Namanya juga masih anak-anak. Ada kalanya yang satu iseng dan yang satu tidak suka diisengi (dalam bahasa kami disebut ndak kenaan). Tiap hari di rumah pun diwarnai dengan main bersama, saling melayani, saling kesal, dan pasti ada tangisan. Saya pun harus menjadi 'hakim' untuk menangani setiap perselisihan yang tidak dapat mereka selesaikan sendiri. Tetapi puji Tuhan, saat terjadi perselisihan, anak-anak ini tidak main tangan. 

Sebagai orang tua yang mempunyai anak dua, kami tahu bahwa perselisihan antara saudara pasti dapat terjadi. Mengapa demikian? Karena setiap orang mempunyai kepribadian yang berbeda. Dan jika perselisihan ini tidak ditangani dengan baik, suatu saat nanti akan menjadi masalah yang serius dan menjurus kepada kekerasan. Apakah yang biasanya kami lakukan jika terjadi perselisihan antara kakak dan adik? Berikut beberapa tips yang mungkin dapat dicoba.

1. Tenang
Hal ini akan mudah untuk dikatakan tetapi susah untuk dikerjakan. Apalagi biasanya perselisihan anak-anak terjadi saat kita sedang sibuk. Saar perselisihan terjadi, tarik napas terlebih dahulu supaya kita menjadi lebih tenang. Jika memang kita sedang melakukan sesuatu yang harus segera dilakukan, kalau saya biasanya sedang memasak yang kalau ditinggal bisa gosong, mintalah anak-anak untuk duduk dan minum. Mereka pun perlu menenangkan diri mereka. Setelah saya selesai mengerjakan pekerjaan saya, saya akan menemui mereka untuk bertanya apa yang terjadi.

2. Bicarakan permasalahan dengan tenang dan jadilah pendengar yang baik bagi kedua belah pihak.
Setelah semuanya tenang, mintalah kedua belah pihak menceritakan apa yang terjadi menurut versi mereka masing-masing. Kecenderungan orang tua adalah memotong saat cerita belum selesai. Hal ini akan membuat anak menjadi emosi kembali (kalau si kakak, dan adik juga mulai meniru, akan berkata you cut my word dengan gerakan sedang menggunting). Sebagai orang tua kita harus menjadi pendengar yang baik. Dengan demikian kita dapat memahami apa yang mereka rasakan.

3. Selesaikan permasalahan 
Biasanya kami akan ajak salah satu pihak untuk memposisikan diri mereka di pihak yang lain, dan bertanya jika dia melakukan hal yang kamu lakukan ke kamu, apakah kamu mau. Dengan demikian mereka mulai berpikir apakah tindakan mereka salah atau benar. Selain itu, pendekatan yang sering kami pakai adalah dengan bertanya apakah sikap mereka mencerminkan dengan suatu karakter yang sudah mereka pelajari. Pasti mereka akan menjawab: "tidak, tetapi...". Setiap anak pasti akan mencari pembelaan dirinya. Hal ini wajar, karena setiap orang termasuk kita yang sudah dewasa pasti ada namanya mekanisme membela diri. Kami tetap menarik akar pembicaraan ke salah satu karakter dan menekankan bahwa jika mereka berbuat seperti itu mereka membuat kami sedih dan Tuhan pun sedih.  

4. Pastikan mereka saling meminta maaf dan memaafkan
Biasanya setelah proses diatas selesai, mereka saling dapat menerima dan setelah itu berpelukan dan meminta maaf. Terkadang akan ada masanya salah satu anak susah untuk meminta maaf. Kami akan tetap menyuruh meminta mereka untuk meminta maaf. Dan jika permintaan maafnya terdengar tidak tulus (minta maaf tetapi setengah teriak), maka akan kami minta mereka untuk mengulanginya.

5. Jika dalam perselisihan mereka terdapat tindakan fisik, pastikan si anak mengerti bahwa hal tersebut tidak boleh dilakukan.
Seringkali kami melihat anak-anak yang berselisih (baik anak laki-laki maupun anak perempuan) melakukan tindakan fisik seperti memukul, menjambak, menendang, menggigit, dan tindakan-tindakan horor lainnya. Bersyukurnya Duo Lynns tidak pernah melakukan hal seperti ini. Perselisihan mereka hanya mentok pada laporan ke papa mama dan teriakan ala anak perempuan. Buat kami itu saja sudah cukup mengganggu.
Berdasarkan pengalaman saya saat menangani anak-anak kecil, beberapa anak yang sering melakukan tindakan fisik saat berselisih melihat temannya atau orang tuanya menyelesaikan permasalahan dengan memukul atau pernah dipukul oleh temannya sehingga si anak membentuk mekanisme pertahanan dirinya atau meniru tindakan tersebut. Biasanya saya akan mengatakan apa fungsi tangan dan kaki mereka. Dengan kata lain membuat mereka menyadari bahwa tangan kaki mereka tidak boleh digunakan untuk memukul, menendang, dan sebagainya. Jika hal pendekatan tersebut tidak berhasil, masih terus dilakukan, menurut saya anak tersebut perlu didisplin

Saat menulis ini, saya jadi teringat waktu saya kecil, banyak orang tua yang berkata yang besar harus mengalah dengan yang kecil. Sedangkan ibu saya selalu menyuruh saya mengalah dengan siapapun pada saat bermain. Untuk urusan bermain, memang mengalah lebih baik. Tetapi saat ada perselisihan, apakah benar yang kecil harus selalu dibela walau dia bersalah? Menurut saya, tidak. Kecenderungan membela yang kecil (atau membela yang besar) akan menjadi akar permasalahan di kemudian hari. Yang salah harus diberi tahu bahwa dia salah, dengan penyampaian yang sesuai umurnya. Dan yang benar tetap harus diingatkan bahwa ia harus selalu berbuat baik. 

"Perhatikanlah, supaya jangan ada orang yang membalas jahat dengan jahat, tetapi usahakanlah senantiasa yang baik, terhadap kamu masing-masing dan terhadap semua orang ~ 1 Tes 5:15"

sumber foto: debbicarberry.com.au

Minggu, 12 Maret 2017

Menanam Benih Dulu, yuk :)

Pada bulan Februari lalu, komunitas homeschool kami membahas tentang benih di pertemuan homeschool bulanan. Dan jika mendengar kata benih, pastilah dipikiran kita akan muncul aktivitas tanam-menanam dan terbayanglah tanaman yang berkembang. Kali ini  anak-anak diminta untuk menanam benih yang dibagikan kepada mereka. Pokok bahasan benih ini dikombinasikan dengan karakter tanggung jawab.

Untuk urusan tanam menanam benih, Duo Lynns sudah pernah melakukannya, saat belajar Science tentang tanaman. Waktu itu Duo Lynns menanam toge dan kacang merah dengan menggunakan media kapas basah. Tetapi kali ini, kami akan menggunakan tanah. Apa yang akan ditanam oleh Duo Lynns? Dari tante J, PIC untuk kegiatan ini, kami diberikan pilihan bibit sayur-sayuran. Saya memilih kangkung dan bayam merah. Selain itu di rumah pas ada paprika. Jadi kami ambil biji paprika dan biji pepaya. Dengan demikian, ada 4 benih yang kami uji coba: kangkung, bayam merah, paprika, dan pepaya.
Atas: paprika dan kangkung yang baru tumbuh pada hari ke-3. Bawah: Paprika dan kangkung di hari ke-4
Mereka semangat sekali untuk menanamnya, lebih semangat dari mamanya malah. Setiap pagi mereka beri air, lalu siang dilihat lagi. Dari semua benih, yang lebih cepat tumbuh adalah kangkung dan paprika. Bayam merah baru tumbuh beberapa hari yang lalu, 10 hari setelah pertemuan homeschool selesai atau 3 minggu dari sejak penanaman. Sedangkan pepaya, mungkin benihnya kurang bagus atau metodenya kurang oke, sampai hari ini belum tumbuh.
Atas: Paprika dan Kangkung di hari ke 7.
Bawah kiri: bayam merah yang baru tumbuh 1 minggu lalu.
Akhirnya tiba juga hari yang dinanti-nantikan, yaitu hari untuk pertemuan homeschool. Kakak memilih paprika untuk dipresentasikan sedang adik memilih toge berdasarkan eksperimen kami yang sebelumnya. Kakak sudah semangat mau bercerita tentang paprika, cara menanamnya, manfaat paprika, dan bahkan korelasi dengan perumpamaan penabur benih. Agak kaget juga saya karena kakak dapat berpikir ke situ. Adik berencana cerita tentang kacang hijau yang menjadi toge dan manfaat toge dan tidak ketinggalan kalimat I love bean sprout =D

Apa saja yang dibahas saat pertemuan homeschool? Diawali dengan cerita perumpamaan tentang benih yang ditabur. Lalu mereka diminta untuk mengulang ayat hapalan tentang tanggung jawab. Setelah itu mereka mempresentasikan tanaman yang mereka coba tanam. Mungkin karena pengaruh obat, anak-anak minum obat batuk sebelum pergi, kakak jadi aras-arasan bercerita. Setelah semua anak mempresentasikan tanaman yang mereka tanam, aktivitas selanjutnya adalah membuat kolase dari biji-bijian. 
Hasil karya anak-anak
Pose yang unyu-unyu;)
Tidak semua benih yang dibagikan kepada semua anak berhasil tumbuh, tetapi mereka belajar untuk bertanggung jawab menyiram setiap hari walaupun ada yang menyiramnya sampai banjir. Namanya juga anak-anak, semangat tingkat tinggi. Namun tidak apa. Dari aktivitas ini mereka pun belajar bahwa mengerjakan tanggung jawab pun harus dilalukan dengan cara yang tepat.
Doa berkat di akhir kegiatan
Acara makan siang bersama:)

Kamis, 09 Maret 2017

Playing with Fun Thinkers


Jika ditanya hadiah apa sih yang dapat diberikan untuk anak? Pasti jawabannya macam-macam. Ada yang suka memberikan hadiah mainan, gadget, buku, boneka, baju, pernak-pernik, dan sebagainya. Kalau kami, kami lebih sering memberikan hadiah mainan edukasi dan buku yang bagus untuk anak-anak, termasuk untuk hadiah bagi anak orang lain. Dan biasanya....buku dan mainan edukasi ini harganya mahal tidak sopan. Barangnya kecil tetapi harganya dapat membuat orang tua melotot. Kadang kami berpikir untuk memberikan hadiah mainan saja, toh harganya murah dan barangnya besar. Tetapi akhirnya kami tetap membeli mainan edukasi, buku aktivitas atau bacaan yang berguna bagi anak-anak. Lebih baik keluar untuk sesuatu yang berguna daripada mainan yang tidak jelas.

Salah satu permainan edukasi yang kami beli untuk anak-anak adalah Fun Thinkers. Awalnya kami mendengar dari salah satu teman homeschool kami tentang produk ini. Kami mencoba mencari tahu. Fun Thinkers adalah permainan edukasi dalam bentuk buku dan 'match-frame'. Match-frame berarti di setiap lembar diletakkan frame dan anak-anak akan mencocokkan sesuai instruksi. Fun Thinkers merupakan salah satu produk Grolier. Grolier sendiri adalah salah satu penyedia buku dan kebutuhan in-home learning, yang berada dibawah Scholastic. 

1 paket Fun Thinkers terdiri dari 10 buku dan 1 match frame yang dikemas rapi dalam 1 tas. Ada 3 materi yang masing-masing dibagi menjadi 3 level dan 1 materi lepasan. Level 1 adalah yang paling mudah, level 3 adalah yang paling sulit. 
1. English
Materi ini berisi segala hal yang berhubungan dengan phonics dan vocabulary dan merangkai suatu kejadian. 
Level 1 Word Play
Level 2 Sounds Like Fun
Level 3 Word for Word Fun 

2. Math 
Materi ini berisi segala hal yang berhubungan dengan hitungan, baik  melalui kombinasi antara gambar dan angka. Materinya dimulai dari penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian dan sebagainya. Dalam materi ini juga dibahas mengenai pecahan, waktu, dan mata uang. 
Level 1 Number Count
Level 2 Figure on Fun
Level 3 Facts, Figures and Fun

3. Thinking Skills
Materi ini berhubungan dengan segala sesuatu yang mengasah otak dan pengetahuan umum lainnya. 
Level 1 Shhh, I'm Thinking 
Level 2 Mind Your P's & Clues 
Level 3 Mind Puzzle 

All Around Fun: Rhymes & Reasons 
Materi ini berhubungan dengan sanjak, pengetahuan umum. 
Sumber foto: grolier-asia.com
Cara bermainnya cukup sederhana. Frame yang ada diletakkan di atas halaman buku, dan di bagian kiri diletakkan kotak-kotak yang berisi nomor dari 1 sampai dengan 16 secara urut. Kemudian dengan mengikuti instruksi yang diberikan diatas, anak akan memindahkan nomor-nomor tersebut ke bagian sebelah kanan. Nah saat dipindahkan ke sebelah kanan, nomor-nomor yang dipindahkan ke kanan bisa jadi tidak urut (karena tergantung jawaban dari instruksi diatas). Untuk memeriksa jawaban, cukup tutup frame yang ada, lalu dibalik. Jika pola warna pada kotak nomor tersebut sama dengan pola warna pada sudut kanan atas, maka jawabannya benar. 
Math Level 1. 
Kami pun menjadi tertarik dan ingin mencoba. Tetapi saat melihat harganya, terkaget-kagetlah kami. Harganya diatas ekspektasi kami. Kami pun membatalkan niat untuk membeli. Tetapi semakin dipikir, semakin kepengen rasanya untuk membelinya. Akhirnya kami memutuskan untuk mengontak salah satu Book Advisor Grolier. Kenapa kami jadi memutuskan untuk membelinya walaupun harganya membuat kami harus mengetatkan ikat pinggang selama beberapa bulan? 
1. Buku ini menggunakan 'match-frame', maka anak-anak akan tertarik dan tanpa disadari mereka belajar sambil bermain. 
2. Dengan metode 'match-frame', anak-anak belajar untuk fokus dengan lembar kerja mereka. Dan memang dengan memainkan ini, anak-anak dapat lebih fokus mengerjakan hal lainnya. 
3. Permainan dalam Fun Thinkers ini sangat baik untuk  mengasah otak dan menyeimbangkan otak kiri dan otak kanan. 
4. Daripada membeli mainan untuk anak yang mahal lalu tidak ada manfaat jangka panjang atau daripada membekali anak dengan gadget yang harganya mahal dan membuat anak menjadi kecanduan gadget (untungnya anak-anak tidak ada yang kecanduan gadget karena mamanya tidak punya gadget wah dan dapat mencari aktivitas lainnya), lebih baik menggunakan dana untuk membeli Fun Thinkers. 
5. Dengan adanya contoh dan pola warna untuk memeriksa jawaban, anak-anak dapat bermain mandiri saat bermain Fun Thinkers. 
6. Fun Thinkers dapat dimainkan sejak anak- anak berusia 2 tahun. Kita dapat memilihkan soal yang sesuai dengan umur mereka. Saat kami membeli Fun Thinkers, adik berusia 1 tahun lebih. Kami hanya bermain dengan bentuk dan warna. Dan biasanya di akhir permainan, adik dan kakak bermain dengan nomor-nomor tersebut. Kata mereka, kotak bernomor tersebut adalah cookies.
7. Untuk homeschooler, Fun Thinkers membantu anak untuk belajar lebih cepat karena memang Fun Thinkers dari Grolier (dan produk-produk Grolier bertujuan untuk in-home learning). 
8. Anak-anak menjadi lebih cepat memahami kosakata dalam bahasa inggris. Dan saya pun jadi belajar banyak hal lagi.
English level 3
Selain Fun Thinkers, ada juga produk lain Grolier seperti Talking English, Disney English, ensiklopedi Aku Tahu Mengapa, Logico, dan sebagainya. Saya sempat datang ke cabang Grolier di Jakarta karena ingin mencari ensiklopedi Aku Tahu Mengapa yang dalam bahasa Inggris, untuk melatih anak-anak membaca Bahasa Inggris.  
Produk Grolier lainnya yang membuat mata jadi hijau
Ternyata setelah membeli produknya, kami dapat menjadi Book Advisor atau boleh menjual produk Grolier. Karena melihat manfaat dari produk Grolier ini begitu bagus, akhirnya saya berpikir untuk mencoba menjual. Jadi bagi yang berminat untuk tahu lebih lanjut atau ingin membeli (baik untuk membeli secara cash, arisan, atau cicil), dapat menghubungi saya. Maaf jadi ada iklannya ya, karena produk ini memang bagus untuk anak-anak =D

PS: Terkadang, Duo Lynns rela tidak menonton TV hanya untuk bermain Fun Thinkers =D