Bulan November kemarin kami dan beberapa keluarga dalam
komunitas CCHC mengikuti
family
conference di Malaka.
Family Conference ini termasuk salah
satu kegiatan rutin yang dibuka untuk umum oleh
komunitas homeschool ATI, dan
untuk wilayah Asia Tenggara diadakan di Malaka.
Mengapa di Malaka? Mungkin karena dari tiga negara yang mengikuti
Conference, lokasi yang paling enak
adalah
Malaka. Apalagi biaya di
sana tidaklah
semahal biaya di
Indonesia
(termasuk urusan
transportasi, penginapan, dan biaya makan).
ATI merupakan program home
education berbasis Alkitab untuk keluarga yang rindu untuk membesarkan
anak-anaknya menjadi mighty in Spirit. Yang membuat kami jatuh hati dengan
kurikulum ATI adalah kurikulum ini lebih menitikberatkan kepada karakter (yang sebagian dari karakter-karakter tersebut kami bahas tiap bulannya di rumah) dan
pengenalan akan firman Tuhan. Kurikulum ATI diambil dari pengajaran Yesus di
atas bukit. Dan uniknya dari pengajaran Yesus di atas bukit itu dapat ditarik
ke berbagai bidang pelajaran, seperti linguistic,
hukum, sejarah, science, dan medicine. Bagi kami hal ini sungguh
menarik. Seperti visi kami dalam pendidikan, yaitu mendidik anak-anak di jalan
yang benar sehingga kami dapat melihat anak-anak menjadi kuat dalam Roh dan
mempunyai karakter Ilahi.
 |
Quotation dari Samuel Johnson... |
Family Conference ini diadakan selama 3 hari dari tanggal 8 hingga 10
November kemarin di Ibis Malaka. Namun karena ini adalah pertama kalinya kami mengikuti Family Conference, maka kami harus
mengikuti sesi khusus keluarga yang baru di tanggal 7 siang. Di sesi awal ini setiap
keluarga ditanya mengapa memilih homeschool. Setelah itu kami pun diperkenalkan dengan isi
kurikulum ATI. Kurikulum ini biasanya dipakai saat anak-anak memasuki usia
sekolah dasar. Idealnya memang kurikulum ini digunakan sebagai lanjutan dari
kurikulum CCC saat early childhood.
 |
Sesi pertama yang kami ikuti. |
Selama tiga
hari kami di-recharged dengan
berbagai kebenaran, baik yang disampaikan secara langsung maupun lewat rekaman
video. Dari semua yang kami dengarkan, proses pendidikan bukan hanya
mengajarkan si anak saja. Dimulai dari pernikahan yang kuat, termasuk
komunikasi antara suami istri. Setelah itu dilanjutkan dengan pentingnya
sebagai keluarga agar melekat pada Tuhan. Hal ini pun merupakan salah satu hal yang penting
dalam pendidikan. Untuk
mendidik anak, suami istri harus sepakat. Peran ayah dalam keluarga sangat
penting, tanpa mengecilkan peran ibu. Ayah harus terlibat dalam proses
pendidikan yang ada.
 |
Two Approaches by Mr.Newhouse |
Supaya tidak
mengantuk dengan jadwal sesi yang padat, ada beberapa sesi yang berisi
diskusi-diskusi. Dan bukan hanya sekedar diskusi yang mengambang, setiap
kesimpulan yang didapatkan saat diskusi ini pun merupakan sesuatu yang dapat
dilakukan. Selain itu, ada juga sesi untuk para ibu dan para bapak, di waktu
yang berbeda tentunya. Pembahasan pun lebih terasa hangat karena semuanya
dengan leluasa untuk bercerita satu dengan yang lainnya.
 |
Langkah praktis untuk para ayah sebagai hasil diskusi pertama. |
Yang menarik
bagi kami, karena bertemu dengan homeschooler dari negara lainnya, kami pun
dapat saling menguatkan. Selain itu, Mrs. Pamela dan Mr. Thomas, kepala ATI
wilayah Asia Tenggara, sangat ramah. Mereka terbuka dengan setiap kekurangan
mereka. Banyak sharing yang diberikan
termasuk kesalahan yang mereka lakukan saat memulai homeschool. Dengan rendah
hati mereka menceritakan kepada kami dan itupun membuat kami yang mendengarnya
merasa dikuatkan.
 |
Meminjam istilah zaman dulu: Makrab alias Malam Keakraban =D |
Bagaimana
dengan anak-anak? Bagi anak-anak yang berusia diatas 7 tahun dapat mengikuti Alert Cadet Adventures. Selama tiga hari
mereka pergi bersama-sama dan mengikuti kegiatan. Selain membahas Alkitab,
mereka melakukan kegiatan outdoor. Dari bahagia karena main sampai kapok karena
sudah kuyup, tentunya ini menjadi keseruan tersendiri bagi mereka. Apalagi bagi
adik yang memang tidak bisa diam. Kegiatan outdoor menjadi hal yang
menyenangkan, selain bagian nyebur ke kolam katanya.
 |
Bersama-sama merenungkan Alkitab |
 |
Waktunya bermain kano :) |
 |
Nyebur ke danau ... |
Di hari
terakhir Family Conference, setiap
negara mengadakan presentasi. Dimulai dari anak-anak yang mengikuti Alert Cadet Adventures. Mereka
menghapalkan ayat dan menyanyikan satu lagu bersama-sama. Setelah itu anak-anak
dari Indonesia mempresentasikan lagu Amazing Grace dengan permainan musik angklung dan musik lainnya.
Selain itu kami dari Indonesia juga bersama-sama bernyanyi. Teman-teman dari
Singapore menampilkan video presentasi mengenai kegiatan yang mereka lakukan
selama ini dan satu keluarga menghapalkan sebuah pasal dalam bahasa Inggris dan
Mandarin. Sedangkan dari ATI Malaysia, ada perwakilan yang menyanyikan Mazmur
dengan permainan musik dan lagu mereka. Keluarga ini dulunya tinggal di
Malaysia lalu sekarang sudah pindah ke Australia. Mereka tetap konsisten untuk
datang di setiap Family Conference.
 |
Kembali melakukan kegiatan outdoor setelah presentasi. |
Jika ditanya
apakah kami menikmati Family Conference
di Malaka? Kami sangat menikmatinya. Selama 3,5 hari di Malaka, banyak hal yang
kami dapatkan. Terlepas dari segala kekurangan yang ada, kami merasakan suatu
kehangatan yang besar dari seluruh keluarga ATI. Kami melihat pengorbanan yang
diberikan oleh keluarga yang rela terbang jauh-jauh untuk mengikuti Conference. Apalagi sebagai sesama guru
matematika, percakapan kami pun lebih seru karena kami sama-sama tahu
pergumulan kami dalam mendidik anak-anak. Kami melihat konsistensi yang luar
biasa dari keluarga-keluarga Singapore dan Malaysia dalam mendidik anak-anak
mereka, walaupun jumlah anaknya enam atau bahkan delapan.
Anak-anak pun
merasakan pengalaman yang baru selama tiga hari. Setelah beraktivitas outdoor,
mereka pun menambah teman di sana. Mereka belajar menyelesaikan masalah yang
ada dengan teman-teman yang baru mereka kenal. Dan yang seru, mereka bisa
merasakan naik bus sekolah. Kalau kata kakak, akhirnya bisa naik bus sekolah
kayak kakak sepupunya =D
 |
The girls and their friends |
 |
Main di pantai |
Saat ditanya
oleh beberapa teman yang belum mengikuti, apakah kegiatan ini layak
direkomendasikan, kami menjawab, ya. Kita sebagai orang tua yang mendidik anak
di rumah perlu disegarkan melalui Conference
ini. Anak-anak pun berkesempatan bersosialisasi lintas negara. Nah, apakah kami
akan mengikuti Family Conference
tahun ini? Jika tidak ada
aral melintang, kami pasti ingin ikut kembali. Ini merupakan awal dari perjalanan kami yang baru di tahun ini :)
 |
All new families :) |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar