Di komunitas kami, ada satu
kegiatan bulanan yang dilakukan hanya oleh ibu dan anak perempuannya. Di
kegiatan ini, kami bersama-sama melakukan kegiatan-kegiatan yang memang lebih
mengarah kepada skill anak-anak perempuan.
Kali ini kami bersama-sama
bermain dengan menggunakan jarum dan benang. Kenapa harus bermain dengan jarum
dan benang? Karena pada dasarnya, baik pria dan perempuan, harus dapat
menggunakan jarum dan benang untuk hal-hal yang bersifat darurat. Hal darurat itu
bisa berarti menjahit kancing, menisik baju, dan hal sederhana lainnya.
 |
Game di awal pertemuan
|
Pada saat pertemuan, Auntie J
membawa berbagai macam jenis kancing, jarum, dan benang. Memang memasukkan
benang ke jarum terkadang susah. Tetapi ada satu alat bantu yang disebut mata
nenek yang dapat membantu untuk memasukkan benang ke jarum.
 |
Si mata nenek dan cara menggunakannya. Sumber foto: fitinline
|
Untuk teknik menjahit dengan
menggunakan tangan, auntie J juga memperkenalkan macam-macam teknik jahitan.
Ada banyak jenis tusukan, tetapi yang paling sering dipakai adalah tusuk
jelujur, tusuk soom, tusuk tikam jejak, tusuk flannel, dan tusuk feston.
 |
Jenis-jenis tusuk dalam menjahit. Sumber foto: TnT
|
Kali ini, Auntie J mengajak
anak-anak membuat ikat rambut dari kain atau yang sekarang lebih dikenal dengan
sebutan scrunchie. Bahan-bahan
yang digunakan cukup sederhana, yaitu kain perca, karet, peniti, benang dan jarum.
Berikut Langkah-langkahnya.
1. Ambil kain dengan ukuran 30 cm
x 6 cm. Untuk panjang dan lebarnya bisa dibuat bervariasi. Jika ingin membuat
scrunchie besar, maka bisa diambil dari kain berukuran 50 x 20 cm.
2. Lipat dua kain sehingga ukurannya
menjadi 30cm x 3 cm.
3. Jahit jelujur bagian bawahnya
(bagian yang panjang).
4. Secara perlahan, balikkan kain
yang sudah dijahit (inside out).
5. Dari salah satu lobang,
masukkan karet dengan menggunakan peniti hingga ke lobang satunya. Setelah itu
kedua ujung karet dapat diikat ataupun dijahit.
6. Jahit kedua bagian samping
kain hingga saling menempel.
Kegiatan ini menjadi menyenangkan
karena anak-anak bisa membuat lebih dari satu scrunchie dan berbagai macam
ukuran.
 |
Saat semua sibuk menjahit, si adik sibuk berkeliling.
|
Sedianya, ketrampilan menjahit
ini merupakan ketrampilan dasar yang harus dimiliki oleh semua orang. Walaupun
demikian, di dunia nyata ini, selalu ada salah kaprah bahwa anak laki-laki
tidak perlu bisa memegang jarum. Tetapi seharusnya sih semua orang harus bisa
memegang jarum. Tidak usah yang susah, tetapi kemampuan dasar saja.
Kegiatan kali ini membuat Trio
Lynns senang (yang kecil senang karena bisa menghitung banyak kancing). Maklum,
karena pindah-pindahan, acara jahit menjahit sudah lama tidak dilakukan. Cuma
buntutnya yang tidak enak, yaitu mereka bertanya kapan kita buat jepit rambut
kembali.
Yuks moms, ajak anak-anak
menjahit kembali.