Tampilkan postingan dengan label nacho. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label nacho. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 September 2022

Cooking: Mexican Taco and Nachos

 

Berbicara tentang Mexican Food, pasti langsung terbayang taco dan nacho. Memang dua makanan ini sudah sangat identik dengan Mexico. Pastinya terbayang enaknya tortilla yang diberi saos keju dan rempah-rempah ala Mexico. Kali ini, kami mencoba membuat kedua jenis makanan ini sebagai bagian dari Culture Day kami mengenai Mexico.

Sebelum kita mengenal lebih jauh tentang taco dan nacho, maka kita harus berkenalan dulu dengan yang namanya tortilla. Tortilla, berasal dari kata torta yang artinya bundar, merupakan roti bundar pipih tanpa ragi yang terbuat dari jagung giling atau gandum. Mexico memang salah satu produsen jagung terbesar. Tidak heran banyak sekali olahan dengan menggunakan jagung di Mexico.

Tortilla ini ada yang bentuknya soft, jadi bisa dijadikan wrapping dari makanan, seperti burritos atau kebab. Ada juga yang bentuknya keripik. Yang keripik ini seperti happy toss atau doritos. Nah, untuk mencari tortilla di Indonesia, sekarang sudah mudah. Hanya ketik di online shop, dan voila, akan banyak pilihannya. Atau bisa juga ke supermarket yang lumayan besar, seperti Foodhall, Grand Lucky, dan sejenisnya. 

Soft Tortilla
Tortilla chips

Taco sendiri merupakan makanan khas Mexico yang berisi daging dan sayuran yang dibungkus dengan tortilla. Kata taco sendiri konon berasal dari kertas pembungkus mesiu (gun powder). Mungkin karena tortilla ini membungkus makanan di dalamnya, ya mirip kan dengan membungkus mesiu (apalagi kalau di dalam tortilla ada habaneiro atau jalapeno).


Di daerah asalnya, taco ini ada dua macam. Yang pertama taco dengan kulit tortilla yang soft, dan yang kedua adalah taco dengan kulit tortilla yang hard. Kulit tortilla yang hard ini seperti shell berbentuk U. Kami pun memilih menggunakan hard shell tortilla. 

Taco shell merk Cantina

Bahan-bahan yang diperlukan:

1. Bawang bombai sebanyak 2, iris memanjang.

2. Tomat merah, jumlah sesuai selera, potong dadu.

3. Jagung manis yang sudah dipipil, bisa menggunakan jagung manis kalengan

4. Dada ayam fillet.

5. Hard shell taco.

6. Mexican cheddar cheese.

7. Saos untuk ayam, bisa saos barbeque, bisa juga saos yang pedas.

Bahan-bahan yang digunakan

Adapun Langkah-langkah yang diperlukan adalah sebagai berikut.

1. Rebus dada ayam hingga matang. Angkat dada ayam tersebut lalu disuwir.

2. Campur suwiran ayam tersebut dengan saos yang dikehendaki.

3. Tumis bawang bombai hingga layu. Kemudian angkat dan sisihkan.

4. Masukkan bawang bombai, ayam, jagung, tomat, ke dalam hard shell taco yang ada. Terakhir, masukkan shredded cheese.

5. Panaskan oven dengan suhu 150 celcius. Jika sudah panas, panggang taco tersebut kurang lebih 10 – 15 menit. Bagi kami, patokannya adalah jika keju tersebut sudah meleleh. 

Taco yang kebanyakan isinya

Sambil memanggang, kami menyiapkan nacho. Nacho sendiri memang lebih mudah dibuatnya dibanding taco. Nacho merupakan keripik tortilla yang disiram dengan saos keju dan beberapa condiment yang disukai. Kata nacho ini berasal dari nama chef bernama Ignacio Nacho Anaya Gracio. 

Inventor Nacho

Untuk saos keju, sebetulnya juga bisa menggunakan Mexican shredded cheese yang ditaburi diatas nacho dan dipanggang. Beruntungnya kami saat ke Grand Luc*y, kami menemukan saos keju untuk dipping yang lagi diskon buy one get one free. 

Buy Fritos Jalapeno Cheddar Get Mild Cheddar

Untuk condiment yang kami gunakan, kami hanya menggunakan sisa tomat yang ada. Tetapi jika ada coriander atau daun ketumbar mungkin akan lebih wangi. Atau untuk penggemar pedas, acar jalapeno bisa menjadi opsi yang menarik.

Bahan-bahan yang diperlukan:

1. Kripik tortilla, kami menggunakan happy toss.

2. Saos keju.

3. Condiment: tomat, daun ketumbar, jalapeno, dan lain-lain.

Simple nacho

Masih banyak makanan Mexico lainnya yang sepertinya juga menarik untuk dibuat, seperti burritos, sandwich dengan guacamole, dan sebagainya. Hmm…. Bisa jadi eksperimen berikutnya nih.   

Sudah mulai besar, experimen bukan lagi science, tapi di dapur.

Link lain tentang Mexico:

Culture Day: Mengenal Mexico (part 1)

Culture Day: Mengenal Mexico (part 2)

Jumat, 26 Agustus 2022

Culture Day: Mengenal Mexico (Part 2)

Masih lanjutan dari cerita sebelumnya, bagaimana dengan tradisi mereka? Mexico memang mempunyai banyak tradisi yang menarik. Yang sering digunakan di Indonesia adalah piñatas. Piñata adalah kertas terstruktur berwarna cerah yang dibuat untuk menahan permen, cemilan kecil-kecil dan barang lain di dalamnya. Nah, kertas yang terstruktur ini aslinya berbentuk bintang, tetapi bisa juga berbentuk hewan. Piñata biasanya ada saat ulang tahun atau perayaan. Piñata akan digantung dan anak yang berulang tahun akan ditutup matanya dan memegang tongkat. Tongkat ini akan diayunkan ke piñata sampai piñata ini pecah di salah satu bagian, dan isi dari piñata ini jatuh ke lantai.

Pinata untuk ulang tahun

Yang menarik dari piñata, ternyata tradisi ini tidak lepas dari perayaan Los Posadas. Los Posadas biasanya diadakan di Desember dan bertujuan untuk memperingati perjalanan Maria dan Yusuf menuju Betlehem. Pada tahun 1586 para biarawan Augustinian di Acolman menerima otorisasi dari Paus Sixtus V untuk mengadakan apa yang disebut "misas de aguinaldo"  (misa khusus yang diadakan sebelum Natal) yang sekarang dikenal Los Posadas. Pada misa-misa yang diadakan pada hari-hari menjelang Natal inilah para biarawan memperkenalkan piñata. Mereka menggunakan piñata untuk membantu mereka memperkenalkan prinsip-prinsip Kekristenan.

Piñata asli berbentuk seperti bintang dengan tujuh titik. Titik-titik ini mewakili tujuh dosa mematikan (nafsu, kerakusan, keserakahan, kemalasan, murka, iri hati dan kesombongan) dan warna-warna cerah dari piñata melambangkan godaan untuk jatuh ke dalam dosa-dosa ini. Penutup mata melambangkan iman dan tongkat adalah virtue atau keinginan untuk mengalahkan dosa. Permen dan barang-barang lainnya di dalam piñata adalah kekayaan surga, yang akan diterima setiap orang yang mampu mengatasi dosa. Seluruh latihan dimaksudkan untuk mengajarkan bahwa dengan iman dan virtue (kebajikan) seseorang dapat mengatasi dosa. Dan saat itu semua selesai, ada reward yang menanti. Dalam juga ya artinya. 

Pinata dalam Los Posadas. Sumber foto: Tripsavy

Tradisi ketiga yang banyak diketahui orang adalah Charreria. Charreria merupakan olahraga berkuda di Mexico yang mirip seperti rodeo di Amerika. Jadi bukan sekedar menaiki kuda, si peserta harus menunjukkan kemampuan mereka menggiring kuda-kuda dan bahkan di tahap lebih lanjut berurusan dengan banteng juga. Sejak tahun 1933, Charreria ini menjadi salah satu olahraga nasional di Mexico. Beberapa kompetisi terunik ini diadakan di Plaza Mexico, yang berkapasitas 48,000 orang. 

Charreria

Saat anak-anak mencari semua info-info diatas, mama bertugas menyiapkan bahan-bahan makanan. Berbicara tentang makanan Mexico, tidaklah lepas dari rempah-rempah dan juga cabe-cabe yang terkenal seperti cabe habaneiro, jalapeno, dan cabe-cabe lainnya. Hal ini wajar karena Mexico juga negara tropis. Dan olahan makanan mereka, kebanyakan merupakan olahan dari jagung. Salah dua yang kami akan buat adalah taco dan nachos.

Berbicara tentang dua makanan ini, pasti yang terbayang adalah Taco Bell. Salah satu fastfood di Amerika yang sekarang ada di Indonesia (dan jadi makanan wah di sini) memang sudah kembali buka. Taco merupakan makanan khas Mexico berupa kulit tortilla yang berisi sayuran, daging, dan saus khas Mexico. Tortilla sendiri adalah roti bundar (torta) pipih tanpa ragi yang terbuat dari jagung giling atau gandum. Saat kami membuat, kami membeli hard shell taco yang berbentuk U.  

Sedangkan nachos sendiri adalah keripik tortilla yang disiram dengan saos keju. Akan lebih enak jika diberi taburan sesuai selera. Katanya sih enak jika diberi taburan jalapeno. Tapi karena itu pedas, maka kami memberikan taburan tomat potong.Untuk cara membuatnya, silakan klik link berikut ya. 

disfrute de su comida yang artinya selamat makan

Anak-anak tentunya sangat menikmati acara membuat makanan ini bersama-sama. Tentunya saat makannya jauh lebih nikmat lagi, karena sambil mendengarkan lagu Dance of the Cucumber oleh Veggietales, yang sedang pakai sombrero hat. 

Bob and Larry in Dance of the Cucumber

Bagi kami yang memang semua serba buat sendiri, antara irit atau pedit, kegiatan-kegiatan seperti ini sangat kami sukai. Yang biasanya kami membuat Japanese Day, Korean Day, atau Italian Day, kami mencoba sesuatu yang berbeda dengan Mexican Day.Dan yang lebih serunya, kedekatan antara anggota keluarga, baik lewat omelan ataupun gurauan, lebih terasa. Nantikan Culture Day kami berikutnya ya :)