 |
UPK
|
Tahun ini banyak agenda yang
cukup sibuk bagi kami sekeluarga. Salah satu agenda yang cukup besar adalah
ujian si kakak. Ya, kakak memang sudah kelas 6. Jadinya di tahun ajaran
2021-2022 kemarin, kakak akan mengikuti ujian
paket A. Ujian paket A ini dikenal sebagai Ujian Pendidikan Kesetaraan
(UPK).
Jadwal UPK tiap PKBM
berbeda-beda, mengikuti lokasi PKBM yang ada. Seperti sepupu si kakak, yang
PKBM nya di Depok, mempunyai jadwal ujian di awal bulan Mei. Bayangkan saja,
pas libur tanggal 1 Mei pun tetap ada UPK secara online. Tak terbayangkan bukan.
Berhubung kami ikut di Piwulang
Becik, maka jadwal UPK kakak jatuh di bulan Mei kemarin, tepatnya tanggal 9
– 11 Mei 2022. Dan karena masih berada di daerah Salatiga, sesuai dengan SK
Kepala Dinas Pendidikan Saltiga, UPK tahun ajaran 2021/2022 ini dapat
dilaksanakan secara offline ataupun online. Puji Tuhan PBx memilih untuk
melaksanakan secara online. Walau saat kami memilih PKBM di Salatiga maka ada
kemungkinan kami harus ujian di sana, tapi pilihan untuk online akan lebih memudahkan
kami. Terutama saat pandemi seperti ini.
 |
Jadwal ujian kakak.
|
Bagaimana pengalaman perdana kami
kemarin? Nano-nano rasanya. Dimulai dari adanya group telegram khusus bagi
orang tua yang anak-anaknya akan ujian. Di situ para mama bergantian bertanya
kapan tanggal pastinya UPK. Kemudian ada juga yang bertanya apakah ada
kisi-kisi untuk ujian (biasa kan kalau di sekolah suka diberi kisi-kisi saat
mau ujian). Namun baik Pak Aris, Mbak Nanik, maupun admin yang ada tetap memberi jawaban yang menenangkan. Mereka berkata tidak usah panik, tidak ada kisi-kisi untuk
ujian, dan yang penting yakin dalam mengerjakan.
 |
Bank Soal Superlengkap
|
Walaupun sebagai homeschooler
kita tidak mengutamakan nilai, tapi tentunya kita juga tidak mau si anak sampai
tidak dapat mengerjakan soal-soal yang ada. Apalagi bagi kita yang tidak
menggunakan kurikulum nasional. Pastinya ada rasa deg-degan tentang UPK. Berikut
beberapa tips dari kami dalam menyiapkan UPK.
1. Kerjakan banyak latihan
soal.
Sejak awal tahun 2022, hingga
bulan tersebut, pekerjaan saya sedang padat-padatnya. Dari menyiapkan anak-anak
(orang lain) mempersiapkan Cambridge Test, ujian mid term, menyiapkan mereka dalam
ketertinggalannya di sekolah mereka, sampai menyiapkan mereka untuk final
test mereka. Ironis sekali bukan? Tapi ya begitulah keadaan. Kita tidak
dapat melarikan diri dari permasalahan yang ada, tetapi kita bisa mencari jalan
keluarnya.
Saya meminta kakak untuk membaca
rangkuman materi dari kumpulan soal tersebut. Setelah itu, kakak harus mengerjakan
soal-soal yang ada tanpa melihat kunci jawaban dan mencari jawaban. Dengan kata
lain, kakak ‘try out’ sendiri.
Setelah selesai, saya akan meminta dia untuk memeriksa. Jika nilainya
dibawah 80, maka ia harus mengulang. Bukan mamanya score oriented, tapi
semakin berlatih pasti akan membuat dia ingat (wong PPKn, BI, IPS, IPA isinya
masih banyakan di hapalan).
 |
Bank Soal Nasional SD
|
2. Tekankan kepada anak-anak
yang kita kejar bukan nilai yang bagus, tetapi kejujuran dan persistensi mereka
saat belajar.
Tujuan kita mendidik mereka di
rumah kan supaya mereka menjadi anak-anak yang berkarakter baik. Jadi penting
sekali untuk mengingatkan kepada mereka bahwa tujuan mengikuti UPK adalah
mengukur kemampuan mereka dalam kurnas, karena kan kita mau punya ijazah Indo.
Tetapi sebetulnya lebih dari sekedar mengikuti ujian mata pelajaran, mereka
sedang diuji karakter mereka. Apakah mereka akan jujur, apakah mereka akan
tetap berpikir untuk mengerjakan soal-soal ataukah mereka akan keok di tengah
jalan.
Berhubung ini online, godaan
pasti besar. Toh kalau mencontek, atau cari dengan bantuan mbah google, atau
menggunakan kalkulator, pasti tidak ketahuan. Kami selalu menekankan ke anak-anak
bahwa apapun yang dikerjakan, kerjakanlah dengan sepenuh hati, seperti untuk
Tuhan dan bukan manusia. Jadi kalau untuk Tuhan, nilai bukanlah yang utama. Kejujuran
lebih penting daripada nilai bagus tapi hasil nyontek. Semangat pantang
menyerah walau lupa hapalannya. Mencoba menganalisa dan berpikir dengan teliti,
semuanya ini diuji saat ujian. Tapi ini juga bukan excuse untuk tidak berusaha =D
3. Ingatkan anak jangan lupa
berdoa sebelum ujian.
Do your best and let God do
the rest. Istilah ini tepat menggambarkan keadaan yang ada. Penting sekali
untuk si anak memasrahkan semua kepada Tuhan. Jadi saat mereka mendapatkan
nilai yang baik, mereka tidak akan sombong. Jika nilainya tidak baik, pasti ada
tujuan mengapa Tuhan mengizinkan mereka tidak mendapatkan nilai yang baik. Segala
hal Tuhan izinkan terjadi untuk menempa karakter mereka lebih lagi.
4. Minta si anak untuk tidak
terburu-buru sangat mengerjakan soal dan jangan lupa memeriksa kembali dengan
teliti sebelum waktunya habis.
Masalah klasik yang selalu ada
saat ujian, dari dulu sampai sekarang, adalah kita ingin ujian cepat selesai.
Alih-alih benar, malah keinginan cepat selesai ini bisa membuat kita tidak
teliti. Kami mengingatkan anak-anak setiap buat soal, jangan pengen cepat
selesai, tetapi juga jangan sengaja lelet. Ada waktu yang diberikan. Jadi
pergunakan waktu yang ada semaksimal mungkin. Saat sudah selesai, mereka harus
memeriksa kembali dengan teliti. Kenapa? Karena kecenderungan anak-anak
saat memeriksa ngerasa betul karena mau buru-buru. Apalagi kalau online. Tidak
sengaja klik mouse, bisa merubah jawaban. Jadi anak-anak harus memeriksa
kembali jawaban mereka.
5. Istirahat yang cukup dan
makan yang bergizi.
Rasanya dari zaman kita kecil,
sampai sekarang, pesan sponsor ini selalu ada. Tapi memang betul loh. Kurang istirahat
dapat menyebabkan kita susah untuk berkonsentrasi. Apalagi online, yang dilihat
screen terus. Bisa capek juga kan matanya. Dan makanan pun tidak kalah
pentingnya dari istirahat. Kalau konsumsinya makanan manis terus, pasti cepat Lelah
dan mengantuk. Istirahat dan makan yang bergizi ini bukan hanya saat mau ujian
saja, tetapi seharusnya setiap saat.
Bagaimana saat hari h? Saat hari h ada beberapa ketentuan yang dikirimkan oleh tim UPK.
- Anak-anak yang akan mengikuti
ujian diberikan link untuk mata pelajaran yang akan diuji. Tentunya baru dapat
diakses saat waktu ujian dimulai.
- Saat ujian, kita membuka zoom
agar tim dari PBx dapat melihat anak-anak saat mengerjakan soal. Tidak sampai
harus dua kamera untuk mengawasi, karena filosofi PBx adalah prosesnya. Jadi seyogyanya
orang tua dan murid tahu bahwa mencontek atau mencari jawaban itu tidak baik
=D
-
Saat ujian berlangsung, kita diminta untuk mengirimkan foto saat anak
mengerjakan ujian setiap mata pelajaran. Foto ini menjadi bukti bahwa si anak mengerjakan ujian.
 |
Ujian hari ke 2. Mata mulai pegal lihat screen terus.
|
Kami sempat bertanya kepada
kakak, bagaimana perasaan dia setelah selesai ujian. Si kakak bilang lega sudah
ujian, walau ada beberapa kesalahan saat membuat. Tapi dia senang sudah
selesai. Bukan cuma kamu yang lega, kak. Kita semua juga lega kok. Tinggal menunggu
hasilnya saja. Apapun hasilnya, ya harus bersyukur =D
Disclaimer: artikel ini
dibuat bukan sebagai patokan bahwa UPK harus seperti ini atau seperti itu,
tetapi hanya untuk menjawab rasa penasaran mama-mama yang lain saat
mempersiapkan UPK.