Tampilkan postingan dengan label kejar paket A. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kejar paket A. Tampilkan semua postingan

Rabu, 16 September 2026

Our New PKBM

Sumber foto: website resmi

Dalam kehidupan, setiap stage pasti akan memiliki kesibukan dan kesulitannya masing-masing. Demikian juga dalam perjalanan homeschool kami. Saat anak-anak masih usia TK, kesulitan yang dihadapi pastinya berbeda dengan saat anak-anak sudah SD. Saat TK, anak-anak dapat melakukan pembelajaran mandiri tanpa harus memikirkan legalitasnya. Tetapi saat anak-anak sudah menginjak usia SD, maka legalitas menjadi hal yang penting.

Saat Duo Lynns SD, kami memutuskan untuk join ke PKBM di Salatiga. Kami bersyukur difasilitasi untuk ujian, baik kejar paket A dengan tes 5 mata pelajaran, paket A dengan kurikulum Merdeka, dan bahkan saat paket B. Setiap staf di sana pun sangat ramah dan membantu. 

Saat kakak paket A

Tetapi saat si kakak masuk kelas X, kami pun menyadari bahwa kegiatan kami sudah lumayan banyak. Apalagi kalau misalkan kakak membutuhkan try out saat kelas XII nanti. Kalau harus bolak-balik ke PKBM, kok rasanya capeknya sudah berasa. Kami pun mulai berpikir untuk mencari PKBM lain yang secara jarak tempuh tidak begitu jauh.

Saat bertemu dengan Kak Hasan yang sangat ramah dan baik.

Kami pun mulai melirik-lirik PKBM terdekat. Namun hati ini tidak merasa begitu cocok, karena tidak banyak PKBM yang mau memfasilitasi homeschool mandiri. Apalagi pemerintah seakan membuat banyak kebijakan yang semakin hari semakin aneh di telinga homeschool mandiri. 

Saat adik paket A

Hal ini memang dapat dimengerti, karena memang tidak semua keluarga yang menjalankan homeschool mandiri betul-betul mendidik anaknya di rumah. Tetapi hal ini berimbas bagi kami yang memang menjalankan homeschool mandiri di rumah. Jadinya mencari PKBM yang memahami kami memang tidak mudah.

Saat kakak lulus paket B

Kami pun akhirnya menetapkan pilihan kami di PKBM Pewaris Bangsa (PB). PKBM ini memang sempat ada di list kami dahulu. Dengan Lokasi yang tidak jauh, yaitu Bandung,  memungkinkan kami untuk ke PKBM jika mendadak harus ke PKBM.

PB inipun sebelumnya adalah kumpulan dari keluarga-keluarga yang menjalankan homeschool mandiri yang akhirnya berkembang menjadi suatu PKBM. PKBM yang berdiri di tahun 2009 ini sudah menerima SK pemerintah sebagai lembaga homeschool yang diakui pemerintah. Selain itu, PKBM Pewaris Bangsa pun sudah terakreditasi A.  

Di PB ini ada 3 kategori homeschool. Yang pertama adalah Tunggal mandiri. Ini mencakup homeschooler yang menggunakan kurikulum sendiri, mengajar anak secara mandiri dan memberikan penilaian secara mandiri, termasuk nilai raport. Awalnya si kakak ketar-ketir, karena menurut kakak, standard mamanya tinggi. Jadi bisa jadi nilai dia tidak akan bagus. Tetapi pihak PB memberikan guideline dalam memberi nilai sehingga baik orang tua dan anak tidak akan dirugikan.

Yang kedua adalah Tunggal daring. Di Tunggal daring ini, anak-anak akan mendapatkan materi pelajaran dari pihak PB, sesuai kurikulum di Indonesia. Mereka belajar secara mandiri dan wajib mengerjakan tugas. Nilai akan diberikan oleh pihak PB.

Yang ketiga adalah komunitas daring. Ini lebih mirip sekolah online. Anak-anak akan masuk setiap hari secara online, mengumpulkan tugas secara online, dan mengerjakan ujian-ujian.

Tentu saja yang kami pilih adalah Tunggal mandiri. Karena si kecil juga sudah masuk SD kelas 1, maka si kecil pun bergabung di PB. Sedangkan si adik masih tergabung di PKBM di Salatiga karena biar menyelesaikan SMP dulu.

Bagaimana cara pindah dari PKBM lama ke PKBM baru? Sama seperti cara kalau pindah sekolah, cara pindah PKBM pun sama. Jika peserta didik pindah saat lulus salah satu jenjang, kalau kami kemarin lulus SMP, maka kami hanya perlu melampirkan ijazah saat pindah. Proses administrasi pun lebih mudah. Tetapi jika pindah saat masih belum selesai di satu jenjang, maka harus disertakan surat keterangan dari PKBM sebelumnya. Tentunya lebih ribet daripada saat sudah lulus salah satu jenjang.

Di PB ini juga ada beberapa Student Club yang dapat diikuti. Student Club ini terbuka untuk peserta Tunggal mandiri, Tunggal daring, dan komunitas daring. Ada kegiatan yang berbayar, dan ada yang tidak berbayar. Karena keterbatasan waktu, untuk sementara kami tidak mengikuti student club di sini. 

Bagi para homeschooler mandiri seperti kami, PKBM merupakan mitra kami agar anak-anak kami mendapatkan legalitas dalam pendidikan mereka. Kami yang memang memilih homeschool karena ingin mendidik anak-anak sendiri tidaklah dapat berdiri sendiri. Dan menemukan PKBM yang mendukung kami tetapi tidak komersil tentunya tidak mudah. Bersyukurnya kami dapat dipertemukan dengan 2 PKBM yang dapat menerima kami.

Kamis, 24 Oktober 2024

Lulus ala Kurikulum Merdeka


Tahun ini, di I-School (nama homeschool kami yang berarti Integrity School) kembali meluluskan anak ke jenjang Pendidikan menengah. Ya, si adik tahun ini sudah lulus kejar paket A.

Uniknya, Ujian Paket A tahun ini berbeda dengan saat kakak ujian dua tahun yang lalu. Kalau dua tahun lalu Ujian Nasional (UN) di kejar paket A berisi ujian dari 5 mata Pelajaran, yaitu PKn, Bahasa Indonesia, IPA, IPS, dan Matematika. Ujian dilaksanakan selama tiga hari full.

Kemarin saat adik ujian, bentuk ujiannya berbentuk ANBK. ANBK atau Asesmen Nasional Berbasis Komputer menjadi pengganti dari Ujian Nasional. ANBK ini berbeda dengan UN. Berdasarkan laman Kemendikbud Ristek, disebutkan bahwa UN itu lebih fokus pada nilai akhir. Sedangkan ANBK justru lebih fokus pada evaluasi input, proses, dan output dari pembelajaran melalui serangkaian tahapan tertentu. (untuk prakteknya, saya kurang tahu loh ya =D)

Definisi dari ANBK ini adalah program penilaian mutu yang dilakukan oleh setiap sekolah, madrasah, dan program kesetaraan pada jenjang dasar maupun menengah. Penilaian ini nantinya akan dilakukan berdasarkan pada kemampuan dasar peserta didik mulai dari literasi, numerasi, dan karakter. Tidak hanya itu saja, ANBK ini juga disebut-sebut mampu untuk menilai bagaimana kualitas dari proses belajar-mengajar dan iklim dalam satuan.

Nah, bentuk literasi dan numerasi ini tentunya memudahkan si adik yang tidak suka menghapal Pelajaran. Kalau kami menilai, konsepnya adalah saat ini informasi mudah didapat. Tetapi kemampuan mengolah dan menganalisa informasi ini yang harus dikuasai oleh peserta didik. Oleh sebab itu bentuk ujiannya tidak ada hapalan, hanya menjawab soal berdasarkan bacaan yang ada.

Foto mengerjakan test jadi salah satu bukti yang harus disertakan disaat ujian.

Secara singkat, literasi membahas tentang tiga hal.

1. Menemukan informasi: kemampuan mencari, mengakses, serta menemukan informasi tersurat dari suatu wacana. 

2. Interpretasi dan integrasi: kemampuan memahami informasi tersirat atau tersurat, memadukan interpretasi antar bagian teks untuk menghasilkan inferensi. 

3. Evaluasi dan refleksi: kemampuan menilai kredibilitas, kesesuaian maupun keterpercayaan teks, serta mampu mengaitkan isi teks dengan hal lain di luar teks.

Sedangkan numerasi mencakup tiga hal berikut. 

1. Pemahaman: Kemampuan memahami fakta, prosedur, serta alat matematika. 

2. Penerapan: Kemampuan menerapkan konsep matematika dalam situasi nyata yang bersifat rutin. 

3. Penalaran: Bernalar dengan konsep matematika untuk menyelesaikan masalah bersifat non rutin.

Bentuk ujian, literasi dan numerasi. Semua dalam satu hari.

Ohya, info diatas merupakan rangkuman saat saya mencari info tentang ANBK. Karena menurut saya ANBK ini mempunyai konsep yang lumayan berbeda dari ujian yang biasanya. Bentuk soalnya pun bukan hanya pilihan ganda (PG) dan essay. Di ANBK ini ada PG, PG kompleks, menjodohkan, uraian singkat, dan essay. Semua dilakukan secara online.

Karena online, spec dari PC juga harus diperhatikan.

Hal ini lumayan membuat si adik jiper, takut dia gak lulus. Puji Tuhan pihak PKBM kami mengadakan simulasi dan gladi resik. Ini tentunya membantu adik untuk mengenali soal-soal yang ada. Dan Tuhan memang baik, kasih karuniaNya cukup untuk si adik. 

Adanya simulasi dan gladi resik membantu anak dalam pelaksanaan.

Saat ujian dilakukan, ujian hanya satu hari saja, semua berjalan dengan baik. Hanya saja koneksi internet sempat bermasalah. Tetapi semua dapat diselesaikan dengan baik.

Dinyatakan lulus ;)

Bulan Agustus kemarin kamipun kembali ke Salatiga untuk cap tiga jari. Kami pun mendapatkan ijazah. Yang cukup unik, lulus di kurikulum Merdeka ini bukan hany adari ijazah yang diterima si anak. Ada lembar terpisah berjudul Sertifikat Hasil Uji Kesetaraan (SHUK) dari mendikbud.

Di SHUK tersebut tertera keterangan dari nilai literasi dan numerasi yang dikerjakan oleh adik. Di literasi, adik mendapatkan nilai dan juga keterangan mencapai kompetensi minimum (cakap). Sedangkan di numerasi, adik mendapatkan nilai dan juga keterangan di atas kompetensi minimum (mahir).

SHUK adik

Pihak PBx menjelaskan bahwa adik masuk dalam kategori lulus. Saya jadi bingung, memang beda ya suratnya kalau tidak lulus. Kak Hasan pun menceritakan bahwa yang tidak lulus akan dapat kertas dengan judul Surat Keterangan Hasil Uji Kesetaraan (SKHUK).

Akhirnya kami pun mencari tahu (kalau kata si kecil mau kepo-kepo) bedanya SHUK dan SKHUK. Kami pun mendapatkan bahwa bagi peserta didik pada jalur pendidikan nonformal yang telah mengikuti uji kesetaraan bisa dikategorikan menjadi dua kelompok. Yang pertama LULUS dari satuan pendidikan dan mendapatkan SUHK. Dan yang TIDAK LULUS akan mendapatkan SKHUK.

SKHUK.

Kemudian kami baru tahu bahwa ada 4 tingkat yang digunakan untuk mengukur tingkat kemampuan literasi dan numerasi siswa. Tingkatan tersebut adalah:

1. Di atas kompetensi minimum (Mahir)

2. Mencapai kompetensi minimum (Cakap)

3. Di bawah kompetensi minimum (Dasar)

4. Jauh di bawah kompetensi minimum (Perlu intervensi khusus).

Di benak kami seperti nilai A, B, C, dan D. Untuk adik, mendapatkan nilai ini menjadi suatu hal yang cukup menenangkan, setelah sekian lama deg-degan dengan nilai yang ada.

Lega sudah hati mamak dengan selesainya ujian dan ijazah di tangan. Tahun depan perjuangan kembali dengan kejar paket B untuk si kakak, entah dengan kurikulum merdeka atau akan berganti kembali (kejar paket A kakak, ada di link ini ya). Perjalanan kami memang masih panjang. Tetapi bersyukur untuk setiap tahapan yang dapat dilalui. 

Only by His grace


Selasa, 08 November 2022

Lulus!!!!

Setelah si kakak mengikuti ujian penyetaraan di bulan Mei kemarin, tentunya banyak yang bertanya bagaimana kelanjutannya? Deg-degan kah? Atau biasa saja? 

Sejujurnya si kakak deg-degan takut tidak lulus. Sedangkan mamanya yakin pasti lulus, cuma paling nilainya yang tidak jelas akan berapa. Tetapi bagi homeschooler, nilai itu kan nomor sekian (selama bukan dibawah banget. Hehehe).

Di tengah menunggu hasil, anak-anak diminta untuk mengirim foto yang akan digunakan di ijazah Paket A. Adapun ketentuannya adalah foto dengan menggunakan kemeja putih dan berlatar belakang merah dengan kode 8B0000. Selain itu rambut harus ditata rapi dan telinga harus terlihat. 

Warna merahnya seperti ini ya

PR pun dimulai. Sejak pandemic, memang baju anak-anak hanya itu-itu saja. Dan semakin susah mencari baju karena tinggi badan kakak yang mulai nanggung. Tetapi sekali lagi, bersyukur karena hanya untuk foto, kakak bisa pakai baju papa. PR foto pun selesai sebelum tenggat waktu yang diharuskan.

Dan rasa deg-degan ini makin berasa oleh si kakak karena sepupunya yang juga mengikuti UPK tahun di awal Mei kemarin sudah menerima hasil test di awal Juni. Jadi rasa deg-degan ini sekarang bukan karena hasil, tetapi karena kami belum ada info kapan menerima hasilnya. Tak berapa lama kemudian. Diinfokan bahwa info kelulusan akan dikirim pada tanggal 15 Juni.

Di hari h, kakak sudah sibuk bertanya apakah sudah ada atau tidak. Ya tentu saja belum ada. Siapa yang rajin kirim email jam 6 pagi. Dan sekitar jam 11 kami mendapatkan hasilnya. Sesuai perkiraan mamanya, kakak lulus. Seperti pemberitahuan lulus atau tidak lulus di sekolah, mereka hanya mendapatkan surat keterangan lulus saja, bukan ijazah.  

Surat keterangan lulus

Lalu apa Langkah selanjutnya setelah mendapatkan keterangan lulus? Sama seperti saat kita masih SD, pasti ada cap tiga jari. Maka penantian kami berikutnya adalah menantikan kapan kami mendapat giliran untuk cap tiga jari. Untungnya saat kami road trip untuk Family Conference, kami mendapatkan info bahwa si kakak sudah bisa mengambil ijazah.

Saat mengambil ijazah, dan juga cap tiga jari, pastinya tidak dapat diwakilkan. So pasti dong, kan jarinya harus jari yang lulus. Maka kami pun menjadwalkan untuk mampir ke Salatiga dalam perjalanan pulang kami dari road trip.

Perjalanan menuju Piwulang Becik tidaklah begitu susah. Anak-anak pun bersemangat, karena mereka membayangkan akan bertemu kakak-kakak yang selama ini membantu mereka dalam Student Club. Dan seperti bayangan kami, lingkungan di sekitar PBx asri dan segar.  

Jadi mengingatkan masa-masa mama KKN di Gunung Kidul

Bagi kami sebagai homeschooler, legalitas itu penting. Kami tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di depan kita. Ada yang dengan yakin berpikir anaknya akan kuliah di luar negeri, tetapi akhirnya kuliah di dalam negeri. Ada yang dengan yakin anaknya tidak usah kuliah di luar negeri, tiba-tiba karena satu dan lain hal, anaknya kuliah di luar. Dengan adanya ijazah, setidaknya saat anak akan kuliah di dalam atau di luar, mereka dapat dengan mudah melanjutkan kuliah. 

Saat menunggu, si kakak diminta bermain keyboard

Selesai juga urusan kejar paket A. Dua tahun lagi baru berurusan dengan kejar paket A lagi dan tiga tahun lagi berurusan dengan kejar paket B. Mamak narik napas dulu deh.

Part of PBx

Minggu, 25 September 2022

Ujian Pendidikan Kesetaraan Paket A

UPK

Tahun ini banyak agenda yang cukup sibuk bagi kami sekeluarga. Salah satu agenda yang cukup besar adalah ujian si kakak. Ya, kakak memang sudah kelas 6. Jadinya di tahun ajaran 2021-2022 kemarin, kakak akan mengikuti ujian  paket A. Ujian paket A ini dikenal sebagai Ujian Pendidikan Kesetaraan (UPK).

Jadwal UPK tiap PKBM berbeda-beda, mengikuti lokasi PKBM yang ada. Seperti sepupu si kakak, yang PKBM nya di Depok, mempunyai jadwal ujian di awal bulan Mei. Bayangkan saja, pas libur tanggal 1 Mei pun tetap ada UPK secara online. Tak terbayangkan bukan.

Berhubung kami ikut di Piwulang Becik, maka jadwal UPK kakak jatuh di bulan Mei kemarin, tepatnya tanggal 9 – 11 Mei 2022. Dan karena masih berada di daerah Salatiga, sesuai dengan SK Kepala Dinas Pendidikan Saltiga, UPK tahun ajaran 2021/2022 ini dapat dilaksanakan secara offline ataupun online. Puji Tuhan PBx memilih untuk melaksanakan secara online. Walau saat kami memilih PKBM di Salatiga maka ada kemungkinan kami harus ujian di sana, tapi pilihan untuk online akan lebih memudahkan kami. Terutama saat pandemi seperti ini. 

Jadwal ujian kakak.

Bagaimana pengalaman perdana kami kemarin? Nano-nano rasanya. Dimulai dari adanya group telegram khusus bagi orang tua yang anak-anaknya akan ujian. Di situ para mama bergantian bertanya kapan tanggal pastinya UPK. Kemudian ada juga yang bertanya apakah ada kisi-kisi untuk ujian (biasa kan kalau di sekolah suka diberi kisi-kisi saat mau ujian). Namun baik Pak Aris, Mbak Nanik, maupun admin yang ada tetap memberi jawaban yang menenangkan. Mereka berkata tidak usah panik, tidak ada kisi-kisi untuk ujian, dan yang penting yakin dalam mengerjakan. 

Bank Soal Superlengkap

Walaupun sebagai homeschooler kita tidak mengutamakan nilai, tapi tentunya kita juga tidak mau si anak sampai tidak dapat mengerjakan soal-soal yang ada. Apalagi bagi kita yang tidak menggunakan kurikulum nasional. Pastinya ada rasa deg-degan tentang UPK. Berikut beberapa tips dari kami dalam menyiapkan UPK.

1. Kerjakan banyak latihan soal.  

Sejak awal tahun 2022, hingga bulan tersebut, pekerjaan saya sedang padat-padatnya. Dari menyiapkan anak-anak (orang lain) mempersiapkan Cambridge Test, ujian mid term, menyiapkan mereka dalam ketertinggalannya di sekolah mereka, sampai menyiapkan mereka untuk final test mereka. Ironis sekali bukan? Tapi ya begitulah keadaan. Kita tidak dapat melarikan diri dari permasalahan yang ada, tetapi kita bisa mencari jalan keluarnya.

Saya meminta kakak untuk membaca rangkuman materi dari kumpulan soal tersebut. Setelah itu, kakak harus mengerjakan soal-soal yang ada tanpa melihat kunci jawaban dan mencari jawaban. Dengan kata lain, kakak ‘try out’ sendiri.  Setelah selesai, saya akan meminta dia untuk memeriksa. Jika nilainya dibawah 80, maka ia harus mengulang. Bukan mamanya score oriented, tapi semakin berlatih pasti akan membuat dia ingat (wong PPKn, BI, IPS, IPA isinya masih banyakan di hapalan). 

Bank Soal Nasional SD

2. Tekankan kepada anak-anak yang kita kejar bukan nilai yang bagus, tetapi kejujuran dan persistensi mereka saat belajar.

Tujuan kita mendidik mereka di rumah kan supaya mereka menjadi anak-anak yang berkarakter baik. Jadi penting sekali untuk mengingatkan kepada mereka bahwa tujuan mengikuti UPK adalah mengukur kemampuan mereka dalam kurnas, karena kan kita mau punya ijazah Indo. Tetapi sebetulnya lebih dari sekedar mengikuti ujian mata pelajaran, mereka sedang diuji karakter mereka. Apakah mereka akan jujur, apakah mereka akan tetap berpikir untuk mengerjakan soal-soal ataukah mereka akan keok di tengah jalan.

Berhubung ini online, godaan pasti besar. Toh kalau mencontek, atau cari dengan bantuan mbah google, atau menggunakan kalkulator, pasti tidak ketahuan. Kami selalu menekankan ke anak-anak bahwa apapun yang dikerjakan, kerjakanlah dengan sepenuh hati, seperti untuk Tuhan dan bukan manusia. Jadi kalau untuk Tuhan, nilai bukanlah yang utama. Kejujuran lebih penting daripada nilai bagus tapi hasil nyontek. Semangat pantang menyerah walau lupa hapalannya. Mencoba menganalisa dan berpikir dengan teliti, semuanya ini diuji saat ujian. Tapi ini juga bukan excuse untuk tidak berusaha =D

3. Ingatkan anak jangan lupa berdoa sebelum ujian.

Do your best and let God do the rest. Istilah ini tepat menggambarkan keadaan yang ada. Penting sekali untuk si anak memasrahkan semua kepada Tuhan. Jadi saat mereka mendapatkan nilai yang baik, mereka tidak akan sombong. Jika nilainya tidak baik, pasti ada tujuan mengapa Tuhan mengizinkan mereka tidak mendapatkan nilai yang baik. Segala hal Tuhan izinkan terjadi untuk menempa karakter mereka lebih lagi.

4. Minta si anak untuk tidak terburu-buru sangat mengerjakan soal dan jangan lupa memeriksa kembali dengan teliti sebelum waktunya habis.

Masalah klasik yang selalu ada saat ujian, dari dulu sampai sekarang, adalah kita ingin ujian cepat selesai. Alih-alih benar, malah keinginan cepat selesai ini bisa membuat kita tidak teliti. Kami mengingatkan anak-anak setiap buat soal, jangan pengen cepat selesai, tetapi juga jangan sengaja lelet. Ada waktu yang diberikan. Jadi pergunakan waktu yang ada semaksimal mungkin. Saat sudah selesai, mereka harus memeriksa kembali dengan teliti. Kenapa? Karena kecenderungan anak-anak saat memeriksa ngerasa betul karena mau buru-buru. Apalagi kalau online. Tidak sengaja klik mouse, bisa merubah jawaban. Jadi anak-anak harus memeriksa kembali jawaban mereka.

5. Istirahat yang cukup dan makan yang bergizi.

Rasanya dari zaman kita kecil, sampai sekarang, pesan sponsor ini selalu ada. Tapi memang betul loh. Kurang istirahat dapat menyebabkan kita susah untuk berkonsentrasi. Apalagi online, yang dilihat screen terus. Bisa capek juga kan matanya. Dan makanan pun tidak kalah pentingnya dari istirahat. Kalau konsumsinya makanan manis terus, pasti cepat Lelah dan mengantuk. Istirahat dan makan yang bergizi ini bukan hanya saat mau ujian saja, tetapi seharusnya setiap saat.

 

Bagaimana saat hari h? Saat hari h ada beberapa ketentuan yang dikirimkan oleh tim UPK.

- Anak-anak yang akan mengikuti ujian diberikan link untuk mata pelajaran yang akan diuji. Tentunya baru dapat diakses saat waktu ujian dimulai.

- Saat ujian, kita membuka zoom agar tim dari PBx dapat melihat anak-anak saat mengerjakan soal. Tidak sampai harus dua kamera untuk mengawasi, karena filosofi PBx adalah prosesnya. Jadi seyogyanya orang tua dan murid tahu bahwa mencontek atau mencari jawaban itu tidak baik =D

-  Saat ujian berlangsung, kita diminta untuk mengirimkan foto saat anak mengerjakan ujian setiap mata pelajaran. Foto ini menjadi bukti bahwa si anak mengerjakan ujian.

Ujian hari ke 2. Mata mulai pegal lihat screen terus.

Kami sempat bertanya kepada kakak, bagaimana perasaan dia setelah selesai ujian. Si kakak bilang lega sudah ujian, walau ada beberapa kesalahan saat membuat. Tapi dia senang sudah selesai. Bukan cuma kamu yang lega, kak. Kita semua juga lega kok. Tinggal menunggu hasilnya saja. Apapun hasilnya, ya harus bersyukur =D

 

Disclaimer: artikel ini dibuat bukan sebagai patokan bahwa UPK harus seperti ini atau seperti itu, tetapi hanya untuk menjawab rasa penasaran mama-mama yang lain saat mempersiapkan UPK. 




 

Minggu, 10 Januari 2021

Perjalanan Baru dengan PKBM Pilihan Kami

PKBM

Selamat Tahun Baru 2021 =)

Setelah absen menulis selama sebulan, kali ini kami kembali melanjutkan kisah kami mencari PKBM. Seperti di artikel sebelumnya, kami sedang mencari PKBM. Beberapa data tentang PKBM kami kumpulkan, dengan harapan memudahkan kami dalam memilih PKBM.

Data yang kami kumpulkan mengenai PKBM di Jakarta
PKBM luar Jakarta

Sebetulnya, dari sebelum berkutat dengan info-info tentang PKBM, kami sudah mempunyai pilihan. PKBM yang kami pilih adalah PKBM negeri, yang berlokasi tidak jauh dari tempat kami tinggal, alias masih di Jakarta. PKBM ini mempunyai akreditasi B dan sudah lumayan teman-teman kami yang ikut di PKBM ini.Apalagi dari segi biaya, PKBM ini sangat masuk budget kami.

Saat kakak kelas 3, kami pernah menghubungi pengelola PKBM tersebut. Tetapi oleh pihak pengelola diminta nanti saja saat umur 11 tahun. Jadi kami menunda untuk memasukkan kakak ke PKBM tersebut. Tetapi setelah kami mengetahui lebih lagi tentang legalitas untuk homeschooler, maka kami kembali mencoba mendaftar saat kakak kelas 4. Dan jawabannya masih sama.

Namun karena pandemi Covid, kami pun mencoba menghubungi kembali. Oleh pihak pengelola kami diminta untuk daftar tahun depan saja, antara bulan Mei – Juli, untuk menyesuaikan dengan data di Dapodik. Tetapi yang kami kuatirkan adalah data untuk raportnya. Kan tidak lucu kalau nanti saat kakak bergabung, kakak diminta mengulang dari kelas 4, padahal sudah kelas 6.

Dari hasil observasi yang kami lakukan, kami pun mengerucutkan pilihan kami pada dua PKBM, yaitu PKBM Negeri yang ada di Jakarta dan PKBM Piwulang Becik. Dua-duanya mempunyai nilai plus masing-masing. Namun akhirnya kami memilih Piwulang Becik (PBx).

Logo Piwulang Becik

PKBM Piwulang Becik merupakan PKBM yang berdomisili di Salatiga (bukan betul tujuh ya). PKBM ini didirikan oleh Bapak Aris Prasetya. Piwulang Becik, yang berarti ajaran kebaikan yang diteladani dan disebarkan ini didirikan tahun 2018. Apakah sudah terakreditasi? Jawabannya, ya. Berdasarkan data di kemendikbud, PBx sudah terakreditasi, yaitu akreditasi C. Akreditasi C ini bukan berarti kurang baik (seperti saat kita sekolah, nilai C kan kurang baik artinya), tetapi karena usia PBx yang masih muda, otomatis lulusannya baru sedikit. Beda dengan PKBM yang menginduk ke sekolah swasta ataupun negeri. 

Saat kami selesai mendaftar, beberapa teman kami bertanya mengapa kami memilih PBx yang jauh di Salatiga daripada mencari PKBM yang di Jakarta? Bagaimana kontrak belajar di sana? Lalu sebagian bertanya bagaimana caranya untuk mendaftar? Bagaimana dengan biayanya? Bagaimana dengan ujian kesetaraan nantinya? Umur berapa boleh bergabung dengan PKBM?

Ada 1001 macam alasan, dan sekali lagi ini adalah masalah preferensi, bukan yang ini lebih baik atau yang itu lebih jelek. Salah satu alasan kami memilih PBx sebagai rekan kami dalam urusan legalitas pendidikan anak-anak adalah karena PBx mempunyai kontrak belajar yang jelas.

Di PBx, berlaku kontrak belajar mandiri. Kami selaku homeschooler bebas menentukan kurikulum yang akan kami gunakan. Segala pelajaran dapat diakses secara pribadi dan belajar secara mandiri. Selain itu, anak-anak tidak perlu mengerjakan ujian tengah semester dan ujian akhir semester. Kok bisa? Nanti nilai raportnya bagaimana?

Untuk mengisi nilai raport, dibutuhkan dua hal, yaitu nilai akademis dan juga portofolio. Portofolio merupakan laporan singkat mengenai kegiatan-kegiatan yang dilakukan anak sehari-hari, seperti seperti proses pembelajaran dan les mereka. Pihak PBx memberitahukan tidak ada pakem harus seperti ini atau seperti itu. Bisa dalam bentuk video, narasi pendek, dan sebagainya. Yang dilihat dari pihak PBx adalah prosesnya (kami suka sekali dengan value ini). Sedangkan untuk nilai akademis, karena PKBM mengacu untuk legalitas anak-anak dalam hal ini adalah ijazah, maka yang digunakan adalah kurtilas atau kurikulum tiga belas.

Bagaimana cara mengakses kurtilas ini? Di PBx, sistem yang diterapkan adalah sistem pembelajaran daring (dalam jaringan) dari kemdikbud yang dikenal dengan nama Setara Daring. Setara Daring adalah sebuah aplikasi Learning Management System yang dirancang untuk pembelajaran jarak jauh. Sistem ini didukung oleh SEAMOLEC (SEAMEO Regional Open Learning Centre), yang merupakan institusi yang berada dibawah SEAMEO (Southeast Asian Ministers of Education Organization).

Proses penggunaan Setara Daring ini sangatlah sederhana. Anak-anak diberikan ID untuk mengakses Setara Daring. Di sini anak-anak dapat membaca materi, membuat tugas, dan mengerjakan evaluasi yang ada. Karena sistemnya modul, untuk kelas 4 keatas ada 5 modul di setiap mata pelajaran dan kelas 3 kebawah modul tematik, maka masing-masing anak dapat mengatur waktunya untuk membuat Setara Daring ini.

Selain itu, faktor pendukung kami memilih PBx adalah PBx mempunyai banyak Student Club (SC) yang menarik. Seperti yang saya bilang di artikel sebelumnya, ini bukan faktor utama, tetapi menjadi nilai tambah. Karena banyaknya SC yang menarik, anak-anak sampai bingung dan ingin mengikuti semua (Duo Lynns memang hobi mengikuti kegiatan). Kami membatasi untuk anak-anak memilih 2 saja, untuk membatasi screentime mereka dan agar mereka lebih fokus. Apalagi sejak online ini, mereka juga banyak kegiatan. Mungkin di semester berikutnya, mereka dapat mengikuti SC yang lain.

Skema proses di PBx. Tugas adalah tugas dari SC

Lalu, bagaimana cara kami bergabung ke PBx? Kami mengetahui PBx ini dari teman homeschool kami yang tinggal di Jogja. Kami diberi nomor Whatsapp dari Pak Aris. Dengan ramah Pak Aris menjawab setiap pertanyaan, dan akhirnya kami pun diminta menghubungi pihak admin, yaitu Mbak Nanik.

Oleh Mbak Nanik, kami diminta untuk mengisi formulir pendaftaran dan melampirkan foto dari dokumen-dokumen berikut: 

- Akta Kelahiran peserta didik

- KK (Kartu Keluarga)

- KTP kedua orang tua

- Foto peserta didik

- Rapor sebelumnya (jika pindah sebelum kelulusan)

- Ijazah Sebelumnya (jika sudah lulus SD/SMP)

- Surat pindah dari sekolah/PKBM sebelumnya (jika pindahan)

- Pasfoto anak.

Proses pendaftaran berlangsung dengan cepat. Kakak dan adik sudah terdaftar di PKBM Piwulang Becik dan sudah mendapatkan NISN. Kami pun melakukan recheck ke https://referensi.data.kemdikbud.go.id/nisn/, dan data anak-anak pun muncul. Leganya hati kami. Dengan adanya NISN, berarti  mereka resmi terdaftar di kemendikbud. Kalau kata teman saya sih, sah katanya=D

Bagaimana dengan biayanya? Di PBx tidak ada ketentuan biaya admin harus sekian dan biaya bulanan harus sekian. Sistemnya adalah gotong royong, yaitu kita berpartisipasi sesuai kemampuan kita masing-masing. Awalnya bingung juga sih, ada ya sistem gotong royong. Ternyata ada tuh di PBx.

Gotong Royong di PBx

Mengenai ujian kesetaraan, memang sebelum adanya pandemi, peserta didik wajib ikut ujian kesetaraan di tempat dimana PKBM berada. Dengan kata lain, wajib hukumnya untuk pergi ke Salatiga. Namun sejak adanya pandemi, ujian kesetaraan ini dapat berjalan secara online. Harapannya sih walau nanti sudah tidak pandemi, ujian kesetaraan tetap dapat berjalan secara online, karena sudah ada sistemnya. Namun jika tidak, ya sekalian berkunjung ke Salatiga. 

View dari PBx. Memanggil jiwa petualang mama, nih.

Mengenai umur berapa tepatnya bergabung ke PKBM, kami menyarankan dari umur si anak masuk SD. Mengapa? Karena berdasarkan standard pemerintah, anak yang berumur 6 tahun atau 7 tahun (di tahun ajaran yang bersangkutan) baru boleh masuk kelas 1. Dan itu semua tergantung juga dengan lahirnya di bulan apa. Biasanya cut off di sekolah beda-beda. Jadi coba dikonsultasikan dengan pihak admin. 

Yang pasti, untuk ujian kesetaraan membutuhkan raport kelas 4, 5, dan 6. Jadi sedini mungkin masuk, maka si anak akan mempunyai raport untuk persyaratan ujian kesetaraan. 

Perjalanan kami di PKBM ini tentunya masih panjang, apalagi anak-anak belum ujian =D Namun melihat anak-anak yang begitu excited mengerjakan Setara Daring dan tugas-tugas dari SC, kami melihat ini sebagai hal yang positif. Semoga semangatnya gak kendor ya, girls =)

Sekilas Info

PKBM Piwulang Becik 

Website: https://piwulangbecik.com/

Youtube channel : Piwulang Becik PKBM

Instagram : Piwulangbecikx

Alamat: Jl Kaplingrejo I/7 Rt/Rw 09/03, Gendongan Salatiga, Jawa Tengah

No. Telepon: (0298) 3433143

nomer WA 0858 909 63236

 

PS: 

1. Selain tabel perbandingan,foto-foto yang digunakan diambil dari website Piwulang Becik. 

2. Tabel perbandingan dibuat untuk kami menimbang, bukan untuk menjatuhkan salah satu PKBM.