Jumat, 21 April 2017

Craft Paskah Kami :)

Kamis yang lalu, kami membuat aktivitas yang berhubungan dengan Paskah. Awalnya saya berencana membuat aktivitas berbau Paskah di hari Sabtu untuk menyambut Paskah. Belum terbayang aktivitasnya, karena baru mau mencari ilham di hari Jumat, tetapi karena kakak gundah gulana dengan tangannya yang digips, akhirnya aktivitas ini dikerjakan di hari Kamis demi menghibur kakak yang kepingin membuat sesuatu dengan satu tangan.

Kotak craft pun dibuka dan Duo Lynns sibuk memilih bahan-bahan yang ingin mereka gunakan. Mereka memilih kertas warna-warni yang sudah digunting kecil-kecil dan pom-pom. Mama pun terpaksa memutar otak dan akhirnya memutuskan untuk membuat 2 aktivitas ini.
Kolase Salib
1. Kolase Salib
Aktivitas pertama yang kami lakukan adalah membuat kolase salib dengan menggunakan kertas. Idealnya sih kertasnya diremas-remas lalu ditempel, tetapi karena Duo Lynns tertarik dengan potongan kertas warna-warni, maka kami pun menggunakan kertas warna-warni yang sudah digunting kecil-kecil.

Bahan yang diperlukan:
1. Kertas warna-warni, kebetulan punya kami dominan emas. 
2. Kertas atau karton putih. 
3. Lem. 
4. Isolasi.

Langkah-langkahnya: 
1. Gambar bentuk salib diatas kertas atau karton putih.
2. Beri lem pada kertas tersebut. Biasanya saya meminta anak-anak memberikan lem sedikit demi sedikit pada salah satu bagian supaya mereka tidak terburu-buru mengerjakannya. 
3. Taburi kertas warna-warni tersebut ke atasnya. 
4. Beri kembali lem pada bagian yang lain dan taburi kembali kertas warna-warni. Lakukan sampai seluruh bagian gambar salib tersebut tertutup kertas warna-warni. 
5. Rapikan kertas warna-warni yang ada pada salib. 
6. Untuk membuat kertas tersebut tidak mudah copot, berikan isolasi diatas salib tersebut. 
7. Guntinglah gambar salib tersebut dan tempelkan diatas bidang apapun yang diinginkan.
Biasanya saya memanfaatkan kertas undangan yang tebal sebagai alasnya.

Kubur Kosong versi kakak
2. Kubur Kosong

Bahan yang diperlukan:
1. Piring Kertas
2. Stick es krim 5
3. Benang
4. Pom pom
5. Pensil 
6. Lem fox atau glue gun
Piring kertas dan stick es krim
Langkah-langkahnya:
1. Lipat piring kertas menjadi 2 dan gunting. 
2. Di salah satu piring kertas yang digunting, gambarlah setengah lingkaran kecil dan gunting gambar tersebut. 
3. Warnai bagian setengah lingkaran kecil tersebut dengan pensil. 
4. Lekatkan kedua bagian piring kertas tersebut seperti membentuk gua, kemudian lekatkan setengah lingkaran kecil tersebut di sisi sampingnya. 
Kubur Kosong dan 2 salib biasa plus 1 salib dengan hiasan pom-pom.
5. Untuk salibnya, gunting dua stick es krim menjadi dua bagian.
6. Gabungkan bagian yang sudah dipotong dengan stick es krim yang masih utuh untuk membentuk salib. 
7. Ikat dengan benang. Ulangi kembali hingga terbentuk 3 salib. 
8. Hiasi salah satu salib dengan pom-pom. 
9. Setelah lem pada salib yang ada pom-pom kering, tempelkan ketiga salib tersebut di bagian belakang gua.

Kubur kosong dengan donat
3. Kubur Kosong (makanan) 
Sebetulnya aktivitas ini dilakukan saat anak-anak di gereja tahun lalu, tetapi kami membuat ulang karena anak-anak suka. Maklum, ada makanan yang jarang mereka bisa makan. Hehehe

Bahan-bahan yang diperlukan:
1. Donat, bagi menjadi dua.
2. Roti tawar, kami memakai roti tawar gandum.
3. Oreo
4. Tusuk gigi

Langkah-langkahnya:
1. Letakkan roti tawar sebagai alas. 
2. Letakkan donat diatas roti tawar tersebut. Agar donat dapat berdiri, tusukkan tusuk gigi pada donat dan roti. 
3. Letakkan oreo dibagian depan donat.

Jadi deh kubur kosong dan snack anak-anak. Lebih dari sekedar membuat aktivitas, kiranya momen Paskah ini membuat anak-anak mengingat akan arti dibalik aktivitas ini.

S'bab Dia hidup ada hari esok
S'bab Dia hidup, ku tak gentar
Kar'na ku tahu Dia pegang hari esok
Kubur kosong membuktikan Dia hidup

Kubur kosong versi adik

Selasa, 11 April 2017

Craft: Bunga dari Kayu Serutan Pensil

Bunga dari Kayu Serutan Pensil
Akhirnya ada kesempatan juga untuk membuat artikel tentang aktivitas yang satu ini. Aktivitas ini sudah dilakukan dari bulan lalu. Sayangnya karena kakak akhir bulan lalu ada sedikit 'accident', maka saya baru sempat menulis saat ini. Ok, mari kita kembali ke topik. Jangan bingung ya saat membaca judulnya. Memang betul aktivitas kali ini menggunakan kayu serutan pensil.

Begini, saya termasuk orang yang senang berkreasi dari bahan yang murah meriah, gampang dicari, dan kalau perlu tidak mengeluarkan biaya (namanya juga mama-mama=P) Tahun lalu, saya sempat melihat salah satu kreativitas yang menggunakan bekas serutan pensil. Menurut saya, bagus juga nih. Sayangnya, untuk mendapatkan bekas serutan yang bagus itu agak susah. Akhirnya kami mengumpulkan pelan-pelan, dan setelah terkumpul, aktivitas ini dapat dilaksanakan. Dan kebetulan, tema monthly meeting komunitas CCHC bulan lalu adalah bunga. 

Bahan yang diperlukan:
1. Karton manila putih.
2. Lem fox atau glue gun
3. Bekas serutan pensil warna, lebih bagus jika pensilnya berbentuk segitiga
4. Glitter atau cat air
5. Spidol coklat.

Langkah-langkah:
1. Tempelkan bekas serutan yang ada sehingga membentuk bunga.
2. Buat beberapa bentuk bunga yang berbeda warna dan tempelkan secara acak. 
3. Berikan glitter atau cat air yang sesuai dengan pensil warna yang ada.
4. Biarkan cat air atau glitter tersebut kering.
5. Setelah kering, tarik garis dari masing-masing bunga menuju satu titik dibagian bawah.
Langkah 1, 2, dan 3
Saat selesai, saya bertanya kepada anak-anak bagian mana yang mereka suka. Sudah pasti jawabannya adalah saat memberikan glitter dibagian tengah bunga. Bagi saya, bagian yang paling menegangkan dalam proses pembuatan bunga ini adalah bagian menempelkan kayu serutan tersebut. Mengapa? Karena anak-anak suka iseng meremas kayu tersebut. Untuk menambah kemanisan dari bunga ini, kami menambahkan bingkai dari sisa kertas kado yang ada di rumah. Untuk berkreasi memang tidak perlu barang mahal, bukan? 
Setelah ditarik garis ke bawah. Manis bukan?



Jumat, 31 Maret 2017

It's Love, Love, Love :)


Jika mendengar kata "bulan" dan "love", hampir kebanyakan orang akan berpikir tentang Februari. Kenapa sih? Karena di bulan Februari ada hari Valentine. Tapi kali ini tema kasih atau love dalam aktivitas kami ada di bulan Maret. 

Diawali dengan family project membuat bentuk Love yang terunik di sekolah minggu anak-anak. Tetapi apa daya karena bulan ini adalah bulan yang sibuk bagi kami, maka tertunda sudah urusan membuat bentuk Love yang unik. Alhasil, yang jadi adalah gantungan dinding kreasi Duo Lynns untuk sahabatnya. 

1. Hiasan dinding Love
Yang ini sederhana sekali buatnya. Hanya membutuhkan kertas kokoru, karton, dan pita. Kertas kokoru yang ada dibagi dua dan digulung tanpa harus dilem. Setelah digulung, gulungannya dilepas dan ditempelkan dengan gulungan kertas kokoru lainnya untuk membentuk hati. Kemudian tinggal ditempel ke kertas karton pink. 
Hiasan atau gantungan dinding bentuk love
2. Family Project Bentuk Love Terunik
Berhubung deadline pengumpulan project sudah dekat, maka pembuatan bentuk love pun hanya dengan menggunakan barang-barang yang ada. Karena namanya family project, tentunya aktivitas yang dipilih dapat dikerjakan oleh anak dan orang tua yang membantu. Masih dengan tema kokoru, kakak membuat gulungan-gulungan kokoru yang dilem dan merangkainya menjadi bentuk hati. Adik dengan gulungan yang dibuka lagi, dan ditempel menjadi hati. Mamanya? Bagian mamanya adalah membuat origami bentuk hati dan membantu menempelkan kokoru dengan glue gun. Yang menghias tentu saja anak-anak. 
Kiri atas: hasil gulungan adik. Kanan atas: love-nya adik.
Kiri bawah: love-nya kakak. Kanan bawah: Love project buatan kami
Apakah hati buatan kami menang? Tidak =D tetapi setidaknya keterlibatan anak-anak dalam pembuatan sangat banyak dan kami mengerjakannya bersama. Itu inti dari family project, bukan? 

3. Sensitivity Craft 
Tema karakter bulan Maret adalah sensitivity atau kepekaan. Dalam karakter ini anak-anak belajar untuk memahami perasaan orang lain dan bertindak sesuai dengan keadaan. Craft yang harus dibuat pun berhubungan dengan perasaan. 

Bahan yang diperlukan hanyalah 4 stick ice cream, amplop, dan pensil warna, spidol atau crayon. Diatas stick ice cream digambari 4 ekspresi yang biasa ditemui, yaitu senang, sedih, marah, dan kaget. Sedangkan di amplop bagian belakang digambar bentuk hati dan diwarnai dengan warna merah atau pink. Nantinya keempat stick itu dimasukkan ke amplop dengan posisi berdiri.
Sensitivity craft
Apakah tujuannya? Anak-anak diminta untuk mengamati mengapa dan kapan orang merasa sedih, senang, marah, dan kaget. Setelah kita tahu kapan orang merasakan perasaan seperti itu, maka kita harus mengasihi semua orang dan bersikap sesuai dengan keadaannya. 

Demikianlah aktivitas kami yang berhubungan dengan bentuk love. Dan memang di akhir bulan ini kakak harus mempraktekkan tentang kasih ini kepada siapapun :) 
Keisengan Duo Lynns dengan kertas krep setelah membuat family project
Atas: turtle head-snake. Bawah: ikan dalam akuarium.

Selasa, 21 Maret 2017

Menyelesaikan Perselisihan Anak-anak


"Anaknya manis-manis ya. Di rumah tidak pernah berantem?" 

"Mereka selalu akur ya....so sweet deh."

Dua kalimat tersebut sering keluar dari mulut orang-orang yang sering bertemu kami atau baru pertama kali bertemu kami. Memang Duo Lynns terlihat begitu manis jika sedang main bersama. Dan banyak orang tua bercerita mengenai kepusingan mereka menghadapi ulah anak-anaknya di rumah (ebentar nangis, sebentar rebutan barang, sebentar berantem). Tetapi apakah betul Duo Lynns selalu akur saat di rumah?

Tentu saja tidak =D Namanya juga masih anak-anak. Ada kalanya yang satu iseng dan yang satu tidak suka diisengi (dalam bahasa kami disebut ndak kenaan). Tiap hari di rumah pun diwarnai dengan main bersama, saling melayani, saling kesal, dan pasti ada tangisan. Saya pun harus menjadi 'hakim' untuk menangani setiap perselisihan yang tidak dapat mereka selesaikan sendiri. Tetapi puji Tuhan, saat terjadi perselisihan, anak-anak ini tidak main tangan. 

Sebagai orang tua yang mempunyai anak dua, kami tahu bahwa perselisihan antara saudara pasti dapat terjadi. Mengapa demikian? Karena setiap orang mempunyai kepribadian yang berbeda. Dan jika perselisihan ini tidak ditangani dengan baik, suatu saat nanti akan menjadi masalah yang serius dan menjurus kepada kekerasan. Apakah yang biasanya kami lakukan jika terjadi perselisihan antara kakak dan adik? Berikut beberapa tips yang mungkin dapat dicoba.

1. Tenang
Hal ini akan mudah untuk dikatakan tetapi susah untuk dikerjakan. Apalagi biasanya perselisihan anak-anak terjadi saat kita sedang sibuk. Saar perselisihan terjadi, tarik napas terlebih dahulu supaya kita menjadi lebih tenang. Jika memang kita sedang melakukan sesuatu yang harus segera dilakukan, kalau saya biasanya sedang memasak yang kalau ditinggal bisa gosong, mintalah anak-anak untuk duduk dan minum. Mereka pun perlu menenangkan diri mereka. Setelah saya selesai mengerjakan pekerjaan saya, saya akan menemui mereka untuk bertanya apa yang terjadi.

2. Bicarakan permasalahan dengan tenang dan jadilah pendengar yang baik bagi kedua belah pihak.
Setelah semuanya tenang, mintalah kedua belah pihak menceritakan apa yang terjadi menurut versi mereka masing-masing. Kecenderungan orang tua adalah memotong saat cerita belum selesai. Hal ini akan membuat anak menjadi emosi kembali (kalau si kakak, dan adik juga mulai meniru, akan berkata you cut my word dengan gerakan sedang menggunting). Sebagai orang tua kita harus menjadi pendengar yang baik. Dengan demikian kita dapat memahami apa yang mereka rasakan.

3. Selesaikan permasalahan 
Biasanya kami akan ajak salah satu pihak untuk memposisikan diri mereka di pihak yang lain, dan bertanya jika dia melakukan hal yang kamu lakukan ke kamu, apakah kamu mau. Dengan demikian mereka mulai berpikir apakah tindakan mereka salah atau benar. Selain itu, pendekatan yang sering kami pakai adalah dengan bertanya apakah sikap mereka mencerminkan dengan suatu karakter yang sudah mereka pelajari. Pasti mereka akan menjawab: "tidak, tetapi...". Setiap anak pasti akan mencari pembelaan dirinya. Hal ini wajar, karena setiap orang termasuk kita yang sudah dewasa pasti ada namanya mekanisme membela diri. Kami tetap menarik akar pembicaraan ke salah satu karakter dan menekankan bahwa jika mereka berbuat seperti itu mereka membuat kami sedih dan Tuhan pun sedih.  

4. Pastikan mereka saling meminta maaf dan memaafkan
Biasanya setelah proses diatas selesai, mereka saling dapat menerima dan setelah itu berpelukan dan meminta maaf. Terkadang akan ada masanya salah satu anak susah untuk meminta maaf. Kami akan tetap menyuruh meminta mereka untuk meminta maaf. Dan jika permintaan maafnya terdengar tidak tulus (minta maaf tetapi setengah teriak), maka akan kami minta mereka untuk mengulanginya.

5. Jika dalam perselisihan mereka terdapat tindakan fisik, pastikan si anak mengerti bahwa hal tersebut tidak boleh dilakukan.
Seringkali kami melihat anak-anak yang berselisih (baik anak laki-laki maupun anak perempuan) melakukan tindakan fisik seperti memukul, menjambak, menendang, menggigit, dan tindakan-tindakan horor lainnya. Bersyukurnya Duo Lynns tidak pernah melakukan hal seperti ini. Perselisihan mereka hanya mentok pada laporan ke papa mama dan teriakan ala anak perempuan. Buat kami itu saja sudah cukup mengganggu.
Berdasarkan pengalaman saya saat menangani anak-anak kecil, beberapa anak yang sering melakukan tindakan fisik saat berselisih melihat temannya atau orang tuanya menyelesaikan permasalahan dengan memukul atau pernah dipukul oleh temannya sehingga si anak membentuk mekanisme pertahanan dirinya atau meniru tindakan tersebut. Biasanya saya akan mengatakan apa fungsi tangan dan kaki mereka. Dengan kata lain membuat mereka menyadari bahwa tangan kaki mereka tidak boleh digunakan untuk memukul, menendang, dan sebagainya. Jika hal pendekatan tersebut tidak berhasil, masih terus dilakukan, menurut saya anak tersebut perlu didisplin

Saat menulis ini, saya jadi teringat waktu saya kecil, banyak orang tua yang berkata yang besar harus mengalah dengan yang kecil. Sedangkan ibu saya selalu menyuruh saya mengalah dengan siapapun pada saat bermain. Untuk urusan bermain, memang mengalah lebih baik. Tetapi saat ada perselisihan, apakah benar yang kecil harus selalu dibela walau dia bersalah? Menurut saya, tidak. Kecenderungan membela yang kecil (atau membela yang besar) akan menjadi akar permasalahan di kemudian hari. Yang salah harus diberi tahu bahwa dia salah, dengan penyampaian yang sesuai umurnya. Dan yang benar tetap harus diingatkan bahwa ia harus selalu berbuat baik. 

"Perhatikanlah, supaya jangan ada orang yang membalas jahat dengan jahat, tetapi usahakanlah senantiasa yang baik, terhadap kamu masing-masing dan terhadap semua orang ~ 1 Tes 5:15"

sumber foto: debbicarberry.com.au

Minggu, 12 Maret 2017

Menanam Benih Dulu, yuk :)

Pada bulan Februari lalu, komunitas homeschool kami membahas tentang benih di pertemuan homeschool bulanan. Dan jika mendengar kata benih, pastilah dipikiran kita akan muncul aktivitas tanam-menanam dan terbayanglah tanaman yang berkembang. Kali ini  anak-anak diminta untuk menanam benih yang dibagikan kepada mereka. Pokok bahasan benih ini dikombinasikan dengan karakter tanggung jawab.

Untuk urusan tanam menanam benih, Duo Lynns sudah pernah melakukannya, saat belajar Science tentang tanaman. Waktu itu Duo Lynns menanam toge dan kacang merah dengan menggunakan media kapas basah. Tetapi kali ini, kami akan menggunakan tanah. Apa yang akan ditanam oleh Duo Lynns? Dari tante J, PIC untuk kegiatan ini, kami diberikan pilihan bibit sayur-sayuran. Saya memilih kangkung dan bayam merah. Selain itu di rumah pas ada paprika. Jadi kami ambil biji paprika dan biji pepaya. Dengan demikian, ada 4 benih yang kami uji coba: kangkung, bayam merah, paprika, dan pepaya.
Atas: paprika dan kangkung yang baru tumbuh pada hari ke-3. Bawah: Paprika dan kangkung di hari ke-4
Mereka semangat sekali untuk menanamnya, lebih semangat dari mamanya malah. Setiap pagi mereka beri air, lalu siang dilihat lagi. Dari semua benih, yang lebih cepat tumbuh adalah kangkung dan paprika. Bayam merah baru tumbuh beberapa hari yang lalu, 10 hari setelah pertemuan homeschool selesai atau 3 minggu dari sejak penanaman. Sedangkan pepaya, mungkin benihnya kurang bagus atau metodenya kurang oke, sampai hari ini belum tumbuh.
Atas: Paprika dan Kangkung di hari ke 7.
Bawah kiri: bayam merah yang baru tumbuh 1 minggu lalu.
Akhirnya tiba juga hari yang dinanti-nantikan, yaitu hari untuk pertemuan homeschool. Kakak memilih paprika untuk dipresentasikan sedang adik memilih toge berdasarkan eksperimen kami yang sebelumnya. Kakak sudah semangat mau bercerita tentang paprika, cara menanamnya, manfaat paprika, dan bahkan korelasi dengan perumpamaan penabur benih. Agak kaget juga saya karena kakak dapat berpikir ke situ. Adik berencana cerita tentang kacang hijau yang menjadi toge dan manfaat toge dan tidak ketinggalan kalimat I love bean sprout =D

Apa saja yang dibahas saat pertemuan homeschool? Diawali dengan cerita perumpamaan tentang benih yang ditabur. Lalu mereka diminta untuk mengulang ayat hapalan tentang tanggung jawab. Setelah itu mereka mempresentasikan tanaman yang mereka coba tanam. Mungkin karena pengaruh obat, anak-anak minum obat batuk sebelum pergi, kakak jadi aras-arasan bercerita. Setelah semua anak mempresentasikan tanaman yang mereka tanam, aktivitas selanjutnya adalah membuat kolase dari biji-bijian. 
Hasil karya anak-anak
Pose yang unyu-unyu;)
Tidak semua benih yang dibagikan kepada semua anak berhasil tumbuh, tetapi mereka belajar untuk bertanggung jawab menyiram setiap hari walaupun ada yang menyiramnya sampai banjir. Namanya juga anak-anak, semangat tingkat tinggi. Namun tidak apa. Dari aktivitas ini mereka pun belajar bahwa mengerjakan tanggung jawab pun harus dilalukan dengan cara yang tepat.
Doa berkat di akhir kegiatan
Acara makan siang bersama:)

Kamis, 09 Maret 2017

Playing with Fun Thinkers


Jika ditanya hadiah apa sih yang dapat diberikan untuk anak? Pasti jawabannya macam-macam. Ada yang suka memberikan hadiah mainan, gadget, buku, boneka, baju, pernak-pernik, dan sebagainya. Kalau kami, kami lebih sering memberikan hadiah mainan edukasi dan buku yang bagus untuk anak-anak, termasuk untuk hadiah bagi anak orang lain. Dan biasanya....buku dan mainan edukasi ini harganya mahal tidak sopan. Barangnya kecil tetapi harganya dapat membuat orang tua melotot. Kadang kami berpikir untuk memberikan hadiah mainan saja, toh harganya murah dan barangnya besar. Tetapi akhirnya kami tetap membeli mainan edukasi, buku aktivitas atau bacaan yang berguna bagi anak-anak. Lebih baik keluar untuk sesuatu yang berguna daripada mainan yang tidak jelas.

Salah satu permainan edukasi yang kami beli untuk anak-anak adalah Fun Thinkers. Awalnya kami mendengar dari salah satu teman homeschool kami tentang produk ini. Kami mencoba mencari tahu. Fun Thinkers adalah permainan edukasi dalam bentuk buku dan 'match-frame'. Match-frame berarti di setiap lembar diletakkan frame dan anak-anak akan mencocokkan sesuai instruksi. Fun Thinkers merupakan salah satu produk Grolier. Grolier sendiri adalah salah satu penyedia buku dan kebutuhan in-home learning, yang berada dibawah Scholastic. 

1 paket Fun Thinkers terdiri dari 10 buku dan 1 match frame yang dikemas rapi dalam 1 tas. Ada 3 materi yang masing-masing dibagi menjadi 3 level dan 1 materi lepasan. Level 1 adalah yang paling mudah, level 3 adalah yang paling sulit. 
1. English
Materi ini berisi segala hal yang berhubungan dengan phonics dan vocabulary dan merangkai suatu kejadian. 
Level 1 Word Play
Level 2 Sounds Like Fun
Level 3 Word for Word Fun 

2. Math 
Materi ini berisi segala hal yang berhubungan dengan hitungan, baik  melalui kombinasi antara gambar dan angka. Materinya dimulai dari penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian dan sebagainya. Dalam materi ini juga dibahas mengenai pecahan, waktu, dan mata uang. 
Level 1 Number Count
Level 2 Figure on Fun
Level 3 Facts, Figures and Fun

3. Thinking Skills
Materi ini berhubungan dengan segala sesuatu yang mengasah otak dan pengetahuan umum lainnya. 
Level 1 Shhh, I'm Thinking 
Level 2 Mind Your P's & Clues 
Level 3 Mind Puzzle 

All Around Fun: Rhymes & Reasons 
Materi ini berhubungan dengan sanjak, pengetahuan umum. 
Sumber foto: grolier-asia.com
Cara bermainnya cukup sederhana. Frame yang ada diletakkan di atas halaman buku, dan di bagian kiri diletakkan kotak-kotak yang berisi nomor dari 1 sampai dengan 16 secara urut. Kemudian dengan mengikuti instruksi yang diberikan diatas, anak akan memindahkan nomor-nomor tersebut ke bagian sebelah kanan. Nah saat dipindahkan ke sebelah kanan, nomor-nomor yang dipindahkan ke kanan bisa jadi tidak urut (karena tergantung jawaban dari instruksi diatas). Untuk memeriksa jawaban, cukup tutup frame yang ada, lalu dibalik. Jika pola warna pada kotak nomor tersebut sama dengan pola warna pada sudut kanan atas, maka jawabannya benar. 
Math Level 1. 
Kami pun menjadi tertarik dan ingin mencoba. Tetapi saat melihat harganya, terkaget-kagetlah kami. Harganya diatas ekspektasi kami. Kami pun membatalkan niat untuk membeli. Tetapi semakin dipikir, semakin kepengen rasanya untuk membelinya. Akhirnya kami memutuskan untuk mengontak salah satu Book Advisor Grolier. Kenapa kami jadi memutuskan untuk membelinya walaupun harganya membuat kami harus mengetatkan ikat pinggang selama beberapa bulan? 
1. Buku ini menggunakan 'match-frame', maka anak-anak akan tertarik dan tanpa disadari mereka belajar sambil bermain. 
2. Dengan metode 'match-frame', anak-anak belajar untuk fokus dengan lembar kerja mereka. Dan memang dengan memainkan ini, anak-anak dapat lebih fokus mengerjakan hal lainnya. 
3. Permainan dalam Fun Thinkers ini sangat baik untuk  mengasah otak dan menyeimbangkan otak kiri dan otak kanan. 
4. Daripada membeli mainan untuk anak yang mahal lalu tidak ada manfaat jangka panjang atau daripada membekali anak dengan gadget yang harganya mahal dan membuat anak menjadi kecanduan gadget (untungnya anak-anak tidak ada yang kecanduan gadget karena mamanya tidak punya gadget wah dan dapat mencari aktivitas lainnya), lebih baik menggunakan dana untuk membeli Fun Thinkers. 
5. Dengan adanya contoh dan pola warna untuk memeriksa jawaban, anak-anak dapat bermain mandiri saat bermain Fun Thinkers. 
6. Fun Thinkers dapat dimainkan sejak anak- anak berusia 2 tahun. Kita dapat memilihkan soal yang sesuai dengan umur mereka. Saat kami membeli Fun Thinkers, adik berusia 1 tahun lebih. Kami hanya bermain dengan bentuk dan warna. Dan biasanya di akhir permainan, adik dan kakak bermain dengan nomor-nomor tersebut. Kata mereka, kotak bernomor tersebut adalah cookies.
7. Untuk homeschooler, Fun Thinkers membantu anak untuk belajar lebih cepat karena memang Fun Thinkers dari Grolier (dan produk-produk Grolier bertujuan untuk in-home learning). 
8. Anak-anak menjadi lebih cepat memahami kosakata dalam bahasa inggris. Dan saya pun jadi belajar banyak hal lagi.
English level 3
Selain Fun Thinkers, ada juga produk lain Grolier seperti Talking English, Disney English, ensiklopedi Aku Tahu Mengapa, Logico, dan sebagainya. Saya sempat datang ke cabang Grolier di Jakarta karena ingin mencari ensiklopedi Aku Tahu Mengapa yang dalam bahasa Inggris, untuk melatih anak-anak membaca Bahasa Inggris.  
Produk Grolier lainnya yang membuat mata jadi hijau
Ternyata setelah membeli produknya, kami dapat menjadi Book Advisor atau boleh menjual produk Grolier. Karena melihat manfaat dari produk Grolier ini begitu bagus, akhirnya saya berpikir untuk mencoba menjual. Jadi bagi yang berminat untuk tahu lebih lanjut atau ingin membeli (baik untuk membeli secara cash, arisan, atau cicil), dapat menghubungi saya. Maaf jadi ada iklannya ya, karena produk ini memang bagus untuk anak-anak =D

PS: Terkadang, Duo Lynns rela tidak menonton TV hanya untuk bermain Fun Thinkers =D

Selasa, 28 Februari 2017

Science: Mengenal Serangga Lebih Dekat


Di komunitas homeschool kami, CCHC, setiap bulannya diadakan pertemuan mom n kids. Di pertemuan ini, kami membahas tema-tema yang berbeda dan mengkorelasikannya dengan karakter yang dapat dipelajari oleh kami. Bulan Januari kemarin, kami mengambil tema serangga. Tema serangga ini digabung dengan tema karakter wisdom atau hikmat. Nantinya setiap anak akan mencoba mempresentasikan serangga yang mereka coba amati, baik secara langsung ataupun melalui mbah google.

Serangga adalah binatang yang paling banyak kita jumpai dalam kehidupan kita sehari-hari, baik dari yang bentuknya menarik dan yang kurang menarik. Ternyata serangga sangat penting dalam kehidupan kita. Ada serangga memberikan kita madu, ada serangga yang memberikan kita sutra untuk dibuat pakaian, ada serangga yang menjadi makanan bagi binatang lainnya, dan sebagainya. Ada juga sih yang membuat rumah menjadi kotor dan menggigit kita. Hehehe

Serangga sering disebut insecta, dari bahasa latin insectum, yang artinya terpotong menjadi beberapa. Dalam pelajaran biologi dulu, serangga termasuk salah satu kelas vertebrata di filum arthropoda (hewan berbuku-buku). Apa saja sih ciri-ciri serangga? 
- Tubuh serangga terbagi menjadi tiga bagian, yaitu kepala, thorax, dan abdomen. Untuk bahasa yang sederhana bagi anak-anak, thorax adalah dada, abdomen adalah perut. 
- Serangga, saat dewasa, mempunyai 3 pasang kaki yang pangkalnya menyatu. Dengan kata lain, ada 6 kaki. Itulah sebabnya laba-laba bukan serangga, karena laba-laba mempunyai 8 kaki. Bagaimana dengan ulat? Ulat adalah serangga yang belum bermetamorfosis. Saat sudah bermetamorfosis, maka ulat berubah dan kakinya hanya 6.
- Serangga mempunyai mata majemuk (mata faset) dan sepasang antena.
- Sebagian serangga mempunyai sayap, dan sebagian lagi tidak mempunyai sayap.
- Ukuran serangga kecil, tetapi daya adaptasinya sangat besar.
- Setiap serangga mengalami metamorfosis. Metamorfosis adalah proses perubahan bentuk dari telur hingga ke bentuk dewasa yang siap melakukan reproduksi. Metamorfosis pada serangga ada dua bentuk, yaitu metamorfosis sempurna dan metamorfosis tidak sempurna. Pada metamorfosis sempurna, tahapan yang akan dilalui adalah telur, larva, pupa, imago. Pada metamorfosis tidak sempurna, tahapan yang akan dilalui adalah telur, nimfa, imago. Dengan kata lain, perbedaan yang paling terlihat adalah tahap pembentukan kepompong atau pupa yang hanya ada pada metamorfosis sempurna. 

Penjelasan mengenai serangga ini dilakukan di rumah, dengan bahasa yang sangat sederhana. Dan karena serangga sering ditemukan oleh anak-anak, mereka bersemangat untuk mempelajarinya lebih lagi. Seiring dengan materi serangga ini, kami melakukan observasi bersama tentang wisdom atau hikmat dari beberapa serangga yang pernah kami bahas di pelajaran science kakak. Seperti semut yang rajin, kupu-kupu yang bertekad, dan sebagainya.

Saat harus memilih serangga yang akan mereka presentasikan, anak-anak ingin memilih kupu-kupu. Tetapi karena K sudah memilihnya, maka mama kakak memilih ladybug atau kumbang koksi dan adik memilih moth atau ngengat. Semangatnya sih sudah dari seminggu sebelumnya, tetapi karena kesibukan kami, maka kami baru mulai mengamatinya 2 hari sebelum pertemuan. Apa saja yang kami dapatkan?

Ladybird, atau sebagian orang di Amerika menyebutnya ladybug, sering dikenal sebagai kumbang koksi di Indonesia. Beberapa orang menyebutnya kepik, tetapi sebetulnya ladybug termasuk keluarga kumbang. Kumbang koksi, dengan nama latin coccinellidae, merupakan kumbang berukuran yang kecil, sekitar 0.8 sampai 18 mm atau kurang dari 2 cm. Kumbang koksi terlihat cantik dengan warnanya yang berwarna-warni seperti kuning, oranye, merah dan spot hitam yang tersebar di sayapnya menambah kecantikan hewan ini. Walaupun demikian, beberapa koksi ada yang tidak mempunyai spot hitam atau spotless, dan beberapa koksi berwarna putih. Jumlah spot hitam pun bervariasi, ada yang 7, 9, dan 12. Kumbang koksi mempunyai dua pasang sayap. Yang pertama sayap warna-warni dengan spot hitam yang disebut elytra. Elytra ini tidak dapat dikepakkan, hanya dapat dibentangkan. Sedang sepasang sayap yang lainnya yang dapat dikepakkan, sehingga koksi dapat terbang.  
Ladybug yang diberi nama Mary oleh kakak.
Sebagian ladybug termasuk hewan karnivora. Mereka memakan kutu tanaman seperti afid. Oleh sebab itu ladybug disukai petani karena membantu petani menyingkirkan kutu tanaman. Tetapi sebagian lagi adalah herbivora, mereka memakan daun-daunan. Ladybug terkenal sebagai hewan yang mengeluarkan cairan kuning jika mereka dalam bahaya. 
Berbagai macam ladybug dan catatan kakak tentang makanan ladybug
Kumbang koksi mengalami metamorfosis sempurna, yang artinya mereka mengalami tahapan pupa atau kepompong. Koksi termasuk hewan ovipar, yaitu hewan yang berkembang biak dengan cara bertelur. Apa yang dapat dipelajari dari ladybug? Kakak menyimpulkan bahwa ladybug adalah hewan yang baik hati karena ladybug membantu petani menyingkirkan kutu tanaman.  
Siklus metamorfosis dari ladybug.
Serangga berikutnya yang akan dipresentasikan oleh adik adalah moth atau ngengat. Ngengat merupakan sepupu dari kupu-kupu. Mereka sama-sama berordo lepidoptera. Apa saja perbedaan kupu-kupu dan ngengat? 
1. Kupu-kupu berwarna lebih menarik. Warna ngengat lebih monoton, biasanya coklat muda. 
2. Antena ngengat lebih tebal daripada kupu-kupu. 
3. Ngengat hanya keluar di malam hari, sedang kupu-kupu di siang hari. 
Ngengat dan angka 6 yang berarti kakinya ngenat ada 6.
Kuda pony yang diberi temannya langsung ditempel.
Apakah makanan ngengat? Sebagian besar ngengat makan nektar dari bunga. Tetapi sebagian ngengat tidak makan apapun sampai mereka mati. Tujuan ngengat yang ini hanyalah bereproduksi. 
Bulan sebagai tanda ngengat keluar di malam hari.
Bunga sebagai pengingat bahwa makanan ngengat adalah nektar.
Ngengat berkembang biak dengan cara bertelur dan mengalami metamorfosis sempurna. Apa yang dapat dipelajari oleh adik dari ngengat? Tekad atau determination. Saat ngengat memasuki tahap kepompong pasti tidak enak terus menerus berada di dalam kepompong. Tetapi mereka harus bertahan dan keluar dengan sendirinya untuk menjadi ngengat. 
Telur yang berarti ngengat adalah hewan ovipar dan siklus metamorfosis ngengat.
Untuk memperlengkapi presentasi, Duo Lynns membawa tas mereka yang bermotif ladybug dan kupu-kupu beserta replika ladybug dan ngengat yang pernah mereka buat. Kok kupu-kupu? Karena masih mirip dengan ngengat (daripada ada drama saat presentasi). Bagi kakak, bercerita mengenai ladybug sangat menarik. Saya hanya mencari gambar yang berhubungan dan kakak tinggal merangkai sendiri menjadi suatu cerita tanpa harus diberi petunjuk. Sedangkan untuk adik, harus dibuat outline dengan petunjuk gambar-gambar yang sederhana yang memudahkan adik bercerita.

Yang kami senang dari pertemuan bulanan ini adalah anak-anak belajar bukan hanya serangganya, tetapi mereka belajar untuk mengenal karakter apa yang dapat mereka pelajari dari serangga-serangga ini. Diawali dengan ayat hapalan, kemudian presentasi mengenai serangga, dan diakhiri dengan membuat aktivitas Timothy's scroll. Tentunya seru melihat anak-anak mencoba mempresentasikan materi mereka. Bagi saya, anak-anak mau maju sudah termasuk bagus loh.
Isi dari scroll hari ini. 
Saat pulang, anak-anak tidak sabar untuk acara bulan depan. Duo Lynns sibuk bertanya tanggal berapa dan apa temanya. Sabar ya sayang ;)
Keceriaan anak-anak setelah membuat Timothy's scroll :)