Senin, 31 Desember 2018

When Science and Faith Meet....


Setelah sebelumnya kami melakukan pekan science, kali ini kami kembali mengadakan acara science. Namun kali ini kegiatan science ini bukan hanya sebagai alat untuk anak menikmati eksperimen, tetapi juga dilakukan sebagai alat ilustrasi untuk menjelaskan kebenaran firman Tuhan. Mengapa? Karena sebenarnya antara science dan kebenaran firman Tuhan itu bisa berjalan bersama. Kan Firman Tuhan sumber dari segala ilmu ;)

Banyak tantangan untuk membuat aktivitas ini, karena variasi umur anak yang lumayan banyak. Yang mudah dilakukan tidaklah jauh dari benda cair, agar menarik untuk anak-anak. Ternyata aktivitas ini bukan hanya menarik untuk anak-anak, tetapi untuk mamanya juga. Berikut percobaan-percobaan yang kami lakukan.

1. Floating egg
Floating egg
Percobaan ini bertujuan untuk menjelaskan kepada anak mengenai massa jenis air biasa dengan larutan air dengan garam.
Bahan-bahan yang diperlukan:
- telur sebanyak 2 buah.
- wadah berisi air.
- wadah berisi air yang sudah dicampur dengan banyak garam.

Langkah-langkah yang harus dilakukan:
1. Masukkan satu telur ke dalam wadah yang berisi air.
2. Masukkan satu telur ke dalam wadah yang berisi air garam.
3. Minta anak-anak untuk mengamati. Telur yang dimasukkan ke dalam air garam akan mengapung, tetapi telur yang dimasukkan ke dalam air biasa akan tenggelam.
Sesaat sebelum telur dimasukkan ke dalam air garam.
Benda dapat mengapung atau tenggelam tergantung kepada density atau massa jenis atau kerapatan. Jika massa jenis suatu benda lebih kecil dari massa jenis air, maka benda tersebut akan mengapung. Air garam mempunyai massa jenis lebih berat daripada air biasa. Itulah sebabnya benda lebih mudah mengapung di laut.

Telur mempunyai massa jenis yang lebih tinggi daripada air. Saat telur dimasukkan ke dalam air telur akan tenggelam. Tetapi saat telur dimasukkan ke dalam air yang mempunyai kadar garam tinggi, telur itu akan mengapung. 

Aplikasi rohani:
Anggaplah telur itu sebagai orang yang membutuhkan. Air adalah dunia dan garam adalah kita karena kita disebut garam dunia. Saat orang yang terluka tersebut sendiri, maka ia akan semakin tenggelam. Namun kita sebagai anak-anak yang mempunyai kasih Tuhan di dalamnya ada di dalam air tersebut, kumpulan orang yang percaya ini dapat menolong orang yang membutuhkan.

2. Swirling Cloud 
Swirling cloud
Percobaan ini bertujuan untuk memperlihatkan kepada anak-anak tentang perputaran udara di langit.
Bahan-bahan yang diperlukan:
- Wadah air yang transparan
- Pewarna makanan

Langkah-langkah yang harus dilakukan:
1. Isi wadah air dengan air.
2. Teteskan pewarna makanan secara perlahan. Akan lebih baik jika pewarnanya agak gelap.
3. Amati pergerakan tetesan pewarna makanan dalam air.
Percampuran antara tetesan pewarna makanan dan air akan membuat pola. Awalnya tetesan tersebut akan gelap dan lama-lama turun dan membentuk lingkaran. Seperti prinsip Bernoulli yang mengatakan bahwa suatu aliran fluida, peningkatan pada kecepatan fluida akan menimbulkan penurunan tekanan pada aliran tersebut. Bahasa sederhananya adalah tetesan pewarna makanan tersebut semakin terurai dan membentuk ring yang semakin besar. Kegiatan ini dapat memberikan sedikit gambaran kepada anak-anak apa yang terjadi di udara, termasuk turbulensi udara. Tentu saja yang di udara akan lebih kompleks.

Aplikasi rohani:
Udara di dunia ini begitu kompleks. Hal ini menunjukkan bahwa Tuhanlah yang begitu hebat dan pencipta alam semesta. Seringkali kita mendapatkan bahwa ramalan cuaca bisa saja tidak sesuai dengan cuaca pada hari itu. Hal ini tidaklah aneh. Manusia dapat memperkirakan, namun hanya Tuhan yang mengatur cuaca.

3. Dancing Nuts/Raisin
Dancing nuts/raisin
Percobaan ini masih berhubungan dengan massa jenis benda. Hanya saja, dengan adanya CO2, akan muncul gelembung-gelembung.
Bahan-bahan yang diperlukan:
- kacang mentah
- kismis, akan lebih baik jika menggunakan kismis hitam.
- Wadah transparan
- Air soda, dapat menggunakan Sprite atau Seven Up.
Si kecil yang sibuk mengamati dancing nut
Langkah-langkah yang harus dilakukan:
1. Isi wadah transparan dengan air soda.
2. Masukkan kismis dan kacang ke dalam wadah tersebut.
3. Ajak anak untuk mengamati apa yang terjadi dengan kismis dan kacang.
Minuman bersoda mengandung karbon dioksida. Itu sebabnya saat kita minum coke dan teman-temannya, kita akan bersendawa dan ada rasa khas dari soda tersebut. Kismis atau kacang atau benda-benda kecil lainnya mempunyai massa jenis yang lebih besar sedikit dari air. Jika gelembung-gelembung CO2 ini menempel pada benda-benda ini, maka benda-benda ini akan terangkat ke permukaan.

Aplikasi Rohani:
Setiap saat kita dihadapkan dengan pilihan-pilihan dan diminta untuk membuat keputusan. Ada keputusan yang susah diambil dan ada yang mudah. Seperti gelembung-gelembung yang mengelilingi kismis atau kacang dan membantu benda-benda ini naik ke permukaan, kita pun harus dikelilingi oleh faktor-faktor yang membuat keputusan kita tepat. Faktor-faktor tersebut adalah:
1. Berdoa dan meminta Tuhan memberikan hikmat kepada kita dalam mengambil keputusan. 
2. Mencari bimbingan dan konsultasi dengan orang-orang yang tepat. 
3. Ambil waktu untuk berpikir supaya keputusan kita bukanlah keputusan yang tergesa-gesa.

4. Lava Lamp
Lava lamp
Percobaan ini kami lakukan untuk menutup kegiatan kami. Sebetulnya percobaan ini mirip dengan sebelumnya, yaitu masih tentang massa jenis. Namun agar lebih menarik, maka ditambahkanlah tablet yang mengandung karbon dioksida.
Bahan-bahan yang diperlukan:
- Wadah transparan.
- Minyak sayur.
- Air yang sudah diberi pewarna.
- Tablet effervescent.

Langkah-langkah yang dilakukan:
1. Tuangkan minyak ke dalam wadah.
2. Tuangkan air ke dalam wadah yang sudah ada minyaknya.
3. Ajak anak-anak mengamati apa yang terjadi. Minyak secara perlahan akan naik ke atas.
4. Ambil tablet effervescent, bagi menjadi beberapa bagian. Lalu masukkan ke dalam wadah tersebut.
5. Amati bersama dan minta anak untuk menggambarkan dengan kata-kata mereka apa saja yang mereka lihat.

Minyak mengambang diatas air karena minyak lebih rendah masa jenisnya daripada air. Saat tablet dimasukkan, tablet akan tenggelam dan mulai larut di air. Karena tablet yang larut dalam air tersebut mengandung gas karbon dioksida, maka saat tablet tersebut larut, terciptalah gelembung-gelembung udara. Gelembung-gelembung tersebut membawa air yang sudah berwarna tersebut ke permukaan. Saat udara keluar dari gelembung tersebut, yang muncul ke permukaan. Dan saat gelembung udara tersebut pop out, maka air berwarna tersebut menjadi berat lagi dan tenggelam.

Entah kapan lagi kami akan melakukan ini lagi, namun sepertinya anak-anak bersemangat untuk membuat ini lagi. Apalagi Duo Lynns. Mereka sudah bertanya kapan  lagi melakukan eksperimen :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar