![]() |
| Sumber foto: website resmi |
Dalam kehidupan, setiap stage pasti akan memiliki kesibukan dan kesulitannya masing-masing. Demikian juga dalam perjalanan homeschool kami. Saat anak-anak masih usia TK, kesulitan yang dihadapi pastinya berbeda dengan saat anak-anak sudah SD. Saat TK, anak-anak dapat melakukan pembelajaran mandiri tanpa harus memikirkan legalitasnya. Tetapi saat anak-anak sudah menginjak usia SD, maka legalitas menjadi hal yang penting.
Saat Duo Lynns SD, kami memutuskan untuk join ke PKBM di Salatiga. Kami bersyukur difasilitasi untuk ujian, baik kejar paket A dengan tes 5 mata pelajaran, paket A dengan kurikulum Merdeka, dan bahkan saat paket B. Setiap staf di sana pun sangat ramah dan membantu.
![]() |
| Saat kakak paket A |
Tetapi saat si kakak masuk kelas X, kami pun menyadari bahwa kegiatan kami sudah lumayan banyak. Apalagi kalau misalkan kakak membutuhkan try out saat kelas XII nanti. Kalau harus bolak-balik ke PKBM, kok rasanya capeknya sudah berasa. Kami pun mulai berpikir untuk mencari PKBM lain yang secara jarak tempuh tidak begitu jauh.
![]() |
| Saat bertemu dengan Kak Hasan yang sangat ramah dan baik. |
Kami pun mulai melirik-lirik PKBM terdekat. Namun hati ini tidak merasa begitu cocok, karena tidak banyak PKBM yang mau memfasilitasi homeschool mandiri. Apalagi pemerintah seakan membuat banyak kebijakan yang semakin hari semakin aneh di telinga homeschool mandiri.
![]() |
| Saat adik paket A |
Hal ini memang dapat dimengerti, karena memang tidak semua keluarga yang menjalankan homeschool mandiri betul-betul mendidik anaknya di rumah. Tetapi hal ini berimbas bagi kami yang memang menjalankan homeschool mandiri di rumah. Jadinya mencari PKBM yang memahami kami memang tidak mudah.
![]() |
| Saat kakak lulus paket B |
Kami pun akhirnya menetapkan pilihan kami di PKBM Pewaris Bangsa (PB). PKBM ini memang sempat ada di list kami dahulu. Dengan Lokasi yang tidak jauh, yaitu Bandung, memungkinkan kami untuk ke PKBM jika mendadak harus ke PKBM.
PB inipun sebelumnya adalah kumpulan dari keluarga-keluarga yang menjalankan homeschool mandiri yang akhirnya berkembang menjadi suatu PKBM. PKBM yang berdiri di tahun 2009 ini sudah menerima SK pemerintah sebagai lembaga homeschool yang diakui pemerintah. Selain itu, PKBM Pewaris Bangsa pun sudah terakreditasi A.
Di PB ini ada 3 kategori homeschool. Yang pertama adalah Tunggal mandiri. Ini mencakup homeschooler yang menggunakan kurikulum sendiri, mengajar anak secara mandiri dan memberikan penilaian secara mandiri, termasuk nilai raport. Awalnya si kakak ketar-ketir, karena menurut kakak, standard mamanya tinggi. Jadi bisa jadi nilai dia tidak akan bagus. Tetapi pihak PB memberikan guideline dalam memberi nilai sehingga baik orang tua dan anak tidak akan dirugikan.
Yang kedua adalah Tunggal daring. Di Tunggal daring ini, anak-anak akan mendapatkan materi pelajaran dari pihak PB, sesuai kurikulum di Indonesia. Mereka belajar secara mandiri dan wajib mengerjakan tugas. Nilai akan diberikan oleh pihak PB.
Yang ketiga adalah komunitas daring. Ini lebih mirip sekolah online. Anak-anak akan masuk setiap hari secara online, mengumpulkan tugas secara online, dan mengerjakan ujian-ujian.
Tentu saja yang kami pilih adalah Tunggal mandiri. Karena si kecil juga sudah masuk SD kelas 1, maka si kecil pun bergabung di PB. Sedangkan si adik masih tergabung di PKBM di Salatiga karena biar menyelesaikan SMP dulu.
Bagaimana cara pindah dari PKBM lama ke PKBM baru? Sama seperti cara kalau pindah sekolah, cara pindah PKBM pun sama. Jika peserta didik pindah saat lulus salah satu jenjang, kalau kami kemarin lulus SMP, maka kami hanya perlu melampirkan ijazah saat pindah. Proses administrasi pun lebih mudah. Tetapi jika pindah saat masih belum selesai di satu jenjang, maka harus disertakan surat keterangan dari PKBM sebelumnya. Tentunya lebih ribet daripada saat sudah lulus salah satu jenjang.
Di PB ini juga ada beberapa Student Club yang dapat diikuti. Student Club ini terbuka untuk peserta Tunggal mandiri, Tunggal daring, dan komunitas daring. Ada kegiatan yang berbayar, dan ada yang tidak berbayar. Karena keterbatasan waktu, untuk sementara kami tidak mengikuti student club di sini.
Bagi para homeschooler mandiri seperti kami, PKBM merupakan mitra kami agar anak-anak kami mendapatkan legalitas dalam pendidikan mereka. Kami yang memang memilih homeschool karena ingin mendidik anak-anak sendiri tidaklah dapat berdiri sendiri. Dan menemukan PKBM yang mendukung kami tetapi tidak komersil tentunya tidak mudah. Bersyukurnya kami dapat dipertemukan dengan 2 PKBM yang dapat menerima kami.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar