Tampilkan postingan dengan label pendekatan masteri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pendekatan masteri. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 September 2019

Review Kurikulum Matematika: Math Mammoth

Mathmammoth.com
Berbicara tentang kurikulum Matematika memang selalu menjadi topik yang menarik, khususnya saat anak berusia diatas 6 tahun. Banyak yang bertanya kepada saya kurikulum Matematika apa yang dipakai oleh Duo Lynns selama usia SD ini. Kami memang memakai dua kurikulum, yaitu Professor B untuk aritmetika SD dan juga Math Mammoth saat Prof B sudah selesai digunakan.

Math Mammoth dikarang oleh Maria Miller. Maria Miller awalnya adalah guru matematika yang juga seorang homeschool mom. Sejak awal tahun 2000an, Maria Miller menjadi tutor anak-anak homeschool dan melihat bahwa buku-buku yang digunakan bukanlah buku khusus untuk homeschooler. Oleh sebab itu banyak ibu-ibu yang bergumul dalam dalam mengajarkannya. Sejak itu Maria Miller berusaha membuat buku matematika yang memang khusus untuk homeschooler dengan penjabaran konsep yang sederhana tetapi mudah dipahami oleh si ibu dan si anak .

Math Mammoth sendiri mempunyai banyak jenis buku-buku matematika. Berdasarkan jenisnya, maka ada dua jenis, yaitu Full Curriculum dan Supplemental Material. Full Curriculum menggunakan pendekatan masteri dan terdiri dari dua seri, yaitu:
1. Light Blue Series
Light Blue Series merupakan kurikulum matematika yang lengkap sesuai grade atau kelasnya berdasarkan kurikulum Amerika. Setiap tingkat kelas di Light Blue Series terdiri dari buku untuk siswa (A dan B), yang berisi penjelasan dan soal-soal untuk siswa. Selain itu terdapat juga kunci jawaban, soal-soal ujian, soal-soal cumulative review, dan beberapa alat peraga yang dapat dipotong dan digunakan oleh siswa.
2. Blue Series
Berbeda dengan Light Blue Series yang membagi pelajaran matematika berdasarkan jenjang kelasnya, Math Mammoth Blue Series merupakan worktexts berdasarkan topik-topik spesifik dalam matematika. Setiap buku terdiri dari penjelasan konsep dan soal-soal yang bervariasi.

Sedangkan Supplemental Material terdiri dari 5 seri, yaitu:
1. Math Mammoth Skills Review Workbooks
Math Mammoth Skills Review Workbooks dirancang sebagai pelengkap untuk Light Blue Series. Buku ini dirancang dengan pendekatan spiral (penjelasan mengenai metode spiral dan metode masteri dapat dilihat di link berikut) dan dapat digunakan bersamaan dengan kurikulum utama.
2. Math Mammoth Review Workbooks
Math Mammoth Review Workbooks dirancang untuk memberikan anak-anak review menyeluruh atas suatu tingkatan. Masih dengan pendekatan soal-soal campuran atas beberapa topik, workbook ini juga dilengkapi dengan test. Workbook ini idealnya digunakan saat anak-anak sedang liburan, jadi menjaga supaya jangan sampai anak-anak lupa dengan materi yang ada.
3. Make It Real Learning Workbooks
Make It Real Learning Workbooks berfokus untuk menjawab pertanyaan mengenai aplikasi dari setiap konsep matematika yang dipelajari. Workbook berisi aktivitas atau situasi yang diambil dari keadaan nyata dengan data data yang real.
4. Golden and Green Series
Untuk seri yang ini, akan lebih baik jika digunakan oleh tutor atau guru. Mammoth Golden Series merupakan kumpulan soal-soal untuk kelas 3 sampai 8, terdiri dari dua bagian A dan B untuk setiap tingkatnya Sedangkan Green Series merupakan kumpulan soal berdasarkan topik dalam matematika, seperti geometri, bilangan bulat, statistika, dan lain-lain. Soal-soal yang ada di Golden and Green Series ini merupakan soal-soal yang bervariasi baik dalam soal cerita maupun kesulitannya.
5. WTM Mathematics Foundation
Mathematic Foundations merupakan worktext yang custom-made. Worktext ini dirancang untuk anak-anak yang telah menyelesaikan pelajaran matematika di pendidikan dasar tetapi tidak mempunyai kemampuan matematika yang kuat
Tabel perbandingan setiap seri. Sumber: Mathmammoth.com
Untuk full curriculum, Math Mammoth menyediakan versi US dan versi internasional seperti Spanish, UK, South Africa, European, Canadian, dan New Zealand. Perbedaannya adalah di satuan mata uang, satuan metrik, dan bahasa yang digunakan. Kami tetap memilih versi US karena versi mata uang Indonesia tidak ada. Sedangkan untuk bahasanya, karena selama ini kurikulum menggunakan Inggris Amerika, maka versi yang lain takutnya akan membuat anak-anak tercampur antara penulisan kata dalam Inggris Amerika dan Inggris British (seperti center dan centre).

Bagaimana dengan kami? Kami mengambil Light Blue Series, untuk melengkapi pelajaran yang didapatkan anak-anak dari Prof B sesuai dengan jenjang kelasnya. Kami memilih menggunakan Math Mammoth karena:
1. Bisa di-download langsung.
Awalnya kami berencana mengambil Saxon karena pendekatan spiral dan soal-soalnya yang membuat anak-anak tidak lupa dengan materi-materi sebelumnya. Tetapi karena Saxon berbentuk buku dan lumayan tebal-tebal, maka kami kesulitan untuk pengiriman dan membawa ke Indonesia. Math Mammoth tersedia dalam 3 format, yaitu buku, CD atau softcopy yang dapat di-download langsung. Best seller-nya tentu yang ketiga. Sehingga untuk kita yang tidak berada di Amerika, tidak perlu repot-repot kirim dari luar negeri dan tidak takut bukunya tertahan di Bea Cukai.
Worktext yang ada di CD.
2. Biaya reasonable.
Dibanding dengan kurikulum matematika lainnya, Math Mammoth termasuk sangat murah dengan muatan materi yang berbobot. Terutama untuk yang dalam format CD dan softcopy. Jadi kita dapat mencetak sendiri, sesuai kebutuhan. Walaupun formatnya berwarna, namun kita dapat mencetaknya dalam bentuk hitam putih. Lumayan memangkas biaya yang ada, bukan?
3. Pendekatan masteri tetapi diakhir bab terdapat cumulative review bab-bab sebelumnya. 
Hampir semua topik di Math Mammoth ini diajarkan dengan menggunakan pendekatan masteri. Namun tetap ada pendekatan spiral yang digunakan di dalam buku-buku Math Mammoth. Terutama untuk soal-soalnya, akan ada review topik-topik di bab sebelumnya (atau dalam Prof B disebut mixed practice). Namun pendekatan spiral ini berbeda dengan pendekatan spiral yang digunakan oleh Saxon (topik diajarkan sedikit demi sedikit dan meningkat secara perlahan).  Tetapi bagi kami hal ini cukup untuk membuat anak mengingat kembali pelajaran sebelumnya.
Sumber-sumber tambahan yang ada di internet.
4. Menggabungkan metode Sing math yang terkenal dengan pemodelan dengan metode math yang umum.
Banyak orang yang menggunakan kurikulum luar berpendapat bahwa soal-soal luar biasanya kurang menggigit (karena soal kan tidak punya gigi). Memang untuk soal dan pendekatan, kurikulum Asia sudah terbukti lebih rumit dan mendetil. Tidak heran kurikulum matematika ala Singapore sangat digemari di Amerika. Math Mammoth menggabungkan metode pemodelan dan logika dalam Singapore Math dengan metode matematika yang umum digunakan. Dengan demikian proses pendekatan pembelajaran ke anak menjadi lebih menarik dan soal-soalnya pun menjadi lebih menantang.
Puzzle Corner.
5. Puzzle corner, challenge problem, dan new terms yang membuat anak-anak berpikir. 
Di setiap bab selalu tersedia beberapa puzzle corner dan soal-soal menantang untuk membuat anak-anak tidak menjadi bosan. Soal-soal ini menggabungkan logika dan konsep yang sedang diajarkan di bab tersebut. Hal ini bagi kami sangat menarik sehingga anak-anak belajar menganalisa dan berpikir. Untuk anak-anak yang ingin soal-soal tambahan, Math Mammoth juga menyediakan link-link tambahan di setiap bab. Jadi tidak perlu takut anak kekurangan soal-soal untuk dikerjakan.
New terms and symbols.
Diakhir setiap sub bab akan disediakan kotak new terms yang berisi istilah-istilah baru yang digunakan di sub bab tersebut. Dengan adanya kotak new terms ini, orang tua dan anak pun dengan mudah mengingat dan mengetahui konsep baru apa yang didapatkan di sub bab tersebut.
Self teaching system dengan penjelasan yang singkat, padat, dan jelas.
6. Self teaching system, tanpa buku pegangan guru.
Berbeda dengan beberapa buku untuk homeschooler yang dilengkapi dengan buku pegangan guru, Math Mammoth tidak menyediakan buku pegangan guru secara terpisah ataupun kalimat-kalimat untuk memandu orang tua dalam mengajar. Dengan self teaching system, setiap bab dilengkapi dengan keterangan mengenai konsep yang akan diajarkan. Dengan kata lain, anak-anak dapat dilatih untuk belajar mandiri dan kita sebagai orang tua cukup menjelaskan melalui keterangan yang diberikan di setiap bab.
7. Math Mammoth menyediakan Lesson Plan untuk memudahkan orang tua dalam menggunakan kurikulum yang ada.
Bagi banyak orang tua, membuat lesson plan atau rencana pembelajaran merupakan sesuatu yang memusingkan. Maka untuk memfasilitasi para orang tua, sekarang Math Mammoth menyediakan lesson plan bagi para orang tua. Lesson plan ini dijual terpisah dari paket kurikulum yang ada.

Secara keseluruhan, menurut kami Math Mammoth tidaklah susah untuk digunakan para homeschooler dan soal-soal yang ada cukup bervariasi. Jika dibandingkan dengan kurikulum nasional, soal-soal Math Mammoth cukup menantang dan membuat anak berpikir dengan logika. Selain itu, harganya yang ekonomis dan dapat di-download menjadikan Math Mammoth mudah untuk didapatkan.


Selasa, 10 Januari 2017

Review Professor B Math

Matematika merupakan materi yang menjadi momok bagi banyak orang. Seperti yang pernah saya ceritakan sebelumnya, mengajarkan matematika merupakan hal yang luar biasa. Tentunya dengan memilih bahan yang tepat dan sesuai dengan kita, mengajar matematika pun mejadi lebih mudah. 

Saat pertama kali belajar matematika, kami menggunakan math dari CCC. Sedianya bahan math dari CCC ini mencakup materi kelas 1 SD. Kami pun berpikir, jika materi CCC sudah selesai, kurikulum matematika yang mana yang akan kami pakai. Setelah melihat dan membandingkan berbagai kurikulum dan materi, akhirnya kami memilih menggunakan Proffesor B Math. 

Prof B Math merupakan buku matematika yang lebih memfokuskan pada ilmu aritmetik atau ilmu hitung. Buku ini ditulis oleh Professor Everard Barrett. Menurut beliau, setiap anak diciptakan dengan dahsyat dan ajaib dengan mental computer yang kuat. Tuhan mendisain otak kita untuk menyerap setiap cerita. Dengan demikian, setiap konten aritmetik jika dipresentasikan seperti cerita yang berkesinambungan pasti dapat dipahami dengan baik oleh anak-anak. Jika cerita tersebut dimengerti dengan baik, dan ditambah latihan soal, anak-anak dapat menyelesaikan 9 tahun pembelajaran aritmetika dalam 3 tahun. 

Dari website-nya, Prof B menyediakan dua macam format. Yang pertama adalah Mathematics Power Learning for Children books 1, 2, dan 3 dengan buku-buku soalnya. Setiap buku mencakup materi 3 level pembelajaran tetapi untuk menyelesaikannya hanya membutuhkan waktu hampir 1 tahun.
Book 1 (K - grade 2)
- Addition/Subtraction facts
- Counting to one hundred
- Lower addition and subtraction
- Higher addition and subtraction
- Place value fractional parts and order

Book 2 (grade 3 - grade 5)
- Multiplication/division facts and problem solving
- Introduction to fractions
- Fractional equivalence
- Addition/subtraction fractions

Book 3 (grade 6 - grade 8)
-Multiplication/division of fractions
- Decimals
- Percents
Power Learning for Children book 1
Format yang kedua adalah Instant Master Teacher E-Learning yang dilengkapi dengan program buku soalnya. Levelnya masih sama dengan format yang sebelumnya, tetapi penyampaiannya dalam bentuk presentasi power point. Kalau dalam bentuk buku hanya aritmetika saja, dalam bentuk E-Learning ini ditambahkan juga pelajaran tentang waktu dan uang (secara hitungan dollar). 
E-learning level 1
Kelebihan dari menggunakan Prof B:
+ Prof B membuat pelajaran aritmetik terlihat berkesinambungan dan alur dari bukunya seperti suatu cerita. Hal ini membuat anak-anak merangkai informasi yang didapat dengan baik.
+ Konsep tell the truth dalam pembelajaran matematika membuat anak mengerti mengapa kita melakukan perhitungan terhadap suatu angka. Misal saat melakukan penambahan, anak-anak akan mengerti kenapa kita menyimpan ke angka di depannya. Dan saat melakukan pengurangan, anak-anak akan mengerti kenapa kita dapat meminjam dari ratusan.
+ Dengan melakukan penghitungan sesuai cara mereka, tanpa kita sadari anak-anak dapat menghitung angka yang besar dengan cepat. 
+ Konsep place value yang jelas dan membantu dalam mempelajari perhitungan.
+ Perhitungan yang melibatkan angka sampai triliun membuat anak cepat menguasai konsep.
+ Karena konsep pembelajaran tidak berdasarkan tingkat kelas, tetapi pada pengelompokan materi pembelajaran, anak-anak yang memerlukan pengulangan tidak akan merasa tertinggal atau mengerjakan soal-soal di level yang lebih rendah. 
+ Karena di buku tersebut ada tulisan apa yang harus kita katakan dan lakukan, maka orang tua yang tidak merasa yakin dengan kemampuan mereka dalam mengajar matematika dapat menggunakannya.
+ Pendekatan perhitungan yang berbeda dengan cara tradisional membantu anak-anak mengerti konsep dengan lebih baik.  

Kekurangannya:
- Tulisan yang hitam putih yang bagi sebagian orang bisa jadi membuat matematika tambah menyeramkan. 
- Angka yang digunakan dalam penghitungan langsung sampai triliun. Jadi tidak dimulai dari penjumlahan ratusan seperti yang kita pelajari saat masih SD. Tentunya akan membuat kita kaget. Dan banyak yang menyerah dengan sistem Prof B.
- Karena Prof B hanya mencakup aritmetika (hitung-hitungan), maka kita harus mencari buku tambahan yang lain untuk melengkapi standard kurikulum yang ada.
- Orang tua harus mau meluangkan waktu untuk mempersiapkan diri terlebih dahulu sebelum mengajar sehingga mengerti flow dari materi yang mau dijelaskan. Tetapi begitu mengerti, orang tua akan mudah untuk mengajarinya karena sistem pengajarannya berpola.

Kenapa kami memilih Prof B?
Diawali dengan mengajar dengan menggunakan buku The Power of Algebra (lanjutan buku-buku diatas) saat hamil kakak, saya melihat pendekatan yang digunakan Prof B dalam hal yang aljabar cukup baik. Selama ini dipandangan saya, buku matematika dari Amerika biasanya tidak sesusah buku Asia. Tetapi melihat soal-soal yang ada, rasanya sama tingkat kesulitannya. Setelah itu saya jadi penasaran dengan buku yang untuk tingkat SD. Karena melihat pendekatannya dan quote dari Prof B: 
To Him who keep me from falling
ini membuat saya suka dengan buku ini. Mengapa? Karena saya berpikir berapa banyak scientist yang tidak percaya Tuhan karena merasa dia pintar dan menguasai banyak hal. Padahal bagi saya, semakin saya belajar matematika, banyak hal yang membuat bahwa tidak ada yang pasti selain Tuhan saja. Dengan demikian penting bagi kita untuk tetap meletakkan Tuhan sebagai dasar dari pembelajaran kita. 
Power Algebra
Selain itu, walau hanya mencakup ilmu aritmetik, bagi saya penting meletakkan dasar bagi ilmu ini. Banyak anak yang melakukan kesalahan saat menghitung. Jadi kalau dasar yang ini sudah kuat, tentu saja lebih mudah bagi si anak mempelajari yang lain. Walau tentu saja ketelitian masih menjadi kunci dalam mengerjakan matematika.

Bagaimana dengan kendala yang ada? Bagi saya, yang menjadi kendala kadang bukan anaknya tetapi orang tuanya. Orang tua harus rela mengikuti pola pembelajaran yang pendekatannya berbeda dengan cara kita belajar saat SD. Karena saya suka dengan angka, diberikan pendekatan seperti ini merupakan hal yang menarik bagi saya. Tetapi banyak orang tua yang bingung dan akhirnya berhenti menggunakan buku ini.

Untuk masalah hitam putih, karena sudah terbiasa dengan CCC yang hitam putih, anak-anak tidak ada masalah. Sedangkan untuk pelengkap materi lainnya, seperti waktu, uang, berat dan panjang, saya menggunakan LKS matematika dengan kurikulum nasional. Jadi kami habiskan buku 1, lalu menggunakan LKS yang ada sampai materi kelas 2. Setelah itu kami sempat mengulang materi buku 1, supaya tidak terlalu cepat masuk materi buku 2. Dan bulan lalu kami mulai menggunakan buku 2. Tentunya secara bertahap, bahkan satu latihan soal saya bagi menjadi dua, dengan tujuan tidak terlalu mengejutkan bagi kakak.

Bagaimana dengan tools? Walau buku Prof B tidak memerlukan banyak tools, kami tetap menggunakan beberapa alat bantu, sesuai dengan materi yang sedang diajarkan. Bagi kakak pun lebih seru dengan adanya alat bantu.

Dengan adanya dua pilihan dalam bentuk buku atau e-learning, kami memilih menggunakan materi dalam bentuk buku. Selain masalah budget, dengan memilih yang dalam bentuk buku, anak-anak tidak terpaku dengan komputer dan elektronik lainnya.

Untuk keterangan lebih lanjut mengenai harga dan sebagainya, bisa langsung dibuka di website resmi mereka http://profb.com/. Selain itu dapat juga dilihat di website lain seperti http://www.joycenter.on.ca/profb2.htm.

Kesimpulannya adalah kami senang memakai Prof B. Tetapi memang kurikulum akan kembali lagi kepada pertimbangan masing-masing keluarga. Sama seperti homeschool, jangan memilih kurikulum karena komunitas kita memilih kurikulum tersebut tetapi jangan juga takut mencoba jika kita merasa kurikulum atau buku tersebut bagus.

sumber foto: profb.com

Jumat, 20 Mei 2016

Memilih Kurikulum Matematika untuk Homeschool

Mendengar kata matematika tentu biasa saja, tetapi kalau disuruh mengajar matematika, rasanya luar biasa. Mengapa? Menyampaikan suatu materi dalam matematika bagi anak-anak bisa jadi merupakan sesuatu yang cukup kompleks bagi beberapa orang karena kita harus bisa menyampaikannya dalam bahasa yang dapat dimengerti oleh anak. Oleh sebab itu, memilih kurikulum matematika yang tepat dapat membuat penyampaian materi menjadi sederhana dan menyenangkan. Dan terkadang butuh waktu yang lama untuk memilih kurikulum yang kira-kira sesuai dengan anak.

Seperti yang selalu saya katakan kepada banyak orang, suka tidak suka, matematika sangat dibutuhkan dalam banyak hal. Anak-anak perlu mengetahui matematika karena dalam kehidupan sehari-hari matematika sangat diperlukan seperti saat berbelanja, membuat anggaran, bahkan dalam hal menabung. Saat anak-anak dewasa pun matematika dibutuhkan bagi anak-anak yang menyukai ilmu sains dan teknik. Pengalaman saya saat jadi asdos waktu kuliah membuat saya menyadari bahwa bahkan di fakultas ekonomi pun matematika masih dipakai. Banyak sekali yang harus mengulang matematika dasar (dan ngulangnya bisa 4 kali loh) karena mereka tidak menguasai hal yang sederhana yang harusnya dikuasai saat SD. Kasihan kan kalau anak jadi tidak dapat memilih jurusan yang diminati hanya karena saat kecil mereka tidak mendapatkan pembekalan yang cukup. 

Saya pun menghabiskan banyak waktu untuk memilih kurikulum. Bahkan artikel ini pun baru terwujud sekarang, padahal niat membuat artikel ini sudah dari awal waktu blog ini dibuat. Dalam mencari kurikulum untuk matematika, ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan.

1. Pendekatan apakah yang ingin kita gunakan, spiral dan masteri. 
Pendekatan spiral memperkenalkan topik-topik yang bervariasi tanpa mengharapkan anak untuk memahami setiap topik secara keseluruhan. Kata kunci dari pendekatan ini adalah pengulangan yang terus menerus, sehingga anak-anak mempunyai banyak kesempatan untuk memahami dan akhirnya menguasai semua konsep yang diperlukan.  Dengan pendekatan spiral suatu konsep tidak diajarkan dari awal sampai selesai dalam sebuah selang waktu, tetapi diberikan dalam beberapa selang waktu yang terpisah-pisah. Di selang waktu pertama konsep itu dikenalkan secara sederhana, misalnya dengan cara intuitif melalui benda-benda konkret atau gambar-gambar sesuai dengan kemampuan murid. Setelah selang waktu itu selesai, maka pelajaran dilanjutkan dengan topik-topik lain. Di selang waktu yang terpisah-pisah selanjutnya, konsep tadi diajarkan lagi makin lama semakin abstrak. Notasi atau simbolnya pun berubah pula, hingga akhirnya menggunakan notasi yang umum dipakai dalam matematika.
Jadi, pendekatan spiral merupakan suatu prosedur pembahasan konsep yang dimulai dengan cara sederhana, dari konkret ke abstrak, dari eksplorasi ke penguasaan, dalam jangka waktu yang cukup lama dalam selang-selang waktu yang terpisah mulai dari tahap yang paling rendah hingga yang paling tinggi (semakin lama semakin dalam). Beberapa kurikulum yang menggunakan pendekatan spiral adalah Abeka, Saxon, Horizon, dan Teaching Textbook.

Pendekatan masteri menginginkan anak-anak untuk memahami konsep sepenuhnya sebelum berpindah ke konsep lainnya. Sebagai contoh, saat anak-anak belajar mengenai penjumlahan. Dalam masteri, si anak harus belajar penjumlahan sampai penjumlahan ribuan sebelum beranjak ke pengurangan. Karena pendekatan masteri mensyaratkan pemahaman seutuhnya terhadap suatu topik, maka anak tidak akan berpindah ke materi baru dengan cepat dan untuk pengulangan pun hanya sedikit. Suatu materi pelajaran, contohnya penjumlahan dapat dipecah menjadi beberapa bab, tetapi terkadang dipisahkan dalam beberapa worktext. Beberapa kurikulum yang menggunakan pendekatan masteri adalah Alpha Omega Lifepac,  Math Mammoth Light Blue Series, Bob Jones, dan Math U See.

Ada keluarga homeschool yang berhasil dengan menggunakan pendekatan spiral dan ada juga yang berhasil dengan menggunakan pendekatan masteri. Ada juga yang mengkombinasikan keduanya. Saat memilih di antara dua pendekatan ini, sebaiknya pilihlah yang sesuai dengan anak kita.
Atas: Saxon dengan pendekatan spiral, Bawah: Math Mammoth dengan masterinya

2. Apakah soal-soal untuk latihan dari kurikulum yang akan diambil cukup banyak?
Dalam mempelajari matematika, selain aplikasi matematika dalam kehidupan sehari-hari, soal-soal latihan sangat membantu si anak untuk memahami konsep yang diberikan. Penguasaan soal-soal latihan yang dasar pun membantu anak saat mengerjakan materi yang kompleks. Sebagai contoh, kemampuan menyelesaikan penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian. Seringkali saya menjumpai kesalahan konyol. Si anak menguasai materi x, tetapi salah menghitung saat mengerjakan. Akibatnya salahlah semuanya.
Soal-soal latihan ini dapat berbentuk lembar kerja ataupun flashcard. Yang terpenting adalah saat memberikan soal-soal latihan, jangan terlalu memberi tekanan kepada anak. Jika rasanya dia belum mampu,boleh diulang kok.

3. Apakah kurikulum yang dipakai membutuhkan alat bantu dalam mengajar?
Alat bantu mengajar membuat pelajaran menjadi menarik. Waktu saya kecil, alat bantu mengajar relatif sedikit. Tetapi kurikulum luar menggunakan banyak sekali alat bantu, seperti counting animals, stik kayu, snap cube, geoboard, dan sebagainya. Kita dapat menggunakan benda yang tersedia di rumah, seperti menghitung dengan menggunakan blocks, dengan tutup botol, dan sebagainya. Biasanya anak-anak dengan tingkatan lebih kecil menggunakan lebih banyak alat peraga. Seiring dengan bertambahnya usia, alat-alat peraga ini mulai berkurang penggunaannya dan digantikan dengan gambar dan ilustrasi.
Alat bantu atau alat peraga
4. Apakah Bentuk fisik dari buku yang kita inginkan?
Bagi beberapa orang, penampakan fisik dari kurikulum yang akan digunakan itu penting. Apakah mau buku atau file?Ada yang mau bukunya hitam putih saja, karena gambar dan warna dapat mengganggu kemampuan anak untuk fokus. Ada yang maunya berwarna supaya anaknya semangat belajar. Lalu yang menjadi pertimbangan juga, apakah mau workbook yang consumable atau yang dapat dipakai ke adik-adiknya lagi? Biasanya yang consumable itu berwarna, sehingga tidak mudah untuk difotokopi. Atau bisa juga membeli dalam bentuk file, seperti Math Mammoth, dan kita print sendiri. Jadi bisa dicetak sesuai kebutuhan kita.
Atas: Saxon yang hitam putih, Bawah: Abeka yang berwarna

Jika kita sudah mengetahui hal-hal yang harus dipertimbangkan, maka ada beberapa hal yang harus diperhatikan dan diingat kita sebagai pengajar.

1. Jangan memberi tekanan berlebih pada si anak saat menyelesaikan suatu materi. Kecenderungannya kita pasti mau suatu materi cepat selesai, saya juga kadang begitu. Tetapi saat memelajari matematika, penguasaan terhadap hal yang dasar itu perlu.

2. Saat menggunakan alat peraga, sesuaikan dengan kebutuhan anak kita. Jangan terlalu cepat menghilangkan alat peraga dalam penyampaian materi, tetapi jangan terus menerus menggunakan alat peraga. Tarik ulur istilahnya.

3. Jika kita merasa takut atau ragu saat mengajar matematika, jangan transferkan rasa takut ini kepada anak-anak. Saat kita ragu, si anak bisa jadi tambah bingung (apalagi kalau yang ngajar tipenya semakin ragu jadi semakin panik dan emosi). Buatlah anak tenang dan yakin kepada kita. Cobalah memelajari terlebih dahulu materi yang ada kalau memang si pengajar ragu. Tenangkanlah diri kita dengan menanamkan di pikiran kita bahwa kita sama-sama belajar dengan si anak, jadi kita pasti juga bisa. :D

4. Saat mengerjakan soal, dan si anak rasanya sudah mentok, coba jelaskan dan kerjakan bersama, sehingga anak tahu dimana salahnya. Jika suasana semakin panas, ambil waktu istirahat. Setelah istirahat, makan, tidur siang, cobalah bahas kembali. Biasanya jadi lebih nyambung loh.

5. Hal yang indah dari matematika adalah matematika itu progresif. Konsep yang satu didasari oleh konsep yang lain. Dengan kata lain, konsep yang satu membangun konsep yang lain, sampai menyentuh level tertinggi dan semuanya itu menggunakan konsep yang telah dipelajari sebelumnya. Persoalan datang saat kita terlalu cepat berpindah, supaya cepat selesai, dari satu konsep ke konsep lain. Oleh sebab itu, sesuaikanlah dengan gaya belajar anak. Sebagai orang tuanya, kita lebih dapat mengetahui gaya belajar si anak. Jadi saat memilih kurikulum pun, pilihlah yang visible.

6. Jika kita sudah memilih pendekatan masteri dan anak kita dapat menangkap dengan cepat, tetapi bisa lupa kalau lama tidak dipakai, maka berikan soal-soal latihan secara berkala untuk membuat dia ingat kembali. Jadi seperti mencampur antara masteri dan spiral.

7. Apapun pilihan kurikulum yang sudah dipilih, jangan gonta-ganti dan tetaplah setia dengannya. Jujur pasti di tengah menggunakan kurikulum akan ada rasa kurikulum yang kita pilih kurang di bagian x, tetapi saat kita berganti yang lain, kita akan merasa ternyata kurikulum yang lain kurang dalam bagian y. Itu adalah hal yang wajar karena tidak ada cara untuk mengajar semuanya seperti mau kita. Yang dibutuhkan adalah konsistensi. Saat kita konsisten dengan apa yang sudah dipilih, jangan gonta-ganti, maka hal yang tadi dirasa kurang pasti akan dibahas di bab lainnya.

8. Tidak ada kurikulum yang terbaik. Kurikulum yang terkenal paling bagus pun bisa jadi tidak bagus jika si anak atau pengajar tidak dapat menerimanya. Oleh sebab itu, pilihlah yang sesuai dengan gaya belajar anak (dan kerelaan mamanya untuk belajar :D).

Saya pribadi mengalami kebingungan saat memilih kurikulum. Yang ini bagus, yang itu bagus. Nah, saat masa mencari sini situ, saya mendapatkan website yang membahas setiap kurikulum dan sangat membantu. Ingatlah moms, matematika adalah sesuatu yang menyenangkan. Jadi jangan takut sebelum berkenalan lebih jauh dengannya. Math is wonderful.