Bagi umat Kristiani, Natal adalah
masa kami mengingat akan datangnya Juruselamat yang menebus dosa manusia. Masih
teringat di tahun 2019, setahun sebelum korona mulai menampakkan giginya, Natalan
kami selalu diisi dengan berbagai kegiatan. Dari mulai berbagi kasih, tukar
kado, presentasi anak-anak, dan masih banyak lagi.
Namun karena korona berkunjung ke
bumi pertiwi ini, Natal di tahun 2020 dan 2021 lebih banyak dilakukan secara
online. Terasa sekali perbedaan-perbedaan yang kami rasakan. Tentunya tetap
bersukacita walaupun pasti akan lebih hangat saat dapat bertemu bersama.
Di akhir tahun kemarin, kami
akhirnya dapat merayakan Natal bersama-sama lagi. Tak terbayang betapa
gembiranya anak-anak, dan juga kami, saat dapat merayakan Natal di gereja dan
komunitas. Walau sudah terlambat jauh, mamak kepengen mendokumentasikannya (maafkan mamak yang sibuk sampai tidak sempat membuat artikel kembali). Dokumentasi ini untuk mengingat kebaikan Tuhan yang membuat
kami kembali dapat merayakan Natal secara onsite.
1. JOYFUL CHRISTMAS FESTIVAL
Seingat kami, terakhir kali
anak-anak mengikuti Christmas Festival adalah saat kakak berumur 4 tahun. Nah, perdana
setelah pandemi, sekolah minggu di gereja kami, yang biasa kami bilang
Starkidz, mengadakan Christmas Festival. Dimulai dari adanya
permainan-permainan untuk anak-anak, ibadah Natal, dan tukar token (setiap minggunya
anak-anak yang datang mendapat token atau poin untuk kehadiran dan partisipasi
mereka dalam ayat hapalan, starmission, dan karakter).
 |
Mancing ikan dulu ah...
|
Kebahagiaan kami para panitia
adalah melihat keceriaan anak-anak, yang tetap terpancar walau bermasker ria. Terbayar
sudah semua kelelahan kami dalam mempersiapkan festival natal ini. (Yang diakhiri dengan pertanyaan tahun depan lagi kan).
 |
Teens yang masih kepengen ikutan
|
2. RECKLESS LOVE
Sehari setelah Christmas Festival,
kami pun kembali merayakan Natal gabungan di gereja. Natal gabungan ini dari
ibadah umum, youth, dan anak. Persiapan yang dilakukan dari pagi membuat kami
kembali ke masa-masa sebelum pandemi. Bedanya adalah si kecil pun sekarang
sudah ikut presentasi bersama anak-anak yang lain.
 |
Pelayanan kakak di Natal kemarin
|
Ada rasa deg-degan dalam menyiapkan presentasi
anak-anak. Namanya juga sudah tidak lama menyanyi bersama-sama, takutnya
anak-anak ini lupa di tengah presentasi. Selain itu, karena dealing dengan anak seusia
si kecil, takutnya tiba-tiba ngambek saat presentasi. Puji Tuhan, saat harus
presentasi semua berjalan lancar.
 |
L O V E
|
3. CHRISTMAS GATHERING
Di minggu kedua, kami kembali merayakan
Natal bersama dengan komunitas homeschool ATII. Natal yang sekaligus Year
End Gathering ini diadakan di Gama Tower. Acaranya sangat sederhana namun
sarat dengan kekeluargaan dan kehangatan. Semuanya dilakukan oleh kita, dari kita, dan untuk
kita.
 |
| Kakak latihan jadi MC |
 |
Teens nge-lead games
|
 |
Presentasi pujian dari teens
|
Selain kumpul bersama, para teens
juga berencana untuk memberikan sumbangan ke salah satu panti asuhan. Untuk itu,
mereka mengadakan Garage Sale. Menarik memang melihat para teens di akhir acara
sibuk berjualan baju-baju, buku-buku, dan peralatan lainnya.
 |
Salah satu corner Garage Sale dan calon pembeli =D
|
 |
Kids dengan Secret Santa
|
 |
ATII Families
|
4. THE JOY OF GIVING
Saat sebelum pandemi, komunitas homeschool
kami beberapa kali mengisi Natal
di Mall. Saat itu si papa pernah berkata kayaknya boleh tahun berikutnya natalan
bersama para lansia. Tujuannya adalah agar anak-anak pun belajar bahwa Natal bukan hanya diisi dengan
presentasi, tetapi juga memberkati orang-orang yang membutuhkan.
 |
Pohon Berkat... menabur pada masa sulit.
|
Sayangnya di Natal tahun 2019,
ide ini belum direalisasikan. Dan tanpa disangka, di Natal kemarin, salah satu PIC
mendapatkan gambaran yang sama untuk berbagi bersama para lansia. Hasilnya, di minggu
ketiga, kami merayakan Natalan bersama dengan komunitas homeschool kami di Kemah
Beth Shalom.
 |
CCHC families
|
Kemah Beth Shalom merupakan gabungan
panti asuhan dan panti jompo di daerah Tangerang Selatan. Di Beth Shalom ini
mereka bukan hanya menampung mereka yang membutuhkan, tetapi mereka juga berswasembada.
Di tempat yang sama ada kafe, tanaman-tanaman yang dijual, mini kebun binatang.
 |
Anak-anak yang sudah siap di Kafe Beth Manna
|
Sama seperti saat Christmas
Gathering, di sini setiap keluarga boleh memasukkan karya anak-anak untuk
dilelang. Karya anak-anak bisa dalam bentuk barang ataupun performance. Hasil dari lelang ini akan diberikan ke Beth Shalom.
 |
Hasil karya Lynns untuk dilelang
|
 |
Bagi TUHANlah kemuliaan
|
Bagaimana dengan minggu keempat
(biar pas, tiap minggu ada natalan)? Minggu keempat, yang tepat tanggal 25, diisi
dengan kesempatan yang diberikan kepada adik untuk mengisi presentasi di ibadah Mandarin. Ibadah yang biasanya diikuti para oma opa di salah satu gereja ini memang mulai jam tujuh pagi. Adik belajar untuk memberkati oma opa lewat pelayanan bersama teman-teman di sanggar tarinya.
 |
Adik dan teman-teman di Little Ballerina
|
Setelah selesai, kami sekeluarga mengikuti ibadah Natal di gereja. Karena ibadah anak hanya ada online di
minggu keempat ini, maka kami bersama-sama beribadah di ibadah umum. Seru? Pastinya.
Secara anak-anak kecil yang biasanya beredar di bawah sekarang beredar di tempat ibadah umum. Tapi puji Tuhan si kecil bisa mendengarkan instruksi dan menahan diri untuk tidak minta cemilan terus =D.
 |
Seragamnya matching
|
Ada rasa excited dan juga lelah karena padatnya kegiatan Natal tahun ini, setelah tahun-tahun sebelumnya hanya secara online (abaikan muka tepar kami). Tetapi Natal bukanlah sekedar sibuk dengan acara-acara, merayakan bersama
keluarga, makan bersama teman-teman, ataupun liburan. Natal merupakan waktu dimana kita mengingat
kebaikan Tuhan. Kesibukan yang ada biarlah menjadi bentuk pelayanan dan ucapan syukur kita. Kiranya damai dan sukacita dari Tuhan dirasakan oleh semua
orang.