Senin, 04 April 2016

Plus dan Minus dari Homeschool (part 2)

Setelah berbicara keuntungan atau kelebihan dari Homeschool, saya mencoba menggali apa saja kekurangan dari Homeschool. Setelah saya pikir-pikir, bukan hanya kekurangan tapi sebagian di bawah ini termasuk kendala juga bagi yang menjalani HS, termasuk saya. Apa saja ya?

1. Komitmen orang tua menjadi hal yang utama dalam menjalankan HS. 
Pasti bagi yang sudah menjalankan HS sudah mengerti ini dengan baik. Komitmen orang tua, khususnya ibu, adalah salah satu kunci jalannya HS. Mengapa begitu? Karena si Ibu adalah pengajar utama dari si anak, terutama jika anaknya masih kecil. Ada masanya merasa jenuh dan lelah berkutat dengan urusan pelajaran, ketakutan si anak tidak dapat mengikuti dan mendapatkan pendidikan yang maksimal karena si Ibu merasa tidak mampu mengajar, atau si Ibu merasa tidak punya 'me time' atau tidak punya kesempatan untuk mengaktualisasi diri karena sibuk dengan si kecil, dan segudang alasan yang membuat si Ibu ataupun si Ayah ragu di tengah jalan saat menjalankan HS. Solusinya apa dong untuk kendala yang satu ini? Bagi saya, lihat kembali ke tujuan kita saat HS. Goal apa yang ingin kita capai melalui HS. Kalau kita tahu apa tujuan dan goal yang ingin kita capai, walaupun rasanya ada hambatan saat menjalankan HS, pasti bisa dilalui. You are not alone :)

2. Kebingungan mencari kurikulum 
Dengan HS, kita bebas menentukan kurikulum sesuai maunya kita. Ini salah satu kelebihan dari HS. Tapi di sisi lain, kurikulum begitu banyak dan terkadang membuat kita bingung mana yang mau dipilih. Solusi yang bisa diambil adalah lakukan 'riset' dahulu mengenai kurikulum-kurikulum yang ada. Risetnya bagaimana caranya? Di jaman modern ini, ada namanya mbah Google yang memudahkan kita mencari segala macam info. Atau kita bisa bertanya ke teman-teman yang sudah lama menjalankan HS dan melihat-lihat model buku yang mereka pakai.

3. Finansial keluarga
Karena si Ibu mengajar anak setiap hari, otomatis si Ibu harus menjadi full-time mommy atau bekerja yang bentuknya tidak mengikat waktu. Otomatis sumber penghasilan dalam keluarga berkurang. Untuk yang satu ini, yang lebih tahu solusinya adalah keluarga ini sendiri. Hehehe. Tapi berdasarkan pengalaman, kalau memang sudah panggilannya untuk HS, pasti Tuhan yang mencukupkan. Karena kan berkat datang dari Tuhan saja :)

4. Kurangnya sosialisasi secara horisontal. 
Salah satu kelebihan HS adalah anak belajar bersosialisasi secara vertikal, dengan berbagai golongan usia. Jika di sekolah, anak bersosialisasi dengan anak seusianya. Oleh sebab itu, banyak orang takut HS karena takut anaknya kuper, gak bisa bersosialisasi. Bagi saya, sosialisasi secara vertikal dan horisontal sama pentingnya dan sosialisasi bisa didapatkan BUKAN hanya dari sekolah. Bisa dari tempat les, lingkungan tinggal, gereja, dan komunitas homeschooling. Dan tempat pertama si anak belajar bersosialisasi adalah dari rumah atau keluarga. Jadi anggapan bahwa anak HS tidak dapat bersosialisasi tidak sepenuhnya bener, karena sosialisasi dimulai dari keluarga dan bagaimana keluarga mengarahkan anak bersosialisasi.

5. Hilangnya kesempatan mengikuti beberapa extra kurikuler yang ada di sekolah. 
Nah, buat saya ini yang mungkin berat untuk dilepaskan. Saat saya sekolah, saya sangat suka dengan namanya ikut ex-kul, ikut lomba, ikut olimpiade, dan sebangsanya. Mengapa? Bisa kenal dengan banyak orang dan yang terpenting bisa keluar dari kelas tapi dianggap masuk (jangan ditiru ya motivasinya). Saya sampai berpikir kalau anak-anak HS, they will miss all of the fun. Tetapi setelah dipikir-pikir, walau anak-anak tidak bisa mengikuti ex-kul yang cuma ada di sekolah, mereka bisa mengikuti les yang memang sesuai dengan mereka. Win-win solution kan :)

Itulah sedikit ulasan mengenai kelebihan dan kekurangan dari Homeschool yang bisa saya amati. Ada yang mau menambahkan? Hehehe


Tidak ada komentar:

Posting Komentar