Jumat, 08 April 2016

Tips Memilih Kurikulum untuk Homeschool

Bahasan mengenai kurikulum memang selalu membuat kepala pusing. Jangankan untuk orang tua yang homeschool, untuk orang tua yang mau menyekolahkan anak mereka ke sekolah umum pun pasti bingung. Saya pun mengalami kepusingan saat memilih kurikulum.

Apa sih kurikulum itu? Berdasarkan wikipedia, kurikulum adalah perangkat mata pelajaran dan program pendidikan yang diberikan oleh suatu lembaga penyelenggara pendidikan yang berisi rancangan pelajaran yang akan diberikan kepada peserta pelajaran dalam satu periode jenjang pendidikan.

Berikut beberapa tips yang dapat saya berikan untuk para mama bunda, mommy yang lagi pusing memilih kurikulum berdasarkan pengalaman saya dan teman-teman yang sudah berpengalaman.
1. Pastikan tujuan anda melakukan homeschool. Misalkan kita mau pergi ke Bandung, dan kita tidak tahu jalan di Bandung dan kita hidup di jaman yang belum ada google map, ataupun GPS. Kita pergi nih ke toko buku untuk mencari peta. Pasti dong kita cari peta Bandung bukan peta Surabaya walaupun  buku peta Surabaya lebih bagus dari buku peta Bandung. Sama juga saat kita mencari kurikulum. Jika kita jelas dengan tujuan kita, maka tujuan ini menjadi acuan saat kita memilih kurikulum.
2. Searching dan bandingkan. Dengan adanya mbah google, urusan searching jadi mudah banget. Tinggal ketik kata kunci yang kita inginkan, baca blog orang yang sudah pakai kurikulum tersebut, baca review kurikulum, lalu lihat ke website resmi dari kurikulum tersebut. Lalu bandingkan setiap kurikulum yang sudah kita cari.
3. Berkunjung ke teman atau senior homeschooling untuk melihat contoh bukunya. Namanya juga penasaran, kalau gak pegang rasanya gak sah. Jadi, mampirlah ke senior atau teman yang juga homeschooler dan lihat-lihat buku yang ada.
4. Lihat budget yang tersedia. Ini merupakan faktor penting yang akan menjadi pertimbangan setiap orang. Pilihlah kurikulum yang masuk di kantong kita dan sesuai dengan mau kita.
5. Sesuaikan dengan kondisi keluarga. Sering kali orang memilih kurikulum berdasarkan si A pakai kurikulum A, maka saya ikut deh. Padahal, enaknya homeschool adalah kita dapat memilih kurikulum sesuai dengan kemampuan dan kapasitas kita sebagai pengajar dan juga anak-anak. Apalagi saat anak-anak masih kecil, pengajarlah yang memegang peranan penting dalam pembelajaran. Otomatis kurikulum yang diambil harus bisa dikuasai si Ibu atau jika tidak begitu menguasai, si Ibu rela untuk mempelajarinya. Beda halnya jika si anak sudah lebih besar, pilihan untuk memilih kurikulum lebih besar. Lalu, pertimbangkan juga waktu yang dimiliki untuk mempersiapkan bahan pelajaran. Kalau kondisi di rumah kita super sibuk, jangan cari kurikulum yang membutuhkan persiapan yang banyak, kecuali kita siap dengan resikonya. Intinya, carilah kurikulum yang paling sesuai dengan kita. Dan jangan lupa ya moms, hilangkan pikiran andai nanti tidak bisa, si anak bisa dititip ke teman yang memakai kurikulum yang sama. Kenapa ini harus dihilangkan? Karena jika pikiran ini ada, kita akan ngasal dalan memilih kurikulum.
7. Pilihlah kurikulum berdasarkan metode mengajar yang ingin kita pakai. Ini membantu loh dalam memilih kurikulum. Saat kita tahu metode apa yang kita inginkan, maka kurikulum yang tidak sesuai dengan metode tersebut bisa dicoret dari daftar kurikulum yang ingin kita pakai.

Kembali pada waktu kami memilih kurikulum untuk anak-anak, kami memilih kurikulum dari luar karena visi kami adalah mendidik anak dalam pengenalan akan Tuhan dan godly character. Sehingga maunya kami, dalam pembelajarannya, dalam segala hal yang dipelajari berlandaskan firman Tuhan. Nah, yang ini hanya ada dari luar. Oleh sebab itu kami memilih kurikulum dari luar dengan segala resikonya, seperti mamanya harus mau sinau alias belajar juga, mempersiapkan aktivitas yang sesuai, dan sebagainya.






See also:
Metode Pembelajaran dan Pemilihan Kurikulum part 1
Metode Pembelajaran dan Pemilihan Kurikulum part 2
Homeschooling untuk anak 3 tahun
8 hal yang harus dilakukan saat memulai homeschooling
Math untuk preschool
Apa sih CCC
 why we choose homeschool

Tidak ada komentar:

Posting Komentar