Senin, 09 September 2019

Review Kurikulum Matematika: Math Mammoth

Mathmammoth.com
Berbicara tentang kurikulum Matematika memang selalu menjadi topik yang menarik, khususnya saat anak berusia diatas 6 tahun. Banyak yang bertanya kepada saya kurikulum Matematika apa yang dipakai oleh Duo Lynns selama usia SD ini. Kami memang memakai dua kurikulum, yaitu Professor B untuk aritmetika SD dan juga Math Mammoth saat Prof B sudah selesai digunakan.

Math Mammoth dikarang oleh Maria Miller. Maria Miller awalnya adalah guru matematika yang juga seorang homeschool mom. Sejak awal tahun 2000an, Maria Miller menjadi tutor anak-anak homeschool dan melihat bahwa buku-buku yang digunakan bukanlah buku khusus untuk homeschooler. Oleh sebab itu banyak ibu-ibu yang bergumul dalam dalam mengajarkannya. Sejak itu Maria Miller berusaha membuat buku matematika yang memang khusus untuk homeschooler dengan penjabaran konsep yang sederhana tetapi mudah dipahami oleh si ibu dan si anak .

Math Mammoth sendiri mempunyai banyak jenis buku-buku matematika. Berdasarkan jenisnya, maka ada dua jenis, yaitu Full Curriculum dan Supplemental Material. Full Curriculum menggunakan pendekatan masteri dan terdiri dari dua seri, yaitu:
1. Light Blue Series
Light Blue Series merupakan kurikulum matematika yang lengkap sesuai grade atau kelasnya berdasarkan kurikulum Amerika. Setiap tingkat kelas di Light Blue Series terdiri dari buku untuk siswa (A dan B), yang berisi penjelasan dan soal-soal untuk siswa. Selain itu terdapat juga kunci jawaban, soal-soal ujian, soal-soal cumulative review, dan beberapa alat peraga yang dapat dipotong dan digunakan oleh siswa.
2. Blue Series
Berbeda dengan Light Blue Series yang membagi pelajaran matematika berdasarkan jenjang kelasnya, Math Mammoth Blue Series merupakan worktexts berdasarkan topik-topik spesifik dalam matematika. Setiap buku terdiri dari penjelasan konsep dan soal-soal yang bervariasi.

Sedangkan Supplemental Material terdiri dari 5 seri, yaitu:
1. Math Mammoth Skills Review Workbooks
Math Mammoth Skills Review Workbooks dirancang sebagai pelengkap untuk Light Blue Series. Buku ini dirancang dengan pendekatan spiral (penjelasan mengenai metode spiral dan metode masteri dapat dilihat di link berikut) dan dapat digunakan bersamaan dengan kurikulum utama.
2. Math Mammoth Review Workbooks
Math Mammoth Review Workbooks dirancang untuk memberikan anak-anak review menyeluruh atas suatu tingkatan. Masih dengan pendekatan soal-soal campuran atas beberapa topik, workbook ini juga dilengkapi dengan test. Workbook ini idealnya digunakan saat anak-anak sedang liburan, jadi menjaga supaya jangan sampai anak-anak lupa dengan materi yang ada.
3. Make It Real Learning Workbooks
Make It Real Learning Workbooks berfokus untuk menjawab pertanyaan mengenai aplikasi dari setiap konsep matematika yang dipelajari. Workbook berisi aktivitas atau situasi yang diambil dari keadaan nyata dengan data data yang real.
4. Golden and Green Series
Untuk seri yang ini, akan lebih baik jika digunakan oleh tutor atau guru. Mammoth Golden Series merupakan kumpulan soal-soal untuk kelas 3 sampai 8, terdiri dari dua bagian A dan B untuk setiap tingkatnya Sedangkan Green Series merupakan kumpulan soal berdasarkan topik dalam matematika, seperti geometri, bilangan bulat, statistika, dan lain-lain. Soal-soal yang ada di Golden and Green Series ini merupakan soal-soal yang bervariasi baik dalam soal cerita maupun kesulitannya.
5. WTM Mathematics Foundation
Mathematic Foundations merupakan worktext yang custom-made. Worktext ini dirancang untuk anak-anak yang telah menyelesaikan pelajaran matematika di pendidikan dasar tetapi tidak mempunyai kemampuan matematika yang kuat
Tabel perbandingan setiap seri. Sumber: Mathmammoth.com
Untuk full curriculum, Math Mammoth menyediakan versi US dan versi internasional seperti Spanish, UK, South Africa, European, Canadian, dan New Zealand. Perbedaannya adalah di satuan mata uang, satuan metrik, dan bahasa yang digunakan. Kami tetap memilih versi US karena versi mata uang Indonesia tidak ada. Sedangkan untuk bahasanya, karena selama ini kurikulum menggunakan Inggris Amerika, maka versi yang lain takutnya akan membuat anak-anak tercampur antara penulisan kata dalam Inggris Amerika dan Inggris British (seperti center dan centre).

Bagaimana dengan kami? Kami mengambil Light Blue Series, untuk melengkapi pelajaran yang didapatkan anak-anak dari Prof B sesuai dengan jenjang kelasnya. Kami memilih menggunakan Math Mammoth karena:
1. Bisa di-download langsung.
Awalnya kami berencana mengambil Saxon karena pendekatan spiral dan soal-soalnya yang membuat anak-anak tidak lupa dengan materi-materi sebelumnya. Tetapi karena Saxon berbentuk buku dan lumayan tebal-tebal, maka kami kesulitan untuk pengiriman dan membawa ke Indonesia. Math Mammoth tersedia dalam 3 format, yaitu buku, CD atau softcopy yang dapat di-download langsung. Best seller-nya tentu yang ketiga. Sehingga untuk kita yang tidak berada di Amerika, tidak perlu repot-repot kirim dari luar negeri dan tidak takut bukunya tertahan di Bea Cukai.
Worktext yang ada di CD.
2. Biaya reasonable.
Dibanding dengan kurikulum matematika lainnya, Math Mammoth termasuk sangat murah dengan muatan materi yang berbobot. Terutama untuk yang dalam format CD dan softcopy. Jadi kita dapat mencetak sendiri, sesuai kebutuhan. Walaupun formatnya berwarna, namun kita dapat mencetaknya dalam bentuk hitam putih. Lumayan memangkas biaya yang ada, bukan?
3. Pendekatan masteri tetapi diakhir bab terdapat cumulative review bab-bab sebelumnya. 
Hampir semua topik di Math Mammoth ini diajarkan dengan menggunakan pendekatan masteri. Namun tetap ada pendekatan spiral yang digunakan di dalam buku-buku Math Mammoth. Terutama untuk soal-soalnya, akan ada review topik-topik di bab sebelumnya (atau dalam Prof B disebut mixed practice). Namun pendekatan spiral ini berbeda dengan pendekatan spiral yang digunakan oleh Saxon (topik diajarkan sedikit demi sedikit dan meningkat secara perlahan).  Tetapi bagi kami hal ini cukup untuk membuat anak mengingat kembali pelajaran sebelumnya.
Sumber-sumber tambahan yang ada di internet.
4. Menggabungkan metode Sing math yang terkenal dengan pemodelan dengan metode math yang umum.
Banyak orang yang menggunakan kurikulum luar berpendapat bahwa soal-soal luar biasanya kurang menggigit (karena soal kan tidak punya gigi). Memang untuk soal dan pendekatan, kurikulum Asia sudah terbukti lebih rumit dan mendetil. Tidak heran kurikulum matematika ala Singapore sangat digemari di Amerika. Math Mammoth menggabungkan metode pemodelan dan logika dalam Singapore Math dengan metode matematika yang umum digunakan. Dengan demikian proses pendekatan pembelajaran ke anak menjadi lebih menarik dan soal-soalnya pun menjadi lebih menantang.
Puzzle Corner.
5. Puzzle corner, challenge problem, dan new terms yang membuat anak-anak berpikir. 
Di setiap bab selalu tersedia beberapa puzzle corner dan soal-soal menantang untuk membuat anak-anak tidak menjadi bosan. Soal-soal ini menggabungkan logika dan konsep yang sedang diajarkan di bab tersebut. Hal ini bagi kami sangat menarik sehingga anak-anak belajar menganalisa dan berpikir. Untuk anak-anak yang ingin soal-soal tambahan, Math Mammoth juga menyediakan link-link tambahan di setiap bab. Jadi tidak perlu takut anak kekurangan soal-soal untuk dikerjakan.
New terms and symbols.
Diakhir setiap sub bab akan disediakan kotak new terms yang berisi istilah-istilah baru yang digunakan di sub bab tersebut. Dengan adanya kotak new terms ini, orang tua dan anak pun dengan mudah mengingat dan mengetahui konsep baru apa yang didapatkan di sub bab tersebut.
Self teaching system dengan penjelasan yang singkat, padat, dan jelas.
6. Self teaching system, tanpa buku pegangan guru.
Berbeda dengan beberapa buku untuk homeschooler yang dilengkapi dengan buku pegangan guru, Math Mammoth tidak menyediakan buku pegangan guru secara terpisah ataupun kalimat-kalimat untuk memandu orang tua dalam mengajar. Dengan self teaching system, setiap bab dilengkapi dengan keterangan mengenai konsep yang akan diajarkan. Dengan kata lain, anak-anak dapat dilatih untuk belajar mandiri dan kita sebagai orang tua cukup menjelaskan melalui keterangan yang diberikan di setiap bab.
7. Math Mammoth menyediakan Lesson Plan untuk memudahkan orang tua dalam menggunakan kurikulum yang ada.
Bagi banyak orang tua, membuat lesson plan atau rencana pembelajaran merupakan sesuatu yang memusingkan. Maka untuk memfasilitasi para orang tua, sekarang Math Mammoth menyediakan lesson plan bagi para orang tua. Lesson plan ini dijual terpisah dari paket kurikulum yang ada.

Secara keseluruhan, menurut kami Math Mammoth tidaklah susah untuk digunakan para homeschooler dan soal-soal yang ada cukup bervariasi. Jika dibandingkan dengan kurikulum nasional, soal-soal Math Mammoth cukup menantang dan membuat anak berpikir dengan logika. Selain itu, harganya yang ekonomis dan dapat di-download menjadikan Math Mammoth mudah untuk didapatkan.


Jumat, 06 September 2019

Tujuhbelasan Kami Tahun Ini


Bulan Agustus merupakan bulan yang penuh dengan kegembiraan. Bagaimana tidak, di bulan ini bangsa kita merayakan ulang tahun kemerdekaan Indonesia. Di tahun ini, kami merayakan HUT RI ke 74 bersama dengan kedua komunitas homeschool kami.
Upacara sederhana kami di CCHC
Di komunitas CCHC, upacara dibuat sesederhana mungkin, berhubung anak-anak yang ikut masih kecil. Anak-anak pun diberitahu bahwa bangsa ini dapat merdeka karena para founding fathers, pejuang-pejuang yang ada tidak pernah menyerah untuk memperjuangkan kemerdekaan bangsa ini. untuk mendapatkan kemerdekaan yang didapatkan saat ini Pas sekali dengan tema karakter bulan ini yaitu endurance. Kami pun bersama-sama mendoakan bangsa ini agar semakin maju.
Peserta dari kecil sampai dewasa.
Anak-anak dengan serius mengikuti upacara.
Setelah selesai upacara, maka perlombaan pun dimulai. Baik orang tua maupun anak-anak (kecuali kami dan 2 keluarga lainnya yang mengurus acara) berpartisipasi dalam lomba dan dibagi menjadi tiga kelompok. Lomba yang ada adalah lomba memasukkan pensil ke botol, lomba kelereng secara estafet, lomba lomba mengancingkan baju, dan lomba memindahkan air dengan menggunakan spons. Karena anak-anak di sini masih kecil, maka permainan hanya untuk seru-seru saja. Di akhir kegiatan, anak-anak ini mendapatkan goodie bag.
Lomba memasukkan pensil ke dalam botol.
Lomba estafet kelereng.
Lomba makan kerupuk yang akhirnya diikuti oleh semua peserta.
Kapan lagi disuruh makan kerupuk :D
Lomba buka dan pasang kancing.
Hiburan anak-anak di tengah lomba.
Seminggu setelahnya, kami pun merayakan kemerdekaan bersama komunitas ATII. Karena di sini banyak anak remaja, maka anak-anak pun merasakan upacara yang lebih lengkap.
Upacara yang lebih lengkap.
Perlombaan yang ada pun lebih bervariasi. Setelah membagi orang tua dan anak-anak menjadi enam kelompok (kecuali kami dan 2 keluarga lainnya yang mengurus acara), maka perlombaan pun dimulai, dari lomba estafet membawa telur puyuh di sendok, lomba makan kerupuk, lomba memindahkan kacang dengan menggunakan sumpit berregu, lomba balap karung secara estafet, lomba memindahkan karet gelang dengan menggunakan sedotan, dan lomba tarik tambang. Untuk hadiah, hanya juara 1, 2 dan 3 yang mendapatkan hadiah namun tidak ada yang menangis karena semuanya having fun.
Lomba kelereng telur puyuh.
Lomba makan kerupuk, dari yang tua sampai yang muda pun semangat :)

Lomba memindahkan kacang dengan sumpit.
Lomba balap karung.
Lomba oper karet dengan sedotan.
Pemenang lomba tarik tambang.
Mengikuti dua perayaan di dua komunitas yang berbeda ternyata sangatlah seru. Cara merayakannya pun pasti ada perbedaan, karena peserta dan range umur yang berbeda. Walaupun demikian, anak-anak menikmati permainan yang ada. Duo Lynns dengan senang hati berada bersama kelompoknya masing-masing dan berpartisipasi di setiap perlombaan, baik dari pemain maupun jadi supporter.
Saat peserta termuda semangat untuk ikut tarik tambang anak-anak.
Satu hal yang kami syukuri adalah kami dapat menikmati kebersamaan dengan komunitas yang menjadi support system kami. Satu dengan yang lain saling mendukung dan bekerja sama. Yes, we love to be part of our communities.
Berjalan bersama

Senin, 19 Agustus 2019

Peran Ayah Dalam Homeschool


Berbicara tentang pendidikan, sebagian orang merasa bahwa urusan pendidikan adalah urusannya si Ibu. Ayah merasa bahwa tanggung jawab ayah adalah bekerja untuk menyediakan setiap kebutuhan di rumah. Tetapi apakah benar demikian?

Tentu saja tidak benar. Urusan pendidikan anak merupakan tanggung jawab suami istri sebagai orang tua si anak. Ayah, sebagai kepala keluarga dan imam dari keluarganya juga mempunyai tanggung jawab yang sama dalam hal pendidikan.

Beberapa bulan yang lalu, komunitas yang kami ikuti mengambil topik Equiping the Fathers dalam parents meeting yang diadakan. Ada beberapa hal yang kami dapatkan dan juga mengkonfirmasi apa yang ada dalam pemikiran kami.

Yang pertama adalah tugas dan peran seorang laki-laki. Selama ini, kalau mendengar tentang peran laki-laki, pastilah yang terbayang adalah sebagai tulang punggung keluarga, yang menyediakan setiap hal yang diperlukan keluarga. Namun bukan itu saja peran laki-laki. Seorang laki-laki berperan sebagai partner dari istrinya dan sebagai ayah dari anak-anaknya.

Dengan mengetahui peran seorang laki-laki secara jelas, maka si ayah akan lebih mudah untuk memimpin keluarga dan menjaga visi dari keluarga tersebut. Secara garis besar, ada tiga visi yang harus ada. Visi tersebut diambil dari Yesaya 58:12, yaitu membangun, meletakkan dasar untuk generasi selanjutnya, dan memperbaiki serta membetulkan jalan. Dengan kata lain, peran ayah dalam keluarga sangatlah penting. Termasuk dalam hal pendidikan, yang merupakan tanggung jawab ayah juga.

Berhubung kami semua memilih homeschool atau pendidkan di rumah sebagai pola pendidikan kami, maka topik pembahasan kami pun beralih mengenai homeschool atau home education. Salah satu senior yang anak-anaknya sudah kerja dan menikah menekankan tentang homeschool yang sesungguhnya.

Home education berarti pendidikan berawal dari rumah melalui orang tuanya, bukan tenaga pengajar yang didatangkan ke rumah ataupun komunitas yang ramai-ramai mengajar pelajaran secara bergantian. Dengan kata lain, rumah merupakan pusat pembelajaran utama untuk anak-anak kita. Anak-anak kita merupakan tanggung jawab kita, bukan tanggung jawab teman kita dan juga bukan tanggung jawab komunitas kita. Komunitas merupakan support system, untuk mendukung orang tua yang ada melaksanakan panggilannya. Sedangkan kegiatan belajar mengajar dan penanaman moral merupakan tugas dan tanggung jawab masing-masing orang tua.

Kami pun memiliki pandangan yang sama dengan senior kami. Pentingnya kesepakatan antara suami dan istri ini akan sangat membantu dalam perjalanan homeschool suatu keluarga. Ayah pun harus berkomitmen untuk:
1. menerima tanggung jawab untuk mendidik anak-anak kita dengan berkomitmen melakukannya untuk Tuhan (Ef 6:4). Sebagai ayah kita diminta untuk mendidik anak-anak kita di dalam ajaran dan nasihat Tuhan. Tuhanlah sebagai pusat dari pendidikan kita.
2. berkomitmen untuk membuat rumah sebagai pusat pembelajaran utama bagi anak-anak (Ulangan 6:7). Seperti yang diutarakan diatas, rumah merupakan pusat pembelajaran dimana orang tuanya berperan penting dalam pendidikan anak-anaknya.
3. berkomitmen untuk melaksanakan pendidikan yang dibangun diatas kebenaran (Mat 7:24). Banyak orang memilih suatu pola pendidikan karena ambisi, kepahitan, ataupun motif pribadi. Namun yang terbaik adalah memilih pola pendidikan yang dibangun diatas kebenaran.
4. berkomitmen untuk melakukan segala hal dengan disertai rasa konten atau cukup (1 Tim 6: 6 – 9). Hal ini membuat kita tidak iri dengan yang lain dan merasa konten dengan segala berkat yang diberikan Tuhan pada kita.

Dalam perjalanannya, seringkali ayah merasa gagal dan terjatuh dalam perangkap yang sama. Hal ini disebabkan karena membandingkan antara kita dengan orang lain, yang akhirnya membawa kita ke dalam dosa. Oleh sebab itu, merasa konten sangatlah perlu. Selain itu karena kesibukan yang ada, membuat peran suami mulai hilang. Istri seakan berjalan sendiri dalam menjalani setiap tahap karena ayah gagal untuk mendampingi istri. Ataupun kalau ayah ada, ayah seakan invisible dan tak terlihat sehingga segala hal dikerjakan oleh istri. Oleh karena itu, penting bagi suami istri mempunyai waktu berkualitas untuk menjaga komitmen berdua.  

Sikap ayah yang tidak mau belajar hal yang baru pun dapat menjadi perangkap bagi ayah dalam menjalankan mandatnya. Ditambah lagi dengan ekspektasi yang terlalu tinggi sehingga anak selalu dibandingkan dengan si ayah. Namun ada baiknya si ayah mengingat bahwa sebelum kita mendidik anak-anak kita, kita dahulu yang dididik dan dibentuk Tuhan. Dengan demikian, kerendahan hati pun ada dalam ayah sehingga ayah dapat menjalankan setiap visi dan komitmen yang ada.


Dari pertemuan ini, kami kembali diingatkan bahwa peran ayah sangatlah penting dalam suatu keluarga. Dan dalam bahasan tentang homeschool, seperti yang selalu kami utarakan saat orang bertanya tentang homeschool, homeschool is not for everyone. Homeschool is calling. Tujuan utama kita melakukan homeschool ataupun homeeducation adalah bukan untuk membuat anak memenuhi impian kita, tetapi membuat mereka memenuhi panggilan Tuhan dalam hidup mereka. 

Jumat, 09 Agustus 2019

Field Trip: Dunia Air Tawar dan Dunia Serangga


Setelah menjelajah PP IPTEK, kami melanjutkan field trip kami ke Dunia Air Tawar dan Dunia Serangga. Sebetulnya dua tempat ini terpisah, tetapi letaknya berdekatan. Kami memilih mengunjungi Dunia Air Tawar terlebih dahulu baru mengunjungi Dunia Serangga.

Dunia Air Tawar terletak di sebelah selatan kawasan TMII, yang juga berdekatan dengan Taman Legenda Keong Emas. Bangunan yang diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 20 April 1994 ini berada di tengah-tengah danau buatan yang juga menjadi tempat ikan-ikan air tawar. Di sini juga ditawarkan makanan ikan yang dapat dibeli dan ikan-ikan yang ada dapat diberi makan.
Kolam atau danau buatan dengan ikan koi yang dapat diberi makan.
Walaupun cuaca di luar sangatlah panas, tetapi begitu masuk ke dalam ruangan Dunia Air Tawar, kami langsung merasa adem. Memang ruangan ini dirancang supaya suhunya sesuai untuk ikan-ikan yang ada. Kami disambut oleh akuarium berbentuk lorong yang berisi ikan air tawar yang cukup besar.
Ikan araipama yang besar.
Selain akuarium, ada juga kolam-kolam yang berisi ikan-ikan besar yang juga ada di danau buatan di halaman depan Dunia Air Tawar.
Ikan lele bagarius yang besar. 
Ikan pari alias sting ray.
Ikan buntal yang mungil dan bisa jadi besar saat dalam bahaya.
Kura-kura aligator.
Melihat koleksinya yang lumayan banyak, tidak heran Dunia Air Tawar disebut sebagai taman biota air tawar terlengkap dan terbesar di Indonesia dengan koleksi ikan sebanyak 160 spesies dengan jumlah lebih dari 6.000 ekor ikan. Luar biasa bukan?
Ikan berkaki Meksiko
Ikan sirip tinggi Cina.
bulus emas atau labi-labi albino.

Selain melihat ikan, di dalam Dunia Air Tawar juga terdapat Theater 4D. Berhubung waktu yang terbatas, maka kami pun tidak masuk ke dalam Theater 4D.
Akuarium dengan hiasan ala Bali. 

Di bagian ujung Dunia Air Tawar terdapat cindera mata yang dapat dibeli. Cindera mata ini bukan hanya barang, tetapi juga ada ikan-ikan hias.
Yak...dipilih...dipilih... 
Kami pun keluar menuju Dunia Serangga. Dunia Serangga ini berisi koleksi serangga-serangga yang sudah tidak hidup lagi. Yah, untuk orang-orang seperti saya dan mama-mama yang lain yang tidak suka serangga, hal ini cukup membantu kami untuk melihat berbagai macam serangga tanpa kuatir mereka menghinggapi kami.
Peta serangga Indonesia. 
Serangga apa sajakah ini?
Dunia Serangga didirikan atas prakasa pengurus Perhimpunan Kebun Binatang Seluruh Indonesia dan Museum Zoologicum Bogoriense. Tujuan utama dari didirikannya museum yang diresmikan pada tanggal 20 April 1993 ini adalah untuk memperkenalkan keanekaragaman dunia serangga dan meningkatkan keinginan serta kepedulian masyarakat terhadap peran dan potensinya di alam.
Koleksi capung jarum.
Belalang sembah atau praying mantis.
Lalat dan jenisnya.
Serangga yang menggelikan: kecoak.
Kumbang gitar.
Kepik yang mungil.
Dunia Serangga memiliki sekitar 600 jenis serangga. Melihat dari koleksi yang ada, nampaknya kupu-kupu merupakan koleksi terbanyak di museum ini. Disusul dengan kumbang, dan serangga lainnya.
Peta kupu-kupu di Indonesia.
Kupu-kupu yang ada di Timor-Timur.
Cantik ya....
Kupu-kupu bantimurung.
Yuk, diet dengan menu serangga.
Di bagian belakang Dunia Serangga terdapat sebuah taman yang disebut Taman Kupu-Kupu. Taman ini baru ada pada tahun 1998, atas prakasa Bapak Soedjarwo dari yayasan Sarana Wana Jaya. Dengan adanya taman ini, kita dapat melihat kebun pakan, kandang penangkaran, dan pelestarian kupu-kupu yang dilindungi dan langka.
Jalan menuju Taman Kupu-Kupu.
Metamorfosis kupu-kupu.
Kupu-kupu dan bunga.
Field trip kami hari ini pun berakhir sudah. Tentunya banyak hal yang dipelajari anak-anak. Kami melihat banyak jenis ikan air tawar di Dunia Air Tawar, dari yang kecil hingga yang besar. Sedangkan di Dunia Serangga, kami pun belajar bahwa walau terkadang serangga menyebalkan, namun banyak juga serangga yang membantu manusia. Memang belajar sambil jalan-jalan selalu menyenangkan. Apalagi di TMII banyak museum yang dapat dikunjungi secara gratis, salah satunya Museum Tionghoa Indonesia.
Foto dulu ah sebelum pulang. 
Sekilas Info
Dunia Air Tawar dan Dunia Serangga
Alamat: Jl. Taman Mini Raya, RW.10, Jakarta Timur 13820
Jam Operasional: 08.30 – 17.30
HTM: Rp 30.000,00

Jam Operasional TMII: 07.00 – 22.00
HTM Taman Mini:
Mobil: Rp 15.000,00
Motor: Rp 10.000,00
Bus/Truk: Rp 35.000,00
Tiket Pintu Masuk: Rp 20.000,00 (3 tahun sudah dikenakan biaya).
Bianglala