Minggu, 28 Maret 2021

Eksperimen: Rotary Boat Sederhana

Rotary Boat

Apa sih serunya kalau belajar Science alias IPA? Ya tentunya buat percobaan. Tapi...sejak adanya bayi kicik di rumah, acara main percobaan jadi berkurang jauh. Maklum, mamak repot dengan urusan rumah, bayi, dan menjadi sapi perah.

Bulan lalu, di komunitas kami sedang membahas topik robotik. Lalu setiap keluarga diminta untuk melakukan percobaan untuk membuat Rotary Boat. Mau tidak mau, mamak suhu turun gunung untuk membuat percobaan =D

Berdasarkan juknis yang diberikan Auntie PIC, kami membutuhkan bahan-bahan berikut:

- 2 Gabus berukuran 10 x 20 cm (tebal min 1.5cm)

- 5 batang stik es krim

- 1 buah karet gelang

- Glue gun

- Lem Fox

- Double tape

- Cutter

Sayangnya setelah berkeliling ke mall terdekat, kami tidak mendapatkan gabus. Akhirnya kami pun berpikir, tentunya gabus ini dapat diganti dengan sesuatu yang mempunyai massa jenis lebih rendah dari air sehingga dapat mengapung. Untungnya para Auntie PIC pun mengizinkan untuk berkreasi sesuai dengan kondisi masing-masing.

Kami pun memodifikasi Rotary Boat tersebut dengan bahan-bahan yang ada di berikut:

- 1 buah Botol yang ditutup

- 2 sumpit

- 5 buah karet gelang

- 1 sendok obat dua sisi

Langkah-langkah pembuatannya adalah sebagai berikut.

1. Kedua sumpit diletakkan di sisi kanan dan kiri botol, kemudian diikat dengan karet. Agar lebih kuat, bisa menggunakan 4 karet: 2 di bagian atas dan 2 di bagian bawah.

2. Kaitkan 1 karet lagi di bagian bawah dan letakkan sendok diantara karet ini.

3. Letakkan botol ini di atas air. Lalu putar-putar sendok diantara karet, kemudian lepaskan. 

Rotary boat sederhana kami

Apa yang terjadi? Botol akan bergerak seiring sendok yang berputar. Bergerak kemana? Tergantung arah putaran sendok. Jika sendok diputar ke depan, maka botol akan bergerak ke belakang. Jika sendok diputar ke belakang, maka sendok akan berputar ke depan.

Apa saja sih yang kami pelajari? Yang pertama, tentang konsep mengapung. Setiap benda yang mempunyai massa jenis lebih ringan dari air akan mengapung di atas permukaan air.

Yang kedua, perpindahan dari energi potensial menjadi energi kinetik. Energi potensial adalah energi yang tersimpan dalam benda yang tidak bergerak. Energi kinetik adalah energi yang terdapat pada benda yang bergerak. Saat botol tidak bergerak, botol itu menyimpan energi potensial. Tetapi saat botol itu bergerak, energi potensial berubah menjadi energi kinetik.

Yang ketiga, kami belajar hukum aksi reaksi. Setiap tindakan akan mempunyai reaksi. Aksi dari memutar sendok ke belakang akan menghasilkan reaksi botol yang bergerak ke depan. Sedangkan aksi dari memutar sendok ke depan akan menghasilkan reaksi botol yang bergerak ke belakang.

Percobaan sederhana ini cukup seru. Walau bentuk kapal kami tidak agak kurang keren, tetapi anak-anak senang memainkannya. Percobaan kami nampaknya harus diakhiri karena si bayi sibuk mau memegang botol yang ada =D

Beberapa rotary boat yang dibuat teman-teman

 

Kamis, 25 Maret 2021

Monthly Meeting: Wise Waste Kids

3R

Bercocok tanam merupakan salah satu kegiatan yang sering dilihat anak-anak di rumah. Eits, jangan salah sangka dulu. Bukan mamanya yang senang bercocok tanam, melainkan si opa. Dari mulai bercocok tanam biasa, buat kompos, pakai kulit telur, (hoax atau bukan hoax), semua dicoba opa. Maklum, pandemic, jadi gak ada kerjaan.

Awal tahun ini, kami bersama-sama dengan komunitas kami membahas mengenai cara bijak mengelola sampah. Sampah adalah sisa dari suatu produk yang tidak digunakan kembali. Sampah ini dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu sampah organik dan sampah anorganik.

Sampah organik adalah sampah yang berasal dari sisa makhluk hidup dan dapat terurai. Contohnya adalah sampah bekas makanan, sayur dan buah-buahan yang busuk, daun, dan sejenisnya. Sampah anorganik adalah sampah yang sulit dan bahkan tidak dapat diuraikan kembali. Contohnya adalah plastik, kaleng bekas, batu batre bekas, dan sejenisnya.

Sampah organik. Sumber foto: kedungpoh

Nah, sampah yang ada tentunya berdampak bagi bumi kita ini. Ada 3R yang dapat kita lakukan untuk membuat bumi ini tidak ‘keberatan’ dengan sampah kita. 3R ini bukan tentang ukuran foto ya. 3R itu adalah Reduce, Reuse, dan Recycle.

Reduce berarti mengurangi sampah dengan cara memaksimalkan penggunaan barang. Misalkan saat belanja, kita membawa kantong sendiri. Dengan demikian kantong yang kita bawa bisa digunakan kembali untuk pembelanjaan berikutnya.

Reuse berarti memanfaatkan barang bekas yang ada untuk digunakan kembali. Misalkan kotak susu yang dipotong dan dijadikan pot. Bisa juga kaleng yang digunakan sebagai tempat pensil.

Kamera, Salah satu hasil reuse yang dibuat anak-anak.

Recycle berarti mendaur ulang sampah yang ada. Daur ulang ini membutuhkan teknologi yang cukup tinggi. Tapi daur ulang dapat dilakukan juga dengan mengubah sampah-sampah anorganik ini menjadi kerajinan tangan, seperti yang ada di Bank Sampah.

Tidak menyangka kan ini dari kertas

Dari penjelasan-penjelasan para Auntie PIC bulan Januari, anak-anak diingatkan untuk menjadi bijak, seperti tema karakter bulan Januari. Anak-anak diingatkan untuk bijak dalam menggunakan barang, bijak dalam membeli barang. Mereka juga diingatkan untuk bijak dalam mengelola sampah yang ada.

5 Jenis sampah. Sumber foto: kadin lingkungan hidup

bersambung ke Menanam Benih


Eksperimen Science: Menanam Kacang Merah

Di akhir pertemuan monthly meeting kemarin, anak-anak diberi project untuk menanam benih. Anak-anak menyiapkan benih kacang merah untuk ditanam. Saat anak-anak masih kecil, kami memang pernah menanam dengan media kapas. Maklum, mamanya tidak suka main dengan tanah. Kali ini kami diminta untuk menanam dengan media tanah. 

Kami diminta menyiapkan:

- tanah

- pot atau wadah untuk menanam sebanyak 2 buah

- plastik

- benih untuk ditanam (kami menggunakan kacang merah)

Berhubung kami memang suka memanfaatkan barang-barang yang ada di sekitar kami, maka kami memilih menggunakan kotak susu UHT sebagai pot kami. Opa pun menyuruh kami membolongi bagian bawahnya.

Bahan-bahan yang akan kami gunakan

Ada dua wadah yang disiapkan. Wadah pertama diisi dengan tanah dan benih kacang. Wadah yang kedua diisi dengan tanah yang bercampur dengan sampah plastik dan benih kacang. Sampah plastik ini diletakkan di antara tanah juga. Setelah itu anak-anak diminta untuk mengamati kedua wadah tersebut. 

Day 0
Day 1

Apa hasil dari pengamatan anak-anak? Ternyata menanam di tanah tidak secepat saat kami menanam dengan media kapas. Kalau kata opa sih tanahnya terlalu padat. Maklum, anak-anak niat pakai banget untuk mengisi tanahnya.

Day 3
Day 7

Benih yang ditanam di tanah yang tidak ada sampahnya lebih cepat bertumbuh dibanding yang ditanam di tanah yang ada sampah plastiknya. Kami menghubungkan percobaan ini dengan kondisi hati kami. 

Tanah melambangkan hati kami. Jika hati kita masih menyimpan ‘sampah’, maka tindakan kita pun tidak akan bisa maksimal. Kalau istilah kami: ’nothing good comes from bitterness’. Oleh sebab itu, penting untuk menjaga hati kami, karena dari hati itulah terpancar kehidupan.

Jumat, 05 Maret 2021

Our First Online Family Conference

Abide in Me

Sudah hampir setahun covid melanda Indonesia. Bahkan jika kita melihat secara keseluruhan, covid ini sudah berlangsung lebih dari setahun. Kelembaman virus ini untuk meninggalkan muka bumi membuat banyak rencana yang berubah. Termasuk Family Conference 2020.

Biasanya di bulan November, komunitas ATII SEA (South East Asia) berkumpul di Malaka untuk mengikuti Family Conference. Namun karena covid masih enggan pergi, maka kumpul di Malaka pun tidak mungkin terealisasikan. Family Conference yang biasa diadakan di sana pun diselenggarakan secara online.

Online Family Conference kali ini bertema Abide in Me. Ya, ditengah situasi yang tidak menentu, urusan anak-anak dan homeschool yang juga menyita waktu kita, seringkali kita sibuk dengan hal yang lain. Tetapi tema Abide in Me ini mengingatkan kami bahwa apapun yang terjadi, jika kami tinggal di dalamNya, maka Ia yang memegang kendali dalam hidup kami dan keluarga kami.

Karena online, tentu saja banyak terjadi perubahan-perubahan. FC yang biasanya diadakan 3 hari (4 hari untuk keluarga yang baru pertama kali mengikuti) dipersingkat menjadi 2 hari, yaitu Jumat malam dan Sabtu pagi hingga siang. Kalau anak-anak bilangnya sih jadi 1 hari kalau dipadatkan. Karena waktu yang singkat tersebut, maka jika biasanya di Malaka ada sesi dimana kami melihat video bersama-sama, kali ini urusan menonton video diserahkan kepada masing-masing keluarga.

Saat kami melakukan zoom bersama, kami bersama-sama mendengarkan sharing yang dibagikan oleh tiga pembicara. Ketiga pembicara tersebut adalah Thomas Teh dari Singapore, Tim Levendusky dari USA, dan Elcid Basri dari Indonesia. Ketiga narasumber membawakan topik-topik yang saling berkesinambungan dan sungguh memberkati kami.

Dimulai dari pentingnya untuk kita berdiam di dalamNya
Lalu dilanjutkan dengan bagaimana menjaga diri kita untuk tetap berdiam di dalamNya
Diakhiri dengan sesi mengenai Abiding-in-Christ Parenting

Bagaimana dengan kegiatan anak-anak? Yang biasanya anak-anak bisa ada kegiatan outdoor, kali ini semuanya indoor. Yang biasanya anak-anak melakukan kegiatan terpisah, orang tua conference dan anak-anak dengan kegiatan mereka, kali ini semua kegiatan dilakukan bersama-sama dalam keluarga. Tentu saja ada sesi khusus untuk anak-anak. Jadi saat sesi khusus ini, ayah dan anak laki-laki akan mengikuti Alert dan ibu serta anak perempuan mengikuti Renew.

Gratefulness helps love grow
Gratefulness Jar

Saat mengikuti Renew, anak-anak dipimpin oleh salah satu keluarga dari Australia. Setelah membahas suatu topik dalam kelompok besar, mereka pun dibagi menjadi beberapa kelompok. Walau secara online, Duo Lynns sungguh semangat mengikutinya. 

Duo Lynns dengan aktivitasnya
Lagu yang menjadi favorit kami

Walau semua berjalan dengan baik, namun tetap ada yang kurang bagi kami. Bagaimanapun juga, kami merindukan suasana Family Conference yang seperti sebelumnya. Harapan kami Family Conference 2021 dapat dilaksanakan di Malaka lagi.


Selasa, 09 Februari 2021

Science Experiment About Self Control

Sumberfoto:wideopeneats

Karakter pengendalian diri selalu menjadi topic yang menarik saat dibahas. Mengapa? Karena walau pembahasan karakter ini sudah dilakukan berulang-ulang, tetapi karakter ini masih susah untuk dilakukan. Jangankan oleh si anak, oleh kita sebagai orang yang lebih dewasa saja masih susah.

Karena itu, saat kami diminta untuk memimpin monthly meeting dengan tema karakter pengendalian diri, kami pun menyadari bahwa hal ini harus diajarkan berulang-ulang untuk anak, dan juga orang tua. Untuk membuat pembahasan karakter ini menjadi lebih mengena, maka kami mengadakan percobaan science.

Telur yang direndam cuka

1. Transparent Egg

Di Alkitab tertulis bahwa orang yang tidak dapat mengendalikan dirinya seperti kota tanpa tembok. Apa yang terjadi jika kota tidak mempunyai tembok? Maka musuh dapat dengan mudah memasuki kota tersebut. Itulah sebabnya China membuat The Great Wall, untuk melindungi negara mereka dari serangan musuh.

Untuk membuat arti dari kota tanpa tembok ini jelas, anak-anak diminta mengerjakan percobaan dengan telur. Sebetulnya kami pribadi sudah dua kali membuat percobaan ini saat anak-anak masih lebih kecil dari umurnya sekarang, yaitu transparent egg dan colorful transparent egg. Walaupun demikian, mereka sudah lupa. Jadi tidak mengapa jika diulang lagi =D

Telur yang sudah tidak berkulit

Apa arti dari percobaan ini? Telur adalah kita. Cuka adalah masalah-masalah yang membuat kita tidak dapat mengendalikan diri. Jika kita reaktif dengan masalah-masalah yang ada, maka lama kelamaan 'tembok' kita (kulit telur) runtuh. Telur tanpa kulit pasti gampang sekali dipotong, spt kota tanpa tembok yang gampang diserang musuh.

Lava Lamp

2. Lava Lamp

Percobaan ini pernah kami lakukan bersama dengan percobaan lainnya. Walaupun demikian, bagi anak-anak, percobaan ini selalu menarik.

Bahan-bahan yang diperlukan:

- Wadah transparan.

- Minyak sayur.

- Air yang sudah diberi pewarna.

- Tablet effervescent.

Langkah-langkah yang dilakukan:

1. Tuangkan minyak ke dalam wadah.

2. Tuangkan air ke dalam wadah yang sudah ada minyaknya.

3. Ajak anak-anak mengamati apa yang terjadi. Minyak secara perlahan akan naik ke atas.

4. Ambil tablet effervescent, bagi menjadi beberapa bagian. Lalu masukkan ke dalam wadah tersebut.

5. Amati bersama dan minta anak untuk menggambarkan dengan kata-kata mereka apa saja yang mereka lihat.


Minyak mengambang diatas air karena minyak lebih rendah masa jenisnya daripada air. Saat tablet dimasukkan, tablet akan tenggelam dan mulai larut di air. Karena tablet yang larut dalam air tersebut mengandung gas karbon dioksida, maka saat tablet tersebut larut, terciptalah gelembung-gelembung udara. Gelembung-gelembung tersebut membawa air yang sudah berwarna tersebut ke permukaan. Saat udara keluar dari gelembung tersebut, yang muncul ke permukaan. Dan saat gelembung udara tersebut pop out, maka air berwarna tersebut menjadi berat lagi dan tenggelam.

Penjelasan spiritual

Aktivitas ini mengilustrasikan kepada kita bahwa kita tidak dapat mengendalikan diri kita sendiri jika tidak ada Tuhan dalam hidup kita. Air melambangkan kita dan minyak melambangkan Tuhan. Tablet effervescent melambangkan batu-batu kehidupan, hal-hal yang dapat membuat kita iritasi dan terkadang membuat kita tidak bisa mengendalikan diri. Saat Tuhan menjadi pelindung kita (karena posisi minyak diatas air), maka hal-hal yang membuat kita susah mengendalikan diri dpt diredam. Saat Tuhan ada dalam hidup kita, kita dapat mengendalikan diri dan tidak mudah meledak. Semakin sering kita membangun hubungan dengan Tuhan, semakin kita dapat mengendalikan diri kita. 

Marshmallow yang kami gunakan

3. Marshmallow

Jika dulu saat membahas karakter pengendalian diri ini anak-anak sudah membuat aktivitas marshmallow mouth, maka kali ini kami mengadakan percobaan dengan marshmallow.

Bahan-bahan yang diperlukan:

- 3 buah toples atau gelas atau botol selai transparan (atau sejenisnya)

- Marshmallow ukuran kecil

- air biasa

- air panas

- minyak sayur

Langkah-langkah:

1. Isi ketiga botol transparan tersebut masing-masing dengan air biasa, air panas, dan minyak sayur.

2. Masukkan marshmallow ke dalam masing-masing botol. Amati apa yang akan terjadi.

Marshmallow yang dimasukkan ke dalam air panas akan larut dengan cepat dibandingkan yang dimasukkan ke dalam air biasa dan minyak sayur. Mengapa bisa begitu? Karena marshmallow mengandung gula sebagai bahan utamanya. Dan gula gampang larut di air panas.

Pengendalian diri berhubungan dengan kemauan kita untuk membangun kebiasaan yang sehat. Untuk anak-anak, makanan yang manis merupakan makanan yang menarik perhatian mereka. Salah satunya adalah marshmallow. Dari kegiatan ini, karena sekarang mereka tahu bahwa marshmallow dibuat dari gula, maka mereka pun dapat mengendalikan diri untuk tidak setiap saat makan marshmallow.

Dari percobaan-percobaan ini, bukan hanya anak-anak yang mendapatkan pencerahan, tetapi juga kami para mama-mama yang mengikuti pertemuan bulanan. Memang tidak mudah bagi kami para orang tua yang mendidik anak-anak di rumah dalam urusan pengendalian diri. Kami selalu bersama anak-anak alias 24/7. Mengajar anak-anak terkadang menjadi salah satu tes pengendalian diri, apalagi kalau semua urusan di rumah dikerjakan sendiri. Namun kami tahu, kami bersama-sama belajar untuk mengendalikan diri kami. 
Peralatan yang digunakan salah satu teman kami.

Selasa, 02 Februari 2021

Science Experiment: Mengapa Kita Menangis Saat Mengupas Bawang Bombay?

Sumber foro: alodokter

Siapa yang suka ‘nangis’ saat ngupas bawang merah atau bawang bombay? Atau siapa yang suka ‘nangis’ kalau lagi memotong bawang merah atau bawang bombay? Saya sih suka ‘menangis’ kalau sedang berurusan dengan bawang-bawang tersebut dan juga daun bawang. Bahkan anak-anak yang sedang tidak memotong saja bilang matanya perih saat berada di dekat mamanya yang sedang berurusan dengan bawang. 

Kalau anak zaman dulu, cukup diceritakan kisah si bawang merah dan bawang putih saja. Si bawang merah nakal jadi kalau lagi memotong bawang merah kita jadi menangis. Tapi anak zaman sekarang pasti akan bertanya penyebabnya bukan? Kenapa harus perih matanya? Kenapa setelah matanya perih, kita jadi menangis?

Karena efek dari berurusan dengan bawang-bawang tersebut, maka kami pun melakukan eksperimen dengan bawang-bawang tersebut. Eksperimen tersebut sangat gampang.

Peralatan yang dibutuhkan adalah:

- Bawang bombay berukuran besar, bagi 2. Bagian pertama disimpan di dalam kulkas dan bagian kedua diletakkan di luar.

- Piring untuk wadah.

Kami meminta anak-anak untuk membuka lapisan-lapisan bawang bombay yang tidak diletakkan di kulkas. Mengupasnya pun dengan menggunakan tangan mereka. Awalnya mudah, namun lama kelamaan semakin susah untuk dipisahkan lapisannya. Sejalan dengan itu, anak-anak pun merasa matanya perih dan tidak lama kemudian keluar air mata dari mata mereka. 

Bawang bombay yang sudah dibuka lapisan-lapisannya.

Lalu mereka pun diminta untuk membuka lapisan-lapisan dari bawang bombay yang disimpan di kulkas. Ternyata efeknya tidak secepat bawang bombay yang tidak diletakkan di kulkas. Lalu kami pun meminta mereka untuk memotong lapisan-lapisan tersebut dengan menggunakan gunting. Tak lama kemudian mata mereka pun mengeluarkan air mata. Lalu mereka bertanya kenapa ya bisa begitu.

Bawang bombay dari kulkas yang dipotong-potong.

Ketika bawang bombay atau bawang merah diiris, sel-sel pada bawang akan pecah dan mengeluarkan enzim yang memproduksi gas yang disebut propanethial sulphoxide. Ketika gas tersebut mengenai mata, maka gas akan bereaksi dengan air mata dan memproduksi asam yang bernama sulphuric acid dalam kadar ringan. Mata kita terasa perih. Oleh syaraf yang ada, reaksi diatas disalurkan ke otak. Kemudian otak mengirimkan sinyal ke kelenjar air mata untuk menghasilkan lebih banyak cairan agar gas dan zat asam keluar dari mata. Mengapa? Karena gas tersebut dianggap benda asing. Dan mekanisme badan kita, jika ada benda asing masuk, pasti akan berusaha untuk mengeluarkannya.

Namun lebih dari sekedar penjelasan ilmiah, kegiatan ini merupakan ilustrasi dari suatu pertobatan. Setiap lapisan bawang bombay melambangkan lapisan luar dosa yang ada di hati kita. Saat mencoba membersihkan dosa di hati kita, awalnya memang terlihat mudah. Namun semakin banyak kita mencoba untuk menyelesaikan dosa kita, semakin nampak bahwa hal itu susah dan dapat membuat kita menangis. 

Untuk itulah kita memerlukan Tuhan. Hanya Tuhan yang dapat membersihkan hati kita secara total. Saat kita mengakui kita tidak mampu, maka disitulah pertobatan yang sejati timbul, yaitu saat kita mengakui setiap ketidakberdayaan kita dan meminta Dia yang membersihkan hati kita.

Lalu bagaimana dengan bawang Bombay yang sudah dikulkas? Saat bawang bombay dimasukkan ke dalam kulkas, dingin dari kulkas membuat reaksi bombay saat dipotong menjadi lebih lama. Jadi, untuk ibu-ibu yang mau memotong bombay tapi tidak mau matanya perih, bisa memasukkan bawang bombay ke kulkas dulu. 

Kalau ingin menangis tetapi tidak ketahuan orang? Potong saja bawang bombay yang baru, biar seperti lagu ”I’ll do my crying when I cook” =D




 

Minggu, 10 Januari 2021

Perjalanan Baru dengan PKBM Pilihan Kami

PKBM

Selamat Tahun Baru 2021 =)

Setelah absen menulis selama sebulan, kali ini kami kembali melanjutkan kisah kami mencari PKBM. Seperti di artikel sebelumnya, kami sedang mencari PKBM. Beberapa data tentang PKBM kami kumpulkan, dengan harapan memudahkan kami dalam memilih PKBM.

Data yang kami kumpulkan mengenai PKBM di Jakarta
PKBM luar Jakarta

Sebetulnya, dari sebelum berkutat dengan info-info tentang PKBM, kami sudah mempunyai pilihan. PKBM yang kami pilih adalah PKBM negeri, yang berlokasi tidak jauh dari tempat kami tinggal, alias masih di Jakarta. PKBM ini mempunyai akreditasi B dan sudah lumayan teman-teman kami yang ikut di PKBM ini.Apalagi dari segi biaya, PKBM ini sangat masuk budget kami.

Saat kakak kelas 3, kami pernah menghubungi pengelola PKBM tersebut. Tetapi oleh pihak pengelola diminta nanti saja saat umur 11 tahun. Jadi kami menunda untuk memasukkan kakak ke PKBM tersebut. Tetapi setelah kami mengetahui lebih lagi tentang legalitas untuk homeschooler, maka kami kembali mencoba mendaftar saat kakak kelas 4. Dan jawabannya masih sama.

Namun karena pandemi Covid, kami pun mencoba menghubungi kembali. Oleh pihak pengelola kami diminta untuk daftar tahun depan saja, antara bulan Mei – Juli, untuk menyesuaikan dengan data di Dapodik. Tetapi yang kami kuatirkan adalah data untuk raportnya. Kan tidak lucu kalau nanti saat kakak bergabung, kakak diminta mengulang dari kelas 4, padahal sudah kelas 6.

Dari hasil observasi yang kami lakukan, kami pun mengerucutkan pilihan kami pada dua PKBM, yaitu PKBM Negeri yang ada di Jakarta dan PKBM Piwulang Becik. Dua-duanya mempunyai nilai plus masing-masing. Namun akhirnya kami memilih Piwulang Becik (PBx).

Logo Piwulang Becik

PKBM Piwulang Becik merupakan PKBM yang berdomisili di Salatiga (bukan betul tujuh ya). PKBM ini didirikan oleh Bapak Aris Prasetya. Piwulang Becik, yang berarti ajaran kebaikan yang diteladani dan disebarkan ini didirikan tahun 2018. Apakah sudah terakreditasi? Jawabannya, ya. Berdasarkan data di kemendikbud, PBx sudah terakreditasi, yaitu akreditasi C. Akreditasi C ini bukan berarti kurang baik (seperti saat kita sekolah, nilai C kan kurang baik artinya), tetapi karena usia PBx yang masih muda, otomatis lulusannya baru sedikit. Beda dengan PKBM yang menginduk ke sekolah swasta ataupun negeri. 

Saat kami selesai mendaftar, beberapa teman kami bertanya mengapa kami memilih PBx yang jauh di Salatiga daripada mencari PKBM yang di Jakarta? Bagaimana kontrak belajar di sana? Lalu sebagian bertanya bagaimana caranya untuk mendaftar? Bagaimana dengan biayanya? Bagaimana dengan ujian kesetaraan nantinya? Umur berapa boleh bergabung dengan PKBM?

Ada 1001 macam alasan, dan sekali lagi ini adalah masalah preferensi, bukan yang ini lebih baik atau yang itu lebih jelek. Salah satu alasan kami memilih PBx sebagai rekan kami dalam urusan legalitas pendidikan anak-anak adalah karena PBx mempunyai kontrak belajar yang jelas.

Di PBx, berlaku kontrak belajar mandiri. Kami selaku homeschooler bebas menentukan kurikulum yang akan kami gunakan. Segala pelajaran dapat diakses secara pribadi dan belajar secara mandiri. Selain itu, anak-anak tidak perlu mengerjakan ujian tengah semester dan ujian akhir semester. Kok bisa? Nanti nilai raportnya bagaimana?

Untuk mengisi nilai raport, dibutuhkan dua hal, yaitu nilai akademis dan juga portofolio. Portofolio merupakan laporan singkat mengenai kegiatan-kegiatan yang dilakukan anak sehari-hari, seperti seperti proses pembelajaran dan les mereka. Pihak PBx memberitahukan tidak ada pakem harus seperti ini atau seperti itu. Bisa dalam bentuk video, narasi pendek, dan sebagainya. Yang dilihat dari pihak PBx adalah prosesnya (kami suka sekali dengan value ini). Sedangkan untuk nilai akademis, karena PKBM mengacu untuk legalitas anak-anak dalam hal ini adalah ijazah, maka yang digunakan adalah kurtilas atau kurikulum tiga belas.

Bagaimana cara mengakses kurtilas ini? Di PBx, sistem yang diterapkan adalah sistem pembelajaran daring (dalam jaringan) dari kemdikbud yang dikenal dengan nama Setara Daring. Setara Daring adalah sebuah aplikasi Learning Management System yang dirancang untuk pembelajaran jarak jauh. Sistem ini didukung oleh SEAMOLEC (SEAMEO Regional Open Learning Centre), yang merupakan institusi yang berada dibawah SEAMEO (Southeast Asian Ministers of Education Organization).

Proses penggunaan Setara Daring ini sangatlah sederhana. Anak-anak diberikan ID untuk mengakses Setara Daring. Di sini anak-anak dapat membaca materi, membuat tugas, dan mengerjakan evaluasi yang ada. Karena sistemnya modul, untuk kelas 4 keatas ada 5 modul di setiap mata pelajaran dan kelas 3 kebawah modul tematik, maka masing-masing anak dapat mengatur waktunya untuk membuat Setara Daring ini.

Selain itu, faktor pendukung kami memilih PBx adalah PBx mempunyai banyak Student Club (SC) yang menarik. Seperti yang saya bilang di artikel sebelumnya, ini bukan faktor utama, tetapi menjadi nilai tambah. Karena banyaknya SC yang menarik, anak-anak sampai bingung dan ingin mengikuti semua (Duo Lynns memang hobi mengikuti kegiatan). Kami membatasi untuk anak-anak memilih 2 saja, untuk membatasi screentime mereka dan agar mereka lebih fokus. Apalagi sejak online ini, mereka juga banyak kegiatan. Mungkin di semester berikutnya, mereka dapat mengikuti SC yang lain.

Skema proses di PBx. Tugas adalah tugas dari SC

Lalu, bagaimana cara kami bergabung ke PBx? Kami mengetahui PBx ini dari teman homeschool kami yang tinggal di Jogja. Kami diberi nomor Whatsapp dari Pak Aris. Dengan ramah Pak Aris menjawab setiap pertanyaan, dan akhirnya kami pun diminta menghubungi pihak admin, yaitu Mbak Nanik.

Oleh Mbak Nanik, kami diminta untuk mengisi formulir pendaftaran dan melampirkan foto dari dokumen-dokumen berikut: 

- Akta Kelahiran peserta didik

- KK (Kartu Keluarga)

- KTP kedua orang tua

- Foto peserta didik

- Rapor sebelumnya (jika pindah sebelum kelulusan)

- Ijazah Sebelumnya (jika sudah lulus SD/SMP)

- Surat pindah dari sekolah/PKBM sebelumnya (jika pindahan)

- Pasfoto anak.

Proses pendaftaran berlangsung dengan cepat. Kakak dan adik sudah terdaftar di PKBM Piwulang Becik dan sudah mendapatkan NISN. Kami pun melakukan recheck ke https://referensi.data.kemdikbud.go.id/nisn/, dan data anak-anak pun muncul. Leganya hati kami. Dengan adanya NISN, berarti  mereka resmi terdaftar di kemendikbud. Kalau kata teman saya sih, sah katanya=D

Bagaimana dengan biayanya? Di PBx tidak ada ketentuan biaya admin harus sekian dan biaya bulanan harus sekian. Sistemnya adalah gotong royong, yaitu kita berpartisipasi sesuai kemampuan kita masing-masing. Awalnya bingung juga sih, ada ya sistem gotong royong. Ternyata ada tuh di PBx.

Gotong Royong di PBx

Mengenai ujian kesetaraan, memang sebelum adanya pandemi, peserta didik wajib ikut ujian kesetaraan di tempat dimana PKBM berada. Dengan kata lain, wajib hukumnya untuk pergi ke Salatiga. Namun sejak adanya pandemi, ujian kesetaraan ini dapat berjalan secara online. Harapannya sih walau nanti sudah tidak pandemi, ujian kesetaraan tetap dapat berjalan secara online, karena sudah ada sistemnya. Namun jika tidak, ya sekalian berkunjung ke Salatiga. 

View dari PBx. Memanggil jiwa petualang mama, nih.

Mengenai umur berapa tepatnya bergabung ke PKBM, kami menyarankan dari umur si anak masuk SD. Mengapa? Karena berdasarkan standard pemerintah, anak yang berumur 6 tahun atau 7 tahun (di tahun ajaran yang bersangkutan) baru boleh masuk kelas 1. Dan itu semua tergantung juga dengan lahirnya di bulan apa. Biasanya cut off di sekolah beda-beda. Jadi coba dikonsultasikan dengan pihak admin. 

Yang pasti, untuk ujian kesetaraan membutuhkan raport kelas 4, 5, dan 6. Jadi sedini mungkin masuk, maka si anak akan mempunyai raport untuk persyaratan ujian kesetaraan. 

Perjalanan kami di PKBM ini tentunya masih panjang, apalagi anak-anak belum ujian =D Namun melihat anak-anak yang begitu excited mengerjakan Setara Daring dan tugas-tugas dari SC, kami melihat ini sebagai hal yang positif. Semoga semangatnya gak kendor ya, girls =)

Sekilas Info

PKBM Piwulang Becik 

Website: https://piwulangbecik.com/

Youtube channel : Piwulang Becik PKBM

Instagram : Piwulangbecikx

Alamat: Jl Kaplingrejo I/7 Rt/Rw 09/03, Gendongan Salatiga, Jawa Tengah

No. Telepon: (0298) 3433143

nomer WA 0858 909 63236

 

PS: 

1. Selain tabel perbandingan,foto-foto yang digunakan diambil dari website Piwulang Becik. 

2. Tabel perbandingan dibuat untuk kami menimbang, bukan untuk menjatuhkan salah satu PKBM.